00:00...luka-luka setelah diserang macan tutul Jawa.
00:03Macan tersebut bahkan sempat masuk ke dalam rumah warga.
00:09Pagi yang tenang, mendadak berubah.
00:12Warga desa Maruyung, kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Jawa Barat,
00:16digegerkan dengan kemunculan macan tutul Jawa di permukiman mereka.
00:21Bahkan, hewan predator itu sempat masuk ke dalam rumah.
00:26Macan tutul yang diduga berasal dari daerah Gunung Rakutat
00:29menyerang dua orang hingga mengalami luka di bagian tangan dan pundak.
00:34Hingga akhirnya, macan itu terjebak di antara dinding dan pagar rumah.
00:39Warga dengan sigap berupaya menangkapnya dalam waktu kurang lebih dua jam
00:43menggunakan tali dan karung.
00:45Macan tutul pun dititipkan sementara di Makopol Sekpacet.
00:50Lalu saya ambil tindakan, bawa waring.
00:53Nah, pas itu kan posisinya lagi ada di halaman warga.
00:59Tercepit dalam ruangan.
01:02Dan pas mau ditangkap, loncat.
01:04Saya kejar, langsung dia masuk ke lorong antara tembok dan besi.
01:09Nah, saya sendiri langsung loncat, ambil alat.
01:11Ternyata ada besi, langsung digorok ininya.
01:14Nah, ada kawan, langsung diikat kakinya, satu-duanya, dan musuhnya.
01:18Karena terbentur alat dan ruangan yang di tempat ini itu susah.
01:25Jadi perlu ada alat untuk memotong besi.
01:29Akhirnya eksekusi selama dua jam, diikat, diikat, langsung potong besinya,
01:34dan dua jaring.
01:35Selanjutnya, Macan Tutul Jawa dibawa ke pusat rehabilitasi,
01:42di Cikembulan, Kabupaten Garu.
01:45Balai Besar Konservasi dan Sumberdaya Alam Jawa Barat
01:47akan mengobservasi Macan Tutul sebelum kemudian dilepasliarkan.
01:53Menurut BKSDA Jabar, wilayah Maruyung di Kabupaten Bandung,
01:57tempat ditemukannya Macan Tutul ini berdekatan dengan habitat aslinya di gunung.
02:01BKSDA juga mengapresiasi tindakan warga
02:05yang melumpuhkan Macan Tutul tanpa melukainya.
02:09Naufal Rabani, Kompas TV, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
02:15Selengkapnya soal berkeliarannya Macan Tutul Jawa di Desa Maruyung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat,
02:21kita bahas bersama dengan Fitriana Yulalita,
02:24Kepala Seksi Konservasi Wilayah 5, Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam BKSDA Jawa Barat.
02:29Selamat malam, Bu Fitri.
02:32Selamat malam.
02:34Saat ini sudah berada di Cikembulan, kondisinya bagaimana, Bu, Macan Tutul Jawa yang tadi ditemukan warga?
02:41Baik, sejauh ini kami melihat Macan Tutul dalam kondisi yang baik.
02:47Macan Tutul ditranslokasikan tadi sore,
02:52Dan kondisinya baik, dia nampak cukup responsif gitu ya,
02:59terhadap kondisi sekitarnya, jadi kelihatan cukup liar.
03:06Kemudian juga nampak sehat, dan kemudian juga sudah bisa makan,
03:12makanan alaminya tadi diberi kelinci, dia sudah makan dengan agresif begitu.
03:17Sudah tidak stres lagi berarti, Bu Fitri ya.
03:21Hasil observasi sejauh ini bagaimana, Bu?
03:25Observasi masih dilakukan ya, karena ini tidak bisa cepat.
03:29Jadi secara singkat tadi observasi pada saat tim dokter dari Taman Satwa Cikembulan datang,
03:36itu menyimpulkan bahwa Satwa itu merupakan Macan Tutul Jawa, jantan,
03:46dan dia ada beberapa luka ya, karena tadi situasi kondisi darurat,
03:51kemudian juga masih merespon secara agresif begitu.
03:57Biasanya yang diobservasi apa saja, Bu?
04:00Apakah termasuk soal kesehatan, kemudian daya tahan tubuhnya, atau apa lagi biasanya, Bu?
04:08Maksudnya untuk jangka panjang ini nanti untuk dilihat apakah dia cukup baik untuk dilepasliarkan, begitu ya?
04:14Betul.
