Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, menerima dua kantong jenazah pada Senin dini hari yang diduga milik Alvaro Kiano Nugroho. Tim forensik Rumah Sakit Polri masih melakukan pengambilan data ante mortem untuk keperluan identifikasi.

Terkait dengan kasus meninggalnya Alvaro, kita akan membahasnya lebih lengkap dengan AKP Citra Ayu, Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polres Metro Jakarta Selatan.

#alvaro #anakhilang #alvarohilang

Baca Juga Alvaro Dibunuh Ayah Tiri, Motif Dendam ke Ibu Korban di https://www.kompas.tv/regional/633276/alvaro-dibunuh-ayah-tiri-motif-dendam-ke-ibu-korban

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/633279/full-polisi-ungkap-peran-pelaku-pembunuhan-alvaro-pura-pura-cari-korban-untuk-kelabui-polisi
Transkrip
00:00Saudara Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur menerima dua kantong jenazah yang diduga milik Alvaro.
00:09Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur menerima dua kantong jenazah pada Senin Dinihari yang diduga merupakan milik Alvaro Kiano Nugroho.
00:19Tim Forensik Rumah Sakit Polri masih melakukan pengambilan data anti-mortem untuk keperluan identifikasi.
00:30Dua kantong, diduga korban, disitu tertulis Master E, yaitu pada hari Senin jam 00.45.
00:43Dan saat ini kami sedang lakukan pemeriksaan luar dan dalam sesuai dengan permintaan dari penyedik.
00:50Untuk sekarang, ada pihak keluarga yang datang, Pak, untuk memberikan senjata?
00:54Kita lagi berproses, kita koordinasi dengan penyedik untuk mengambil data anti-mortem.
01:00Terkait dengan kasus meninggalnya Alvaro, kita akan membahasnya lebih lengkap dengan AKP Citra Ayu,
01:07Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polres Metro Jakarta Selatan.
01:12Selamat malam, Bu Citra. Apa kabar?
01:16Selamat malam, Mbak Valian. Terima kasih atas waktunya.
01:19Sebelumnya kami, jajaran Satres Krim Polres Jakarta Selatan, mengucapkan turut berduka cita yang mendalam terhadap keluarga almarhum.
01:26Semoga senantiasa diberikan kekuatan dan juga ketambahan.
01:29Amin. Doa yang sama dari redaksi Kompas TV dan juga seluruh masyarakat Indonesia untuk keluarga Alvaro.
01:35Bu Citra ini bisa diceritakan kronologi kasusnya, sampai akhirnya Alvaro ditemukan 8 bulan kemudian.
01:42Kenapa ini seolah membutuhkan waktu lama untuk menemukan Alvaro?
01:45Baik, jadi berangkat dari hilangnya anak korban AKN ini pada tanggal 6 Maret 2025,
01:54di mana awalnya korban ini berangkat menuju masjid, kemudian tidak kembali ke rumah.
02:00Berawal dari situ, kakek korban dengan inisial T membuat laporan terkait hilangnya korban AKN ini pada tanggal 7 Maret 2025.
02:07Dan tentunya dari laporan tersebut, anggota melakukan penelusuran TKP hilangnya korban,
02:13dan juga mengumpulkan informasi dari saksi-saksi yang mengetahui ataupun memiliki keterkaitan dengan korban.
02:19Sampai kemudian pada akhirnya, pada Jumat 21 November kemarin kami berhasil mengamankan pelaku penculikan terhadap korban,
02:27di mana pelaku ini merupakan bapak diri dari korban.
02:32Oke, dalam prosesnya ini sampai 8 bulan untuk menemukan anak hilang, ini apa kendalanya Bu Citra?
02:40Ini lama sekali loh.
02:43Baik, tentunya kami dalam 8 bulan ini dari menerima laporan kakeknya Alvaro pada 7 Maret,
02:52kami melakukan penyelidikan, kemudian kami juga melakukan pendalaman terkait saksi-saksi,
02:58informasi yang diberikan oleh saksi-saksi yang tentunya tidak sedikit Mbak Valen ya.
03:03Kemudian kami, selain itu kami memang mencari informasi yang ada keterkaitannya dengan korban ini,
03:11baik itu keluarga yang di Batam, kemudian di Sukabumi,
03:15kemudian kami juga melakukan pendalaman ke Cipinang, dan juga terakhir ke Bogor.
03:19Hingga akhirnya dari semua informasi-informasi yang mungkin luas, banyak, masif ya,
03:27kami lakukan pengerucutan, hingga pada saat, pada waktunya kemarin ya, tanggal 21 November ini,
03:35kami melakukan pengamanan terhadap pelaku,
03:38dan tentunya kita mengumpulkan dulu bukti-bukti, alat bukti yang cukup,
03:42sehingga kita dapat mengamankan pelaku yang diduga melakukan penculikan terhadap korban ini.
