Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 8 bulan yang lalu
KOMPAS.TV- Fenomena keracunan akibat makan bergizi gratis atau MBG menjadi pusat perhatian. Terutama yang terjadi di Bandung Barat, bahkan peristiwa itu dinyatakan sebagai kejadian luar biasa atau KLB. Melansir dari Kompas.id. mulai dari Januari hingga September 2025 MBG telah bergulir, selama itu pula tercatat sudah ada 5.360 anak yang mengalami keracunan.

Menanggapi hal itu, Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang menegaskan soal mengambil tindakan hukum bagi pihak yang tidak bekerja sesuai dengan aturan yang ada. Sebab keracunan itu bisa timbul akibat bahan makanan, proses pembuatan, penyajian, hingga pendistribusian MBG yang dinilai tak memenuhi standar.

Sementara itu, di Surabaya, salah satu mitra program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG yakni Dapur Nikmat Barokah menjelaskan bahwa mereka menjaga kualitas makanan untuk kebutuhan gizi pelajar dan penerima manfaat MBG. Salah satu cara menjaga kebersihan adalah para pegawainya menggunakan alat pelindung diri atau APD untuk mencegah penyebaran bakteri.

Sahabat Kompas TV, berikan tanggapan Anda mengenai berita tersebut, tulis dengan bijak di kolom komentar ya!

Baca Juga Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto Resmikan 339 Dapur SPPG di Boyolali| JMP di https://www.kompas.tv/regional/619733/panglima-tni-jenderal-agus-subiyanto-resmikan-339-dapur-sppg-di-boyolali-jmp

Editor Video: Joshua Victor

#keracunanmbg#naniksdeyang#wakilkepalabgn#mbg#sppg#makanbergizigratis

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/619735/kronologi-keracunan-mbg-korban-tembus-5000-orang-wakil-kepala-bgn-nanik-s-deyang-tegaskan-ini
Transkrip
00:00MBG atau program makan bergizi gratis tak terasa sudah berjalan selama 9 bulan pada bulan September 2025 ini.
00:16Melansir dari kompas.com
00:18Sejak tanggal 6 Januari 2025, MBG sudah memberikan manfaat bagi 20 juta orang setiap harinya,
00:25yakni untuk siswa sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
00:30Kendati demikian, angka itu masih dianggap jauh dari target untuk tahun ini,
00:35yakni 82,9 juta penerima manfaat.
00:39Tetapi, angka itu melampai program serupa yang dilakukan oleh Brazil.
00:43Diketahui, Brazil butuh 11 tahun untuk 40 juta penerima manfaat per hari.
00:48Untuk memperbaiki gizi 82 juta anak-anak Indonesia dan ibu-ibu hamil.
01:01Sudah-sudah sekalian, sekarang kita telah mencapai kemajuan yang membanggakan.
01:08Dan pagi ini, saya mendapat laporan dari Badan Gizi Nasional,
01:16sudah 20 juta anak sekolah.
01:19Anak belum sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui,
01:25sudah menerima makan bergizi gratis setiap hari.
01:29Presiden Prabowo Subianto menegaskan,
01:32walau baru 8 bulan berjalan,
01:35makan bergizi gratis sudah memberi manfaat bagi penerimanya.
01:39Misalnya saja, meningkatnya kehadiran anak sekolah berikut dengan prestasinya.
01:43Pada bulan Agustus tercatat sudah ada 5.800 satuan pelayanan pembunuhan gizi di 38 provinsi di Indonesia.
01:52Tetapi, berdasarkan data yang ada,
01:55sebanyak 5.000 anak mengalami keracunan akibat makanan bergizi gratis.
02:01Sejak program MBG diluncurkan Januari 2025,
02:04kasus keracunan makanan terjadi di berbagai daerah.
02:06Jumlah korban mencapai lebih dari 5.360 anak hingga peratangan September 2025.
02:14Salah satu kasus yang terjadi dibau-bau pada 16 September 2025.
02:19MBG datang terlambat dan disajikan dalam kondisi tidak layak.
02:23Akibatnya, 46 siswa keracunan dan 37 diantaranya harus dirawat.
02:28Pada 17 September 2025,
02:31kembali terjadi di Banggai Kepulauan di Selawesi Tengah.
