00:00Terima kasih Anda masih bersama kami di wawancara khusus eksklusif bersama Presiden Ketujuh Republik Indonesia, Bapak Jokowi Dodo.
00:13Pak Jokowi, tadi Bapak menyebutkan bahwa di era ekonomi kecerdasan ada lapangan kerja yang akan terbuka.
00:21Tapi apakah bisa dimaknai artinya banyak juga lapangan kerja yang bisa tergantikan?
00:27Ya dengan catatan asalkan ya, asalkan kita mempersiapkan, kita mengenalkan, kita mentraining.
00:36Kita itu siapa? Ya pemerintah, ya industri, ya private sector mempersiapkan betul, mentraining betul.
00:45Sehingga generasi muda kita, pelajar kita, masyarakat kita tahu, mengerti, mengenai itu di AI, coding, algoritma, dan juga mesin renik.
00:58Kalau mereka tahu mengenai itu, artinya apa? Digital literasi mereka meningkat, kemudian skill mereka meningkat, ya.
01:10Sangat mudah untuk masuk ke kesempatan kerja yang ada di era ekonomi kecerdasan.
01:20Yang paling penting itu saja.
01:21Iya, dan kalau dari periode Bapak memimpin, selama 10 tahun dilanjutkan sekarang ke Bapak Presiden Prabowo,
01:30ke Bapak Wakil Presiden Mas Gibran, sebenarnya Indonesia sudah ada di tahapan mana Pak untuk ekonomi kecerdasan ini?
01:38Dan indikatornya apa soal ini?
01:40Tadi saya sampaikan infrastrukturnya, kemudian kita telah, sebagian besar sudah kita miliki, tinggal memperbaiki dan menambah.
01:58Kemudian kalau indikator untuk tadi yang ditanyakan, saya rasa kita bisa melihat digitalisasi di bidang pelayanan publik.
02:12Saya kira kita meningkat, melompat, sehingga pelayanan publik lebih cepat dan lebih baik.
02:19Kemudian juga yang berkaitan dengan pembangunan sumber daya manusia juga.
02:30Kalau kita lihat, juga telah kita kejar meskipun masih perlu diperbaiki lagi.
02:38Kemudian indikator yang lain, tumbuhnya startup, ada unicorn di negara kita yang banyak se-apa artinya ekosistem yang mendukung ke arah.
02:58Itu juga bisa kita perbaiki.
03:03Dan juga saya kira yang penting memang nanti adalah regulasi yang mendukung tumbuhnya sebuah ekosistem untuk mendukung masuknya kita ke ekonomi kecerdasan, intelijen ekonomi.
03:25Saya tertarik dengan sejumlah poin yang Bapak sampaikan tadi soal infrastruktur, sumber daya manusia, soal regulasi.
03:32Saya ke soal sumber daya manusia dikaitkan dengan literasi digital yang harus kita miliki.
03:37Yang masih jadi tantangan saat ini Bapak, dari mulai ekonomi digital ke ekonomi kecerdasan adalah masih belum meratanya soal literasi digital ini.
03:46Dari Sabang sampai Merauke.
03:48Menurut Bapak, bagaimana menjawab tantangan ini agar kita punya literasi digital yang kuat secara merata?
03:54Ya tugas pemerintah, tugas kita semuanya, tugas sektor swasta untuk bersama-sama mengenalkan kepada masyarakat mengenai tadi AI, coding, algoritma, mengenai mesin learning bersama-sama.
04:14Dan training, pelatihan-pelatihan harus dilakukan di merata di seluruh tanah air agar kita nanti bisa masuk ke era ekonomi kecerdasan ini betul-betul dalam posisi yang siap.
04:36Karena menurut perkiraan saya, dalam lima, sepuluh, atau lima belas tahun yang akan datang akan terjadi revolusi besar dalam penggunaan artificial intelligence.
04:56Yang kedua revolusi besar juga dalam penggunaan humanoid robotik.
05:02Nah ini, apa, perubahan besar ini harus kita antisipasi dengan menyiapkan infrastruktur, menyiapkan sumber daya manusia, menyiapkan regulasi yang mendukung ke arah itu.