03:48Oke, Bu Citra tadi juga yang menarik dalam konferensi pers disampaikan,
03:52bahwa untuk kemudian menemukan Alvaro, ini ada peran dari tersangka,
03:59yang seolah mengelabui polisi untuk kemudian melapor ke Polsek,
04:03untuk kemudian memberikan keterangan-keterangan pasti,
04:06sampai akhirnya ternyata ditemukan bahwa dirinya ini adalah tersangka,
04:11atau alias ayah sambungnya begitu.
04:13Nah, ini bagaimana tersangka kemudian dapat ditangkap hingga jejak kriminalnya terendus polisi?
04:20Baik, jadi memang selama ini, tersangka ini yang merupakan memang bapak tiri dari korban ya,
04:27ada ya, ada di sekitar, kemudian justru berpura-pura nih,
04:31berpura-pura turut serta aktif dalam pencarian korban,
04:35itu tadi mengaburkan fakta-fakta dan juga alibi,
04:37bahkan menurut informasi yang kami dapatkan bahwa tersangka ini aktif,
04:45turut aktif menyebarkan brosur-brosur terkait hilangnya korban,
04:51kemudian mengapa akhirnya kami melakukan pengerucutan terhadap terduga pelaku ini,
04:59kita duga pelaku, kemudian kita amankan dan kita naikkan status menjadi tersangka,
05:02tentunya ada peran serta dari keterangan saksi-saksi dan juga ada saksi kunci kami juga,
05:10kemudian adanya juga kita penelusuran terhadap bukti-bukti digital,
05:15ya dimana setelah kita kumpulkan alat bukti yang kuat, alat bukti yang cukup,
05:19barulah kita bisa menentukan dan merindus.
05:22Apa itu keterangan, apa bu Citra, keterangan yang didapat oleh polisi
05:26sehingga akhirnya jejak kriminalnya dari ayah tirinya ini terendus?
05:31Baik, jadi memang ada saksi kunci yang menyampaikan kepada kami
05:36bahwa ada keterkaitan dari Bapak tirinya,
05:41jadi kan memang sebenarnya Bapak tirinya ini kan mendampingi saksi kakek T,
05:46kakeknya korban untuk melaporkan ke kepolisian,
05:51kemudian turun serta aktif,
05:53jadi memang sebenarnya dari awal sempat kita juga,
05:58ya semua kita curigai ya, semua kita curigai termasuk si tersangka ini.
06:05Ada dugaan bahwa ayah tiri ini memiliki motif dendam begitu
06:10yang akhirnya membuat bahwa kriminalitas ini terjadi?
06:13Saya konfirmasi kepada Anda.
06:15Baik, jadi memang setelah kita lakukan pendalaman terkait,
06:19itu tadi ya pendalaman terkait bukti digital,
06:21akhirnya kita bisa menemukan dari history chat tersangka kepada nomor-nomor tertentu
06:29di mana dia masih mengatakan bahwa memang tersangka ini dendam,
06:35kesal dan ingin balas dendam terkait dengan adanya dugaan atau temuan yang dia temukan,
06:43terkait dugaan persingkuhan yang dilakukan oleh ibu korban ataupun istrinya.
06:47Oke, Bu Citra terakhir, singkat saja, kapan jenazah Alvaro bisa diserahkan ke pihak keluarga?
06:55Untuk saat ini memang temuan tulang yang kita temukan kemarin itu,
07:01memang tadi sudah disampaikan juga kepada dokter,
07:03itu kan memang mengarah kepada terduga korban.
07:07Tapi kan memang untuk pastinya kami perlu,
07:11ahli dokter perlu melakukan pengecekan data antemortem,
07:14lalu akan dilakukan juga tes DNA,
07:19dan tentunya dalam segera mungkin apabila data-data tersebut sudah cukup,
07:25sudah dapat dikumpulkan,
07:28tentunya kami akan segera menyerahkan kembali,
07:31agar tentunya korban AFA ini dapat dimangkamkan dengan layak.
07:35Oke, berarti seluruh pemeriksaan identifikasi termasuk juga antemortem
07:39yang diambil kepada pihak keluarga tes DNA begitu sudah dilakukan oleh RS Polri ya, Bu?
07:44Iya, jadi kita memang juga dari sampel tulang itu,
07:48kemudian kan kita juga menunggu kepulangan dari Ibu Bunda dari AFA ini sebagai sampel pembandingnya,
07:55nanti apabila mungkin sudah cukup,
07:57nanti kita segera mungkin kita pasti akan kembalikan kepada ke keluarga.
08:00Oke, berarti sampel pembanding daripada Ibu kandung saat ini masih ditunggu,
08:04dan nantinya akan diperiksa juga oleh RS Polri.
08:06Baik, terima kasih sudah berbagi informasi bersama kami di Kompas Malam Kompas TV,
08:12Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polres Metro Jakarta Selatan,
08:15AKP Citra Ayu.
08:16Salam sehat selalu, Bu Citra.
08:18Terima kasih.
08:19Baik, terima kasih.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan