00:00Hati-hatian, jadi memang UGM ini nampaknya karena universitas sepuk, hati-hati banget ya, terheru gitu.
00:08Dan kemudian ini satu lagi, ini yang saya catat ini ucapan majelis, ya.
00:15Ada satu ucapan lagi, blunder UGM, tolong di garis bawah, blunder UGM.
00:20Jadi UGM, inilah kalau apa ya, terlalu hati-hati tapi malah keceblosan.
00:27UGM itu memberikan kepada kami surat berita acara dari Polda Metro Jaya yang berisi 505, 505 daftar dokumen.
00:43Tetapi dari 505 dokumen yang diserahkan oleh UGM ke Polda Metro Jaya itu, hampir semua dirahasiakan.
00:52Yang dibuka, yang bisa terbaca, cuma 12 jenis dokumen.
00:56Bayangkan, dari 505 cuma 12 dokumen yang bisa terbaca.
01:01Nah, tadi dipertanyakan oleh tim kami, sebenarnya 505 dokumen ini yang diserahkan UGM ini,
01:10apakah hanya soal dokumen terkait Jokowi pernah kuliah dari masuk kuliah tahun 1980 sampai lulus 195?
01:20Atau ada-ada dokumen-dokumen lain?
01:23Tadi ada yang nyelentuk ke saya, apakah ada dokumen Roy Surya, Tifa, dan Rizmon?
01:31Itu pertanyaan logika saja.
01:34Tadi belum dijawab.
01:37Saya tidak jawab.
01:37Ya, mereka menolak menjawab.
01:40Nah, itu blunder namanya.
01:42Nah, kemudian diingatkan UGM, next time, lain kali, kalau jawab aja yang diminta oleh pemohon.
01:48Kalau kami cuma minta 20, jawab aja yang 20.
01:51Jangan malah ngasih 505.
01:53Nah, itu, tapi kembali, UGM menyatakan itu adalah niat baik kami.
02:01Nah, ini beberapa kelucuan, keluguhan, kenaifan yang mengharukan yang saya alami dalam sitang kali ini.
02:12Dan saya kira itu saja dari saya, mungkin Mbak Liani mau...
02:15Saya tambahkan dulu ya.
02:16Ini kesimpulan saja.
02:18Jadi, sudah nyentuh nanti lanjutan dua minggu lagi.
02:20Oke.
02:21Ada institusi yang akan dipanggil saksi.
02:24Satu adalah, itu KPU, KPU RI, KPU Surakarta, KPU DKI Jakarta.
02:32Ini penting untuk mengkonfirmasi dua hal.
02:35Satu adalah, apakah betul KPU pernah melakukan verifikasi faktual atau tidak?
02:41Kalau dia melakukan verifikasi, ada surat atau tidak?
02:44Karena, UGM tidak memiliki dokumentasi.
02:48Oke.
02:49Sama juga di KPU RI dengan, apa, di KPU DKI dengan Surakarta.
02:54Itu yang pertama yang harus kita ini.
02:56Yang kedua, berkaitan soal legalisasi.
02:59Oke.
02:59Dari awal, UGM menyatakan bahwa ada yang tidak ada SOP,
03:03pada yang kita minta adalah SOP dan atau aturannya.
03:07UGM berdiri itu karena aturan, karena ada undang-undang gitu loh.
03:10Tidak akan mungkin orang disebut DO kalau tidak ada aturannya.
03:13Tidak mungkin orang disebut lulus kalau tidak ada aturannya.
03:16Itu dua.
03:17Yang ketiga, yang ketiga, yang terakhir adalah berkaitan soal kekahnya UGM menyatakan bahwa dikecualikan itu KHS.
03:26Kartu Hasil Studi.
03:29Alasannya apa?
03:30Karena ada nilai.
03:31Rektor UGM, Prof. Opa Emilia, sudah menyatakan bahwa Jokowi lulus,
03:40diterima masuk tanggal 28 Juli 1980.
03:45Lulus 23 Oktober 1985.
03:48Dengan IPK 2,5 lebih sedikit.
03:52Dan ditambahkan, memang minimal.
03:54Kok iya lulusan tercepat, tapi IPK-nya rendah?
04:01Gitu.
04:01Tapi itu adalah rahasia, itu adalah yang dikecualikan oleh UGM yang hadir di tempat tadi persidangan.
04:08Padahal rektornya sudah mengumumkan.
04:10Olah-olah.
