00:00Mengungkap motif pembunuhan seorang ibu oleh anak kandungnya sendiri di Medan Sumatera Utara.
00:04Salah satu pemicunya adalah karena korban menghapus game daring atau game online anaknya.
00:10Anak yang berhadapan dengan hukum atau ABH berusia 12 tahun saat membunuh ibunya.
00:15Dalam konferensi pers sore tadi, polisi mengungkap ABH sempat melihat ibunya mengancam
00:21serta kakak dan juga ayahnya dengan pisau.
00:26Polisi menduga permainan game online yang berkaitan dengan pembunuhan
00:30juga turut jadi pemicu sang anak membunuh sang ibu.
00:33Polisi telah memeriksa 37 saksi dan ahli dalam kasus ini.
00:43Melihat kekerasan yang dilakukan korban terhadap kakak, adik, dan bapaknya yang diancam menggunakan pisau.
00:55Ini dilihat oleh si adik.
00:57Kemudian melihat kakaknya, maksudnya adik melihat kakaknya yang dipukuli oleh korban
01:04menggunakan sapu dan tali pinggan.
01:08Si korban sakit hati karena game onlinenya dihapus.
01:14Korban melihat game murder mystery pada season kills others menggunakan pisau.
01:20Dan menonton serial anime DC pada saat adegan pembunuhan menggunakan pisau.
01:28Sebelumnya polisi telah menggelar prarekonstruksi dugaan pembunuhan seorang ibu oleh anaknya pada 14 Desember lalu.
01:38Korban ditemukan tewas dengan sejumlah luka oleh putri sulungnya pada 10 Desember.
01:43Pada saat bersamaan, sang ayah melihat putri keduanya yang masih berusia 12 tahun
01:49memegang sebilah pisau di kamar tempat ibunya ditemukan meninggal dunia.
01:54Mengetahui lebih dalam terkait dengan pembunuhan ibu oleh anak kandungnya sendiri
02:07kita sudah terhubung dengan Kepala Pores Tabes Medan
02:11atau Kepala Pores Tabes Medan, Kombes Jan Kalvin Simanjuntek.
02:15Pak Kalvin, selamat malam.
02:20Selamat malam, Mbak.
02:21Pak Kalvin, jadi kami ingin konfirmasi dulu yang pertama
02:24jadi anak berhadapan dengan hukum ini yang masih berusia 12 tahun
02:28ditetapkan sebagai tersangka?
02:35Betul, anak berkonflik dengan hukum pada saat penanganannya melakukan tindak pidana terhadap ibu kandungnya.
02:45Kemudian berdasarkan hasil pemeriksaan penyelidikan dan penyelidikan lanjutan
02:50yang berdasarkan saintifik investigasi dengan pendampingan-pendampingan yang ada
02:56baik dari BAPAS, KPAI, PECSOS, kemudian juga ada dari psikolog juga.
03:03Jadi kita gelar, kemudian kita bisa menyimpulkan dan sudah paparkan tadi siang tadi, Mbak.
03:08Oke, jadi anak berkonflik dengan hukum ini kan tadi dalam konferensi PERS, Pak Kalvin mengatakan bahwa ada tiga pemicunya.
03:17Di antaranya anak ini yang langsung melihat pada saat sang korban atau ibunya melakukan kekerasan kepada kakak dan ayahnya,
03:25termasuk adalah yang kedua pada saat ibunya ini atau korban menghapus game online milik anak berkonflik dengan hukum.
03:34Jadi dari tiga pemicu ini, mana yang kemudian paling kuat sehingga anak berkonflik dengan hukum ini akhirnya ditetapkan sebagai tersangka?
03:44Saya melihat ada motivasi dan obsesi di sini.
03:52Motivasi yang ada, yang pertama adalah memang korban selalu mengancam bahkan memarahi suaminya,
04:04kakak yang merupakan anak juga dan adik yang saya sampaikan tadi, katakanlah adik.
04:09Kemudian ada game online yang dihapus yang merupakan permainan adik itu sendiri.
04:17Yang paling dominan membuat amarah tersebut adalah pada saat tanggal 22 November,
04:25si adik melihat korban memukul kemudian menyabat dengan sapu dan ikat pinggang untuk kakaknya.
04:35Di bagian kaki, di bagian paha dan lengan.
04:40Ini yang puncaknya.
04:42Tetapi kami melihat ada obsesi bagaimana cara si adik ini melakukan hal tersebut dipicu dengan dua hal.
04:50Yang pertama adalah adik ini tertarik dengan menonton film anime yang ada salah satu episodenya tersebut,
05:00dilakukan perbuatan tidak pidana dengan menggunakan pisau.
05:04Kemudian ada salah satu game online juga, mystery murder,
05:09dan itu juga yang meobsesi pada saat melakukan tidak pidana dengan menggunakan pisau tersebut.
05:16Jadi secara motivasi dan meobsesi itu yang saya jelaskan tadi.
05:19Pak Alvin, tadi kan anak melihat ya, salah satunya terinspirasi karena bermain dan menonton film atau game gitu ya.
05:27Nah, apakah mungkin si adik ini ada pertanyaan-pertanyaan bahwa apakah dia sadar dengan apa yang dilakukan?
05:34Baik, dalam proses penyidikan yang dituangkan dalam berita acara pemeriksaan disebutkan bahwa adik ini melakukan dengan sadar,
05:53mohon maaf sekali, kemudian yang kedua kita juga ingin mensinkronkan hasilnya dengan psikolog.
06:02Berulang-ulang kali psikolog ini melakukan pendalaman dan pendampingan yang ada.
06:08Ternyata hasilnya konsisten.
06:10Tetapi, di dalam berita acara pemeriksaan, adik juga mengatakan penyesalan yang mendalam terkait dengan perbuatannya setelah melihat kondisi dan ambulans tiba di rumahnya.
06:26Sementara itu, Mbak.
06:27Oke, nah kalau dari pisau sendiri atau barang atau alat butih yang digunakan adik ini, ini dia beli, didapat dari rumah atau dari mana?
06:40Ada dua pisau dapur yang diambil si adik persis di depan kamarnya, yaitu bagian dapur.
06:50Dua pisau itu sudah ada di dapur untuk dipergunakan keseharian oleh ibunya sebagai korban dalam hal memasak.
07:01Jadi pisau itu tidak dipersiapkan untuk melakukan tindak pidana.
07:04Maka itu, pada saat dilakukan lapor terkait dengan pisau pertama yang dilakukan perlukaan oleh si adik, ditemukan DNA di dua bagian.
07:17Di bagian gagangnya, itu DNA milik adik dan milik ibunya yang melupakan korban.
07:26Setelah kita bertanya dan kita tuangkan dalam berita pemeriksaan, pisau itu juga sering digunakan oleh ibunya di dalam hal bagian dapur.
07:36Namun, di bagian bilah pisaunya, memang di situ DNA yang muncul ada dua.
07:42DNA pertama adalah milik korban, karena jelas ada perlukaan darah di sana.
07:47Dan yang kedua adalah milik kakak.
07:50Milik kakak, karena pada saat itu kakak merampas pisau dari adiknya, sehingga melukai tangan kakak dan berdarah.
07:58Jadi ada pisau yang ada DNA-nya yang saya sebutkan tadi.
08:02Berarti artinya pada saat kejiadian itu, sang kakak sendiri melerah ya?
08:06Artinya sempat untuk mencoba untuk tidak terjadi lebih lanjut begitu ya?
08:11Ya, betul. Karena satu kamar kan mereka bertiga, jadi kakaknya mencoba untuk melerai dan bahkan merampas pisau pertama dan dibuangnya di bagian lantai, di bagian ujung kamar.
08:27Oke, tentu Pak Calvin dengan adik yang sudah kemudian sekarang berkonflik dengan hukum, selengkapnya juga nanti akan diproses lebih lanjut gitu.
08:36Sungguh ini sangat kita sesali ya, dan sangat kita sedih sekali begitu dengan kejadian ini.