02:34Sebanyak 157 siswa keracunan setelah menyentap ikan cakalang
02:38dari dapur SPPG yang diduga
02:40karena pemasok ikan tidak memenuhi standar.
02:44Masih di hari yang sama, tanggal 17 September 2025,
02:48siswa di Garut mengalami mual, muntah.
02:51Diduga karena menyentap makanan dari program makan bergizi gratis.
02:55Pihak Dinas Kesehatan melakukan investigasi
02:57untuk mencari apa penyebab pasti dari keracunan masal ini.
03:00Dari 649 siswa di salah satu kecamatan Kadung Dora,
03:05petugas telah memeriksa 150 siswa
03:07dan ditemukan 15 siswa
03:09harus mendapatkan penanganan medis dari Tuskesmas.
03:1324 September 2025,
03:16di Kabupaten Bandung Barat,
03:18tepatnya di Gor Kecamatan Cipongkor,
03:20pelajar mengalami ulu hati,
03:22mual, muntah,
03:24dan sakit kepala.
03:25Mereka dikembulkan di satu tempat.
03:27Diketahui mereka mengalami keracunan
03:29setelah 2 jam mengonsumsi makanan dari program MBG.
03:33Iis, orang tua dari salah satu siswa, mengatakan,
03:36menurut anaknya,
03:37daging yang disajikan mendapatkan bau kurang sedap.
03:41Anaknya awalnya tak masalah
03:42mengonsumsi makanan dari MBG,
03:44namun malamnya mengalami mual dan juga muntah.
03:47Maksa pengen masuk sekolah,
03:49walaupun saya disuruh jangan sekolah dulu ya,
03:53kata saya juga.
03:55Tapi dia tetap ke sekolah ya.
03:56Tadi di sekolah ada telepon,
03:58katanya kampuh lagi,
04:00langsung dibawa lagi ke sini,
04:01sekarang udah dirawat lagi,
04:03Alhamdulillah udah diimpus.
04:05Tapi mudah-mudahan untuk yang kedua kalinya,
04:08mudah-mudahan semuanya sehat,
04:12tidak ada kejadian terulang
04:13untuk saat ini meresahkan semuanya,
04:17sebuah, pada seluruh orang tua juga meresahkan.
04:21Mirna Herawati, salah satu guru, mengatakan,
04:24dari omprengan yang terlalu lama,
04:26bisa menyebabkan makanan jadi kurang segar untuk disantap.
04:29Katanya kemarin dengar yang dari SMK PBB ya,
04:35SMK PBB katanya dari omprengannya yang terlalu lama dibiarkan,
04:39jadi si makanannya itu kepanasan gitu.
04:43Ya, jadi, dan apa namanya teh,
04:47dagingnya juga kayak tanya teh,
04:49nggak layak konsumsi, bilangnya gitu.
04:53Ada yang kemarin yang kritis,
04:54katanya abis beberapa makanan,
04:58makannya dia sampai kritis.
05:00Kemarin, udah, segitu aja.
05:02Oke, oke, siap-siap.
05:04Kalau sekarang nggak tahu ini apa,
05:06sekarang kan baru ininya masih pagi juga.
05:09Ada berapa ngurit ibu yang dibawa,
05:11dan keluhannya ini seperti apa aja, boleh mau tolong dijelaskan ibu?
05:14Katanya kemarin keluhannya sesek nafas,
05:17kejang-kejang, sama muntah-muntah juga,
05:19kebanyakan pusing ya,
05:21kebanyakan pusing kayak sekarang,
05:23muntah-muntah juga sama kejang-kejang.
05:25Sehari sebelumnya,
05:26tepatnya 23 September 2025,
05:29sebanyak 364 siswa sekolah di Kabupaten Bandung Barat
05:33keracunan MBG,
05:34dan ditetapkan sebagai kejadian luar biasa.
05:38Bupati Bandung Barat,
05:39JJ Ricci Ismail mengatakan,
05:4185 SPBG di Bandung Barat
05:44belum memiliki sertifikat laik higienis dan sanitasi.
05:47Hal itu, ya katakan,
05:48setelah JJ menjenggu korban keracunan MBG di Cipongkor.