04:11Terima kasih.
04:14Jadi, apa yang kita lalui ya, beberapa dalam dua persidangan ini adalah perjalanan panjang dari perjuangan kami ya,
04:30untuk membuktikan sesuatunya.
04:35Jadi, bahwa ijazah itu sudah menjadi kontroversi kan di masyarakat.
04:39Karena dia digunakan.
04:41Dan itu adalah untuk jabatan publik tertinggi di negeri ini.
04:46Jadi, bahwa itu harus melalui ke UGM dulu, ke KPU.
04:52Karena untuk meng-clearkan dua hal.
04:55Pertama, apakah ijazah ini valid?
05:00Maksudnya, ijazahnya benar.
05:01Atau bisa jadi ijazah itu valid, tapi dia mungkin keluar dengan tidak proses yang benar.
05:10Artinya mungkin tidak lulus, atau tidak pernah mengikuti perkuliahan.
05:15Nah, itulah step-step yang kami lalui.
05:18Dan untuk memuktikan, sah itu adalah dari dokumen-dokumen selama perjalanan akademik.
05:24Jadi, sebetulnya, saya tadi masih melihat UGM seperti buang badan.
05:30Ada ketika informasi itu dinyatakan terbuka,
05:33tapi UGM mencoba membelokan bahwa mereka tidak punya dokumen itu,
05:38atau tidak terdokumentasi.
05:40Itu salah satu cara buang badan.
05:43Padahal, itu mesinnya tercatat gitu kan.
05:46Jadi, UGM masih berusaha mengelak untuk memberikan dokumen yang kita minta.
05:55Kalau tidak lewat informasi itu dikecualikan,
05:59jika tidak adalah informasi itu tidak terdokumentasi,
06:03atau dokumen itu tidak terdokumentasi.
06:06Atau tidak ada.
06:07Itu kan cara mengelak.
06:08Nah, padahal ya, apa yang kita minta itu adalah dokumen dari pejabat publik.
06:18Sama dengan halnya ketika kita melamar pekerjaan,
06:24bawa ijazah, transkrip, itu adalah hak dari penerima kerja.
06:32Nah, ketika Bapak Jokowi melamar jadi pejabat publik,
06:37bahkan nomor satu, kita adalah penerima.
06:40Penerima beliau untuk bekerja pada jabat publik.
06:43Maka, kita berhak untuk dokumen tersebut.
06:46Artinya, harusnya dokumen yang kita minta itu semua adalah terdekat.
06:50Dan semuanya itu harusnya ada, masih ada.
06:54Termasuk prostek yang paling penting tadi adalah legalisasi.
06:58Kami menerima tiga versi legalisasi ijazah,
07:03tetapi UGM berusaha menelak, tidak terkompilitas pemintaan legalisasi.
07:08Ini akan jadi bom buat semuanya.
07:11Terima kasih.
07:13Ini penyepak semua ini.
07:16Tambah sedikit ya.
07:17Jadi, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
07:20Saya yang hadir di sini adalah untuk mempersamai
07:22sahabat-sahabat kita semuanya,
07:25prinsipel Dr. Leoni Lidia.
07:27Ini bukan orang lain.
07:29Beliau sudah bersama-sama saya,
07:31bersama-sama dengan Pak Lukas,
07:33bersama dengan Masyap.
07:34Kita juga membongkar adanya Jason Skrip
07:36ke dalam kegaduhan Sirekap,
07:39Sistem Informasi Rekapitulasi Pemilu.
07:41Dan kami juga waktu itu memenangkan juga di KIP
07:43dan terus berjalan.
07:45Jadi, artinya kita bongkar sebenarnya ke palsuan
07:48yang ada pada Pemilu tahun 2024 yang lalu.
07:52Jadi, saya bersama beliau-beliau.
07:54Dan saya mohon maaf, tadi memang agak terlambat
07:56karena saya dari acara di Buklomas sampai siang,
07:59tapi saya mengikuti terus melalui siang langsung
08:02dari teman-teman semua, terima kasih.
08:04Dan tadi saya setuju dengan apa yang disampaikan
08:06oleh Pak Lukas,
08:07bahwa telah terjadi bukan keterbukaan informasi publik,
08:12tapi ketutupan informasi publik.
08:14Jadi, harusnya uji konsepensi menjadi uji konspirasi.
08:18Karena apa yang seharusnya dibuka itu malah ditutup.