08:43Nah, tapi kalau ditanya kepada sang adik ini, apakah sebelumnya pernah berkonsultasi, bercerita, curhat dengan kakaknya atau orang lain begitu mengenai tindakan-tindakan atau kerisauan-kerisauan yang dialami begitu sebelum akhirnya membunuh ibu kandungnya?
08:59Proses berjalan, penyelidikan dan penyelidikan kita mendalami terkait keluarga ini, baik dari sisi adik, baik dari sisi kakak, dan baik dari sisi ayah.
09:17Kedua anak ini, kedua anak ini sangat dibatasi sekali untuk berhubungan, berkomunikasi dengan pihak luar.
09:23Jadi memang sangat tertutup sekali, keduanya.
09:28Kemudian yang kedua, tidak ada omongan apapun sebelumnya.
09:34Pertanyaan saya sebelumnya, Pak Calvin pernah enggak adik ini curhat begitu dengan apa yang ia lihat sebelum melakukan tindakan memunuh ibunya,
09:47termasuk mungkin keperibadiannya, gimana kesarian anak adik ini?
09:53Baik, untuk anak, kedua anak ini memang sangat dibatasi sekali untuk berkomunikasi keluar.
10:04Karena kedua anak ini, kakak dan adik ini, ini sangat akrab sekali.
10:10Kemudian karena melihat kakaknya pada saat tanggal 22 November yang lalu, dilakukan perlakuan dengan memukul bagian kakinya,
10:22inilah yang membuat si adik ini amarahnya muncul.
10:27Seperti itu.
10:28Namun demikian, untuk komunikasi-komunikasi keluar, berdasarkan hasil pemeriksaan di area rumah dengan tetangga dan lain-lain,
10:38bahkan di sekolahnya, kita melihat bahwa keluarga ini cenderung sangat tertutup dan tidak terlalu terbuka untuk komunikasi dengan tetangga-tetangganya.
10:49Namun, kalau penilaian dari sekolahnya terkait dengan si anak adik ini, ini sangat pintar, sangat cerdas,
11:01kemudian beberapa kali ada perlombaan-perlombaan selalu menjuarainya.
11:07Oke, berarti aktif juga ya, dan pintar begitu ya.
11:11Berarti artinya kalau dilihat secara biasa, tidak kelihatan lah ya, biasa saja adik itu ya.
11:18Tidak ada yang menyangka terkait dengan kejadian tanggal 10 itu, Mbak.
11:26Baik dari sisi kakaknya, karena malamnya baik-baik saja.
11:31Oke, Pak Alvin, kalau gitu, ini kan anak baru berusia 12 tahun.
11:36Gimana proses mendampingan hukumnya?
11:38Pada saat terjadinya tidak pidana, posisi usia anak adalah 12 tahun 37 hari.
11:50Proses pendampingan wajib diberikan di dalam hal pemenuhan hak-hak mendasarnya.
11:56Hak sekolah, pendidikan, hak agama, beribadah, hak untuk bermain, dan hak untuk belajar, dan seterusnya, itu kita berikan.
12:04Pada saat tanggal 10 juga, paskat terjadinya tindak pidana, anak tersebut kita bersama dengan pendampingan,
12:15di dalam hal untuk interogasinya juga diberikan pendampingan.
12:18Karena kami tahu betul bahwa masa depan anak ini masih panjang sekali,
12:22dan saat ini anak cukup senang berdasarkan ada pendampingan dari Dinas Sosial, KPAI, dan seterusnya,
12:32sudah ditanyakan ternyata anak ini sangat berinteraksi baik dengan polon-polon yang ada di PPA,
12:38dan dari gambaran-gambaran yang ada bernyanyi, ya puji Tuhan semuanya berjalan dengan lancar.
12:43Oke, dengan proses-proses lebih lanjut yang dijalani oleh adik ini,
12:47artinya juga memang tidak ada orang lain ya, atau terduga pelaku lain yang kemudian bersama-sama,
12:55atau ya bersama-sama dalam kasus pembunuhan ini?