05:51Saat ini juga kita melakukan investigasi terhadap dapur,
05:57karena mulai dari perizinan,
05:59terus kemudian standarisasi pengelolaan makanan,
06:02kita harus kita cek,
06:03kalau memang belum layak,
06:04ya kita harus melakukan perbaikan.
06:07Dan khusus untuk dapur di Cipongkor ini,
06:09kita tutup dulu untuk kita lakukan investigasi.
06:13Pak, untuk pembagian MBG kan masih berlangsung,
06:16Pak ya hari ini di wilayah Cipongkor,
06:17akan ada kebijakan untuk menghentikan
06:19sementara semua di Cipongkor?
06:20Untuk dapur Cipongkor,
06:22ini kita melakukan evaluasi terhadap semua MBG.
06:25Yang di Cipongkor, Pak?
06:26Iya.
06:27Tapi semuanya juga tetap kita lakukan evaluasi,
06:31karena ada data yang saya dapat,
06:3485 dapur memang masih belum memiliki
06:36sertifikasi sehentian seperti itu.
06:39Ini di BKB, Pak?
06:42Yang kita stop, ini yang di Cipongkor.
06:45Pak, yang belum ada sertifikasi,
06:47itu yang di wilayahnya saja, Pak?
06:48Hal, sampai semua.
06:49Jadi kita akan melakukan melalui BGN ya?
06:55Dan dinas terkait untuk segera memproses
06:57supaya semua bisa bersertifikat,
06:59sehat, dan layak.
07:01Penyebab keracunan makanan MBG yang menimpa
07:03anak-anak terkait dengan persiapan
07:05dan penanganan makanan yang kurang tepat.
07:08Beberapa faktor diantaranya adalah
07:09bahan baku yang tak layak,
07:11makanan kurang matang,
07:12penyimpanan yang tidak higienis,
07:14dan jarak yang terlalu lama
07:15antara makanan dimasak sampai dikonsumsi.
07:18Bakteri penyebab keracunan itu
07:19antara lain Staphylococcus sp,
07:22Ekseresia coli,
07:23dan juga Salmonella sp.
07:25Bakteri itu muncul karena
07:26bahan baku yang tercemar,
07:27proses masak yang kurang layak,
07:29dan alat masak yang kotor.
07:30Berikutnya, soal waktu dan penyimpanan.
07:33Ternyata, MBG dimasak dengan
07:35waktu yang terlalu awal,
07:37yakni sejak dini hari,
07:39dan untuk dimakan pada siang hari.
07:42Makanan dibunggu saat masih panas
07:43dan memicu uap air,
07:45sehingga bakteri muncul
07:47dan akibatnya makanan jadi basi.
07:49Tak hanya itu,
07:51bahan baku yang tak segar
07:52juga menjadi salah satu faktor MBG
07:54membuat anak-anak mengalami keracunan.
07:56Misalnya saja,
07:58ayam dan sayuran yang sudah busuk
08:00atau terkena pesticida.
08:01Terakhir, MBG perlu tata kelola
08:04dan pengawasan yang baik,
08:06sebab diketahui satuan pelayanan
08:08pemenuhan gisi atau dapur
08:09yang baru beroperasi belum layak,
08:12termasuk juga kurangnya tenaga ahli gisi
08:14dan juru masak yang memadai
08:16untuk mengolah makanan dalam jumlah besar.
08:19Apa yang terjadi di Bandung
08:20telah ditetapkan sebagai kejadian luar biasa.
08:23Gubernur Jawa Barat Deddy Mulyadi mengatakan,
08:25waktu masak menu makanan
08:27dan pembagian MBG harus dievaluasi.
08:30Di makanan itu basit.
08:33Karena apa?
08:34Karena masaknya itu malam,
08:37kemudian didistribusikan dan memakannya
08:40oleh siswa itu sangat sehat hari.
08:43Jadi waktunya sudah terlalu lama
08:45antara dimasak dan dipakan.
08:47Dan itu harus menjadi bahan evaluasi
08:50mereka yang memiliki tugas
08:54atau dapat order untuk melakukan
08:58upaya menyiapkan makanan MBG bagi siswa
09:02harus bisa memperhitungkan jam
09:05antara jam dimasak dan jam dimakan.
09:08Ini problemnya adalah itu saya,
09:11itu penjelasan Kepala Dua Kesehatan.
