Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Polisi mengungkap motif pembunuhan seorang ibu oleh anak kandungnya di Medan, Sumatera Utara.

Salah satu pemicunya, yakni karena korban menghapus gim daring atau game online anaknya.

Untuk mengetahui lebih dalam terkait dugaan pembunuhan ibu oleh anak kandungnya, kita sudah terhubung dengan Kepala Polrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak.

Baca Juga Ibu Asal Medan Diduga Tewas di Tangan Anak, Mengapa Polisi Belum Tetapkan Tersangka? di https://www.kompas.tv/nasional/637879/ibu-asal-medan-diduga-tewas-di-tangan-anak-mengapa-polisi-belum-tetapkan-tersangka

#medan #kronologi #polisi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/640519/full-polisi-ungkap-motif-kronologi-anak-bunuh-ibu-di-medan-ungkap-kondisi-kakak-ayah
Transkrip
00:00Mengungkap motif pembunuhan seorang ibu oleh anak kandungnya sendiri di Medan Sumatera Utara.
00:04Salah satu pemicunya adalah karena korban menghapus game daring atau game online anaknya.
00:10Anak yang berhadapan dengan hukum atau ABH berusia 12 tahun saat membunuh ibunya.
00:15Dalam konferensi pers sore tadi, polisi mengungkap ABH sempat melihat ibunya mengancam
00:21serta kakak dan juga ayahnya dengan pisau.
00:26Polisi menduga permainan game online yang berkaitan dengan pembunuhan
00:30juga turut jadi pemicu sang anak membunuh sang ibu.
00:33Polisi telah memeriksa 37 saksi dan ahli dalam kasus ini.
00:43Melihat kekerasan yang dilakukan korban terhadap kakak, adik, dan bapaknya yang diancam menggunakan pisau.
00:55Ini dilihat oleh si adik.
00:57Kemudian melihat kakaknya, maksudnya adik melihat kakaknya yang dipukuli oleh korban
01:04menggunakan sapu dan tali pinggan.
01:08Si korban sakit hati karena game onlinenya dihapus.
01:14Korban melihat game murder mystery pada season kills others menggunakan pisau.
01:20Dan menonton serial anime DC pada saat adegan pembunuhan menggunakan pisau.
01:28Sebelumnya polisi telah menggelar prarekonstruksi dugaan pembunuhan seorang ibu oleh anaknya pada 14 Desember lalu.
01:38Korban ditemukan tewas dengan sejumlah luka oleh putri sulungnya pada 10 Desember.
01:43Pada saat bersamaan, sang ayah melihat putri keduanya yang masih berusia 12 tahun
01:49memegang sebilah pisau di kamar tempat ibunya ditemukan meninggal dunia.
01:54Mengetahui lebih dalam terkait dengan pembunuhan ibu oleh anak kandungnya sendiri
02:07kita sudah terhubung dengan Kepala Pores Tabes Medan
02:11atau Kepala Pores Tabes Medan, Kombes Jan Kalvin Simanjuntek.
02:15Pak Kalvin, selamat malam.
02:20Selamat malam, Mbak.
02:21Pak Kalvin, jadi kami ingin konfirmasi dulu yang pertama
02:24jadi anak berhadapan dengan hukum ini yang masih berusia 12 tahun
02:28ditetapkan sebagai tersangka?
02:35Betul, anak berkonflik dengan hukum pada saat penanganannya melakukan tindak pidana terhadap ibu kandungnya.
02:45Kemudian berdasarkan hasil pemeriksaan penyelidikan dan penyelidikan lanjutan
02:50yang berdasarkan saintifik investigasi dengan pendampingan-pendampingan yang ada
02:56baik dari BAPAS, KPAI, PECSOS, kemudian juga ada dari psikolog juga.
03:03Jadi kita gelar, kemudian kita bisa menyimpulkan dan sudah paparkan tadi siang tadi, Mbak.
03:08Oke, jadi anak berkonflik dengan hukum ini kan tadi dalam konferensi PERS, Pak Kalvin mengatakan bahwa ada tiga pemicunya.
03:17Di antaranya anak ini yang langsung melihat pada saat sang korban atau ibunya melakukan kekerasan kepada kakak dan ayahnya,
03:25termasuk adalah yang kedua pada saat ibunya ini atau korban menghapus game online milik anak berkonflik dengan hukum.
