00:00Itu menurut saya tambahan motivasi buat adik-adik kita lah, seperti itu.
00:05Ya oke, dan ada orang tua Arkan Fikri sekarang yang sudah terhubung.
00:10Selamat malam, ada Bapak Tomi Harno, ayah anda dari Arkan Fikri.
00:17Selamat malam Pak Tomi.
00:21Assalamualaikum, selamat malam Pak Tomi.
00:28Kita coba lagi ya.
00:30Komunikasi dengan ayah anda dari salah satu pemain timnas U23, Arkan Fikri.
00:38Pak Tomi, bisa dengar suara saya dengan Friska, ini di studio Kompas TV?
00:43Ya, ya Bu, dengar Bu.
00:44Terima kasih sudah hadir Pak Tomi.
00:47Kalau kondisinya Arkan sekarang gimana Pak Tomi informasinya?
00:51Yang saya dengar, tadi suri saya telepon Bu, kondisinya belum 500 persen.
00:59Jadi lebih kurang 99 persen lah gitu.
01:05Jadi intinya pada hari ini dia tidak dimainkan line up untuk main pertama.
01:11Mungkin cadangan itu jadi tidak, itu informasi dari dia.
01:16Oke, jadi nggak main di starting line up, tapi ada kemungkinan juga ya.
01:21Ada kemungkinan mungkin Arkan nanti jadi cadangan atau dimainkan di babak berikutnya.
01:26Ya, tapi Arkan bilang apa Pak tadi waktu telepon sore-sore sebelum final?
01:31Ya, dia bilang pokoknya saya lagi penguatannya, lagi penguatan agar cenderanya itu tidak, apalah, tidak lebih bagus lagi gitu.
01:44Semua dia nggak fokus ke final ini sih sebenarnya.
01:48Oh gitu.
01:48Lebih ke penyembuhan gitu.
01:52Ya.
01:52Recovery-nya biar lebih bagus lagi gitu.
01:55Karena dia berpikir ke depannya kan masih ada waktu yang akan datang daripada nanti takut patal.
02:02Itu yang dia sampai ke pengetiksa.
02:04Ya, kalau kita terserah anaknya.
02:06Iya, iya.
02:07Jadi, intinya saya mendoakan tim menatu 23 ini lawan PM6 bisa menang dan juara.
02:15Amin, amin.
02:17Tapi Pak Tommy bilang apa tadi?
02:19Pasti kan sebagai orang tua ingin membesarkan hati Arkan juga ya, bagaimanapun.
02:23Kalau pemain, pasti kan inginnya tampil.
02:25Nah, apa yang Pak Tommy berikan dukungannya untuk Arkan?
02:29Ya, awalnya saya bilang, Arkan kira-kira final bersama-sama tidak.
02:34Ya, dia bilang itu tadi.
02:36Saya tergantung lah ya.
02:39Kalau kamu bisa main,
02:41Ayah akan menangkah-kira untuk menyemangat.
02:46Dia bilang,
02:47enggak usah lah ya.
02:48Saya pun main yang enggak.
02:50Enggak, belum tentu bisa main.
02:53Oke.
02:54Ya, walaupun yaudah itu perintah dia.
02:56Seperti itu, saya nuruti aja.
02:58Kalau dia suruh saya datang,
03:00saya tidak datang kan pasti dia kecewa, Bu.
03:03Iya, iya, betul.
03:04Tapi, itulah pentingnya support dari orang tua.
03:07Di sini ada legenda timnas juga,
03:09mantan pemain timnas.
03:10Ada Mas Budi, saudara-saudara.
03:12Mas Budi, mau sampekan apa ke Pak Tommy?
03:15Kayaknya Arkan.
03:16Ya, mungkin didoakan aja, Pak.
03:18Karena emang benar-benar cedera itu
03:21emang harus 100% kita penyembuhannya.
03:24Supaya kita bisa main.
03:25Daripada kita hanya cuma berapa persen,
03:28enggak sampai 100%,
03:29kita main,
03:30tapi kita enggak 100% main, gitu.
03:31Ah, iya, iya.
03:32Iya, iya, iya, ma'an.
03:34Iya.
03:34Jadi memang fokusnya harus jangka panjang, gitu ya?
03:36Iya, untuk jangka panjang.
03:37Iya.
03:38Untuk penyembuhan.
03:40Kalau dari Mas Gita,
03:41ada pengamat sepak bola juga,
03:42Bung Gita Slondo.
03:43Apa yang mau disampaikan ke ayahnya Arkan?
03:46Pak, semoga Arkan cepat sembuh
03:48dan bukan cuma jadi pemain muda terbaik liga,
03:52tapi juga pemain terbaik liga,
03:53mudah-mudahan musim depan ini, Pak.
03:56Amin.
03:57Amin.
03:57Kita nanti lanjut lagi,
03:59ngobrolnya masih di Breaking News Kompas TV.
04:01Pak Tommy, juga Bung Gita,
04:03sama Mas Budi,
04:04kita iklan sebentar,
04:05tetap di Breaking News Kompas TV.
04:07Kami kembali.
04:07Kami kembali.
Komentar