Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Untuk pertama kalinya, timnas futsal Indonesia melaju ke babak final Piala Asia Futsal 2026.

Bagaimana peluang Indonesia kalahkan Iran yang 13 kali jadi juara Piala Asia Futsal?

Taktik apa yang akan disuguhkan pelatih Hector Souto di laga puncak malam nanti?

Mari kita bahas dengan Manajer Timnas Futsal Indonesia, Frans Xaverius dan Pengamat Futsal Nasional Rheza Pradita di Program Sapa Pagi (7/2/2026).

Produser: Theo Reza

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/649101/full-jelang-laga-final-timnas-futsal-indonesia-vs-iran-ini-kata-pengurus-pengamat
Transkrip
00:00Untuk pertama kali, tim Nas Futsal Indonesia melaju ke babak final Piala Asia Futsal.
00:06Pagi warna, peluang Indonesia mengalahkan Iran yang 13 kali jadi juara Piala Asia Futsal.
00:12Taktik apa yang akan disuguhkan pelatih Hector Suto di Laga Puncak Malam nanti?
00:17Sudah bergabung bersama kami dalam dialog di Sapa Indonesia Pagi,
00:19Saudara Manajer Tim Nas Futsal Indonesia, Franz Saferius, dan Pengamat Futsal Indonesia, Reza Pradita.
00:25Selamat pagi, Pak Franz, Bung Reza.
00:28Selamat pagi, Pak.
00:30Pak Franz, kita masih hype gitu ya dari kemarin tanggal 5 gitu ya, kita menang lawan Jepang,
00:35tapi kan ini kemudian baru 2 harian gitu ya, hari ini kita akan menghadapi final.
00:41Bagaimana kondisi fisik dari tim Nas Futsal kita, Pak?
00:45Kondisi fisik pemain kita sekarang ini dalam kondisi 100% full, sehat,
00:52dan kita fokus pada recovery dan pematangan detail di 1-2 hari terakhir ini.
00:59Ya fisik pemain saat ini kita bisa dibilang siap tempur, kita tinggal menjaga ketenangan aja nanti supaya kepala semua tetap dingin dan bisa menjalankan strategi yang sudah kita rancang.
01:10Nah, kalau soal mentalnya seperti apa, Pak Franz?
01:13Apalagi ini kan pertama kalinya kita ke final di Piala Asia Futsal, kemudian kita hadapi juga lawannya Iran nih yang 13 kali menang di Piala Futsal.
01:23Bagaimana, Pak Franz, untuk kesiapan mental pemain kita?
01:25Perisiapan mental juga sangat positif, sangat baik.
01:30Ini justru bukan suatu tekanan buat teman-teman di tim, justru teman-teman saat ini sangat semangat,
01:36sangat ingin membuat sejarah untuk Indonesia di Asia,
01:43dan juga ini suatu kesempatan bagi teman-teman untuk bisa mengalahkan Iran di rumah sendiri di final.
01:53Oke, lebih ke excited gitu ya bagaimana melawan juara bertahan di Piala Futsal Iran.
01:59Kemudian saya mau ke Bung Reza dulu, Bung Reza kalau udah melihatnya bagaimana peluang dari tim nasfutsal kita untuk menghadapi Iran nanti malam?
02:07Kalau saya sendiri sih sepakai sama dengan Bang Franz tadi, memang tidak ada pekerja buat Indonesia,
02:13jadi kita harus tahu dulu siapa yang kita hadapi, Iran ini 17 kali edisi, 13 kali menjadi duara,
02:19110 kali bermain di Piala Futsal, baru lima kali kalah, empat kali dari Jepang, satu kali ketika menghadapi Thailand.
02:26Jadi memang tekanannya seharusnya ada di Iran, karena kalau kita bahasnya, Iran itu menjadi duara.
02:31Sedangkan kalau kita, kewajiban kita hanya untuk bisa bermain sebagus mungkin, mau ikan yang terbaik,
02:36tetapi memang nanti untuk di laga final, harapannya sih kehadiran sempurna ya.
02:41Ini bisa kembali menjadi pembeda, karena satu-satu nating yang bisa mengalahkan kita setelah Jepang adalah Thailand.