03:34Jadi dari tiga pemicu ini, mana yang kemudian paling kuat sehingga anak berkonflik dengan hukum ini akhirnya ditetapkan sebagai tersangka?
03:44Saya melihat ada motivasi dan obsesi di sini.
03:52Motivasi yang ada, yang pertama adalah memang korban selalu mengancam bahkan memarahi suaminya,
04:04kakak yang merupakan anak juga dan adik yang saya sampaikan tadi, katakanlah adik.
04:09Kemudian ada game online yang dihapus yang merupakan permainan adik itu sendiri.
04:17Yang paling dominan membuat amarah tersebut adalah pada saat tanggal 22 November,
04:25si adik melihat korban memukul kemudian menyabat dengan sapu dan ikat pinggang untuk kakaknya.
04:35Di bagian kaki, di bagian paha dan lengan.
04:40Ini yang puncaknya.
04:42Tetapi kami melihat ada obsesi bagaimana cara si adik ini melakukan hal tersebut dipicu dengan dua hal.
04:50Yang pertama adalah adik ini tertarik dengan menonton film anime yang ada salah satu episodenya tersebut,
05:00dilakukan perbuatan tidak pidana dengan menggunakan pisau.
05:04Kemudian ada salah satu game online juga, mystery murder,
05:09dan itu juga yang meobsesi pada saat melakukan tidak pidana dengan menggunakan pisau tersebut.
05:16Jadi secara motivasi dan meobsesi itu yang saya jelaskan tadi.
05:19Pak Alvin, tadi kan anak melihat ya, salah satunya terinspirasi karena bermain dan menonton film atau game gitu ya.
05:27Nah, apakah mungkin si adik ini ada pertanyaan-pertanyaan bahwa apakah dia sadar dengan apa yang dilakukan?
05:34Baik, dalam proses penyidikan yang dituangkan dalam berita acara pemeriksaan disebutkan bahwa adik ini melakukan dengan sadar,
05:53mohon maaf sekali, kemudian yang kedua kita juga ingin mensinkronkan hasilnya dengan psikolog.
06:02Berulang-ulang kali psikolog ini melakukan pendalaman dan pendampingan yang ada.
06:08Ternyata hasilnya konsisten.
06:10Tetapi, di dalam berita acara pemeriksaan, adik juga mengatakan penyesalan yang mendalam terkait dengan perbuatannya setelah melihat kondisi dan ambulans tiba di rumahnya.
06:26Sementara itu, Mbak.
06:27Oke, nah kalau dari pisau sendiri atau barang atau alat butih yang digunakan adik ini, ini dia beli, didapat dari rumah atau dari mana?
06:40Ada dua pisau dapur yang diambil si adik persis di depan kamarnya, yaitu bagian dapur.
06:50Dua pisau itu sudah ada di dapur untuk dipergunakan keseharian oleh ibunya sebagai korban dalam hal memasak.
07:01Jadi pisau itu tidak dipersiapkan untuk melakukan tindak pidana.
07:04Maka itu, pada saat dilakukan lapor terkait dengan pisau pertama yang dilakukan perlukaan oleh si adik, ditemukan DNA di dua bagian.
07:17Di bagian gagangnya, itu DNA milik adik dan milik ibunya yang melupakan korban.
07:26Setelah kita bertanya dan kita tuangkan dalam berita pemeriksaan, pisau itu juga sering digunakan oleh ibunya di dalam hal bagian dapur.
07:36Namun, di bagian bilah pisaunya, memang di situ DNA yang muncul ada dua.
07:42DNA pertama adalah milik korban, karena jelas ada perlukaan darah di sana.
07:47Dan yang kedua adalah milik kakak.
07:50Milik kakak, karena pada saat itu kakak merampas pisau dari adiknya, sehingga melukai tangan kakak dan berdarah.
07:58Jadi ada pisau yang ada DNA-nya yang saya sebutkan tadi.
08:02Berarti artinya pada saat kejiadian itu, sang kakak sendiri melerah ya?
08:06Artinya sempat untuk mencoba untuk tidak terjadi lebih lanjut begitu ya?
