- 8 bulan yang lalu
- #ijazahjokowi
- #ugm
- #doktertifa
JAKARTA, KOMPASTV - Usai Bareskrim Polri mengumumkan keaslian forensik dari ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo, hasilnya akan dijadikan bahas penyelidikan atas kasus pencemaran nama baik yang dilayangkan Jokowi di Polda Metro Jaya.
Salah satu pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma yang begitu lantang menyuarakan ijazah palsu Jokowi turut buka suara terkait hal itu.
Tifauzia yang akrab disapa Dokter Tifa mengatakan Bareskrim Polri tidak punya wewenang untuk menghentikan penyelidikan.
"Bareskrim tidak punya kewenangan untuk menghentikan penyelidikan maupun penyidikan. Bareskrim itu tidak punya. Karena yang punya kewenangan adalah pengadilan. Artinya tidak bisa secara sepihak Bareskrim menyatakan penghentian penyidikan ataupun penyelidikan. Itu bukan ranahnya," kata Tifa di wawancara Zoomcast bersama KompasTV, Kamis (12/6/2025).
Tifa mengatakan pelaporan polisi yang disampaikan Joko Widodo memiliki alamat berbeda.
"Ini dua hal yang berbeda. Alamatnya juga beda. Alamatnya itu beda. Yang satu Mabes, yang satu Polda Metro Jaya. Alamatnya beda. Jadi, yang kedua adalah sesuatu yang sedang dilakukan oleh Bareskrim bersama dengan puslabfor terhadap laporan aduan masyarakat di Mabes. Itu enggak bisa lalu dipakai untuk melakukan, apa namanya, melakukan penyelidikan di Polda Metro Jaya," jelasnya.
Lebih lanjut Tifa berharap ke depan selain di panggung pengadilan, Joko Widodo bisa melakukan pertobatan nasional dengan mengakui kebenaran dari ijazahnya.
Lead Content: Sadryna Evanalia
Content Creator: Yuilyana Wen
Editor: Frashiva Rizaldi
#ijazahjokowi #ugm #doktertifa
Baca Juga [FULL] Kumpulan Pernyataan Rismon, Roy, Tifa usai Dipanggil Polisi Terkait Ijazah Jokowi di https://www.kompas.tv/nasional/595853/full-kumpulan-pernyataan-rismon-roy-tifa-usai-dipanggil-polisi-terkait-ijazah-jokowi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/599415/polemik-ijazah-begini-pesan-dokter-tifa-untuk-pak-jokowi-hingga-ungkap-3-keganjilan-zoomcast
Salah satu pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma yang begitu lantang menyuarakan ijazah palsu Jokowi turut buka suara terkait hal itu.
Tifauzia yang akrab disapa Dokter Tifa mengatakan Bareskrim Polri tidak punya wewenang untuk menghentikan penyelidikan.
"Bareskrim tidak punya kewenangan untuk menghentikan penyelidikan maupun penyidikan. Bareskrim itu tidak punya. Karena yang punya kewenangan adalah pengadilan. Artinya tidak bisa secara sepihak Bareskrim menyatakan penghentian penyidikan ataupun penyelidikan. Itu bukan ranahnya," kata Tifa di wawancara Zoomcast bersama KompasTV, Kamis (12/6/2025).
Tifa mengatakan pelaporan polisi yang disampaikan Joko Widodo memiliki alamat berbeda.
"Ini dua hal yang berbeda. Alamatnya juga beda. Alamatnya itu beda. Yang satu Mabes, yang satu Polda Metro Jaya. Alamatnya beda. Jadi, yang kedua adalah sesuatu yang sedang dilakukan oleh Bareskrim bersama dengan puslabfor terhadap laporan aduan masyarakat di Mabes. Itu enggak bisa lalu dipakai untuk melakukan, apa namanya, melakukan penyelidikan di Polda Metro Jaya," jelasnya.
Lebih lanjut Tifa berharap ke depan selain di panggung pengadilan, Joko Widodo bisa melakukan pertobatan nasional dengan mengakui kebenaran dari ijazahnya.