05:18Iya, dan ini jadi tugas pemerintah terutama ya Pak ya, dan Bapak sudah memulai ini ya untuk keterampilan digital, sejak itu Bapak jadi konsernya salah satunya untuk keterampilan ya?
05:29Masa, tapi masih memerlukan banyak sekali perbaikan-perbaikan untuk dalam rangka mengejar ke era ekonomi kecerdasan.
05:40Karena langkah yang kita butuhkan juga akan jauh lebih cepat dari ekonomi digital itu ya Pak?
05:44Iya, betul.
05:45Dan kalau bicara soal tadi AI, keterampilan soal kecerdasan buatan, kita berlomba ada yang namanya humanoid robotik.
05:57Tapi pada yang kita lihat dalam akhir-akhir ini, beberapa tahun terakhir, yang jadi kekhawatiran justru AI digunakan, disalahgunakan.
06:06Untuk misinformasi, untuk keamanan data yang terancam karena itu.
06:12Bapak bagian melihatnya.
06:13Itu yang saya kamatir, itu yang saya sangat kamatir, dan itu yang saya takut.
06:19Jadi penggunaan AI, nantinya penggunaan humanoid robotik, itu hal yang tidak baik.
06:27Sehingga sekali lagi dibutuhkan regulasi yang ketat dalam rangka mengontrol penggunaan AI, penggunaan humanoid robotik.
06:40Sehingga betul-betul barang ini berguna bagi kehidupan kita.
06:45Berguna bagi ekonomi kita, justru tidak apa yang tadi kita khawatirkan akan merusak sendi-sendi kehidupan kita.
06:59Sekali lagi, diperlukan regulasi aturan yang ketat dalam rangka mengontrol penggunaan AI, mengontrol penggunaan humanoid robotik.
07:11Dan ini memang harus disiapkan segera, didiskusikan segera oleh kita bersama, sehingga aturan mainnya menjadi jelas.
07:21Regulasi ini memang sulit ya Pak, apalagi untuk mengejar teknologi yang semakin cepat, seringkali aturan yang tertinggal di belakang.
07:29Ya, biasanya memang swasta lebih cepat dari regulasi.
07:34Teknologi juga lebih cepat dari regulasi.
07:36Ini yang harus menjadi konsen kita bersama.
07:43Ya, regulasinya tapi harus diimbangkan juga dengan literasi digital.
07:47Jadi banyak sekali faktornya, tapi Bapak yakin Indonesia sanggup untuk mengadati era ekonomi kejadasan ini Bapak?
07:57Ya tadi, asalkan tadi.
07:59Asalkan ya.
08:00Pakai asalkan, asalkan kita segera memperbaiki infrastruktur yang kurang, infrastruktur fisik, infrastruktur digital.
08:07Yang kedua, juga asalkan kita segera juga mentraining, mengenalkan AI, coding, algoritma, dan machine learning kepada generasi muda, kepada masyarakat.
08:21Yang ketiga tadi, regulasi yang ketat yang harus kita segera siapkan.
08:27Kalau ini semuanya dikerjakan ya, artinya kita siap menghadapi era kejadasan.
08:34Karena memang ini adalah masa-masa ekstrim, di mana perubahan itu akan, perubahan itu akan, akan, akan sangat drastis sekali.
08:44Ini mungkin, mungkin akan seperti revolusi industri di tahun 1760.
08:50Saat itu dari pertanian tradisional masuk ke era mekanisasi, era industri manufaktur, dan juga era urbanisasi masuk ke kota.
09:06Ini yang mungkin akan, kejadiannya akan seperti itu.
09:11Sehingga saat itu produktivitas globalnya naik drastis, produktivitas nasional di beberapa negara juga naik drastis karena bisa mengikuti perubahan zaman pada saat itu.
09:26Ini zaman Raja, Raja Jos ketiga ya.
09:33Sehingga saya Raja Jos ketiga.
09:35Saya rasa apa, akan kejadian itu mungkin dalam 5, 10, 15 tahun yang akan datang akan kejadian,
09:47yaitu produktivitas globalnya naik drastis karena adanya penemuan-penemuan teknologi, terutama AI dan humanitropotik.
