Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 8 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Ketua TPUA sekaligus pelapor, Novel Bamukmin, menegaskan bahwa persoalan materi Mens Rea Pandji Pragiwaksono, tidak semata-mata soal kebebasan berekspresi.

Novel menilai Mens Rea Pandji telah memasuki ranah hukum karena dianggap menyinggung nilai-nilai agama dan melukai perasaan sebagian masyarakat.

Menurut Novel, permintaan maaf terbuka dari Pandji seharusnya menjadi langkah awal penyelesaian. Namun, ia menilai sikap Pandji yang belum menyampaikan permohonan maaf justru menunjukkan tantangan terhadap proses hukum.

"Banyak yang sudah minta maaf selesai dan enggak masuk ke ranah hukum. Tapi ini (Pandji) menantang. Maka saya berharap ada efek nyerah. Berikan Pandji hukum yang seberat-beratnya," kata Novel dalam program BOLA LIAR, Jumat (6/2/2026).

Baca Juga Adu Argumen! Novel Bamukmin vs Pakar Hukum soal Mens Rea Pandji Pragiwaksono | BOLA LIAR di https://www.kompas.tv/nasional/649081/adu-argumen-novel-bamukmin-vs-pakar-hukum-soal-mens-rea-pandji-pragiwaksono-bola-liar



