00:00Saudara jelang hari ulang tahun kemerdekaan RI ke-80, Hotel Santika Premier Malang menggelar Donor Darah.
00:08Hal ini sebagai wujud semangat peduli sesama.
00:14Gerakan Donor Darah ini rutin digelar oleh Hotel Santika Premier dan PMI Kota Malang.
00:20Dalam satu tahun, Donor Darah dibuka untuk umum.
00:23Tidak hanya warga sipil, Donor Darah diikuti oleh komunitas serta personel TNI.
00:28Sejak dibuka pukul 9 pagi, warga berdatangan ke hotel untuk antri mendonorkan darahnya.
00:36Antusiasme pendonor sangat tinggi.
00:38Terbukti jumlah kantong darah yang didapat melebihi target.
00:41Target dari kantong Donor Darah itu ada 50 kantong ya, Mbak ya.
00:46Dan kenapa Santika itu rutin melakukan Donor Darah?
00:49Pasti pertama juga untuk kesehatan kita sendiri kan, Mbak.
00:52Jadi Donor Darah itu punya manfaat yang banyak bagi tubuh.
00:55Yang kedua, kita juga mau berkonstribusi untuk bisa memberikan darah kita kepada orang yang membutuhkan.
01:02Pendonor pun senang karena Donor Darah adalah gerakan kemanusiaan.
01:07Terlebih, mendonorkan darah terbukti membuat tubuh lebih sehat.
01:11Apalagi karena digelar di hotel, suasana dan ruangan Donor dibuat senyaman mungkin.
01:16Untuk pagi aja deh, Mbak.
01:20Awalnya kan dulu coba-coba.
01:23Donor-donor ternyata lalas-lalas terus akhirnya ketagi ya.
01:26Bisa membantu yang menutupkan aja.
01:31Untuk sementara daftar yang update 23.
01:3523.
01:36Apa ini Pak alasannya menggerakkan anggota untuk ikut Donor Darah hari ini?
01:40Oh ya, kemarin ada memang permintaan pemerintawan dari Hotel Santika.
01:44Dan kita memang sebetulnya rutin untuk ikut Donor Darah walaupun di BNI, kota maupun kabupaten, termasuk dari pihak manapun.
01:52Kalau ada permintaan, kalau memang ada ketersediaan anggota yang memang punya kebalangan darah, kita sumpahkan.
01:59Total kantong darah yang terkumpul mencapai 70 kantong lebih.
02:03Selain itu, warga juga bisa mengikuti tes kesehatan gratis.
02:07Hotel Santika berkomitmen terus menggelar Donor Darah secara rutin sebagai wujud nyata solidaritas kemanusiaan.
Komentar