Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BANDUNG, KOMPAS.TV - Dua warga di Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, mengalami luka-luka setelah diserang macan tutul Jawa.

Macan tersebut bahkan sempat masuk ke dalam rumah warga.

Pagi yang tenang mendadak berubah. Warga Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, digegerkan dengan kemunculan macan tutul Jawa di permukiman mereka.

Bahkan hewan predator itu sempat masuk ke dalam rumah. Macan tutul yang diduga berasal dari daerah Gunung Rakutak menyerang dua orang hingga mengalami luka di bagian tangan dan pundak.

Hingga akhirnya, macan itu terjebak di antara dinding dan pagar rumah. Warga dengan sigap berupaya menangkapnya dalam waktu kurang lebih dua jam menggunakan tali dan karung. Macan tutul pun dititipkan sementara di Mako Polsek Pacet.

Selanjutnya, macan tutul Jawa dibawa ke pusat rehabilitasi di Cikembulan, Kabupaten Garut.

Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam Jawa Barat akan mengobservasi macan tutul sebelum kemudian dilepasliarkan. Menurut BKSDA Jabar, wilayah Maruyung di Kabupaten Bandung, tempat ditemukannya macan tutul ini, berdekatan dengan habitat aslinya di gunung. BKSDA juga mengapresiasi tindakan warga yang melumpuhkan macan tutul tanpa melukainya.

Selengkapnya soal berkeliarannya macan tutul di Desa Maruyung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, kita bahas bersama Vitriana Yulalita, Kepala Seksi Konservasi Wilayah Lima, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam, BBKSDA Jawa Barat.

Baca Juga Detik-Detik Evakuasi Macan Tutul Ngamuk di Permukiman Bandung Barat | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/regional/648811/detik-detik-evakuasi-macan-tutul-ngamuk-di-permukiman-bandung-barat-kompas-petang

#macantutul #bbksda #bandung

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/648878/full-bbksda-jabar-soal-hasil-observasi-macan-tutul-usai-dievakuasi-dari-permukiman-warga
Transkrip
00:00...luka-luka setelah diserang macan tutul Jawa.
00:03Macan tersebut bahkan sempat masuk ke dalam rumah warga.
00:09Pagi yang tenang, mendadak berubah.
00:12Warga desa Maruyung, kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Jawa Barat,
00:16digegerkan dengan kemunculan macan tutul Jawa di permukiman mereka.
00:21Bahkan, hewan predator itu sempat masuk ke dalam rumah.
00:26Macan tutul yang diduga berasal dari daerah Gunung Rakutat
00:29menyerang dua orang hingga mengalami luka di bagian tangan dan pundak.
00:34Hingga akhirnya, macan itu terjebak di antara dinding dan pagar rumah.
00:39Warga dengan sigap berupaya menangkapnya dalam waktu kurang lebih dua jam
00:43menggunakan tali dan karung.
00:45Macan tutul pun dititipkan sementara di Makopol Sekpacet.
00:50Lalu saya ambil tindakan, bawa waring.
00:53Nah, pas itu kan posisinya lagi ada di halaman warga.
00:59Tercepit dalam ruangan.
01:02Dan pas mau ditangkap, loncat.
01:04Saya kejar, langsung dia masuk ke lorong antara tembok dan besi.
01:09Nah, saya sendiri langsung loncat, ambil alat.
01:11Ternyata ada besi, langsung digorok ininya.
01:14Nah, ada kawan, langsung diikat kakinya, satu-duanya, dan musuhnya.
01:18Karena terbentur alat dan ruangan yang di tempat ini itu susah.
01:25Jadi perlu ada alat untuk memotong besi.
01:29Akhirnya eksekusi selama dua jam, diikat, diikat, langsung potong besinya,
01:34dan dua jaring.
01:35Selanjutnya, Macan Tutul Jawa dibawa ke pusat rehabilitasi,
01:42di Cikembulan, Kabupaten Garu.
01:45Balai Besar Konservasi dan Sumberdaya Alam Jawa Barat
01:47akan mengobservasi Macan Tutul sebelum kemudian dilepasliarkan.
01:53Menurut BKSDA Jabar, wilayah Maruyung di Kabupaten Bandung,
01:57tempat ditemukannya Macan Tutul ini berdekatan dengan habitat aslinya di gunung.
02:01BKSDA juga mengapresiasi tindakan warga
02:05yang melumpuhkan Macan Tutul tanpa melukainya.
02:09Naufal Rabani, Kompas TV, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
02:15Selengkapnya soal berkeliarannya Macan Tutul Jawa di Desa Maruyung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat,
02:21kita bahas bersama dengan Fitriana Yulalita,
02:24Kepala Seksi Konservasi Wilayah 5, Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam BKSDA Jawa Barat.
02:29Selamat malam, Bu Fitri.
02:32Selamat malam.
02:34Saat ini sudah berada di Cikembulan, kondisinya bagaimana, Bu, Macan Tutul Jawa yang tadi ditemukan warga?
02:41Baik, sejauh ini kami melihat Macan Tutul dalam kondisi yang baik.
02:47Macan Tutul ditranslokasikan tadi sore,
02:52Dan kondisinya baik, dia nampak cukup responsif gitu ya,
02:59terhadap kondisi sekitarnya, jadi kelihatan cukup liar.
03:06Kemudian juga nampak sehat, dan kemudian juga sudah bisa makan,
03:12makanan alaminya tadi diberi kelinci, dia sudah makan dengan agresif begitu.
03:17Sudah tidak stres lagi berarti, Bu Fitri ya.
03:21Hasil observasi sejauh ini bagaimana, Bu?
03:25Observasi masih dilakukan ya, karena ini tidak bisa cepat.
03:29Jadi secara singkat tadi observasi pada saat tim dokter dari Taman Satwa Cikembulan datang,
03:36itu menyimpulkan bahwa Satwa itu merupakan Macan Tutul Jawa, jantan,
03:46dan dia ada beberapa luka ya, karena tadi situasi kondisi darurat,
03:51kemudian juga masih merespon secara agresif begitu.
03:57Biasanya yang diobservasi apa saja, Bu?
04:00Apakah termasuk soal kesehatan, kemudian daya tahan tubuhnya, atau apa lagi biasanya, Bu?
04:08Maksudnya untuk jangka panjang ini nanti untuk dilihat apakah dia cukup baik untuk dilepasliarkan, begitu ya?
04:14Betul.
04:15Nah ini pasti akan dilihat, apakah Satwa tersebut mempunyai mungkin cacat,
04:23ataupun organ-organ tubuhnya itu masih lengkap begitu ya,
04:27kadang-kadang kan kalau dalam kondisi konflik itu dia mengalami luka yang cukup serius misalnya,
04:33atau kehilangan organ-organ penting untuk bertahan hidup di alam,
04:37misalnya gigi, taring, yang secara alamiahnya memang dia butuhkan untuk makan di alamnya, seperti itu.
04:46Kemudian juga anggota gerak itu dilihat apakah masih cukup sehat,
04:50dan juga insting liarnya akan dinilai,
04:53sehingga nanti apabila dilepasliarkan ke alam, dia mampu survive di alam.
04:57Ini kan diduga berasal dari Gunung Rakutak,
05:01ini bisa digamarkan, Bu Fitri,
05:03di jaraknya seberapa jauh sih dengan permukiman warga di Pacet tadi,
05:09kemudian soal habitat mereka, seperti apa kondisinya sebetulnya?
05:14Sebetulnya kami tidak bisa menyimpulkan ya,
05:16dari mana tepatnya begitu ya Macan Tutul ini berasal.
05:22Hanya kalau melihat di peta, mungkin desa Maruyung kecamatan Pacet ini,
05:26termasuk desa yang berdekatan dengan kawasan hutan begitu.
05:29Sedangkan Macan Tutul Jawa sendiri,
05:31dia mempunyai kemampuan menjelajah yang tinggi gitu,
05:36karena kebutuhan ruangnya dia cukup luas begitu,
05:40jadi dia memang satwa mamalia karnivor besar,
05:44yang memang mempunyai kemampuan jelajah yang sangat kuat begitu,
05:49dan mempunyai kemampuan untuk melintas cukup jauh.
05:55Apabila dikaitkan dengan jarak,
05:58saya kira kalau melihat di peta,
06:00desa Maruyung ini cukup dekat gitu ya,
06:03dengan kawasan hutan yang ada di sekitar situ.
06:05Jadi hutan dan pegunungan yang ada di situ sambung menyambung,
06:09dari beberapa gunung itu,
06:13sangat memungkinkan itu merupakan habitat dari Macan Tutul secara alami.
06:17Bu Fitri, kalau secara kebiasaannya menjelajahnya ini sendiri ya,
06:22atau berkawanan Bu Fitri?
06:26Biasanya Macan Tutul Jantan begitu ya,
06:29dia mempunyai teritoria,
06:32dan kemudian biasanya dengan Macan Tutul Jantan yang lain,
06:37dia akan tidak mengizinkan begitu ya,
06:39karena dia punya area yang diperhatikan.
06:43Artinya dipastikan untuk di daerah Pacet tidak ada lagi Macan Tutul lain atau kawanannya Bu ya?
06:49Oh, itu sangat perlu kajian Pak,
06:52jadi memang perlu kajian lebih lanjut tentang itu gitu ya,
06:57jadi saya tidak bisa menyimpulkan apakah tidak ada yang lain,
07:01karena sebetulnya kan mereka juga berbagi ruang dan waktu begitu,
07:04bisa saja mungkin yang lain pun bisa melintas daerah situ.
07:08Bu Fitri, ini edukasi bagi warga,
07:11jika kemudian hari mendapatkan hewan yang dilindungi seperti Macan Tutul Jawa ke permukiman,
07:16bagaimana mereka harus berbuat Bu?
07:19Baik, mungkin sedikit saya sampaikan ya,
07:21bahwa Macan Tutul Jawa ini selain satwa dilindungi,
07:25dia juga merupakan satwa yang merupakan identitas Jawa Barat,
07:30ini pernah di-SK-kan oleh Gubernur Jawa Barat di tahun 2005,
07:34jadi dia merupakan satwa kebanggaan Jawa Barat sebetulnya,
07:37dan merupakan satwa endemik di Jawa,
07:40yang hanya hidup di Jawa,
07:42jadi memang merupakan satu kebanggaan,
07:46sekaligus juga tanggung jawab ya,
07:47sehingga memang kita bersama harus ikut melestarikan satwa ini,
07:53agar tidak punah begitu,
07:56sehingga tadi sebetulnya kejadian tadi itu menggambarkan bahwa warga itu juga cukup mengerti gitu,
08:01sehingga berupaya untuk tidak melukai satwa.
08:03Nah pada intinya, apabila warga menemui kembali mungkin kejadian satwa dilindungi lain,
08:10berada di pemukiman, tidak hanya Macan Tutul ya,
08:13harapan kami bisa menghubungi call center BPKSD Jawa Barat.
08:17Baik, terima kasih Bu Fitriana Yulalita,
08:20dari BKSDA Jawa Barat telah bergabung di program Kopas Malam hari ini.
Komentar

Dianjurkan