09:13Jadi saya meminta untuk
09:17mereka yang menjadi penyelenggara
09:20pemegang dapur-dapurnya itu
09:22harus menyesuaikan dengan jam makannya
09:25anak jam berapa.
09:26Jadi jangan masaknya terlalu sore
09:30atau terlalu malam.
09:32Kalau bisa sih,
09:33agar mepet ke pagi
09:35agar nasi dan makanannya
09:36disajikan masih dalam keadaan pres.
09:38Keracunan akibat MBG telah terjadi
09:41dan siswa yang mengalami jumlahnya
09:43tak main-main.
09:44Mengapa pemerintah seolah tak bereaksi?
09:47Katanya,
09:48keracunan MBG akibat alergi.
09:50Faktanya,
09:51mereka para siswa mengalami mual,
09:53muntah,
09:54hingga nyari ulu hati.
09:55Dari laporan yang ada,
09:57pola kejadiannya adalah
09:58makanan yang datang tak higienis,
10:00terburu-buru,
10:01bahkan sudah basi.
10:03Jumlah anak-anak yang keracunan
10:05makanan MBG makin kemari
10:07makin meningkat.
10:08Bahkan,
10:09di beberapa wilayah
10:10terdapat kasus yang beruntun.
10:12Ditambah lagi,
10:13dengan 300-an siswa
10:14di Kecamatan Cipongkor,
10:16Kabupaten Benung Barat,
10:17Jawa Barat,
10:17pada 23
10:18dan juga 24 September 2025.
10:22Bagian yang bagi kasus keracunan MBG
10:24menjadi 3 wilayah,
10:25yakni Pulau Sumatera,
10:27Pulau Jawa,
10:27dan juga Pulau Kalimantan,
10:29Sulawesi,
10:29Nusa Tenggara,
10:30bahkan sampai Papua.
10:32Berikut datar wilayah
10:33yang mencatat kasus keracunan MBG.
10:36Kita mulai dulu di Pulau Sumatera
10:37dengan jumlah kasus tertinggi
10:38sebanyak 500 orang
10:40dari Februari hingga September 2025.
10:42Selanjutnya,
10:59kita ke Pulau Jawa,
11:00yakni dengan daerah kasus terbanyak
11:02dari Januari hingga September 2025.
11:04Selanjutnya kita lihat di daerah Kalimantan,
11:30Nusa Tenggara,
11:31Sulawesi,
11:32dan Papua melalui Januari
11:33hingga September 2025.
11:35Memang kami menyadari ya,
11:57tidak semua SPPG melakukan
11:59implementasi kegiatan
12:02sesuai SOP sehingga ada beberapa
12:03kesalahan prosedur
12:05yang dilakukan oleh
12:06sebab itu kami mohon maaf
12:08untuk keteledoran tersebut.
12:09Seperti contoh ya,
12:10di Garut itu,
12:11ini keteledorannya sederhana.
12:13Ketika mau mengirim ke satu sekolah,
12:16nasinya habis.
12:17Karena artinya
12:17ada satu hal teknis
12:20mendadak di lapangan
12:21sehingga ayam bukunya
12:22terlambat dikirimkan.
12:24Kemudian,
12:25yang di Bandung itu,
12:26itu masaknya terlalu awal.
12:28Padahal kami mensyaratkan
12:30kalau memasak itu
12:31paling cepat jam 1 malam,
12:33kalau bisa jam 2.
12:35Sehingga pada saat dikirimkan itu
12:37masih dalam keadaan segar.
12:39Menanggapi fenomena keracunan
12:40yang terjadi
12:41dalam perjalanan NMBG,
12:43Nani SD Yang,
12:44Wakil Kepala Badan Gizi Nasional,
12:46menegaskan
12:47soal standar dapur
12:48untuk memasak menu NMBG.
12:50Pihaknya juga telah mengatakan
12:51akan membentuk tim investigasi.
12:54Beberapa dapur bahkan ditutup
12:56tinggi batas waktu yang tidak ditentukan
12:57atau sampai dengan investigasi selesai
13:00dan syaratnya akan diperketat.
