00:00Sementara ya seperti yang tadi kita sudah diskusikan ya, tidak semua keluarga,
00:06jangankan keluarga yang seperti kasus di NTT yang sendiri ibunya gitu ya,
00:10yang keluarganya lengkap saja, itu belum tentu mampu menghadirkan pengasuhan yang berkualitas kepada anak.
00:17Nah, untuk faktor-faktor ini bagaimana kalau kita sebagai lingkungan sekitar,
00:25bisakah kita mendeteksinya misalnya apakah anak ya tetangga kita atau lingkungan keluarga terdekat
00:31punyakah kendala-kendala tadi sehingga masih ada intervensi yang dilakukan untuk mencegah sampai ke arah bunuh diri Mbak Alisa.
00:39Ya, memang itu tidak mudah karena begini, tidak semua manusia itu extrovert yang dia bisa bercerita.
00:51Nah, ada orang-orang yang dia sebetulnya sehat tetapi dia memang lebih suka menyimpan semuanya dalam dirinya.
00:58Itu kan tidak akan bermasalah, tidak akan kelihatan bermasalah begitu.
01:02Tetapi ada juga orang-orang yang kelihatan yang gembira tetapi sebetulnya dia di dalam hatinya
01:07menyimpan beban psikologis yang sangat besar.
01:11Nah, karena itu ekosistem, apa namanya, support system ini, ini memang menjadi sangat penting untuk memberikan ruang untuk semuanya.
01:21Yang paling penting adalah memberikan ruang aman bagi mereka untuk menyampaikan apapun yang ada di dalam hatinya.
01:29Lalu kemudian yang kedua, memberikan mereka pemahaman bahwa mereka boleh untuk menyampaikan apa yang menjadi beban pikirannya.
01:42Jadi misalnya ketika di sekolah, apakah kepala sekolah itu atau tendiknya, tenaga pendidikannya atau gurunya
01:50itu membuat anak-anak merasa anak-anak bisa mendekati mereka dan bercerita.
01:57Apakah dia introvert atau extrovert, dia tetap merasa ketika ada yang tidak nyaman, dia bisa bercerita.
02:05Kalau tanpa itu, itu memang sering luput mbak.
02:09Kita sering tidak terlalu memperhatikan, kita menganggap dan seringkali juga ya anak-anak yang diam kita anggap anak-anak yang baik.
02:17Anak-anak yang...
02:17Dia menurut nih begitu ya karena aman, tidak ada masalah, aman.
02:22Padahal sebetulnya dia membutuhkan bantuan.
02:26Karena itu memang saya setuju dengan tadi yang disampaikan mbak Margaret,
02:30menyiapkan orang tua dan orang dewasa di sekitar anak-anak bahwa ada pertumbuhan anak yang kita semua orang dewasa ini perlu lebih peka
02:41dan memberikan mereka rasa aman itu.
02:43Misalnya ketika anak mengeluh sesuatu, respons kita bagaimana?
02:48Apakah respons kita, alah, cuman begitu aja kok, gitu.
02:52Atau misalnya sama sekali tidak pernah mengalami kesulitan.
02:59Apa-apa diselesaikan oleh orang tuanya, oleh pengasuhnya, oleh orang terdekatnya, begitu.
03:06Sehingga dia tidak terbiasa juga untuk mengendalikan dirinya, gitu.
03:10Jadi memang tidak mudah membangun ekosistem bagi seorang anak, apalagi anak yang banyak.
03:18Apalagi dalam kondisi kemiskinan sekali lagi, gitu.
03:20Jadi memang itu menjadi PR kita saat ini untuk memperkuat kesadaran dan pemahaman orang tua
03:31bagaimana cara dia akan mengasuh anak-anaknya dengan dunia yang seperti sekarang, gitu.
03:42Dengan beban yang berat juga sekarang dari berbagai sisi.
03:46Betul, betul, betul.
03:48Dan itu sebenarnya kan bisa dilakukan, disiapkan dari awal ya.