02:46Pada tahun 2012, ketika Thailand menjadi duara rumah, plus pelatihnya satu,
02:50juga dari Spanyol. Sekarang pelatihnya Hektosoto, juga dari Spanyol.
02:54Jadi kita harap memang bisa menjadi pembeda di laga final.
02:57Walaupun kita melihat histori Iran yang luar biasa moncer gitu di Piala Futsal,
03:03ini bukan berarti kita harus donung ya, Bung Reza?
03:07Ya tentu kalau misalnya kita bahas cekat, kira-kira guru segalanya ya.
03:12Futsal mereka sudah mungkin 10-20 tahun lebih cepat dibandingkan dengan bagaimana Futsal di Indonesia berkembang.
03:18Secara pemain, mereka pokoknya sudah lumayan di Iropa.
03:22Secara pelatih juga, mereka adalah salah satu legenda hidup di Futsal dunia.
03:28Jadi memang kalau kita bicara mungkin, kira-kira banyak kesempatan,
03:32tapi itu bukan berarti kalau kita kalah sebelumnya.
03:34Jadi memang benar seperti yang dikontrol di depan,
03:37ketika dikontrol di depan, nanti yang terpenting adalah untuk bisa memberikan segalanya.
03:42Urusan menang, seri, kalah, itu sesuatu yang tidak bisa dikontrol.
03:46Tapi yang bisa dikontrol adalah untuk bisa bermain sebagus mungkin.
03:49Bermain sebagus mungkin yang kita harapkan nanti malam.
03:52Kemudian bagaimana strateginya nih?
03:54Saya mau tanya ke Pak Franz untuk menghadapi Iran nanti.
03:57Apakah sudah disiapkan, Suto, untuk nanti malam?
04:00Kira-kira seperti apa strategi menghadapi Iran?
04:04Pasti sudah kami dan juga tim ofisial mempersiapkan strategi
04:08karena ini kita lawan Iran, bukan lawan biasa.
04:11Seperti yang tadi Bung Reza sampaikan,
04:12Iran sudah memenangkan 13 laga final dari 15 laga final yang dijalankan.
04:19Dan kita mempersiapkan strategi yang lebih cerik.
04:22Kita disiplin dalam pertahanan dan kita mematikan transisi mereka.
04:28Itu upaya yang kita lakukan dalam strategi-strategi tim ini yang akan kita lakukan nanti.
04:34Jadi kita siap untuk membuat mereka lebih frustrasi malam ini.
04:38Kemudian Pak Franz ini kan katanya Kosuto menyiapkan kartu khusus nih untuk nanti malam menghadapi Iran.
04:44Jadi kira-kira kejutan apa yang disiapkan oleh tim nasional kita?
04:48Itu kita bisa tunggu nanti di lapangan bagaimana kejutan kartu yang akan dimainkan oleh kok.
04:52Oke, kalau kita bocorkan belum jadi kejutan ya.
04:56Malah nanti bisa ditiru sama lawan ya.
04:59Oke, saya ke Bung Reza lagi.
05:00Bung Reza, kalau kita identifikasi mungkin karakter dari tim nasional Iran gitu ya,
05:05dengan histori yang luar biasa.
05:07Apa sih kemudian yang menjadi keunggulan-keunggulan Iran yang kemudian harus diwaspadai oleh tim nasional kita?
05:12Satu hal yang menjadi keunggulan Iran ya dibandingkan tim nasional lainnya adalah secara kualitas fisik.
05:20Itu yang paling membedakan karena mereka jauh lebih besar dibandingkan dengan fisik pemain-pemain Asia pada umumnya.
05:26Jadi memang kalau kita melihat bagaimana persiapan dari tim nasional Indonesia menjelaskan halasi akun,
05:32kita mencoba untuk mengundang tim yang secara fisik mungkin seperti Iran.
05:35Jadi kalau ada yang ingat di Pernasional Series 2025,
05:38kita akan mengundang timnya seperti Latvia,
05:41kemudian juga Argentina,
05:42berkanda yang mungkin secara fisik mereka lebih besar dibandingkan yang terhadap Indonesia.
