00:00Di surat itu, anak-anak saat menggambar itu kan apa yang dia rasakan.
00:04Betul.
00:04Menutup suratnya dengan gambar dia yang menangis.
00:11Kita bagaimana bisa membayangkan betapa beban anak itu sangat berat saat itu.
00:16Betul.
00:17Artinya saat itu pun dia tidak sedang dalam kondisi yang tidak peduli.
00:24Dia mengambil keputusan pun dia dengan kondisi kesedihan.
00:28Tapi mungkin saat itu ya, karena kita tidak tahu.
00:32Mungkin saat itu dia merasa bahwa ini satu-satunya cara membuat situasi menjadi lebih ringan.
00:39Untuk semuanya.
00:40Untuk dia mungkin karena dia tidak sanggup lagi.
00:43Untuk ibunya mungkin dia merasa dia akan menjadi beban bagi ibunya seterusnya.
00:50Dan mungkin neneknya juga.
00:51Itu yang sepertinya sebuah pertanyaan yang kita tidak akan bisa menemukan jawabannya.
01:00Hanya bisa menduga dan mencoba memahami dari serpihan informasi yang bisa kita dapatkan dari teman-teman sekolahnya, dari ibunya, dari keluarganya, dari tetangganya, dan lain-lain.
01:17Kalau dari KPAI, bagaimana kita bisa melihat perspektif secara utuh dari kasus ini, Mbak Margaret?
01:28Kalau dari kami, sebenarnya kami tentu akan mengajak bahwa kasus ini tidak bisa dilihat dari satu perspektif ya.
01:36Misalnya, oh mungkin hanya karena faktor ekonomi misalnya.
01:43Tapi tentu kita akan mengajak untuk melihat secara banyak perspektif tentang kondisi anak ini gitu ya.
01:50Sebelum kita mengambil atau berada pada satu titik kesimpulan terkait dengan apa sih yang menjadi faktor utama yang mendorong anak ini sampai kemudian memilih untuk mengakhiri hidupnya gitu ya.
02:06Nah, faktor ini kan ada banyak ya kami kira gitu.
02:11Yang paling utama kan sebenarnya kalau bicara anak, kita selalu tahu bahwa anak ini berada dalam kondisi yang rentan, labil.
02:19Mereka butuh support dari orang-orang di sekitarnya.
02:22Support system.
02:23Support system ini kan bisa dari orang tua, bisa dari keluarga, bisa juga dari lingkungan yang ada di sekitar anak, mungkin teman-teman sekolahnya atau lingkungannya ada di satuan pendidikannya gitu ya.
02:37Untuk kemudian bisa membantu anak dalam menghadapi problem.
02:44Kalau bicara problem kan mungkin dalam bayangan kita anak kecil lah pasti problemnya.
02:49Tapi jangan disangka bahwa semua meskipun anak-anak itu juga punya problem.
02:54Ketika anak punya mau-mau beli mainan atau misalnya mau makan ini, ketika nggak mampu diwujudkan itu bisa jadi problem gitu kan buat anak.
03:03Sesederhana itu gitu ya.
03:05Nah, dalam kasus ini tentu kan butuh juga diperhatikan beberapa perspektif tadi.
03:13Misalnya dari sisi perspektif support system orang tua dan keluarga.
03:18Kita tahu bahwa support system dari sisi ini pada anak ini kan bisa dilihat lemah ya.
03:26Karena memang kan yang bersangkutan tidak tinggal bersama orang tua.
03:30Tetapi kan bersama neneknya.
03:32Nah, kemudian informasinya kan bapaknya juga katanya sudah tidak membersamai gitu ya.
03:39Sehingga kemudian kan dari sisi ini tentu kan anak sudah tidak mendapatkan support system seperti yang diharapkan.
03:45Nah, kita kan nggak tahu hari-hari day to day-nya dia ketika tidak bersama dengan mamanya gitu ya.
03:53Ini kan problem apa nih yang dihadapi selama ini gitu.
03:56Sehingga kemudian pada kasus yang terakhir itu menjadikan dia mengambil keputusan untuk bunuh diri misalnya ya.
04:06Kemudian support system yang lain juga nggak kalah penting kan dari sisi teman-teman di sekolah.
04:13Apakah perlu didalami saya kira.
04:15Tapi kan ini KPI juga nggak punya kewenangan ya di sini.
04:17Tentu kewenangan ini kan ada di pihak yang berwenang kan untuk mendalami lebih lanjut.
04:21Apakah pada anak yang mengalami misalnya nggak punya peralatan sekolah bagaimana support system yang ada di lingkungan di sesatuan pendidikannya.
04:34Mendukung untuk tetap nggak masalah, nggak punya bullpen yang penting tetap misalnya ya.
04:38Bisa pinjam aja punya kuat atau umurnya melihat itu.
04:41Atau sebaliknya gitu ya.
04:43Sebaliknya itu saya juga belum tahu kondisi yang sebenarnya di sana ya.
04:48Maksud saya apakah kemudian ketika ada teman yang mengalami kekurangan dalam beberapa hal gitu.
04:55Ini mendapatkan support dari teman-temannya atau justru sebaliknya.
05:00Kita kan sering dengar ya hari ini kasus-kasus banyak sekali bully di sekolah, di satuan pendidikan gitu ya.
05:06Pada beberapa anak kadang-kadang faktor kemiskinan itu menjadi salah satu bully gitu ya.
05:12Faktor ekonomi juga menjadi salah satu hal yang kemudian menjadi bullian di satuan pendidikan.
05:18Nah ini kan tentu juga perlu didalami.
05:22Kemudian juga tentu saya sering sampaikan bahwa hari ini rasa-rasanya memang nggak bisa kita membiarkan proses di sekolah itu
05:34hanya melulu fokus pada bagaimana proses belajar itu berjalan.
05:39Tanpa memperhatikan terkait dengan kondisi atau faktor psikologis anak yang ada di sana.
05:47Kan ini ada beberapa kasus nih yang saya kira menunjukkan betapa pentingnya nih faktor psikologis itu menjadi salah satu yang
05:56tidak boleh diabaikan ya ketika anak berada di satuan pendidikan.
06:00Kita bahas satu-satu soal ini, tadi soal faktor kemiskinan misalnya.
06:04Saat bicara soal kondisi dalam satu rumah, satu lingkuan rumah untuk cara mendidik atau parenting di kondisi normal
06:15dengan kondisi kemiskinan ekstrim tentu tidak biasa apple to apple termasuk dalam kasus ini.
06:21Betul banget.
06:21Nah bagaimana kita melihat kemiskinan ekstrim ini jadi salah satu faktor pemicu
06:28sehingga baik itu dari sisi ibunya maupun anaknya tidak punya kanal yang tepat
06:33untuk menyalurkan emosinya, menyalurkan bebannya secara psikis.
06:38Terima kasih telah menonton!
Komentar