08:21Dan saya sebagai alumnis,
08:23bukan alumnis ya, lurusan UGM S1, S2,
08:27asli ya, bersama dengan Dr. Isman, bersama dengan Dr. Tifa,
08:31ini sangat menyayangkan.
08:32Statement yang saya lihat, statement yang aneh ya,
08:35sangat paradoks.
08:36Karena pada tanggal 15 April 2025 yang lalu,
08:39Wakil Rektor UGM,
08:42Prof Pening Udas Moro,
08:43itu dengan bangganya mengatakan,
08:45UGM memiliki predikat nomor 2 seluruh Indonesia PPID-nya.
08:50Kalau nomor 2 aja gagap kayak tadi,
08:53saya nggak bisa membayangkan yang lain-lain kayak apa.
08:55Karena tadi sampah betul bahwa UGM itu
08:58tidak memiliki pengetahuan terhadap keterbukaan informasi publik.
09:02Konyol sekali, tadi yang disampaikan.
09:05Informasi yang disampaikan termasuk,
09:06ya, 505 dokumen yang diserahkan ke Pol dan Metro,
09:10dan kemudian mostly semuanya dihitamkan.
09:13Itu kan merupakan sungguh sesuatu hal yang sangat-sangat aneh.
09:17Dan tadi tidak salah kalau sempat nama saya sempat di-sounding,
09:21karena pada saat pengumuman,
09:22kalau teman-teman lihat,
09:23pada saat podcast yang dilakukan oleh Rektor UGM,
09:27Prof. Dr. Ova Emilia,
09:30sebelum yang 3 menit 57 detik,
09:32tapi yang sekitar 20 menit yang lalu pun,
09:33nama saya juga disebut juga.
09:35Satu-satunya nama selain Joko Widodo yang disebut,
09:37itu nama saya juga.
09:39Apakah Roy Suryo kalau ditanya,
09:41juga akan disampaikan informasinya.
09:43Terus saya semua harus diberikan oleh UGM.
09:45Saya setuju ya, Dr. Leoni,
09:46UGM jangan buang badan.
09:48Tampak betul bahwa UGM itu sangat buang badan.
09:50Juga tadi ada pertanyaan dari lawyer,
09:53yang mengatakan soal IP.
09:55Ini menarik ya.
09:55Pada tahun 2013,
09:58pada sebuah acara di Umiltas Islam Indonesia,
10:01waktu itu hadir Prof. Mahfud MD,
10:04Jokowi Dodo,
10:05dan Buya Safi'i Ma'arik.
10:07Waktu itu ditanyakan betul,
10:09IP-nya berapa?
10:11Dan Jokowi menyatakan,
10:12IP-nya di bawah dua.
10:13Dan tidak pernah diralat sampai hari ini.
10:16Kalau diralat,
10:18yaudah kita maklum.
10:18Dia tidak pernah meralat.
10:19Padahal itu informasi yang disampaikan
10:21di sebuah kampus terkemuka.
10:24Artinya,
10:27hanya ada rukum kan?
10:28Dia bohong atau bohong?
10:30Ya gitu.
10:30Dua itu, dua-duanya bohong.
10:32Kalau memang dia IP-nya di bawah dua,
10:34nggak mungkin lulus.
10:35Pada evaluasi semester di Sarjana Muda.
10:39Dan,
10:40kalau kita perhatikan informasi terakhir kemarin
10:42dari Rektor UGM,
10:43ini sungguh membuka tabir malah.
10:45Dikatakan ada terminasi Sarjana Muda.
10:47Dan dia nggak bisa mengelak.
10:49Karena bukti di Polda Metro adalah
10:50Judisium Sarjana Muda.
10:52Teman-teman,
10:53yang tidak ada terminasi Sarjana Muda,
10:55seperti saya,
10:56itu nggak ada terminasi Sarjana Muda.
10:57Itu lima tahun itu cepat sekali.
10:59Dan lima tahun itu hanya bisa selesai
11:01kalau anak itu IP-nya tiga di atas.
11:04IP dua setengah.
11:05Maksimal ngambil 18.
11:07Dalam satu semester.
11:09Sekarang coba.
11:10Dengan kurikulum gabungan.
11:12122 plus 30 sekian.
11:14Itu berarti 150 sekian.
11:16Dibagi 18.
11:18Berapa tahun?
11:19Hampir sembilan tahun.
11:20Eh, maaf.
11:21Hampir empat setengah tahun.