Lead Content: Sadryna Evanalia
Content Creator: Yuilyana Wen
Editor: Frashiva Rizaldi
#ijazahjokowi #ugm #doktertifa
Baca Juga [FULL] Kumpulan Pernyataan Rismon, Roy, Tifa usai Dipanggil Polisi Terkait Ijazah Jokowi di https://www.kompas.tv/nasional/595853/full-kumpulan-pernyataan-rismon-roy-tifa-usai-dipanggil-polisi-terkait-ijazah-jokowi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/599415/polemik-ijazah-begini-pesan-dokter-tifa-untuk-pak-jokowi-hingga-ungkap-3-keganjilan-zoomcast
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Sebetulnya masalah ringan, tetapi memang perlu dibawa kerana hukum, agar semuanya jelas dan gamblang.
00:08Saya berkali-kali minta klarifikasi tentang apa sebetulnya peristiwa yang terjadi di tanggal 26 Maret 2025 tersebut, sampai dengan terakhir saya tidak mendapatkan sebuah jawaban.
00:19Pengumuman di koran kedaulatan rakyat tercantum nama Jokowi Dodo terhadap koran tersebut telah dipastikan keasliannya melalui keterangan staff perpustakaan.
00:30Saya merasa tidak tahu-menahu tentang apa peristiwa yang dilaporkan tersebut, karena pada tanggal tersebut ya saya bisnis as usual aja ya, Mbak Reskrim itu tidak punya kewenangan untuk menghentikan penyelidikan maupun penyidikan.
00:42Puncak kegeraman atau puncak kemarahan dari seorang perempuan itu kan menangis Mbak Eli.
00:46Ingin sekali Presiden Prabowo Sobjanto concern dengan masalah ini, ini adalah hak ya seluruh rakyat untuk mendapatkan sebuah penjelasan yang tidak cuma normatif tapi juga objektif dan science-based.
00:57Usai Mbak Reskrim Polri mengumumkan keaslian ijasa Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Polemik tudingan ijasa palsu belum usai.
01:07Misteri pertemuan 26 Maret 2025 jadi pemicu Joko Widodo melaporkan sejumlah nama ke Polda Metro Jaya pada Rabu 30 April 2025.
01:19Dan saya sudah bersama dengan salah satu pegiat media sosial, Tifauzia Tiasuma. Halo Ibu.
01:25Halo Mbak Yuli, terima kasih undangannya.
01:30Ya, sehat ya Bu ya.
01:32Alhamdulillah, ini kesempatan untuk memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat ya.
01:38Betul, betul, betul. Bagus.
01:39Saya bersyukur akhirnya kita bisa ketemu dan jadi untuk mencari ini.
01:45Saya tertarik dengan quote Ibu yang akhir-akhir ini memang jadi sorotan.
01:50Kalau perempuan menangis, berarti dia ada di puncak kemarahannya.
01:55Wah, itu cukup menyita perhatian saya.
01:59Ini menarik sekali untuk saya kulik gitu ya Bu.
02:04Tapi Ibu Tifa, izinkan sebelum kita ngobrol panjang terkait ijasa Pak Jokowi.
02:10Jadi, saya mau kenal dulu nih, sebenarnya Ibu Tifa ini sehari-harinya ngapain aja?
02:17Terus misalkan, apakah Ibu ada praktek sebagai dokter atau sebagai apapun?
02:22Baik, ya. Pertama, walaupun saya dokter memang ya.
02:26Jadi, dokter itu sebetulnya terikat kepada sebuah janji kepada negara.
02:32Yang disebut sebagai surat izin dokter atau surat penugasan.
02:35Yang saya terima setelah saya mendapatkan ijasa penuh sebagai dokter ya.
02:41Jadi, itu melekat.
02:42Artinya, dengan tanpa SIP, itu saya mendapatkan sebuah kewajiban.
02:47Sampai meninggal gitu ya.
02:49Jadi, misalnya, kalau misalnya saya naik pesawat gitu ya.
