00:00Nah kita juga perlu, seperti tadi kata Mbak Margaret, kita memang belum tahu ya, tapi kita juga belum tahu bagaimana relasi antara dia dengan ibunya.
00:11Apakah ibunya misalnya secara tidak sadar, lebih emosional misalnya karena beban hidup ini, lebih emosional terhadap anak-anaknya misalnya seperti itu.
00:26Atau lebih tertekan sehingga ketika misalnya anaknya meminta, tadi meminta buku terus ibunya bisa jadi ada orang tua yang akan menjawab jangan minta-minta terus gitu.
00:39Tapi ada juga yang kemudian ibu gak punya nak gitu, itu kan semuanya dua-duanya tetap membebani anak.
00:46Jadi kita bayangkan anak ini mendapatkan beban psikologisnya yang terlalu bertumpuk-tumpuk sehingga meledak jadi satu titik seperti ini.
01:00Nah bagi kita masyarakat ini sebetulnya harus menjadi pelajaran yang sangat berharga, terutama sebagai komunitas.
01:10Ada yang kita sebut sebagai prinsip community parenting, di mana saling menjaga rukun tetangga, rukun warga itu perlu untuk memahami kondisi keluarga-keluarga di dalam lingkungan itu.
01:32Sehingga beban-beban kemiskinan seperti ini tidak kemudian diemban secara personal atau perkeluarga.
01:41Dalam hal ini personal sang ibu.
01:44Itu mungkin yang bisa retrospeksi kita ya seperti itu.
01:51Tetapi dalam kondisi saat itu tentu saja bebannya berat sekali.
01:54Ketika dia berbeda dengan teman-temannya dan kita juga tahu sekarang media sosial membuat benchmark yang sangat tinggi anak itu harus seperti apa.
02:12Dulu anak yang tinggal di desa tidak tahu apa yang anak-anak seusianya yang dilakukan di kota.
02:20Atau anak yang tinggal di Indonesia tidak tahu apa yang anak-anak di Eropa.
02:23Seperti apa kehidupan mereka.
02:26Dengan benchmark yang seperti itu ada di kepalanya lalu itu tidak bisa terwujud.
02:31Jaraknya sangat jauh itu tentu beban juga yang sangat besar.
02:39Bahkan bagi orang dewasa saja dalam kondisi seperti itu sudah berat.
02:44Apalagi ini anak yang umur 10 tahun.
02:47Dan kita jangan lupa anak umur 10 tahun itu sebetulnya dia memasuki masa pancaroba yang hormonnya sudah mulai masuk.
02:57Hormon-hormon menuju kedewasaan itu sudah mulai muncul.
03:02Tapi di masa-masa itulah kegamangan terhadap segala sesuatu mulai terasa lebih besar dibandingkan masa-masa sebelumnya.
03:11Jadi ini biasanya kita menyebut ini sebagai preteen kan, pra-remaja.
03:17Yang itu memang pergolakan emosinya atau psikologinya juga lebih berat begitu.
03:24Untuk community parenting tadi di lingkungan kemiskinan ekstrim itu bagaimana yang sejauh ini berjalan Mbak Margaret kalau KPAI lihat?
03:32Sebenarnya kalau kita bicara tentang parenting ya, bahkan di luar komunitas yang kemiskinan ekstrim, itu pun juga seringkali kan tidak bisa dilakukan.
03:48Anak-anak dalam keluarga yang utuh saja itu masih banyak yang mengalami pengasuhan yang tidak berkualitas.
03:55Gitu ya, apalagi dalam kondisi kasus ini yang berlapis-lapiskan beratnya si ibu gitu.
04:02Cuman saya mau bilang begini Mbak, bahwa sebenarnya itu adalah hak anak untuk mendapatkan pengasuhan yang berkualitas gitu ya.
04:12Sekarang ini kan problemnya bagaimana kemudian anak mendapatkan haknya ini.
04:17Tentu beban berat kemudian seolah-olah ada di orang tua dan keluarga untuk bisa memenuhi pengasuhan berkualitas kepada anak ini.
04:28Tapi kan juga tidak apa ya, tidak wise juga kalau kemudian itu kita serahkan sepenuhnya.
04:34Pokoknya bagaimana caranya orang tua harus mampu melakukan pengasuhan berkualitas tanpa kita mau memandang apapun kondisi orang tua.
04:41Kan itu juga tidak fair.
04:43Nah, di sini kemudian saya kira yang kemudian butuh lahir adanya intervensi.
04:50Atau mungkin kebijakan dari pemerintah untuk mendorong.
04:54Kan tidak semua juga masyarakat faham dan tahu tentang bagaimana yang pengasuhan yang berkualitas gitu ya.
05:00Tidak semua orang tahu gitu.
05:02Kadang-kadang kan sebagian terbawa pada masa lalu.
05:05Yang namanya pengasuhan itu kayak dulu zaman kita masih kecil ya.
05:10Sebenarnya itu tidak lagi bisa dipraktekan dan malah terbentur dengan peraturan perundang-undangan sebenarnya.