11:22Empat setengah tahun itu harus dikurangi
11:24KKN yang dia satu semester sendiri harus dikurangi skripsi.
11:28Jadi semua teori itu harus selesai tiga setengah tahun.
11:32Nggak mungkin dengan IP yang hanya dua setengah.
11:35Lebih sedikit.
11:36Ini kebohongan lagi nih.
11:38Yang dibuka kemarin setelah tidak sengaja oleh Rektor UGM
11:41yang mengatakan IP Saudara Jokowi dua setengah.
11:44Lebih sedikit.
11:45Memang minimal.
11:46Tidak mungkin seorang anak pada zaman itu lulus lima tahun.
11:50Tapi dengan IP dua setengah.
11:52Saya sendiri mencanat.
11:54Dan saya punya buktinya.
11:55Beberapa dosen UGM terkemuka.
11:56Seperti Pak Hasani Simon.
12:00Itu pun lulusnya tujuh tahun.
12:02Safri Awang.
12:03Profesor sekarang.
12:04Itu lulusnya di atas lima tahun.
12:06Kemudian ada juga Pak Kasmujo.
12:08Itu juga lulusnya enam tahun lebih.
12:11Masa seseorang itu bisa lulus lima tahun dengan IP dua setengah lebih sedikit.
12:16Jadi ini saya kira harus dipungkar.
12:18Termasuk juga tadi meskipun tidak ada legalitasnya untuk KIP.
12:24Tapi pertanyaan dari salah satu lawyer tadi yang mengatakan pakai kaca mata atau tidak itu menarik sekali.
12:30Karena terbukti setiap orang yang melihat, orang waras ya.
12:33Lihat wajahnya di Pasoto dengan wajahnya di Wajah Sekarang.
12:37Itu nusah sama sekali.
12:38Tidak ada begitu.
12:39Jadi sekali lagi saya hadir di sini untuk membersamai tim Bonjowi.
12:43Bersama Pak Lukas Warso, Pak Syam, Bu Dr. Leoni Lidia, dan juga kawan-kawan yang lain.
12:50Bersama juga lawyer Pak Petrus.
12:52Itu agar maju terus.
12:53Kita bersama-sama.
12:55Dan saya juga sebentar lagi akan ke Mahkamah Konstitusi untuk membersamai Dr. Bonatua Hasilalahi.
13:00Yang akan melakukan gugatan terhadap seseorang yang sedang dicari-cari legalitasnya ketika dia melakukan,
13:09yang mendapat surat penyataan kelulusan dari, atau penyetaraan dari Dirijen Dikdasmen yang kemarin juga tidak bisa menjawab di sini.
13:17Apa yang dicari-cari?
13:18Nah ini, dia lagi mencari.
13:19Dia sedang mencari.
13:21Mencari kelulusannya.
13:24Jadi dia mencari.
13:25Mencarinya tidak ketemu.
13:27Dan nanti kan tidak ketemu karena surat pernyataannya itu pun yang dari Dirijen Dikdasmen yang kemarin juga kita bahas di sini.
13:32Itu sangat jagal.
13:34Dan waktu itu Dirijen Dikdasmen mengatakan, oh itu ada poin-poin.
13:38Jelas betul, tidak boleh mengatakan hanya ada poin-poin.
13:40Ada 11 poin.
13:4111 poin itu termasuk rapor 3 tahun.
13:44Tidak ada itu rapor 3 tahun.
13:45Surat pernyataan dari UTS Insert.
13:46Tidak ada juga.
13:47Saya pulang dari Australia membawa 5 contoh.
13:50Rekan tahun lulus 2005.
13:52Tidak ada satupun yang mengenal.
13:54Ini sama dengan Pak Agus.
13:57Sahabat saya.
13:58Dan kami berdua berangkat dengan uang sendiri.
14:01Tidak ada bohir, tidak ada apapun.
14:04Raksi penuh.
14:05Visa bayar sendiri.
14:07Tiket.
14:08Jadi itu clear ya.
14:09Jadi sekali lagi teman-teman terima kasih semuanya.
14:11Hari ini kita makin membuka.
14:13Dan ini makan terbuka.
14:14KIP nanti akan membongkar.
14:16MK akan membongkar.
14:17Dan masyarakat yang paling penting dibantu teman-teman media dan YouTuber itu akan terus membongkar kepalsuan ini.
14:25Terima kasih.
14:26Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
14:31Media harus berani.
Komentar