05:46Jadi Iran,
05:47kemudian utamanya adalah itu secara taktikali,
05:51secara individu,
05:52mereka juga sudah benar-benar datang,
05:54jadi walaupun mungkin tidak menjalankan Indonesia terkajang
05:57karena kualitas individu-individu yang bagus,
06:00mereka punya kelebihan di situ,
06:02walaupun saya rasa juga memang ekor-kualitas dalam tempat yang hanya,
06:05ini sudah benar-benar mengidentifikasi bagaimana karakteristik dari setiap pemainnya
06:09seperti yang dilakukan ketika menghadapi Jepang di seluruh Jina.
06:12Nah kalau misalnya kita lihat secara postur,
06:15mungkin fisik juga kita kalah gitu ya.
06:16Tapi kalau kita lihat stamina-nya nih,
06:18Bung Reza,
06:20ketika kita kemarin menghadapi Jepang,
06:21yang mana ini peringkatnya kan di atas kita gitu ya.
06:23Anda melihat stamina kita bisa nggak sih
06:25untuk mengimbangi postur dan juga fisik dari Iran?
06:31Jujur, saya pribadi sangat terkesan
06:33dengan bagaimana stamina para pemain ketika di laga semi-binal.
06:36Lawan yang kita hadapi adalah Jepang,
06:38salah satu negara yang paling terkenal dengan stamina
06:41dan daya jelanahnya yang begitu tinggi.
06:43Tapi kemarin kalau kita lihat di laga semi-binal,
06:45justru Jepang yang kehabisan besi lebih awal.
06:47Karena ketika kita masuk ke Pak Saten,
06:49Jepang di saat itu mereka sudah sangat telah,
06:52mereka melakukan banyak kesalahan,
06:53dan akhirnya juga melakukan Indonesia.
06:55Sedangkan Indonesia, walaupun beberapa pemain
06:57yang sempat sederhana dalam pertandingan,
07:00seperti Yogi, kemudian juga Iqbal, Rio,
07:03tapi kita tidak pernah kehilangan
07:05bagaimana intensitas kita melakukan pesi.
07:08Itu yang juga penting dan harus kembali dilakukan
07:09krisis kemahadapi Iran.
07:11Intinya ngototnya ini juga harus kita pertahankan gitu ya,
07:14apalagi kita menang kemarin melawan Jepang,
07:15Vietnam, dan juga Korea Selatan gitu.
07:18Nah, saya kembali ke Pak Franz.
07:20Pak Franz, kalau Anda melihat mungkin ya,
07:23evaluasi ketika kita kemain-bermain dengan Jepang,
07:26walaupun kita memang menang gitu,
07:27cukup signifikan.
07:29Apa yang kemudian bisa menjadi pelajaran
07:31ataupun yang nanti kita bisa tingkatkan lagi nih,
07:33untuk menghadapi Iran nanti malam?
07:36Tentu untuk melawan Iran,
07:38yang harus kita tingkatkan adalah
07:39kedisiplinan dalam bertahan,
07:41dan juga kedisiplinan ketika melakukan transisi.
07:44karena Iran cukup punya banyak pemain yang memang cepat,
07:49dan juga mereka mainnya free.
07:51Jadi, kita harus bermain dengan disiplin yang cukup tinggi.
07:55Kita beberapa, mungkin di pada saat Jepang kita cukup disiplin,
07:59namun di beberapa waktu ada hal-hal yang harus,
08:02yang kita kecolong, yang membuat kita kecolongan.
08:05Nah, hal-hal seperti itu yang harus kita benahi malam ini.
08:08Jadi, fokus pada pertandingan setiap menit.
08:13Ini, kami teman-teman semua menganggap ini adalah langkah hidup dan mati,
08:17dan sekali sumber hidup.
08:18Jadi, semua akan all five,
08:20bertahan dengan disiplin,
08:21transisi dengan cepat.
08:23Nah, ini akan jadi strategi kami untuk melawan Iran malam ini.
08:27Baik, baik.
08:28Kemudian, kalau saya tanyakan bagaimana kondisi pemain satu-satu nih,
08:32Pak Franz, apalagi kemarin kan banyak kontak fisik ketika melawan Jepang.
08:35Walaupun memang kalau Evan belum bisa main ya, karena cedera.