03:54Misalnya kepada para catin, misalnya gitu mbak.
03:58Kepada yang belum nikah, gitu ya.
04:01Para calon pengantin, itu bisa.
04:03Kita dari sekarang tuh mulai memberikan penguatan edukasi.
04:07Kalau nanti menikah, kemudian punya anak, bagaimana melakukan pengasuhan yang berkualitas.
04:12Itu bisa, salah satu yang bisa kita lakukan.
04:15Atau penguatan kepada yang sudah jadi orang tua, atau yang sudah menikah, misalkan begitu.
04:21Atau membuat kebijakan, mungkin kita hari ini agak hopeless ya mbak.
04:26Kalau mau membangun komunitas, pengasuhan yang berkomunitas tadi itu.
04:31Agak hopeless ya dengan situasi sekarang.
04:33Tapi bukan berarti itu nggak bisa dilakukan.
04:35Itu masih bisa dilakukan.
04:37Dengan kekuatan dari para pejabat atau aparat di desa.
04:42Itu sangat bisa dilakukan.
04:43Yang menggerakkan justru pejabat atau aparat di desa itu.
04:46Saya teringat pernah ada kayak best practice ya di Jogja mbak Alisa.
04:51Saya lupa desanya apa.
04:52Tapi di desa itu punya kebijakan bersama nih.
04:56Antara semua warga di situ, anak-anak harus berbebas dari gadget.
05:01Tapi tidak hanya segedar larangan ya.
05:03Tapi kemudian di situ punya kebijakan untuk memberikan ruang bermain untuk anak.
05:08Tapi yang tidak gadget.
05:10Misalnya sepedaan, lompat tali zaman kayak dulu misalnya.
05:15Artinya kebijakan bersama ini sebenarnya juga sangat mungkin untuk bisa tetap dilakukan di era sekarang.
05:21Yang terpenting adalah komitmen dari para aparat yang ada di situ.
05:27Karena kan kalau pengasuhan kan tentu yang kemudian bisa dilibatkan kan tetangga ya.
05:33Maka tentu kan mungkin apakah se-RTRW atau satu desa punya kebijakan yang sama.
05:39Menjaga anak bersama misalnya secara komunitas.
05:42Itu sangat bisa dilakukan.
05:43Dan di mana negara harus bersikap dalam kodis ini?
05:47Iya betul.
05:48Itu pertanyaan yang tentu paling berat saat ini.
05:53Saya rasa rakyat bertanyanya berat.
05:56Negaranya, penyelenggara-negaranya juga berat untuk menjawab ini.
06:01Karena memang Indonesia itu rakyatnya banyak ya.
06:06Jadi saya tahu itu tidak mudah.
06:08Tapi kadang-kadang Mbak memang sebagai seorang psikolog keluarga saya juga membantu Kementerian Agama untuk mempersiapkan itu tadi ya.
06:18Program Bimbingan Perkawinan untuk Calon Pengantin.
06:21Dan dari lima sesi itu ada sesi pengasuhan memang.
06:25Mempersiapkan para calon pengantin untuk prinsip-prinsip pengasuhan.
06:30Tapi kita harus mengakui bahwa kemudian daya dukung anggarannya pemerintah itu tidak mencukupi.
06:37Untuk kita bisa menjangkau semua calon pengantin.
06:40Begitu.
06:41Karena ya hanya 10% saja dari para calon pengantin yang kemudian mendapatkan kesempatan untuk menerima pengajaran itu atau pelatihan itu.
06:52Bagaimana kita membaca calon orang tua ke depan yang harus di edukasi.
06:56Orang tua yang sedang menjalani kehidupan dalam kondisi yang sulit.
07:00Plus anak misalnya dengan berbagai tantangannya.
07:03Dan sekolah.
07:03Nah bagaimana untuk kita bisa memperbaiki setidaknya agar jangan ada kasus berulang seperti ini lagi.
Komentar