10:01Iya, patanan dunianya akan berubah drastis, jadi kita harus siap untuk itu.
10:07Berkali-kali Bapak menekankan soal infrastruktur, SDM, regulasi, regulasi lagi.
10:14Regulasi ini yang jadi kendala tadi, regulasi dengan teknologi, regulasinya di belakang, teknologi sudah maju di depan.
10:21Yang jadi kendala adalah regulasi ini butuh waktu.
10:24Baik itu dari sisi pemerintahnya, aturan-aturan yang ada di sektor usaha, di sisi lain juga pendidikannya, institusi, itu semua butuh waktu.
10:32Apa artinya untuk pembuatan regulasi butuh lebih ringkas juga untuk mengejar ini, Bapak?
10:40Ya, kita memang harus berubah semuanya.
10:43Kalau dulu-dulu pembuatan undang-undang, pembuatan regulasi, pembuatan aturan-aturan memberikan waktu lama,
10:50sekarang memang harus cepat.
10:51Karena ini eranya era real time, jadi semuanya diolah secara real time,
11:02untuk menghasilkan sebuah keputusan yang cepat dan tepat.
11:08Kalau enggak masih lagunya masih lagu lama terus, ya kita harus ngomong apa adanya, kita akan ditinggal.
11:17Kita akan ditinggal.
11:18Jangan sampai ditinggal.
11:19Kalau lagu lama, kasetnya rusak ya Pak ya, jadi itu tidak boleh terjadi.
11:23Nah, dengan ini artinya butuh ada keinginan, ada kemauan.
11:29Begitu kan Pak?
11:30Kemauan untuk mengubah regulasi tadi, kalau masih pola lama ya tidak akan bisa.
11:35Memang harus dirubah, memang harus dirubah.
11:37Meskipun birokrasi itu seringkali selain begitu ya Pak?
11:39Dan jangan lupa, AI ini sekarang sudah di negara-negara lain sudah mulai digunakan secara masif.
11:47Kita juga sudah di beberapa perusahaan sudah menggunakan juga AI, karena perkembangannya sangat cepat sekali.
11:58Kalau kita lihat sekarang apa, Deep Seek yang dimiliki oleh Liang Beng Feng dari China, kemudian Google yang sekarang sudah punya Gemini.
12:19Gemini, Gemini, Gemini juga sudah, ada juga Mark Zuckerberg sekarang juga sudah punya meta AI.
12:32Saya kira ini kecepatan teknologinya sangat cepat sekali.
12:39Sehingga kalau kita tidak ikut mengejar, akan betul-betul akan ketinggal.
12:48Kalau negara berkembang atau negara maju sudah punya sejumlah indikator tadi, infrastruktur, SDM, dan juga regulasinya sudah menuju ke sana.
12:58Tapi untuk negara-negara yang berpenghasilan rendah, setidaknya untuk masuk ke era ini, apa yang harus dilakukan Pak?
13:06Itulah yang menjadi problem besarnya di situ nanti.
13:10Sehingga kalau ini tidak negara berkembang, negara yang berpendapatan rendah, tidak menyiapkan infrastruktur.
13:20Karena menyiapkan infrastruktur juga memerlukan anggaran.
13:23Nah, problemnya di situ, di anggaran.
13:25Nah, kalau problemnya di situ, saya kira memang yang paling penting kerjasama, kolaborasi dengan negara lain, dengan investor itu diperlukan oleh mereka.
13:35Untuk agar infrastruktur menjadi siap.
13:40Kemudian SDM juga menjadi masalah besar juga.
13:42Ini sehingga memang apa yang saya takutkan adalah gap antara negara yang berbedakan rendah dengan negara maju semakin lebar.
13:52Karena adanya penemuan-penemuan teknologi baru ini.
13:57Terutama AI dan humanoid robotik.
14:01Kalau pola pikirnya harus baru, kalau perangkatnya harus baru, ekosistemnya harus baru, berarti harus ada yang di redefinisi.
14:10Harus ada yang didefinisikan ulang soal ekonomi kecerdasan ini.
14:14Apa saja Pak? Jawabnya, saya jeda.
14:16Kami segera kembali.
14:17Kita harus siap.
Komentar