08:38Seperti apa kalau dari pemulihan-pemulihan dari pemain-pemain
08:41yang mungkin kemarin sempat terkena fisiknya gitu ya,
08:43saat kontak bersama dengan Jepang?
08:46Semua dalam kondisi saat ini siap untuk bertanding,
08:50tidak ada yang cedera serius,
08:52dan dalam sehari terakhir, tim visio kami, tim dokter kami sudah cek semuanya
08:57dan memberikan beberapa treatment pemulihan,
09:01sehingga hari ini semua fit dan tidak ada masalah untuk bertanding.
09:06Oke, baik.
09:07Semuanya dalam keadaan fit, kita doakan semoga nanti lancar ya, Pak.
09:10Saya ke Bung Reza lagi.
09:12Bung Reza, kita melihat pertandingan kemarin di Jepang,
09:16melawan Jepang, Anda melihatnya sama nggak?
09:19Ada pertandingan PR mungkin ataupun yang dievaluasi dari segi pertahanan?
09:24Oke, kalau kita bahas pusat kan ya,
09:26sebenarnya ya, semua olahraga pentumnya ya,
09:29adalah gantung-gantung.
09:30Jadi, di dalam pertandingan pun,
09:32kita nggak bisa langsung melihat 50 menit itu secara utama.
09:36Tapi, ada beberapa fase di pertandingan.
09:38Bahwa pertama kita main dengan bagus,
09:40dengan misi benar-benar.
09:41Tapi, ada sedikit fase di awal waktu kedua.
09:44Jika kita, pada akhirnya, seperti ingat untuk menguasai dua ulang.
09:47Nah, itu mungkin pasannya yang mau buat.
09:49Pertandingan juga agak salah,
09:50karena itu yang membuat akhirnya dari situasi umum 2-0,
09:52tapi kemudian kita sempat disamakan dengan dua sama.
09:55Nah, kalau kita bahas sebuah perandingan,
09:57ini kita hilang momentum di 5-10 kali,
09:59ini bisa cukup mahal.
10:01Apalagi, kita hadapi adalah jalan.
10:03Nah, yang ini,
10:04sebenarnya kita bisa ngincar di bawah pertama.
10:06Karena, kalau kita lihat jendelannya,
10:08Iren ketika di Fasnuk,
10:10tidak pernah menguasai setenggol di bawah pertama.
10:12Di warna final, mereka jalan 2-0 lebih dulu,
10:14kita mau hadapi dosisnya.
10:15Ketika menghadapi Iren,
10:16di seminal,
10:17mereka pertimbangkan 1-0,
10:18dan juga 2-1-1-1-1.
10:19Kalau kita jalan 2-0,
10:20mungkin momen yang bisa kita hadapi adalah
10:21di bawah pertama,
10:22tapi kita harus bisa memperhatikan momen tersebut
10:25dan lebih baik sampai akhir.
10:26Kalau kita melihat komposisi nggak nih,
10:29Bung Reza,
10:29melihat komposisi masing-masing pemain,
10:31mungkin punya kelebihan masing-masing.
10:33Nah, ketika melihat susunan yang kemarin kita lihat di Jepang versus Indonesia,
10:37dan juga nanti akan mungkin dihadapi lagi oleh Iran gitu ya,
10:40bagaimana? Apakah sudah meratas dari segi kemampuan ataupun yang lainnya?
10:43Nah, ini mungkin satu hal yang juga nggak banyak orang sadar,
10:48tapi saya sangat terserah lagi dengan banyak perhatian perancit tim ini.
10:53Yang nggak kita sadar adalah,
10:54ini sebenarnya sport yang secara sport tidak seserimah mungkin ketika di channel social music.
11:00Tidak seserimah ketika kita bicara,
11:02ini begitu luar biasa untuk bisa memadu-aduangkan ya.
11:28Sebenarnya kita balik melihat kemarin,
11:30loka hasilnya itu sangat tidak terluka ketika ada orang menjelaskan,
11:35ketika ada orang menjelaskan,
11:35ini bisa langsung dibandingkan,
11:37dan saya rasa 14 pemain yang disiapkan termasuk di pencerangan,
11:40dan bisa kemarin yang masuk kemarin di situasi kekalti,
11:43semuanya semuanya semuanya berani.