13:03Kita sudah juga membentuk tim
13:05untuk turun
13:07apakah,
13:09karena kadang kan
13:10ini karena saking banyaknya,
13:11apakah kita,
13:12kan ini mereka kirim foto,
13:14ya kan,
13:15di ininya kirim foto,
13:16itu biasanya memang ada
13:17sebelum kita verifikasi itu
13:18ada lagi
13:19yang SPPI,
13:21Kepala SPPG
13:22yang di daerah Korwil,
13:24ya istilahnya Korwil,
13:24biasanya
13:26ada Korwil,
13:27Kor Karek itu
13:28regional.
13:30Koordinator regional itu
13:32turun untuk ngecek, kan.
13:34Nah,
13:34ini bisa saja yang terjadi
13:35kong kali kong,
13:36misalnya ini sebetulnya dapur
13:37tidak mau nisalat.
13:38Nah, nanti
13:39kalau kita ini akan mulai
13:41inspeksi satu persatu dapur,
13:43akan ada bentuk kita tim,
13:44nanti kita jam 2
13:45kita ada rapat,
13:46kita akan bentuk tim itu.
13:47Bila kita temukan,
13:48langsung kita tutup.
13:49kita akan tegas
13:52hal ini.
13:53Kita tidak main-main lagi,
13:55karena semua
13:55kalau mengikuti
13:56juknis dapur ini
13:57sangat higienis
13:59dan gak mungkin
13:59terjadi hal-hal yang
14:00seperti kita inginkan.
14:02Sudah diumumkan
14:03kemarin sore,
14:03semua chef
14:05yang di dapur
14:08harus bersertifikasi.
14:13Tambah lagi ada yang baru
14:14kebijakan kemarin sore.
14:16Yayasan harus menyediakan
14:18chef pendamping.
14:21Jadi bukan hanya dari BGN,
14:23karena yayasan sudah menerima
14:25manfaat dari kita sewa lahannya,
14:27bangunannya,
14:28maka dia harus mengeluarkan,
14:30ikut bertanggung jawab
14:31dengan menyediakan chef.
14:33Kenapa?
14:34Supaya ini kontrolnya,
14:36ada kontrol dari pihak BGN,
14:37tapi ada kontrol juga
14:38dari pihak mitra.
14:42Ini antara lain
14:42yang kita lakukan,
14:43Mbak Renata,
14:44jadi diverifikasi nanti
14:45kita akan makin ketat.
14:47Kasus keracunan MBG
14:48yang dialami oleh
14:49para siswa di Indonesia
14:50menjadi catatan sejarah.
14:52Bagaimana program pemerintah
14:53harus berjalan selaras
14:55tanpa atas dan ngaling-ngaling.
14:57Dapur SPPG
14:58akhirnya menjadi
14:58sorotan masyarakat.
15:00Mari kita lihat
15:00dapur SPPG di Surabaya.
15:02sebagai contoh,
15:04dapur nikmat barokah
15:05yang menjadi salah satu mitra utama
15:06dalam program satuan
15:08pelayanan pembunuhan gizi
15:09atau SPPG di Surabaya.
15:11Mereka sangat menjaga
15:12kebersihan lingkungan
15:13dan pembelian bahan makanan.
15:15Bahkan untuk menjaga lingkungan
15:16dapur tetap bersih dan sehat,
15:18seluruh karyawan
15:19majib mengenakan APD
15:20atau alat pelindung diri
15:21selama bekerja
15:22agar tidak menyebarkan bakteri.
15:24Maaf, kami memang
15:25menerapkan standar
15:26agak di atas standar.
15:29Kita ini agak tentang
15:30untuk bahan makanan.
15:31Jadi,
15:32pasti harga itu
15:34kita cari yang bagus.
15:36Tetapi,
15:37kualitas barang
15:38harus kita utamakan.
15:40Kami dibantu oleh teman-teman
15:41dari SPPI.
15:43Kami ini mitra,
15:44yang saya bu Yayu,
15:45mitranya.
15:45kemudian
15:47ada alihisi,
15:48ada alih akuntang,
15:50ada yang bagian
15:51asisnya lapangan,
15:52ada bagian distribusi.
15:54Kita kerjasama
15:55dengan pemasok-pemasok
15:56makanan yang lain.
15:58Tapi,
15:58dengan cara tak.
15:59Kami tidak main-main.
16:01Kalau barangnya dikirim,
16:02tak kembalikan.
16:03terima kasih.
16:04Terima kasih.
16:05Terima kasih.
16:06Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan