00:00Terima kasih masih bersama kami di program ROSI, kali ini bersama saya Friska Klarissa,
00:06saya masih bersama dengan psikolog keluarga Alisa Wahid dan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia,
00:12Margaret Aliatul Maimunah.
00:14Yang sangat menyedihkan, kasus dingadan usaha Tenggara Timur ini bukan yang pertama.
00:20Bahkan menurut data dari KPAI, Indonesia menduduki peringkat pertama di Asia Tenggara
00:26terkait kasus anak yang mengakhiri hidupnya.
00:29Kita lihat dulu datanya.
00:31Ini dia, ada 46 kasus di tahun 2023, 2024 43 kasus, 2025 26 kasus,
00:392026 dari rentang Januari sampai Februari ada 3 kasus.
00:44Bukan soal angkanya, satu nyawa tidak layak untuk dilakukan.
00:47Betul banget, betul banget mbak.
00:50Dan tentu ini jadi alarm yang pakai banget ya sebenarnya buat kita semua.
00:54Bahwa ini sampai dalam satu tahun 46-43 kasus itu kan luar biasa ya mbak.
01:01Faktor penyebabnya ini?
01:03Nah faktor penyebabnya macam-macam memang.
01:05Tapi beberapa yang masuk di dalam ininya KPAI,
01:11yang pertama kaitannya dengan bullying,
01:14yang kedua berkaitan dengan pengasuhan,
01:16yang ketiga berkaitan dengan ekonomi,
01:21kemudian yang keempat karena kaitannya dengan asmara.
01:24Nah bullying ini memang menjadi hal yang
01:29banget-banget menjadi perhatian dan fokus kita bersama ya hari ini ya.
01:35Karena kan kasusnya luar biasa D2D dan kemudian
01:39apa namanya masih banyak mengakibatkan anak-anak yang kemudian juga
01:46tidak tertolong ya beberapa kasus bully ini.
01:51Dan pada kondisi tertentu itu bisa memunculkan sisi anak ingin membalas dendam
01:58terkait dengan kondisi situasi dari bully yang dia alami.
02:03Nah balas dendam ini ya tergantung mereka,
02:07kacamata mereka, tergantung juga faktor yang mempengaruhi mereka.
02:12Nah salah satu kasusnya kemarin misalnya kayak ledakan di sekolah ya,
02:17di sekolah 72, itu kan juga salah satunya karena faktor itu.
02:21Dan dia sedang ingin membuktikan bahwa dia tidak selemah yang dikira oleh teman-temannya.
02:27Sehingga kemudian dia bisa sampai melakukan sejauh itu.
02:30Bullying dan kemudian memang pengasuhan juga.
02:36Kalau pada anak ini memang betul-betul hal yang harus menjadi apa ya mbak.
02:43Ya jadi hal utama karena ini adalah support sistemnya anak yang utama gitu.
02:49Sementara ya seperti yang tadi kita sudah diskusikan ya,
02:52tidak semua keluarga, jangankan keluarga yang seperti kasus di NTT yang sendiri ibunya gitu ya,
02:59yang keluarganya lengkap saja, itu belum tentu mampu menghadirkan pengasuhan yang berkualitas kepada anak.
03:07Nah untuk faktor-faktor ini bagaimana kalau kita sebagai lingkungan sekitar,
03:14bisakah kita mendeteksinya, misalnya apakah anak ya tetangga kita atau lingkungan keluarga terdekat,
03:21punyakah kendala-kendala tadi?
03:23Sehingga masih ada intervensi yang dilakukan untuk mencegah sampai ke arah bunuh diri, Mbak Alisa.
03:29Ya, memang itu tidak mudah.
03:32Karena begini, tidak semua manusia itu extrovert yang dia bisa bercerita.
03:40Nah ada orang-orang yang dia sebetulnya sehat, tetapi dia memang lebih suka menyimpan semuanya dalam dirinya.
03:47Itu kan tidak akan bermasalah, tidak akan kelihatan bermasalah begitu.
03:51Tetapi ada juga orang-orang yang kelihatan riang gembira,
03:55tetapi sebetulnya dia di dalam hatinya menyimpan beban psikologis yang sangat besar.
04:00Nah karena itu ekosistem, apa namanya, support sistem ini,
04:07ini memang menjadi sangat penting untuk memberikan ruang untuk semuanya.
04:10Yang paling penting adalah memberikan ruang aman bagi mereka untuk menyampaikan apapun yang ada di dalam hatinya.
04:19Lalu kemudian yang kedua, memberikan mereka pemahaman bahwa mereka boleh
04:25untuk menyampaikan apa yang menjadi beban pikirannya.
04:31Jadi misalnya ketika di sekolah, apakah kepala sekolah itu atau tendiknya, tenaga pendidikannya, atau gurunya,
04:40itu membuat anak-anak merasa anak-anak bisa mendekati mereka dan bercerita.
04:47Apakah dia introvert atau extrovert, dia tetap merasa ketika ada yang tidak nyaman, dia bisa bercerita.
04:54Kalau tanpa itu, itu memang sering luput, Mbak.
04:58Kita sering tidak terlalu memperhatikan.
05:00Kita menganggap, dan seringkali juga ya,
05:02anak-anak yang diam kita anggap anak-anak yang baik.
05:06Anak-anak yang...
05:07Aduh nurut nih, begitu ya, karena aman, tidak ada masalah, aman.
05:12Padahal sebetulnya dia membutuhkan bantuan.