02:54Terus kemudian ada sebuah eksiden gitu.
02:56Maka, akan ada announcement.
02:58Siapa yang dokter di sini?
02:59Nah, saya punya kewajiban untuk langsung menyampaikan bahwa saya dokter.
03:03Dan punya kewajibannya melekat.
03:05Jadi, enggak akan ditanya,
03:07Bu, punya SIP? Enggak? Enggak.
03:08Karena kami itu punya surat.
03:10Namanya surat penugasan gitu ya.
03:11Jadi, itu.
03:12Tapi memang sebagai dokter praktek,
03:16itu sudah saya lepas izin saya sejak 2012.
03:21Kenapa?
03:22Karena waktu itu saya mendapatkan tugas untuk belajar di luar.
03:26Kemudian ketika pulang,
03:27saya merasa sudah cukup.
03:29Dan bakti saya sebagai dokter praktek.
03:31Dan kemudian saya melanjutkan sebagai peneliti ya.
03:34Sebagai peneliti.
03:35Sampai dengan hari ini.
03:37Jadi, ya, basically-nya sehari-hari saya melakukan penelitian,
03:41pengkajian.
03:42Dan mungkin sekitar lebih dari 25 tahun memang
03:46laboratorium saya itu di lapangan ya.
03:49Dari Sabang sampai Merauke gitu ya.
03:51Desa-desa, 83.000 desa gitu.
03:54Itu memang field saya di situ.
03:55Pasien saya karena saya seorang epidemiolog,
03:57pasien saya dalam masyarakat.
03:59Ya, itu.
04:00Jadi, seperti itulah kurang lebih ya.
04:02Kemudian,
04:03lebih dari seorang epidemiolog,
04:07saya juga menekuni bidang behavior ya.
04:09Bidang behavior.
04:10Karena itu kan ketika kemudian terjadi sebuah polemik
04:13yang kurang lebih sekitar 9 tahun ya,
04:15sejak 2016,
04:17ketika seseorang jurnalis senior bernama Pak Bambang Tri
04:20itu diperkarakan.
04:21Nah, itu kan mengusik ya.
04:24Rasa,
04:25rasa apa namanya,
04:27rasa ingin mendapatkan jawaban atas pertanyaan
04:30mengenai ijazah tersebut.
04:32Ya, enggak.
04:32Selesai-selesai juga sama dengan hari ini.
04:35Jadi, artinya itulah yang membuat kemudian
04:37ya sebagai perempuan ya,
04:38saya sangat marah ya.
04:40Marah gitu ya.
04:41Frustrasi sebetulnya.
04:43Kenapa sih?
04:44Sesuatu yang penyelesaiannya itu
04:45sebetulnya sangat sederhana.
04:47Sebagaimana dulu Presiden Barack Obama
04:49dipertanyakan soal akte kelahiran,
04:52udah, beliau selesai aja.
04:54Ini loh akte kelahiran saya.
04:55Nah, kenapa dalam hal ini,
04:57beliau ini mantan Presiden Pak Jokowi Dodo,
04:59kenapa tidak melakukan hal yang sama?
05:01Kalau seandainya memang betul
05:02beliau punya ijazah asli,
05:03sederhana kan?
05:05Enggak perlu harus mengorbankan orang
05:06untuk dipenjarakan,
05:07dan apalagi sekarang juga kabarnya,
05:10walaupun saya juga belum tahu
05:11yang dilaporkan sama beliau itu siapa juga.
05:13Kan belum jelas juga sampai dengan hari ini.
05:16Desus saja kan?
05:17Karena sampai dengan hari ini berdeklarasi
05:20siapa yang dilaporkan sama beliau.
05:24Oke.
05:25Nah, ini kan saya juga cukup memantau ya
05:27sosial media Ibu Tifa,
05:30baik dari DX juga.
05:32Banyak lah ya Ibu.
05:33Ibaratnya nih,
05:34Ibu Tifa ketika pertama kali diperiksa,
05:37dipanggil,
05:38dipanggil di kepolisian
05:40untuk memberikan keterangan,
05:42itu kan langsung tuh semua publik
05:44kayaknya mata tertujuk pada Ibu Tifa.
