Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Ratusan siswa dan guru SMP negeri di Jember, Jawa Timur, diduga keracunan setelah menyantap makanan bergizi gratis. Pihak SPPG dinyatakan melanggar standar operasional prosedur.

Ratusan siswa dan guru SMP Negeri 1 Umbulsari, Jember, Jawa Timur, mengalami gejala keracunan usai menyantap paket menu makan bergizi gratis. Gejala yang dirasakan siswa dan guru rata-rata hampir sama, yakni mengalami pusing, mual, dan diare. Bahkan karena terlalu lemas, sebagian dari mereka merebahkan diri di lantai sekolah.

Dari 112 siswa dan guru yang mengalami gejala keracunan MBG, 15 di antaranya harus dilarikan ke puskesmas setempat. Pihak sekolah menyesalkan kejadian yang menimpa siswa dan guru mereka.

Untuk mengetahui perkembangan dugaan keracunan MBG, kita terhubung dengan Jurnalis KompasTV Hernawan Mustika di Jember, Jawa Timur.

Baca Juga Viral! Guru di Lampung Emosi Menu MBG Tidak Layak Konsumsi, Ungkap 11 Siswa Telah Keracunan di https://www.kompas.tv/nasional/643691/viral-guru-di-lampung-emosi-menu-mbg-tidak-layak-konsumsi-ungkap-11-siswa-telah-keracunan