08:11Ya, betul. Karena satu kamar kan mereka bertiga, jadi kakaknya mencoba untuk melerai dan bahkan merampas pisau pertama dan dibuangnya di bagian lantai, di bagian ujung kamar.
08:27Oke, tentu Pak Calvin dengan adik yang sudah kemudian sekarang berkonflik dengan hukum, selengkapnya juga nanti akan diproses lebih lanjut gitu.
08:36Sungguh ini sangat kita sesali ya, dan sangat kita sedih sekali begitu dengan kejadian ini.
08:43Nah, tapi kalau ditanya kepada sang adik ini, apakah sebelumnya pernah berkonsultasi, bercerita, curhat dengan kakaknya atau orang lain begitu mengenai tindakan-tindakan atau kerisauan-kerisauan yang dialami begitu sebelum akhirnya membunuh ibu kandungnya?
08:59Proses berjalan, penyelidikan dan penyelidikan kita mendalami terkait keluarga ini, baik dari sisi adik, baik dari sisi kakak, dan baik dari sisi ayah.
09:17Kedua anak ini, kedua anak ini sangat dibatasi sekali untuk berhubungan, berkomunikasi dengan pihak luar.
09:23Jadi memang sangat tertutup sekali, keduanya.
09:28Kemudian yang kedua, tidak ada omongan apapun sebelumnya.
09:34Pertanyaan saya sebelumnya, Pak Calvin pernah enggak adik ini curhat begitu dengan apa yang ia lihat sebelum melakukan tindakan memunuh ibunya,
09:47termasuk mungkin keperibadiannya, gimana kesarian anak adik ini?
09:53Baik, untuk anak, kedua anak ini memang sangat dibatasi sekali untuk berkomunikasi keluar.
10:04Karena kedua anak ini, kakak dan adik ini, ini sangat akrab sekali.
10:10Kemudian karena melihat kakaknya pada saat tanggal 22 November yang lalu, dilakukan perlakuan dengan memukul bagian kakinya,
10:22inilah yang membuat si adik ini amarahnya muncul.
10:27Seperti itu.
10:28Namun demikian, untuk komunikasi-komunikasi keluar, berdasarkan hasil pemeriksaan di area rumah dengan tetangga dan lain-lain,
10:38bahkan di sekolahnya, kita melihat bahwa keluarga ini cenderung sangat tertutup dan tidak terlalu terbuka untuk komunikasi dengan tetangga-tetangganya.
10:49Namun, kalau penilaian dari sekolahnya terkait dengan si anak adik ini, ini sangat pintar, sangat cerdas,
11:01kemudian beberapa kali ada perlombaan-perlombaan selalu menjuarainya.
11:07Oke, berarti aktif juga ya, dan pintar begitu ya.
11:11Berarti artinya kalau dilihat secara biasa, tidak kelihatan lah ya, biasa saja adik itu ya.
11:18Tidak ada yang menyangka terkait dengan kejadian tanggal 10 itu, Mbak.
11:26Baik dari sisi kakaknya, karena malamnya baik-baik saja.
11:31Oke, Pak Alvin, kalau gitu, ini kan anak baru berusia 12 tahun.
11:36Gimana proses mendampingan hukumnya?
11:38Pada saat terjadinya tidak pidana, posisi usia anak adalah 12 tahun 37 hari.
11:50Proses pendampingan wajib diberikan di dalam hal pemenuhan hak-hak mendasarnya.
11:56Hak sekolah, pendidikan, hak agama, beribadah, hak untuk bermain, dan hak untuk belajar, dan seterusnya, itu kita berikan.
12:04Pada saat tanggal 10 juga, paskat terjadinya tindak pidana, anak tersebut kita bersama dengan pendampingan,
12:15di dalam hal untuk interogasinya juga diberikan pendampingan.
12:18Karena kami tahu betul bahwa masa depan anak ini masih panjang sekali,
12:22dan saat ini anak cukup senang berdasarkan ada pendampingan dari Dinas Sosial, KPAI, dan seterusnya,
12:32sudah ditanyakan ternyata anak ini sangat berinteraksi baik dengan polon-polon yang ada di PPA,
12:38dan dari gambaran-gambaran yang ada bernyanyi, ya puji Tuhan semuanya berjalan dengan lancar.