05:46Nah, Ibu Tifa ini sejak 22 Mei 2025,
05:50ini kan Dertipi Domba Reskebori,
05:52Brigjen Johan dan Nihira Harjo,
05:54itu kan sudah mengumumkan,
05:56menghentikan penyelidikan
05:58terhadap dugaan ijasa palsu Pak Jokowi.
06:02Nah, bagaimana nih Ibu menanggapi hal ini?
06:05Ya, saya klarifikasi ya,
06:06klarifikasi dulu.
06:07Jadi, saya memang menerima undangan
06:09dari Polda Metro Jaya.
06:12Undangan itu adalah klarifikasi.
06:14Nah, saya memenuhi karena saya adalah
06:16warga negara yang berusaha untuk sebaik mungkin.
06:19Jadi, saya penuhi.
06:21Tetapi di situ memang ada tiga hal
06:23yang buat saya sampai dengan hari ini
06:25juga belum clear.
06:26Karena di dalam surat itu
06:27ada tiga komponen
06:29yang seharusnya saya sebagai orang
06:31yang menerima undangan klarifikasi
06:33harusnya jelas.
06:33Pertama, ada seorang pelapor.
06:36Karena peristiwa di Jakarta Selatan
06:38tanggal 26 Maret 2025,
06:42beliau merasa begini-begini
06:44sehingga ada pasal-pasal
06:45kepada terlapor.
06:47Nah, tiga hal ini terpenuhi
06:49satu hal yaitu pelapornya jelas.
06:51Insinyur Haji Jokowi Dodo.
06:53Kemudian ketika saya tanya kepada
06:55Pak Nyidik,
06:56siapa yang dilaporkan?
06:57Nah, tidak mau menjawab.
07:00Belum, Bu.
07:00Sedang kami olah.
07:01Oke.
07:02Nah, saya perannya sebagai apa ini?
07:03Saksi.
07:04Saksi atas peristiwa apa?
07:05Atas peristiwa di Jakarta Selatan
07:0726 Maret 2025.
07:10Nah, saya sebagai saksi kan
07:12harusnya hadir dong
07:13di dalam peristiwa tersebut.
07:14Namanya juga jadi saksi gitu.
07:16Saya merasa tidak tahu-menahu
07:18tentang apa peristiwa
07:19yang dilaporkan tersebut.
07:21Karena pada tanggal tersebut,
07:22saya bisnis as usual aja ya.
07:24Bekerja sehari-hari,
07:26merawat keluarga,
07:27anak-anak, dan sebagainya.
07:29Tidak ada sebuah peristiwa spesifik
07:30yang membuat saya
07:31harus memberikan persaksian saya.
07:36Apalagi persaksian itu
07:37terhadap orang-orang yang
07:38sampai selesai pemeriksaan,
07:40sampai selesai klarifikasi,
07:42itu tidak disebut juga
07:42nama-namanya.
07:44Sampai dengan hari ini.
07:46Itu dari sisi klarifikasi saya.
07:49Kemudian,
07:49Mbak Es Krim.
07:51Sebenarnya gini loh,
07:52kita semua itu,
07:53saya ya terkhusus,
07:55merasa sebetulnya ingin sekali
07:57mendapatkan sebuah kejelasan.
07:59Jadi tanggal 22 Mei 2025 itu,
08:02wah harapan saya luar biasa.
08:04Akhirnya gitu ya,
08:05saya dan 280 juta rakyat Indonesia itu
08:08akhirnya bisa menyaksikan
08:11ijasa asli,
08:12Pak Jokowi Dodo gitu ya.
08:14Nah tercenganglah kemudian ya,
08:16karena ternyata
08:17bukan ijasa asli,
08:20tetapi justru fotokopi
08:22sebuah ijasa yang itu pun
08:23posisinya terlipat gitu ya,
08:25bekas terlipat gitu.
08:27Wah, surprise sekali gitu loh.