11:44Oke, kalau ngomongin strategi nih,
11:46Bung Reza, mungkin kemarin Coach Suto ini,
11:49pergantian pemainnya tidak satu-satu gitu ya,
11:51langsung empat, langsung empat, langsung empat.
11:53Ini seperti apa kalau Anda melihat ya?
11:54Sudahkah tepat strategi seperti itu?
11:56Ya, saya rasa kalau untuk Indonesia sekarang,
12:00apa yang dipilih oleh Hektor Suto ini,
12:02satu-satu yang sangat tepat,
12:03karena Hektor ini dibilang secara filosofi,
12:05yang diinginkan bukan apakah yang bermain bertahan,
12:08apakah yang bermain dengan menjelaskan,
12:10tapi yang diinginkan adalah bagi kemarinan,
12:12secara individu pemain,
12:14mereka menggunakan teknik,
12:16dan juga pemahaman yang sama baiknya,
12:19dan itu yang membuat, akhirnya,
12:20pergantian pemain pun bisa dengan sangat baik ya,
12:22padahal semuanya bisa benar-benar bermain,
12:25memberikan kemarin bukusnya yang terbaik selama hari lapangan,
12:28dan mungkin ada berbeda kalau kemarin yang terakhir,
12:31mungkin kemarin delapan,
12:33konsultasi mereka yang di awal,
12:35bahkan banyak bermain,
12:36tapi kalau ada situasi yang membutuhkan,
12:37terus kemarin lainnya akan bermain dengan bergantian.
12:40Oke, baik-baik, saya kembali ke Pak Frans lagi,
12:43Pak Frans, Anda melihat bagaimana nih peran dari Coach Soto,
12:46yang selama ini melatih tim Nasional Indonesia,
12:49kemudian apa sih kemudian motivasi-motivasi yang diberikan kepada pemain kita,
12:53supaya semangat gitu,
12:54apalagi kita mau menuju puncak nih nanti malam gitu ya,
12:57gimana persiapan dari fisik dan juga mental para pemain,
13:00dan motivasi apa yang kemudian diberikan oleh Coach Soto kepada pemain?
13:03Motivasi yang diberikan oleh Coach Soto semalam,
13:08kepada teman-teman pemain maupun ofisial,
13:11yang akan bertanding malam ini cukup sederhana,
13:13yakni sejarah di depan mata,
13:15ini kesempatan kita semua untuk mengalahkan Raja Fursal di Asia,
13:20di kandang sendiri.
13:21Mungkin ini kesempatan yang tidak datang dua kali lagi.
13:23Jadi, teman-teman malam ini akan bermain untuk lambang Garuda,
13:27akan main dengan rasa lapar yang sangat tinggi,
13:31nothing too loose,
13:32tidak ada ketakutan untuk kalah,
13:35dan ini kesempatan untuk kita membawa juara di tanah air.
13:42Oke, selain peran dari pelatih tentunya,
13:45kita main di kandang sendiri hari ini,
13:47kemudian sudah pasti nih,
13:49kayaknya kita bisa pastikan nanti bakal penuh Indonesia Arena.
13:51Seberapa besar kemudian peran dari supporter
13:53untuk bisa mendukung tim nasional kita bisa menang nanti malam?
13:58Tentu pemain ke-6, supporter ini sangat penting,
14:02sangat dibutuhkan.
14:03Kami harap kemuruh Indonesia Arena bisa jadi teror,
14:07ya, buat lawan,
14:08dan ini jadi nafas kedua bagi pemain saat elah.
14:12Jadi, kami harap energi-energi dari teman-teman yang hadir di Indonesia Arena,
14:16maupun yang nonton dari televisi,
14:19dapat memberikan energi positif yang sangat menentukan pertandingan malam ini
14:23untuk teman-teman tim nasional Indonesia.
14:26Kalau dari FFB sendiri,
14:28Pak Frans, bakal ada bonus nggak sih?
14:30Biar pemain semakin semangat nih nanti pertandingannya.
14:34Ya, kami dari federasi,
14:36sempat membahas,
14:38namun ini akan jadi satu kebijakan tersendiri dari federasi,
14:41nanti kami akan sampaikan secara internal kepada teman-teman dan juga official.
14:46Yang penting main bagus dan semangat dulu ya,
14:48soal bonus, insya Allah.
14:49Insya Allah ada ya, Pak, yang disiapkan ya, Pak, ya.
14:52Baik.
14:53Bung Reza, Bung Reza,
14:54kita tahu Iran ini adalah rawan yang tidak bisa kita anggap ringan, gitu ya,
14:59lawan berat untuk nanti malam.
15:01Nah, celah apa sih yang kemudian nanti bisa kita manfaatkan,
15:04kelemahan-kelemahan mereka,
15:05yang sekiranya nanti bisa lah jadi jalan masuk kita
15:08untuk bisa menang melawan mereka?
15:11Ya, kalau kita lihat,
15:14satu hal yang bisa kita anggap ringan,
15:16ini adalah start dari kira-kira yang sebetulnya agak buruk
15:19di beberapa pertandingan.
15:21Seperti kita bahas,
15:21ketika mereka berpikir suksesan,
15:22mereka tertinggal 2-0 lebih dulu,
15:24mereka tertinggal 10-0, juga 21-1.
15:27Jadi, mereka mungkin ada situasi,
15:30bukan beda di awal,
15:32merasa memang mereka bisa menangkap lagi,
15:33jadi agak santai ketika kita menangkap ringan,
15:35ya mungkin bisa kita manfaatkan.
15:37Bukan hanya untuk disonggul dulu,
15:39tapi juga pasal pertandingan ini,
15:40penting untuk kita melihatnya sendiri.
15:42Itu yang kita dapatkan,
15:44kita menghadapi di depan,
15:45misalkan lebih dulu,
15:46kita menangkap lagi dulu,
15:47dan itu menangkap rama-rama secara-rama.
15:49Kalau kita menangkap bisa untuk menangkap Jepang,
15:51ini yang harus bisa kita menangkap juga
15:53jika menghadapi Iran,
15:54dan juga mungkin transisi negatif dari Iran,
15:57yang dalam beberapa situasi ini,
15:58agak lambat,
16:00karena mereka mungkin punya beberapa
16:02kartu pemain yang sederhana lebih bagus
16:04ketika ofes,
16:05jadi mungkin bisa kita menangkapkan,
16:06dan mungkin adilai juga oleh Hector Soto,
16:09bagaimana handicap melapakan,
16:10pemerintah siapa,
16:11memperlukan,
16:11dan bagaimana yang kita menangkapkan,
16:15dan dikira-kira,
16:16saya rasa sudah sangat detail lah,
16:18akan disiapkan oleh Hector Soto.
16:20Oke, baik.
16:21Kemudian,
16:22kalau kita bicara soal strategi nanti,
16:24di awal-awal pertandingan,
16:25mungkin,
16:25Bung Reza,
16:26kita mendingan bertahan dulu,
16:27atau sudah nyerang nih,
16:29kita sudah ngegas dari awal?
16:30Oke,
16:32jadi,
16:33karakteristik permainan Indonesia,
16:35Hector Soto,
16:36adalah,
16:36Pesitingnya.
16:37Jadi,
16:37kalau kita bicara Fusat Model,
16:39Hector Soto selalu bilang,
16:40dia ingin membawa,
16:42Hector Soto ingin membawa,
16:44Hector Soto ingin membawa,
16:44Hector Soto ingin membawa,
16:44Hector Soto ingin membawa,
16:45Hector Soto ingin membawa,
16:45menjadi sejajar dengan,
16:46di dunia,
16:47Bermakai dengan susah,
16:48dan kalau kita ingin mencapai,
16:50itu,
16:51memang Pesitingnya,
16:52jadi seperti hal yang utang.
16:53Nah, itu,
16:54maka kalau kita lihat,
16:55pada Jepang,
16:55kunci kita bukan,
16:56kita bertahan,
16:57kita low block,
16:58block,
16:58tapi,
16:58kita pesen di bawah.