12:43Oke, dengan proses-proses lebih lanjut yang dijalani oleh adik ini,
12:47artinya juga memang tidak ada orang lain ya, atau terduga pelaku lain yang kemudian bersama-sama,
12:55atau ya bersama-sama dalam kasus pembunuhan ini?
12:58Kami mendalami secara deduktif ke induktif, dan induktif ke deduktif.
13:08Pada saat kami tarik ke belakang, kejadian tanggal 10, kami mengambil CCTV di tanggal 9,
13:15dan di tanggal 8 yang mengarah ke pintu gerbang rumahnya.
13:21Dijelaskan di situ terakhir, korban yang merupakan ibunya itu masuk terakhir di tanggal 8 November.
13:28Dan sampai dengan kejadian di tanggal 10, pukul 04.00, korban tidak pernah keluar rumah.
13:36Yang masuk dan keluar rumah untuk berangkat ke kantor dan ke sekolah itu hanya kedua anaknya dan bapaknya atau suaminya.
13:44Dan di situ dilihat tidak ada satupun orang lain selain keluarga inti yang masuk ke rumah dan keluar rumah.
13:53Itu secara deduktif yang kita lihat dari luar.
13:55Namun secara induktifnya, kita melihat di dalamnya, di rumah, di dalam kamarnya,
14:01atau di rumahnya pertama itu ada dua lokasi, lantai satu dan lantai dua.
14:06Hanya kedua lokasi itu.
14:08Tapi kita fokuskan yang di dalam kamar, kita melihat pada saat prerekonstruksi kemarin,
14:14itu hanya ada tiga orang saja di dalam.
14:17Ibunya, kakaknya, dan adiknya.
14:19Dan juga dikuatkan dengan secara saintifik dari hasil laboratorium forensik bahwa terkait dengan darah,
14:28terkait dengan bila pisau, terkait dengan sisa-sisa jejak yang ada di dalam kamar,
14:34itu tidak ada jejak lain kecuali jejak yang dimiliki DNA kakak, DNA korban, dan DNA si adik.
14:44DNA ayahnya saja tidak ada di dalam kamarnya.
14:49Seperti itu, Mbak.
14:49Satu pertanyaan yang terakhir, Pak.
14:51Calvin, anak ini tadi Bapak bilang terkenal pintar.
14:55Dikenal pintar, kemudian berinterasinya juga baik.
14:58Tapi kemudian tidak ada yang menyangka mungkin pada saat itu luapan emosi akhirnya menyebabkan
15:02ia berani membunuh ibunya sendiri.
15:05Nah, terinspirasi juga tadi salah satunya karena bermain game atau menonton.
15:09Apa imbauan yang bisa Bapak sampaikan kepada yang menonton saat ini,
15:13baik kepada orang tua maupun juga kepada keluarga, supaya kasus ini tidak ada lagi?
15:24Keluarga adalah bahterah rumah tangga yang harus terbuka komunikasinya
15:29antara kedua orang tua dan anak-anaknya.
15:33Kita orang tua harus mengetahui perkembangan anaknya,
15:36anaknya juga harus bercerita banyak tentang keberadaannya kepada orang tuanya.
15:42Kalau ini terbatas, berarti ada sumbatan antara komunikasi di dalam keluarga.
15:47Kalau anak merasa lebih nyaman di luar, berarti ada sumbatan komunikasi antara anak dan orang tuanya.
15:52Himbauan saya bahwa sejak dini komunikasi baiklah dengan dalam inti keluarga
16:00dan komunikasi baik dengan lingkungan sosialnya.
16:03Supaya kalau ada komunikasi-komunikasi lanjut, kita bisa mengetahui perkembangannya.
16:08Dan selalu bimbing anak-anaknya, dan kami juga menghimbau terkait dengan yang lainnya,
16:14jangan memviralkan foto-foto ataupun video-video yang terkait dengan status anak.
16:21Karena ini sangat merugikan sekali kita menghormati.
16:24Iya, berarti ucunya tadi adalah perbaikan komunikasi ke depan ya,
16:27baik antara hubungan keluarga dengan juga anak itu sendiri.
16:30Terima kasih Kapolres Tabas Medan, Kompes Pol Jan Kalvin Simanjutak
16:35sudah berbagi informasi paling baru di Sampai Indonesia Malam.
Komentar

Dianjurkan