05:16Karena itu memang saya setuju dengan tadi yang disampaikan Mbak Margaret,
05:19menyiapkan orang tua dan orang dewasa di sekitar anak-anak,
05:24bahwa ada pertumbuhan anak yang kita semua orang dewasa ini perlu lebih peka,
05:31dan memberikan mereka rasa aman itu.
05:33Misalnya ketika anak mengeluh sesuatu, respons kita bagaimana?
05:38Apakah respons kita, alah, cuman begitu aja kok, gitu.
05:42Atau misalnya, sama sekali tidak pernah mengalami kesulitan.
05:48Apa-apa diselesaikan oleh orang tuanya, oleh pengasuhnya, oleh orang terdekatnya, begitu.
05:55Sehingga dia tidak terbiasa juga untuk mengendalikan dirinya, gitu.
05:59Jadi memang tidak mudah membangun ekosistem bagi seorang anak, apalagi anak yang banyak.
06:08Apalagi dalam kondisi kemiskinan, sekali lagi, gitu.
06:10Jadi memang itu menjadi PR kita saat ini untuk memperkuat,
06:16bagaimana, apa namanya, kesadaran dan pemahaman orang tua,
06:22bagaimana cara dia akan mengasuh anak-anaknya dengan dunia yang seperti sekarang, gitu.
06:32Dengan beban yang berat juga sekarang.
06:35Betul, betul, betul.
06:37Dan itu sebenarnya kan bisa dilakukan, disiapkan dari awal ya.
06:44Misalnya kepada para catin, misalnya gitu mbak, kepada yang belum menikah, gitu ya.
06:50Para calon pengantin, itu bisa.
06:53Kita dari sekarang tuh mulai memberikan penguatan edukasi,
06:57kalau nanti menikah, kemudian punya anak, bagaimana melakukan pengasuhan yang berkualitas.
07:01Itu bisa, salah satu yang bisa kita lakukan.
07:05Atau penguatan kepada yang sudah jadi orang tua,
07:08atau yang sudah menikah, misalkan begitu.
07:11Atau membuat kebijakan, mungkin kita hari ini agak hopeless ya mbak,
07:16kalau mau membangun komunitas, pengasuhan yang berkomunitas tadi itu.
07:20Agak hopeless ya dengan situasi sekarang.
07:23Tapi bukan berarti itu nggak bisa dilakukan.
07:25Itu masih bisa dilakukan.
07:27Dengan kekuatan dari para pejabat atau aparat di desa.
07:31Itu sangat bisa dilakukan.
07:32Yang menggerakkan justru pejabat atau aparat di desa itu.
07:35Saya teringat pernah ada kayak best practice ya di Jogja mbak Alisa.
07:40Saya lupa desanya apa.
07:42Tapi di desa itu punya kebijakan bersama nih.
07:45Antara semua warga di situ, anak-anak harus terbebas dari gadget.
07:49Tapi tidak hanya segedar larangan ya.
07:53Tapi kemudian di situ punya kebijakan untuk memberikan ruang bermain untuk anak,
07:58tapi yang tidak gadget.
08:00Misalnya sepedaan, lompat tali zaman kayak dulu misalnya.
08:04Atau ini.
08:05Artinya kebijakan bersama ini sebenarnya juga sangat mungkin untuk bisa tetap dilakukan di era sekarang.
08:11Yang terpenting adalah komitmen dari para aparat yang ada di situ.
08:16Karena kan kalau pengasuhan kan tentu yang kemudian bisa dilibatkan kan tetangga ya.
08:22Maka tentu kan mungkin apakah se-RTRW atau satu desa punya kebijakan yang sama,
08:28menjaga anak bersama misalnya secara komunitas.
08:31Itu sangat bisa dilakukan.
08:32Iya, dan di mana negara harus bersikap dalam kodis ini?
08:37Iya, betul.
08:38Itu pertanyaan yang tentu paling berat saat ini.
08:42Saya rasa rakyat bertanyanya berat, negaranya, penyelenggara-negaranya juga berat untuk menjawab ini.
08:51Karena memang Indonesia itu rakyatnya banyak ya.
08:55Jadi saya tahu itu tidak mudah.
08:57Tapi kadang-kadang memang sebagai seorang psikolog keluarga,
09:02saya juga membantu Kementerian Agama untuk mempersiapkan itu tadi ya,
09:08program Bimbingan Perkawinan untuk Calon Pengantin.
09:11Dan dari lima sesi, itu ada sesi pengasuhan memang.
09:15Mempersiapkan para calon pengantin untuk prinsip-prinsip pengasuhan.
09:20Tapi kita harus mengakui bahwa kemudian daya dukung anggarannya pemerintah itu tidak mencukupi
09:26untuk kita bisa menjangkau semua calon pengantin.
09:29Karena ya hanya 10 persen saja dari para calon pengantin yang kemudian mendapatkan kesempatan
09:36untuk menerima pengajaran itu atau pelatihan itu.
09:42Bagaimana kita membaca calon orang tua ke depan yang harus di edukasi,
09:45orang tua yang sedang menjalani kehidupan dalam kondisi yang sulit,
09:49plus anak misalnya dengan berbagai tantangannya, paparan informasi dan sekolah.
09:54Nah bagaimana untuk kita bisa memperbaiki setidaknya agar jangan ada kasus berulang
10:00seperti ini lagi, usah jeda kita akan bahas di Rosi.
Komentar