04:15Nah ini pasti akan dilihat, apakah Satwa tersebut mempunyai mungkin cacat,
04:23ataupun organ-organ tubuhnya itu masih lengkap begitu ya,
04:27kadang-kadang kan kalau dalam kondisi konflik itu dia mengalami luka yang cukup serius misalnya,
04:33atau kehilangan organ-organ penting untuk bertahan hidup di alam,
04:37misalnya gigi, taring, yang secara alamiahnya memang dia butuhkan untuk makan di alamnya, seperti itu.
04:46Kemudian juga anggota gerak itu dilihat apakah masih cukup sehat,
04:50dan juga insting liarnya akan dinilai,
04:53sehingga nanti apabila dilepasliarkan ke alam, dia mampu survive di alam.
04:57Ini kan diduga berasal dari Gunung Rakutak,
05:01ini bisa digamarkan, Bu Fitri,
05:03di jaraknya seberapa jauh sih dengan permukiman warga di Pacet tadi,
05:09kemudian soal habitat mereka, seperti apa kondisinya sebetulnya?
05:14Sebetulnya kami tidak bisa menyimpulkan ya,
05:16dari mana tepatnya begitu ya Macan Tutul ini berasal.
05:22Hanya kalau melihat di peta, mungkin desa Maruyung kecamatan Pacet ini,
05:26termasuk desa yang berdekatan dengan kawasan hutan begitu.
05:29Sedangkan Macan Tutul Jawa sendiri,
05:31dia mempunyai kemampuan menjelajah yang tinggi gitu,
05:36karena kebutuhan ruangnya dia cukup luas begitu,
05:40jadi dia memang satwa mamalia karnivor besar,
05:44yang memang mempunyai kemampuan jelajah yang sangat kuat begitu,
05:49dan mempunyai kemampuan untuk melintas cukup jauh.
05:55Apabila dikaitkan dengan jarak,
05:58saya kira kalau melihat di peta,
06:00desa Maruyung ini cukup dekat gitu ya,
06:03dengan kawasan hutan yang ada di sekitar situ.
06:05Jadi hutan dan pegunungan yang ada di situ sambung menyambung,
06:09dari beberapa gunung itu,
06:13sangat memungkinkan itu merupakan habitat dari Macan Tutul secara alami.
06:17Bu Fitri, kalau secara kebiasaannya menjelajahnya ini sendiri ya,
06:22atau berkawanan Bu Fitri?
06:26Biasanya Macan Tutul Jantan begitu ya,
06:29dia mempunyai teritoria,
06:32dan kemudian biasanya dengan Macan Tutul Jantan yang lain,
06:37dia akan tidak mengizinkan begitu ya,
06:39karena dia punya area yang diperhatikan.
06:43Artinya dipastikan untuk di daerah Pacet tidak ada lagi Macan Tutul lain atau kawanannya Bu ya?
06:49Oh, itu sangat perlu kajian Pak,
06:52jadi memang perlu kajian lebih lanjut tentang itu gitu ya,
06:57jadi saya tidak bisa menyimpulkan apakah tidak ada yang lain,
07:01karena sebetulnya kan mereka juga berbagi ruang dan waktu begitu,
07:04bisa saja mungkin yang lain pun bisa melintas daerah situ.
07:08Bu Fitri, ini edukasi bagi warga,
07:11jika kemudian hari mendapatkan hewan yang dilindungi seperti Macan Tutul Jawa ke permukiman,
07:16bagaimana mereka harus berbuat Bu?
07:19Baik, mungkin sedikit saya sampaikan ya,
07:21bahwa Macan Tutul Jawa ini selain satwa dilindungi,
07:25dia juga merupakan satwa yang merupakan identitas Jawa Barat,
07:30ini pernah di-SK-kan oleh Gubernur Jawa Barat di tahun 2005,
07:34jadi dia merupakan satwa kebanggaan Jawa Barat sebetulnya,
07:37dan merupakan satwa endemik di Jawa,
07:40yang hanya hidup di Jawa,
07:42jadi memang merupakan satu kebanggaan,
07:46sekaligus juga tanggung jawab ya,
07:47sehingga memang kita bersama harus ikut melestarikan satwa ini,
07:53agar tidak punah begitu,
07:56sehingga tadi sebetulnya kejadian tadi itu menggambarkan bahwa warga itu juga cukup mengerti gitu,
08:01sehingga berupaya untuk tidak melukai satwa.
08:03Nah pada intinya, apabila warga menemui kembali mungkin kejadian satwa dilindungi lain,
08:10berada di pemukiman, tidak hanya Macan Tutul ya,
08:13harapan kami bisa menghubungi call center BPKSD Jawa Barat.
08:17Baik, terima kasih Bu Fitriana Yulalita,
08:20dari BKSDA Jawa Barat telah bergabung di program Kopas Malam hari ini.
Komentar