05:16Kan kita tidak boleh melakukan pengasuhan dengan kekerasan kan begitu.
05:20Nah, tapi kemudian kewajiban dari pemerintah adalah memastikan bagaimana nih supaya anak ini mendapatkan pengasuhan berkualitas.
05:30Pada keluarga gitu ya yang mungkin tidak memahami ya berarti butuh di edukasi.
05:35Maka butuh ada intervensi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.
05:39Terkait bagaimana pengasuhan berkualitas, bagaimana pengasuhan di era sekarang nih.
05:44Yang zaman dulu kita tidak kenal ada konten-konten negatif yang mempengaruhi.
05:49Eh sekarang ada true crime community lah.
05:53Apalah, apalah.
05:53Nah ini kan masyarakat orang tua harus diupdate kan begitu.
05:57Tidak hanya orang tua sebenarnya.
05:58Hal yang sama juga menjadi apa namanya dibebankan atau dilekatkan kepada orang-orang yang ada di lingkungan terdekat dengan anak.
06:08Misalnya di satuan pendidikan seperti yang tadi saya sampaikan.
06:11Hari ini guru memang ya bagaimana dengan kondisi yang seperti sekarang.
06:16Tidak mungkin kalau kemudian hanya memikirkan bagaimana proses belajar berjalan tapi tanpa memperhatikan kondisi-kondisi psikologis yang mengiringi anak-anak.
06:26Ada anak yang harus berjuang jauh lebih keras ke sekolahnya, belum tentu punya situasi belajar yang sama dengan yang lainnya.
06:32Dalam kondisi keterbatasan seperti yang tadi Mbak Alisa sampaikan, butuh ada komunitas yang tadi untuk membantu saling menjaga.
06:41Itu kan juga salah satu untuk mengatasi kalau-kalau ya ada tetangga yang kemudian mungkin dari sisi keterbatasan seperti ibu yang ada di apa namanya entity ini gitu ya.
06:54Sehingga kemudian itu bisa di backup, diisi oleh tetangga yang ada di sekitar sebagai support system.
07:01Bisakah kita katakan bahwa di kasus ini bukan maksud menyalahkan siapa-siapa tapi jadi pembelajaran bahwa ini ada kegagalan peranata sosial di sana.
07:10Artinya lingkungan dalam skala kecil maupun besar tidak bisa mendeteksi ada seorang anak yang butuh bantuan baik itu di lingkungan sekolah maupun lingkungan terdekatnya.
07:21Mbak Alisa.
07:21Saya rasa sebagian besar masyarakat saat ini memang sedang beradaptasi dengan perubahan peradaban ya.
07:32Peradaban kita yang sekarang ini yang tadi apa namanya informasi datang dari sumber-sumber yang tidak ada di sekitarnya secara fisik itu kan juga banyak.
07:41Nah saya melihat ada pergeseran nilai-nilai dalam masyarakat yang membuat juga ini terlewatkan gitu.
07:50Artinya kalau zaman kita dulu anak-anak itu kita tahu anak-anak itu mainnya itu ya itu dia tidak ada informasi lainnya gitu.
08:00Lebih terkontrol ya kita tahu ya.
08:01Betul. Misalnya teknik mengakhiri hidup itu dapat dari mana?
08:07Nah itu kan juga sebuah pertanyaan begitu.
08:12Jadi kalau kita sekarang melihat masyarakat kita sedang grappling ke apa ya Mbak?
08:19Sedang berusaha untuk mencari cara-cara baru itu ya.
08:25Beradaptasi mencari cara-cara baru.
08:27Ya misalnya dengan anak-anak terhadap gadget atau pengaruh dari teman-teman sebaya itu saya rasa ini memang tugas masyarakat saat ini untuk belajar menjadi support system bagi setiap anak-anak di Indonesia.
08:44Karena sekali lagi kita tidak pernah tahu apakah anak ini benar-benar happy walaupun dia ketawa-ketawa begitu.
08:52Atau kok masih ada ruang-ruang?
08:57Semakin anak ini beranjak remaja semakin sulit dia menyampaikan apa yang ada di dalam hatinya kepada orang dewasa yang mungkin selama ini ada.
09:08Misalnya seperti itu.
09:09Karena itu kalau di dalam komunitas itu ada orang-orang yang memang menjalankan peran pendamping misalnya guru yang akrab dengan murid-muridnya dan dipercaya oleh murid-muridnya maka si anak ini tidak akan segan untuk menyampaikan kepada gurunya.
09:28Atau misalnya dia dengan pamannya atau dengan guru ngajinya atau pendeta di gerejanya misalnya.
09:38Nah ini bagian dari community parenting sebetulnya seperti ini.
09:43Pengasuhan komunitas itu seperti ini bukan berarti kemudian semua harus menjadi orang tua seperti bayangan kita normalnya orang tua.
09:56Setidaknya bisa peduli terhadap lingkungannya, khususnya anak-anak di lingkungan.
10:02Betul, betul.
10:04Karena juga bicara soal anak dan kasus bunuh diri dari sumber KPAI ini ada grafis angka yang memprihatinkan.
Komentar