17:00Itu juga akan kembali dilakukan,
17:02jadi kita akan melakukan Pesiting,
17:04dengan baris pertahanan,
17:06dengan sangat tinggi,
17:07buat kita,
17:07banyak luar saat,
17:09bukan kombinasi,
17:10seperti berakhir,
17:11dan kemudian,
17:11ketika di fase luar seboa,
17:13mungkin Indonesia akan bermain dengan,
17:14lebih baik,
17:15artinya ketika kita menguar seboa,
17:16kemudian,
17:17sampai 51 tahun,
17:19langsung mencoba,
17:19mencapai,
17:20dan melakukan,
17:21dan memang,
17:23bisa,
17:24menjadi kekongan kita,
17:25dan kekongan kita,
17:26kemudian,
17:27Bung Reza,
17:27kalau kita bicara soal,
17:28strategi for play,
17:29mungkin jarang kita lakukan,
17:31di futsal,
17:32apakah kemudian,
17:32nanti juga perlu,
17:33diterapkan,
17:35untuk melawan Iran?
17:38Saya rasa,
17:39aktor suatu,
17:40sudah menyiapkan segalanya,
17:41termasuk,
17:42kalau memang,
17:43kita melakukan for play,
17:45apalagi,
17:46strategi for play,
17:47juga sudah,
17:48diperkenalkan,
17:49bagaimana,
17:53power play,
17:53yang dilakukan oleh,
17:54sektor saat itu,
17:55itu membuka,
17:56karena,
17:57belum ada yang pernah,
17:58memakainya,
17:59di Indonesia,
17:59ini,
18:00satu lagi,
18:01yang akan kita,
18:02kita lihat,
18:03apakah,
18:03akan dikeluarkan,
18:04atau tidak,
18:05tapi,
18:05memang,
18:06untuk segala macam,
18:07kondisi delapan,
18:08sektor,
18:09yang banyak,
18:10bahkan,
18:10di situasi,
18:11di latihan,
18:12pun,
18:12di saat ini,
18:13sangat,
18:13jadi,
18:14jika di latihan,
18:16ada situasi,
18:17mungkin,
18:17situasi,
18:18ada situasi,
18:20kurang jumlah,
18:20pemain,
18:21jadi,
18:22memang,
18:23segala hal,
18:24yang,
18:24yang,
18:24yang,
18:24kita lihat,
18:26apakah,
18:27dipakai,
18:27strategi tersebut,
18:28ya,
18:28Bung Reza,
18:29saya terakhir,
18:30ke Pak Franz,
18:30Pak Franz,
18:30harapan Anda,
18:31nanti,
18:32untuk hasil,
18:33Indonesia melawan,
18:33Iran,
18:33nanti,
18:34malam,
18:34dan juga,
18:34pesan,
18:35mungkin,
18:35bagi supporter kita,
18:36apapun hasilnya,
18:37nanti,
18:39tentu,
18:40kalau harapan,
18:40kita pasti,
18:41juara,
18:42karena,
18:42ini,
18:42kesempatan kita,
18:43dan,
18:43lagi-lagi,
18:44kita,
18:45di rumah sendiri,
18:46harapannya,
18:47kita,
18:47pada teman-teman,
18:48supporter,
18:48untuk memenuhi,
18:49Indonesia Arena,
18:50kita dukung,
18:51100% timnas futsal Indonesia,
18:53untuk juara malam ini,
18:55dan,
18:55meskipun demikian,
18:56apapun hasilnya,
18:57malam ini,
18:58kita tetap bangga,
18:59kita tetap,
19:00dukung terus,
19:01timnas futsal Indonesia,
19:02karena,
19:02futsal tidak berhenti,
19:04pada hari ini saja,
19:05kita akan terus berkembang,
19:06dan,
19:07juara Asia,
19:08juara dunia,
19:09bukan suatu hal,
19:09tidak mungkin,
19:10untuk kedepannya.
19:10Kita harapkan,
19:11nanti,
19:12Indonesia Arena ramai,
19:13supporter datang,
19:14memberikan dukungan,
19:15yang luar biasa,
19:15dan juga,
19:16kita harapkan hasil terbaik,
19:17buat timnas futsal kita.
19:18Terima kasih,
19:18Pak Frans Fastaverius,
19:20Manager Tim Nas,
19:21futsal Indonesia,
19:22dan juga,
19:22Bung Reza Pradita,
19:23pengamat futsal Indonesia,
19:25sudah berkembang,
19:25bersama kami,
19:26di Sampai Indonesia Pagi.
19:27Selamat pagi.
Komentar

Dianjurkan