Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Abdul Wahid adalah putra asli kebanggaan Riau yang lahir di Desa Belaras - kini dikenal sebagai Desa Cahaya Baru, Dusun Anak Peria, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau.

Saat usianya baru 40 hari, kedua orang tuanya pindah ke Sungai Simbar (sekarang Desa Simbar, Kecamatan Kateman) Kabupaten Inhil untuk membuka lahan perkebunan kelapa.

Di desa terpencil itulah Abdul Wahid tumbuh dan menghabiskan masa kecilnya, menapaki hidup dengan segala suka dan duka.

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #gubriabdulwahid

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Abdul Wahid, Gubernur Riau 2025 hingga 2029, Putra Asli Kebanggaan Riau
00:05Abdul Wahid adalah Putra Asli Kebanggaan Riau yang lahir di Desa Belaras,
00:10kini dikenal sebagai Desa Cahaya Baru, Dusun Anak Pria, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, Inhil, Provinsi Riau.
00:19Saat usianya baru 40 hari, kedua orang tuanya pindah ke Sungai Simbar,
00:23sekarang Desa Simbar, Kecamatan Kateman, Kabupaten Inhil untuk membuka lahan perkebunan kelapa.
00:28Di Desa Terpencil itulah Abdul Wahid tumbuh dan menghabiskan masa kecilnya,
00:33menapaki hidup dengan segala suka dan duka.
00:36Ia mengenyam pendidikan dasar hingga Madrasah Sanawiyah, MTS, di Desa Simbar, Inhil, Riau.
00:42Setelah lulus, ia sempat melanjutkan kemen satu tembilahan, namun hanya bertahan satu catur wulan.
00:49Tak lama berselang, ia menerima ajakan dari sepupunya, Marbawi,
00:52untuk mondok di pesantren Asya Buliamin di Lasituo, Kecamatan Ampek Angkek Canduang
00:57dan melanjutkan kuliah di Uyen Suskaryau.
01:00Semangat menuntut ilmu mendorongnya menerima tawaran tersebut,
01:03meski perjalanan menuju pesantren bukan hal mudah.
01:07Wilayah asal Abdul Wahid berada di pesisir yang aksesnya sulit,
01:10hanya bisa dijangkau melalui Laut Lepas yang langsung menghadap Laut Cina Selatan.
01:14Pada usia 10 tahun, saat duduk di bangku kelas 4 SD, sang ayah wafat.
01:19Kepergian ayahnya menjadi pukulan berat bagi keluarga, terutama karena seluruh anak masih bersekolah.
01:26Meski begitu, kebun kelapa peninggalan sang ayah menjadi sumber penghidupan keluarga.
01:31Sejak kecil, Abdul Wahid sudah terbiasa bekerja di kebun bersama kakaknya.
01:35Ia juga mengambil upah dari pekerjaan lain, seperti mengupas kelapa,
01:40demi menyisikan uang untuk sekolah dan ongkos keberangkatan ke pesantren.
01:44Selama 3 tahun mondok di pesantren Asya Buliamin, tantangan demi tantangan ia hadapi.
01:50Latar belakang pendidikannya dari kampung membuatnya harus mengejar ketertinggalan,
01:54terutama dalam pelajaran kitab kuning.
01:56Masalah ekonomi pun tak luput ia rasakan.
01:59Untuk bertahan, ia bekerja membantu di sawah atau ladang
02:02agar bisa mendapat tambahan beras dan sayur dari warga sekitar.
02:06Namun, dari proses panjang dan berat itulah terbentuk karakter kuat seorang Abdul Wahid.
02:11Kesederhanaan, kerja keras, dan keteguhan menjadi nilai yang tertanam dalam dirinya hingga kini.
02:18Sekretaris Lembaga Adat Melayu Riau, LAMR, Kabupaten Indra Giri Hilir,
02:23Datuk Mahmudin juga mengatakan bahwa Abdul Wahid memang berasal dari Kabupaten Indra Giri Hilir.
02:28Beliau memang Kabupaten Indra Giri Hilir, besar di Mandah.
02:31Kalau sepengetahuan saya beliau, Wahid, memang orang asli Indra Giri Hilir.
02:37Memang orang jati diri kecamatan Mandah, katanya.
02:41Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan