00:00Pak Susno, jadi pembuktian di pengadilan nanti apakah akan mengakhiri polemik dari ijazah Jokowi?
00:12Baik, pengadilan adalah yang terbaik, tetapi untuk menuju ke pengadilan yang agak susah.
00:18Karena apa? Harus dibuktikan dulu ijazah itu asli atau palsu.
00:24Dan saya yakin itu asli, kalau itu ada buktinya.
00:30Siapa yang bisa membuktikan itu, tolong pada kesempatan ini mudah-mudahan UGM mendengar.
00:37Jelaskan bahwa ijazah itu asli dan sah.
00:41Sah itu adalah cara perolehannya yang benar.
00:45Bahwa ijazah itu asli dari UGM, untuk mendapatkan itu betul dia sebagai mahasiswa,
00:51betul dia sekulia, betul memenuhi semua persyaratan yang saya tidak tahu apa persyaratan itu.
00:57Mungkin Pak Roy yang tahu.
00:58Sudah dijawab mesin AI, Pak.
01:00Itu akan lebih meyakinkan lagi.
01:03Nah kalau UGM bisa membuktikan itu, saya yakin Pak Jokowi akan,
01:09apa yang dikatakan dia mencemarkan nama baik itu terbukti ya.
01:13Karena apa namanya memang baik, dikatakan tidak baik.
01:16Tetapi kalau seandainya itu UGM tidak bisa membuktikan,
01:21maka orang yang berkata bahwa ijazah itu palsu, berarti dia tidak berbohong.
01:26Saya netral di sini, saya tidak membihak siapapun juga.
01:29Pengadilan ada yang terbaik, tetapi pengadilan panjang dia.
01:33Siapa yang misalnya merasa dirugikan, masih bisa untuk banding.
01:37Banding masih bisa kasasi, kasasi masih bisa PK,
01:41dan insya Allah sampai ke 2029 lemparan isu politik ada orang gede sekali tadi itu akan terbukti.
01:49Dan mudah-mudahan Pak Jokowi mendengar bahwa isu politik yang dilemparkan tentang orang gede itu,
01:55tolong untuk segera diakhiri.
01:59Ada dua cara mengakhirinya.
02:01Satu lelucon kayak Pak Gusdor, gede itu adalah gorilla.
02:05Kemudian gede itu adalah langsung memang ada yang ditunjuk gitu.
02:11Sehingga tidak dikatakan bahwa Pak Jokowi membuat gaduh gitu.
02:15Dan saya yakin Pak Jokowi tidak tujuannya untuk membuat gaduh.
02:18Beliau adalah negarawan. Terima kasih.
02:20Oke baik. Bang Re, kalau ini memang operasi politik,
02:24kemudian manuver kontra untuk Jokowi,
02:26apakah dengan peradilan nanti bisa menghentikan polemik ijazah?
02:30Kalau polemik ijazahnya mungkin iya, tapi kan kalau politiknya kan jalan terus.
02:36Karena itu yang saya sebut tadi, ini kan sudah bagian dari persaingan politik.
02:41Diakui oleh mereka yang sebagai orang yang terlibat dalam peristiwa politik ini gitu.
02:46Dan kayaknya hal-hal yang, kenapa Pak Jokowi mengatakan ada orang besar terus,
02:50orang besar tapi tidak mengungkapkan ciri-ciri yang sangat spesifik tentang apa yang,
02:55karena itu juga bermainan politik itu.
02:57Kan gaya politik Pak Jokowi itu kan selalu menempatkan dirinya itu sebagai orang yang tanda kutip terzalini kan.
03:04Kan kira-kira di jasa palsu ini mau diubah oleh beliau sebagai korban dari penzaliman Roy Surya dan kawan-kawan,
03:10dan di atas Roy Surya dan kawan-kawan.
03:10Memang begitu Bang Re.
03:12Perang bisa.
03:13Emang fitnah yang tidak pernah dilihat kok.
03:16Pola ini kayaknya yang mulai juga terus dikembangkan oleh Pak Jokowi.
03:19Nah dengan cara begitu, popularitas macam-macam dan sebagainya itu tetap teriaga.
03:24Ingat loh ya, sekalipun Pak Jokowi mengatakan bahwa ia didonggrik reputasinya oleh peristiwa ini,
03:30tapi kan kenyataannya popularitasnya tetap teriaga.
03:34Artinya apa?
03:34Artinya Pak Jokowi melihat peristiwa ini justru memelihara popularitasnya.
03:39Jadi pengadilan bukan solusi terakhir?
03:40Bukan.
03:42Pengadilan sebagai kasus ijazah itu ansih, bisa mengakhirinya.