12:58Kami mendalami secara deduktif ke induktif, dan induktif ke deduktif.
13:08Pada saat kami tarik ke belakang, kejadian tanggal 10, kami mengambil CCTV di tanggal 9,
13:15dan di tanggal 8 yang mengarah ke pintu gerbang rumahnya.
13:21Dijelaskan di situ terakhir, korban yang merupakan ibunya itu masuk terakhir di tanggal 8 November.
13:28Dan sampai dengan kejadian di tanggal 10, pukul 04.00, korban tidak pernah keluar rumah.
13:36Yang masuk dan keluar rumah untuk berangkat ke kantor dan ke sekolah itu hanya kedua anaknya dan bapaknya atau suaminya.
13:44Dan di situ dilihat tidak ada satupun orang lain selain keluarga inti yang masuk ke rumah dan keluar rumah.
13:53Itu secara deduktif yang kita lihat dari luar.
13:55Namun secara induktifnya, kita melihat di dalamnya, di rumah, di dalam kamarnya,
14:01atau di rumahnya pertama itu ada dua lokasi, lantai satu dan lantai dua.
14:06Hanya kedua lokasi itu.
14:08Tapi kita fokuskan yang di dalam kamar, kita melihat pada saat prerekonstruksi kemarin,
14:14itu hanya ada tiga orang saja di dalam.
14:17Ibunya, kakaknya, dan adiknya.
14:19Dan juga dikuatkan dengan secara saintifik dari hasil laboratorium forensik bahwa terkait dengan darah,
14:28terkait dengan bila pisau, terkait dengan sisa-sisa jejak yang ada di dalam kamar,
14:34itu tidak ada jejak lain kecuali jejak yang dimiliki DNA kakak, DNA korban, dan DNA si adik.
14:44DNA ayahnya saja tidak ada di dalam kamarnya.
14:49Seperti itu, Mbak.
14:49Satu pertanyaan yang terakhir, Pak.
14:51Calvin, anak ini tadi Bapak bilang terkenal pintar.
14:55Dikenal pintar, kemudian berinterasinya juga baik.
14:58Tapi kemudian tidak ada yang menyangka mungkin pada saat itu luapan emosi akhirnya menyebabkan
15:02ia berani membunuh ibunya sendiri.
15:05Nah, terinspirasi juga tadi salah satunya karena bermain game atau menonton.
15:09Apa imbauan yang bisa Bapak sampaikan kepada yang menonton saat ini,
15:13baik kepada orang tua maupun juga kepada keluarga, supaya kasus ini tidak ada lagi?
15:24Keluarga adalah bahterah rumah tangga yang harus terbuka komunikasinya
15:29antara kedua orang tua dan anak-anaknya.
15:33Kita orang tua harus mengetahui perkembangan anaknya,
15:36anaknya juga harus bercerita banyak tentang keberadaannya kepada orang tuanya.
15:42Kalau ini terbatas, berarti ada sumbatan antara komunikasi di dalam keluarga.
15:47Kalau anak merasa lebih nyaman di luar, berarti ada sumbatan komunikasi antara anak dan orang tuanya.
15:52Himbauan saya bahwa sejak dini komunikasi baiklah dengan dalam inti keluarga
16:00dan komunikasi baik dengan lingkungan sosialnya.
16:03Supaya kalau ada komunikasi-komunikasi lanjut, kita bisa mengetahui perkembangannya.
16:08Dan selalu bimbing anak-anaknya, dan kami juga menghimbau terkait dengan yang lainnya,
16:14jangan memviralkan foto-foto ataupun video-video yang terkait dengan status anak.
16:21Karena ini sangat merugikan sekali kita menghormati.
16:24Iya, berarti ucunya tadi adalah perbaikan komunikasi ke depan ya,
16:27baik antara hubungan keluarga dengan juga anak itu sendiri.
16:30Terima kasih Kapolres Tabas Medan, Kompes Pol Jan Kalvin Simanjutak
16:35sudah berbagi informasi paling baru di Sampai Indonesia Malam.
Komentar