#keracunan #mbg #jember

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/649115/ratusan-siswa-dan-guru-di-jember-diduga-keracunan-mbg-ini-update-pengusutan-penanganan-korban
Transkrip
00:00Ratusan siswa dan guru SMP negeri di Jember, Jawa Timur diduga keracunan setelah menyantap makanan bergizi gratis.
00:07Pihak SPPG dinyatakan melanggar standar operasional prosedur.
00:11Sementara di Ketapang, Kalimantan Barat, 340 orang keracunan makanan dan dilarikan ke puskesmas marau diduga usai menyantap MBG.
00:23Ratusan siswa dan guru SMP negeri satu umur Sari, Jember, Jawa Timur mengalami gejala keracunan.
00:28Usai menyantap paket menu makan bergizi gratis.
00:32Gejala yang dirasakan siswa dan guru rata-rata hampir sama, yakni mengalami pusing, mual, dan diare.
00:38Bahkan karena terlalu lemasnya, sebagian dari mereka merabahkan diri di lantai sekolah.
00:43Dari 112 siswa dan guru yang mengalami gejala keracunan MBG, 15 diantaranya harus dilarikan ke puskesmas tempat.
00:50Guna mendapat penanganan medis, lantaran mengalami gejala cukup serius.
00:54Pihak sekolah menyesalkan kejadian yang menyimpas siswa dan guru mereka.
00:58Lebih sehat, lebih teliti lagi.
01:02Kalau saya ditanya, bagaimana ke depannya?
01:06Ya namanya MBG. MBG itu makanan bergizi gratis kan.
01:11Berarti namanya bergizi.
01:13Kalau bergizi ya harus bergizi.
01:16Ini bagaimana ini sesuai dengan tujuan awal.
01:21Tujuan awal MBG kan menjadikan anak-anak Indonesia sehat, bergizi, sehingga menjadi penerus bangsa ini dengan kualitas yang anak sehat.
01:32Satgas MBG Kabupaten Jember langsung melakukan pemeriksaan.
01:37Hasilnya, petugas menegaskan jika pihak SPPG telah melanggar SOP.
01:42SOP yang kami, yang ada beberapa SOP yang dilewati oleh mereka yaitu sampling.
01:53Sampling itu gak boleh, gak ada.
01:55Harus dua hari harus ada.
01:57Ini gak ada.
01:58Hanya kita mau tidak mau, harusnya sampling ini sebagai bukti yang bersangkutan kualitas kelayakannya dari makanan itu.
02:08Kemana tidak ada sampling, ada beberapa sisa semuntahan dari anak-anak.
02:14Sementara di Kertapang, Kalimantan Barat, 340 orang terdiri dari pelajar serta guru keracunan makanan dan dilarikan ke Puskes Basmarau diduga usai menyantap makanan MBG.
02:26Terduga akibat konsumsi makanan sejumlah 340 yang terdiri dari SD 9, SMP 144, SMA 73, SMK 101, petugas MBG 6, guru 7.
02:49Dan saat ini kami merujuk dua pasien yang tidak bisa kami tanganin saat ini ke rumah sakit Dr. Agus Jam.
02:59Siswa dan guru tersebut sudah ditangani pihak Puskes Mas.
03:03Sementara dua orang dilatikan ke rumah sakit, Agus Jam ketapang untuk mendapatkan perawatan intensif.
03:09Tim Liputan, Kompas TV.
03:10Dan saudara untuk mengetahui perkembangan dugaan keracunan MBG, kita terhubung dengan jurnalis Kompas TV, Hernawan Mustika di Jember, Jawa Timur.
03:22Selamat siang Hernawan.
03:24Hingga saat ini bagaimana penanganan korban keracunan MBG?
03:28Ya, selamat siang Imron dan juga saudara.
03:31Bisa kami laporkan dari siang ini bahwa pasien yang diduga keracunan makanan berkisi gratis saat ini sudah dipulangkan.
03:44Sejak tadi pagi dan juga beberapa yang tadi malam.
03:48Karena kondisinya berangsung baik, rasa mual, rasa pusing dan diare sudah berangsung pulih dan cenderung normal, Imron.
03:56Baik, hingga sejauh ini kondisi siswa dan juga korban lainnya yang diduga keracunan akibat makanan sudah dipulangkan karena kondisinya sudah semakin baik.
04:08Lalu bagaimana dengan sanksi yang diberikan kepada SPPG yang diduga terbukti lalai?
04:12Ya, dari pantuan kami berdasarkan keterangan dari Satgas MBG yang kebetulan dan memang melaksanakan tidak pada Jumat yang kemarin,
04:23menyatakan bahwa ada beberapa prosedur SOP yang dilewati oleh SPPG tersebut.
04:30Salah satunya diantaranya tidak ada sampling makanan yang merupakan sebuah hal yang wajib ada untuk membuktikan kualitas makanan tersebut.
04:40Sanksi yang diberikan yaitu berupa sanksi administratif dan juga sanksi tidak boleh beroperasi selama beberapa waktu yang belum ditutupkan
04:52sembari menunggu evaluasi yang dilakukan oleh Satgas MBG, Imron.
04:58Hernawan, lalu bagaimana dengan upaya untuk memenuhi kebutuhan makanan bergizi gratis ke sejumlah sekolah yang sebelumnya dilakukan oleh SPPG yang dikenakan sanksi tersebut?
05:08Ya, kalau berdasarkan informasi dan keterangan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Umbul Sari,
05:17untuk saat ini memang mereka berdasarkan kesepakatan bersama komite dan juga wali murid,
05:25memang tidak menerima untuk sementara MBG sesuai arahan Satgas MBG.
05:32Karena memang SPPG itu sendiri saat ini masih dilakukan evaluasi dan nantinya akan kembali beroperasi setelah dan menunggu hasil evaluasi.
05:43Dan memang para siswa maupun orang tua wali murid yang mengalami dugaan keracuan di SMP Negeri 1 Umbul Sari,
05:50ya mengaku tidak masalah jika memang MBG untuk sembara dihentikan, Imron.
05:56Baik, seluruh pasien yang sebelumnya mendapatkan perawatan saat ini telah diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah semakin mendaik.
06:03Sementara itu SPPG yang diduga melakukan kekelayalayan,
06:07suntuk sementara dalam proses evaluasi dan tidak boleh memproduksi MBG untuk sekolah.
06:10Terima kasih atas laporan Anda, Jurnalis Kompas TV, Herna Wan Mustika yang melaporkan dari Jember, Jawa Timur.
06:15Terima kasih atas laporan Anda.
Komentar

Dianjurkan