03:46Tapi peristiwa politiknya akan terus bergulir.
03:50Jadi tidak dengan sendirinya selesai di pengadilan, maka peristiwa politiknya akan selesai.
03:55Sebab kelihatan yang terkadang justru memanfaatkan peristiwa ini secara politik,
04:00bukan saja orang besar yang dituduhkan palsu kita tadi oleh Pak Jokowi,
04:05bahkan boleh jadi Pak Jokowi sendiri menikmati secara politik adegan-adegan ini.
04:11Oke baik.
04:12Pak Bestari, jadi menurut Anda apakah nanti pengadilan bisa menyudahi polemik Jokowi?
04:17Pertama, saya ingin menyampaikan begini.
04:22Kompas TV ini harus mendidik dalam menggelar acara yang ditonton oleh publik,
04:31apalagi ini mahasiswa hadir di sini menyaksikan.
04:36Ada satu hal yang sebetulnya terlupa oleh Kompas ini.
04:41Kemudian mengamini bahwa setiap ada yang mengatakan ijazah Pak Jokowi itu palsu,
04:48itu sepertinya kemudian seperti mengamini,
04:51Kompas TV seakan-akan menyatakan itu benar seperti itu dengan diam.
04:55Ijazah Pak Jokowi belum pernah terbukti palsu.
04:58Sehingga seharusnya Kompas TV lebih bijak menyampaikan kepada masyarakat bahwa
05:06ijazah Pak Jokowi asli disangka palsu.
05:10Itu makanya kami kemarin menginterview eksklusif Pak Jokowi, Pak Bestari.
05:13Tetapi pada pertemuan hari ini kita melihat bagaimana Anda membiarkan hal-hal seperti itu terjadi
05:20yang seharusnya tidak mencemari pikiran banyak orang bahwa ini kok sepertinya mengamini.
05:27Ini palsu.
05:28Itu satu.
05:29Kedua, bahwa remah-remah, ini untuk kepada kawan-kawan adik-adik mahasiswa,
05:33remah-remah operasi politik yang besar ini,
05:37yang sekarang dilakukan oleh katakanlah dalam hal ini Roy Syuryo,
05:42yang kemudian beranggapan bahwa dia sangat besar dan sedang berhadapan dengan Pak Jokowi,
05:49itu tidak sebetulnya, dia hanya bagian daripada orkestrasi yang tanpa sadar,
05:55tanpa sadar kemudian dia seakan-akan berpikir dialah yang menjadi leader dalam perseteruan yang dia anggap sebagai perseteruan ini.
06:06Sehingga pada satu kesempatan pun, ada orang yang menyatakan berani gak buka rekening,
06:14ini ada kegugupan di situ.
06:15Kenapa? Mengorkestrasi ini selama bertahun-tahun itu tentu butuh effort yang sangat besar.
06:24Dan bohong itu, kalau tidak di belakangnya ada operasi politik yang dilakukan.
06:30Saya kira itu perlu menjadi pengayaan bagi Kompas TV dan masyarakat dan tentu juga adik-adik mahasiswa.
06:36Mas Umam, bagaimana? Apakah pengadilan bisa menyelesaikan masalah ini?
06:40Saya pikir itu bukan soal yang terlalu ini ya.
06:44Maksudnya pengadilan silahkan jalan, itu juga menjadi bagian yang ditunggu-tunggu.
06:49Kalau misal tadi secara hukum acara pidana disampaikan oleh Pak Susno bisa dipenuhi,
06:54kemudian stakeholders terkait terutama UGM juga bisa membantu untuk mempercepat proses itu,
06:59itu juga kita apresiasi.
07:01Tetapi dalam konteks ini kita harapkan spekulasi-spekulasi itu segera disudahi.
07:08Kami dari Partai Demokrat sekali lagi clean and clear, kita tidak terlibat dalam hal itu.
07:13Dan dalam sebuah kesempatan secara tegas,
07:16Mas Gibran, Mas Kaisang, bahkan Pak Jokowi juga pernah mengklarifikasi secara tegas,
07:23seles bahwa Partai Demokrat tidak menjadi bagian dari itu.
07:26Sehingga kemudian kita juga mendorong, proses ini bisa terselesaikan dengan baik,
07:32dan fokus pada tugas-tugas pemerintahan, dan konteks ini akan berjalan.
07:37Pak Isam, sih?
07:38Waktu yang akan memperlihatkan.
07:40Kalau saya sih, kita tidak perlu mengatakan bahwa kita terlibat tidak terlibat.
07:46Jadi, saya mengimbolah, ya, sahabat saya dari Partai Demokrat,
07:52enggak usahlah, karena enggak ada yang menyampaikan bahwa Partai Demokrat.