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/649082/novel-bamukmin-tuntut-permohonan-maaf-pandji-pragiwaksono-soal-mens-rea-bola-liar
Transkrip
00:00Bapak Suparje, layakkah seorang komika yang sedang melawak di pidana bagaimana memisahkan kebebasan berekspresi dengan pelanggaran pidana?
00:12Saya kira bahwa satu proses ekspresi dalam konteks lawakan yang bisa dipidana kalau ada unsur-unsur pidananya.
00:23Yang misalnya tadi menista, menodahi, menghasut, membuat kebencian dan sebagainya.
00:31Bahwa melawak itu kan sebetulnya sebuah tindakan yang bertujuan menghibur supaya tersenyum.
00:37Sedangkan bagaimana ekspresi adalah sebuah pengungkapan.
00:40Sedangkan kritik adalah bagaimana sebuah evaluasi atau pendapat.
00:44Tapi dalam konteks ini yang terpenting menurut saya adalah pembelajaran bagi siapapun termasuk komedi.
00:51Bahwa bagaimana narasi yang disampaikan itu kritik itu menyinggung tapi tidak membuat orang tersinggung.
00:58Membuat orang tersenyum sehingga kemudian tidak melukai kepada siapapun.
01:02Dan ketika melukai secepatnya adalah minta maaf.
01:06Karena kita tentunya harus semangat ke UHP yang ada itu lebih humanis, lebih manusiawi itu dikedepankan.
01:13Oke baik, Mas Fitra menurut Anda kasusnya Panji political trial atau bukan?
01:17Ya kalau politik saya kira tentu ya semua orang juga buat politik kita adir juga sini pasti ada politik dan tujuannya masing-masing.
01:25Jadi saya ingin menyampaikan sebuah asas legalitas yang mengatakan
01:30Yang artinya suatu perbuatan tidak dapat dipidana tanpa ada aturan undang-undang yang mengaturnya.
01:44Artinya kalau seumpamanya Panji merasa tidak bersalah ya, merasa itu adalah kritikan.
01:50Saya kira dia tidak usah keberatan terkait dengan hak konstitusional yang dilakukan oleh beberapa warga masyarakat.
01:58Karena di dalam pasal 1 ayat 3 undang-undang dasar 45 bahwasannya negara Indonesia adalah negara hukum.
02:03Ini harus digasbawai.
02:05Terus ya saya ingin sampaikan bahwasannya yang disampaikan Panji ya sampai saat ini kita belum melihat permintaan maaf itu terbuka kepada publik.
02:18Dan mereka juga sepenuhnya bilang ya kalau ini tidak lucu ya berarti para penonton meminta uangnya balik kembali kan gitu.
02:25Ini yang harus kita lihat motivasi.
02:26Dan saya berkeyakinan Pori akan mengedepankan restoratif justice dalam penyesuaian kasus ini.
02:31Oke baik Mas Ferry dengan kasus yang dapi oleh Panji menurut Anda, Panji lebih baik agak sedikit kalem aja atau lanjut aja gas aja seperti sekarang lebih kritis?
02:40Saya cerita dikit ya.
02:41Jangan panjang singkat aja.
02:44Sedikit panjang.
02:45Jangan gak boleh.
02:45Jadi ketika dulu ada seorang sastrawan terkenal namanya Dante Allegri.
02:53Dia buat sebuah narasi puisi judulnya The Divine Comedy.
02:58Oke.
02:59Tuhan juga suka komedi rupanya.
03:02Dan itu jadi kontroversial.
03:05Bahkan diperdebatkan dan kurang lebih adalah ulama-ulama dikaitan alim dalam agama tertentu yang mempertanyakan, meributkan.
03:13Nah ternyata ketika orang yang pendekatan agamanya tinggi bertemu dengan negara, ternyata melahirkan namanya pasal-pasal Blas Pemilo.
03:26Oke.
03:27Penistan terhadap agama yang merupakan pasal karet.
03:30Bisa ditarik-tarik kemana-mana.
03:31Jadi mau Panji nanti minta maaf, juga akan berkata hukum juga harus terus berjalan begitu ya.
03:38Oke.
03:38Tapi minta maaf lain hal begitu saling memaafkan.
03:41Polisi akan bilang sudah dilaporkan dan ini harus jalan.
03:45Bagi saya Panji punya hak untuk memastikan bahwa niat baik dia ada.
03:51Ini bukan ya jahat.
03:52Dan dia harusnya mempertahankan keyakinannya.
03:55Oke.
03:55Dan kemudian sekedar meminta maaf saja.
03:59Kalau soal minta maaf bentar lagi lebaran.
04:01Saya yakin nanti akan ada pembungkaman.
04:02Ya nanti peperluar kita mau maafkan ya.
04:04Baik.
04:04Edi, ada menurut Anda ini politik kaya atau bukan?
04:07Jadi gini.
04:08Kalau kita lihat kemarin itu kan banyak sekali.
04:10Ini adalah pembungkaman ya.
04:12Ini adalah politik katanya.
04:13Saya kira kalau kita melihat bahwasannya ini murni masalah hukum.
04:17Kenapa murni masalah hukum?
04:18Karena memang banyak masyarakat yang melapor.
04:21Yang merasa terhatinya tadi.
04:24Apalagi ada penisitan agama di sini ya.
04:27Seharusnya kalau menurut saya ini harus dijadikan oleh Panji menjadi bahan pembelajaran.
04:33Tadi sampaikan prop bahwasannya ini boleh.
04:36Saya kira kita semua sama.
04:38Sama-sama suka melihat ada komedi.
04:41Hati kita teribur.
04:42Tetapi juga jangan menyakiti orang lain.
04:44Tapi perlu ditanya juga seberapa banyak orang yang melakukan dan seberapa banyak orang yang suka.
04:48Ya makanya kan harus dijaga ya.
04:49Kan ini kan bukan soal banyak-banyakan ya.
04:51Saya kira gini ya.
04:52Kita boleh menyampaikan apa saja.
04:54Tapi yang tidak boleh adalah jangan sampai menyinggung perasaan orang lain.
04:58Oke.
04:59Norma-norma yang ada.
05:01Oke baik.
05:01Bung Ben.
05:02Kasus Panji masuk ke ranah hukum yang kritis di proses hukum.
05:07Apakah ini merupakan sinyal bahaya kebebasan berekspresi untuk Komika?
05:11Sebenarnya tidak.
05:12Karena kita tetap apa namanya.
05:15Dari dulu Komika itu yang seperti Panji omongannya cukup banyak.
05:20Tapi bedanya pada nggak masuk ini aja.
05:23Ranah yang lebih gede aja gitu.
05:25Karena mendukung yang lain.
05:26Karena mendukung yang lain.
05:27Ya.
05:29Jadi begitu.
05:29Oke.
05:30Bung Nova Anda gimana melihatnya ini politik elektronial atau bukan?
05:33Jadi harus ada efek jerah.
05:35Harus ada efek jerah?
05:35Harus.
05:36Harus.
05:36Jangan sampai tidak.
05:38Karena kalau tidak ada efek jerah akan terjadi panji-panji yang lain akan terus berdatangan.
05:44Karena tidak ada efek jerah.
05:46Sementara Indonesia ini harus di eratkan dengan satu kesatuan.
05:51Pancasila itu sudah merupakan ideologi kita sebagai tempat wadah kita.
05:57Yang itu kita dipersatukan.
05:59Oke.
05:59Pemersatu ini tolong jangan pernah untuk disinggung masalah Sarah.
06:04Dan saya melihat ada beberapa seniman kewan palas ketika mata dewa mengilustrasikan gambar dewa.
06:12Minta maaf.
06:12Begitu juga yang namanya Dewa 19 minta maaf.
06:15Banyak yang sudah minta maaf.
06:16Selesai dan nggak masuk kerana hukum.
06:18Tapi ini menantang.
06:19Menantang dan menantang.
06:21Maka saya berharap ada efek jerah.
06:23Berikan panji hukum yang seberat-beratnya.
06:25Oke baik.
06:25Mas Rangga apakah yang menimpa panji membuat kebebasan ekspresi akhirnya terkungkung?
06:31Menurut keyakinan saya.
06:32Ya kenurutnya anak.
06:33Thanks to panji.
06:34Yang disampaikan oleh panji di dalam show-nya itu bagian dari ekspresi politik.
06:41Oke.
06:41Menyampaikan aspirasi.
06:43Dan banyak cara warga negara.
06:44Ada yang stand up.
06:45Ada yang bernyanyi.
06:46Ada yang turun ke jalan untuk demonstrasi.
06:48Dan kami sebagai partai politik PKS menangkap itu bagian dari aspirasi.
06:53Yang harusnya di respons dengan bijak.
06:55Dan menjadi pembelajaran bagi partai politik untuk berbenah ke depannya.
06:59Terima kasih.
06:59Baik.
06:59Terima kasih semua telah hadir di video Pembangsijik.
07:02Saya masih bertarik dan pamit.
07:03Sampai jumpa minggu depan.
07:18Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan