00:00Saudara selain kaya akan sumber daya alam di sektor tambang dan sawit,
00:04Kabupaten Berau juga kaya akan budaya dan sektor pariwisata.
00:09Salah satu yang dikembangkan oleh Pemkap Berau adalah sektor OMKM Batik dan Tenun
00:14untuk melengkapi budaya dan pariwisata.
00:22Kabupaten Berau saat ini memang kaya akan sumber daya alam seperti tambang dan kelapa sawit.
00:27Meski demikian, Pemkap Berau kini sudah berbena untuk meningkatkan sektor ekonomi bidang pariwisata dan budaya sebagai pendapatan daerah.
00:35Menurut Bupati Berau Sri Juniarsi, OMKM adalah bagian penting dari sektor pariwisata.
00:41Untuk itu, Pemkap Berau kini mengembangkan OMKM unggulannya di bidang batik serta tenun.
00:46Saat ini ada dua jenis batik yang sudah bisa mandiri dan menjadi unggulan di pasar lokal, nasional hingga internasional,
00:52yakni Batik Putri Maluang dan Batik Busyo.
00:54Sementara untuk sektor kain tenun tradisional khas berau,
00:58Pemkap juga sedang melakukan pendampingan dan pemberian bantuan modal
01:01sebagai pendorong produksi untuk warga yang baru memulai bertenun.
01:06Pariwisata itu tidak lengkap tanpa adanya ekonomi kreatif dan UMKM.
01:11Ini pun terus kami lakukan pembinaan, pendampingan, bantuan untuk pembina para pelaku ekonomi kreatif termasuk UMKM yang ada di Kabupaten Berau.
01:24Alhamdulillah salah satunya adalah batik yang sudah berbagai macam varian rupa,
01:35kemudian juga tenun yang sebelumnya tidak pernah ada tenun di Kabupaten Berau,
01:39tetapi karena ada penduduk perantau yang datang dari NTB dan NTT,
01:49itulah saya kolaborasikan dengan kemampuan menun mereka,
01:53saya kolaborasikan dengan kearifan lokal yang ada di Kabupaten Berau,
01:56sehingga sekarang sudah ada tenun berau seperti ini.
02:01Di tengah efisiensi agaran, ini adalah momen yang tepat untuk pengembangan UMKM menjadi solusi yang nyata untuk warga berau
02:07agar tetap sejahtera dan punya penghasilan tambahan.
02:11Jika Anda berkunjung ke Kabupaten Berau, tidak ada salahnya melihat dan membeli batik dan tenun khas berau ini.
02:18Tim Liputan Kompas TV, Berau, Kalimantan Timur
Komentar