07:56Dan saya juga tidak yakin bahwa itu dilakukan oleh Pak SBI.
08:00Lalu siapa?
08:01Sebut namanya, dong.
08:02Sebentar, sebentar.
08:03Sebut namanya, dia tunjuk saya.
08:04Tunggu, tunggu.
08:04Coba sebut namanya siapa?
08:06Bahwa ini adalah urusan politik, Prof.
08:09Ini Prof Ginting ini.
08:10Ini kan urusan politik, ini barang enggak jelas, kan, Prof?
08:13Kecuali Andang Rasa, atau benar.
08:15Politik pada tahun, saya mengembalikan ini supaya rakyat ingat.
08:21Tahun 2004, pemilu, pemenangnya siapa?
08:27Pemilu 2004, pemenang presiden siapa?
08:30SBY.
08:31SBY, JK.
08:33Didukung kurang lebih cuma 10%.
08:36Saya koalisi, koalisi, mendukung Megawati, Hasimu Sadi.
08:4360% kalah dengan yang 10%.
08:47Itulah politik.
08:49Ada kekuatan besar di situ.
08:51Siapa kekuatan besar?
08:52Ya kita tahu siapa.
08:53Mas Rony, di mana?
08:55Siap tidak terbicara, seolah-olah tidak ada pengadilan.
08:57Sekali lagi itu, kayak kalau dalam dunia pewayangan itu, kayak...
09:00Oh, gue goncang, kacik.
09:03Jadi inilah yang terjadi.
09:05Ironi sekali.
09:06Negara lagi diguncang bencana.
09:08Lagi diguncang, goncang, kacik.
09:09Eh, ada Petro yang malah nuduh-nuduh.
09:13Ada orang besar di balik ini.
09:16Petro ini mah nggak tahu malu.
09:17Petro ini mah nggak tahu malu.
09:19Ya, malah dia menumpangi gajah.
09:22Wah, gajah.
09:23Gajah nggak punya ijazah.
09:24Wah, ini gajah nggak punya.
09:26Tapi dalam Quran Surat Al-Film 105,
09:30gajah itu nanti akan hancur dengan burung ababil.
09:33Jadi insya Allah Indonesia akan kembali pegang.
09:37Luar biasa.
09:37Akan kembali baik.
09:39Kalau ijazah palsunya ini terbongkar.
09:41Dan dia, mbak, nggak penting lagi.
09:43Karena bisanya cuma tok, detok, bok, detok.
09:46Oke, baik.
09:47Itu rasa deh.
09:48Luar biasa, Kompan TV.
09:51Sekali lagi saya sampaikan.
09:54Rusak, rusak.
09:55Kocin statement.
09:56Bahwa ini telah bergulir sampai ke tingkat penyidikan.
09:59Dan saya memahami sekali apa yang disampaikan oleh Bang Susno.
10:04Tetapi kalau harus dibuktikan dulu bahwa ijazah itu asli.
10:08Dan itu Bapak Yesus Yoko Widodo yang harus membuktikan itu.
10:12Itu di luar dari konteks penyidikan.
10:14Artinya penyidik itu hanya menerima laporan proses.
10:16Kemudian melimpahkan kekejaksaan.
10:18Sangat sederhana.
10:20Tidak mungkin orang yang melaporkan yang membuktikan itu.
10:23Hal-hal yang seperti itu yang dituduh.
10:25Yang dituduh dia harus membuktikan.
10:27Nah, kemudian tanggal 15 ini, besok, hari Senin, kita akan gelar perkara.
10:33Nah, disini akan kita ungkap.
10:34Duduk perkara saya rasa Bang Susno juga tahu.
10:37Bahwa bagaimana gelar perkara itu mengungkap fakta-fakta.
10:40Sehingga, saya yakini bahwa mudah-mudahan ketika hal itu ada kesalahan dalam penyidikan.
10:47Tentunya bisa dihentikan.
10:48Tetapi kalau tidak, hati-hati disini.
10:50Berarti lengkap.
10:51Bisa bergulir.
10:52Pak Mantan Presiden nanti bakal menunjukkan ijazah aslinya di pengadilan.
10:57Diwakili oleh kejaksaan.
10:59Terima kasih, Pak Bapak.
11:01Terima kasih, Pak Bapak.
11:01Terima kasih, Pak Bapak.
11:01Terima kasih, Pak Bapak.
11:02Terima kasih, Pak Bapak.
11:03Saya masih terima kasih, Pak Bapak.
11:04Sampai jumpa minggu depan.
11:05Terima kasih.
11:06Terima kasih.
11:22Terima kasih, Pak Bapak.
11:52Terima kasih, Pak Bapak.
Komentar