08:29Kok bisa begitu?
08:30Kemudian yang dinyatakan
08:31sebagai ijasa asli itu
08:33hanya tersembul.
08:34Mungkin Komas kan punya juga
08:35rekodnya ya.
08:36Hanya tersembul
08:37di pojokan gitu kan,
08:39tanpa terlihat dengan jelas
08:40apakah betul itu adalah
08:41sebuah ijasa atau tidak gitu.
08:44Kemudian,
08:44tambah terkejut lagi,
08:45karena ternyata
08:46dokumen-dokumen yang digunakan
08:48oleh Dirti Pidumbara,
08:49skrim di dalam
08:50mempresentasikan
08:51apa namanya,
08:53hasil dari pemeriksaannya.
08:55Banyak sekali
08:56keganjilan-keganjilan gitu.
08:58Untuk diketahui ya,
08:59saya puluhan tahun
09:00jadi peneliti.
09:00Jadi mata saya ini
09:01bukan seperti
09:03mata orang biasa
09:04melihat hal-hal kecil
09:06yang mungkin
09:06kalau sepintas lalu
09:07orang tidak melihat itu
09:09sebagai sebuah keganjilan.
09:10Bagi saya itu
09:11seperti barang di Zoom gitu,
09:14Mbak Yuli.
09:15Pengumuman di Koran
09:17Kedaulatan Rakyat
09:18tentang
09:193.169
09:22perserta lulus ujian
09:24masuk PPI
09:25atau proyek
09:26Perintis 1
09:27UGM
09:28yang terbit
09:29pada hari Jumat Keliwon
09:3218 Juli 1980
09:34dalam kurung
09:355 puasa
09:361912
09:38pada halaman 4
09:40kolom 6
09:41pada
09:42pada bagian
09:46UGM
09:47Fakultas
09:48Kehutanan
09:48nomor 14
09:53tercantum
09:54nama Jokowi Dodo
09:56terhadap
09:57kurang tersebut
09:57telah dipastikan
09:59keasliannya
10:00melalui
10:00keterangan
10:01staf
10:02perpustakaan.
10:04Nah ini kan
10:04kemarin kan
10:05Ibu juga sempat
10:06menyampaikan bahwa
10:07ada
10:08keganjilan
10:09dari data yang digunakan
10:11baris krim
10:11kemudian Ibu
10:12membeberkan
10:14beberapa
10:14poin-poin
10:15terkait
10:16menuding bahwa
10:17baris krim
10:18menduga
10:19baris krim
10:20menggunakan data palsu.
10:21Salah satunya
10:22itu yang saya
10:23pointerskan
10:25bahwa
10:25menaik koran
10:26kedaulatan rakyat.
10:28Ya, satu.
10:29Terkait
10:30urutan nama
10:32yang setelah
10:34Mapa Jokowi Dodo
10:35itu bisa dijelaskan
10:36enggak Bu?
10:36Ya, ya.
10:37Izin ya
10:38karena ini harus
10:39clear banget ya
10:40supaya
10:40masyarakat itu
10:41enggak
10:42disinformasi
10:43begitu.
10:44Yang pertama adalah
10:44tampilan pertama
10:46dari dokumen
10:47dipaparkan oleh
10:48oleh
10:49Dirti Pidum
10:50adalah koran
10:51kedaulatan rakyat.
10:51Nisa itu kan lahir
10:52dan dibesarkan
10:53di Jogja.
10:54Itu koran adalah
10:55sarapan sehari-hari
10:56kami masyarakat Jogja.
10:58Artinya
10:58in detail itu
10:59kami sangat ngerti.
11:00Ada satu ciri khas
11:01dari koran
11:02kedaulatan rakyat
11:03yang berbeda
11:03dengan koran nasional
11:04yang lain
11:05yaitu soal
11:06pencantuman kalender
11:08ya
11:09di pojok kanan atas
11:10gitu.
11:11Ya, jadi
11:11kalender yang digunakan
11:13oleh kedaulatan rakyat
11:14sejak 80 tahun
11:15yang lalu
11:16karena KR itu
11:16umurnya 80 tahun
11:17ya.
11:17Itu ada dua
11:18petanggalan.
11:19Satu kalender Masehi
11:20dan satu lagi
11:20kalender Jawa.
11:21Nah, sebagai orang Jawa
11:23saya sangat hafal ya.
11:25Itu saya kaget
11:26karena apalagi juga
11:27disampaikan oleh
11:28Dirti Pedum
11:28yang saya rasa
11:29Pak Johanda ini
11:29juga orang Jawa ya.
11:31Jadi,
11:32tanggal pengumuman
11:33proyek perintih 1
11:35PP1
11:36yang berisikan
11:37nama-nama calon
11:38mahasiswa yang diterima
11:39di proyek PP1
11:40termasuk di UGM
11:42itu tanggal
11:4318 Juli
11:441980
11:45ya.
11:46Nah,
11:47dalam tanda kurung
11:48ya setelahnya
11:49itu penanggalan
11:49Jawanya
11:50itu seharusnya
11:51itu 5
11:52Pasa
11:53atau 5 Poso
11:54tahunnya
11:551912.
11:56Tapi ternyata di
11:57Koran Kedaulatan Rakyat itu
11:59tertulisnya bukan
12:00Pasa
12:00bukan Poso
12:01tapi Puasa
12:03Puasa itu
12:04Bahasa Indonesia
12:05Kemudian Pak Johan
12:06Pak Dirti Pedum
12:07juga menyebutnya
12:08dengan polos
12:09gitu ya
12:095 Puasa
12:101912
12:11Terkejut sekali
12:13saya gitu ya
12:14Wah,
12:14ini pasti tidak mungkin
12:16Koran yang
12:17otentik
12:18ya
12:18Koran yang
12:19asli
12:20begitu
12:20Nah,
12:21tambah lagi terkejut
12:22dengan detail dari
12:23urutan nama calon
12:24mahasiswa
12:25Fakultas Kehutanan
12:26UGM
12:27ya
12:27ada memang
12:28tersebut disitu
12:30ya
12:30nomor 14
12:31itu
12:31Joko Widodo
12:32ya
12:32nah
12:33disini saya mau
12:34klarifikasi
12:34bahwa yang saya
12:35akan sebut
12:36selanjutnya
12:37Joko Widodo
12:38ini adalah
12:38mahasiswa
12:39Kehutanan UGM
12:401980 ya
12:41bukan
12:41yang kemudian
12:42menjadi presiden ya
12:43bukan ya
12:44ini
12:44calon mahasiswa
12:46bernama Joko Widodo
12:47ya
12:48yang diterima
12:49di
12:49program
12:51Sarjana
12:52Kehutanan UGM
12:53nah
12:54yang menarik adalah
12:55di nomor 8
12:55ada nama
12:57itu yang
12:58itu sama sekali
12:59bukan nama
13:00mahasiswa
13:01Kehutanan UGM
13:021980
13:03karena ditulis
13:04disitu
13:05Anji Pramaria
13:06sambung ya
13:07Anji Pramaria
13:08dengan
13:09apa namanya
13:10dengan
13:11spelling lama
13:13ya
13:13ejaan lama
13:14Anji
13:15A-N-D-J-I
13:16Anji
13:16berarti bacanya kan Anji
13:18bukan Andi ya
13:19Anji Pramaria
13:20sementara
13:21ya
13:22kita semua tahu
13:23bahwa
13:24salah satu
13:25lulusan
13:25kehutanan UGM
13:261980
13:27yang menyatakan diri
13:29dia berkali-kali
13:30di segala macam
13:31media maupun
13:32sosmed gitu ya
13:34dia beliau ini
13:35bernama
13:35Andi Pramaria
13:37Insinyur
13:38Andi Pramaria
13:39pemegang
13:40ijazah
13:41dari UGM
13:43ya
13:43tahun
13:441985
13:45seperti itu
13:46jadi gak ada
13:47nama Anji Pramaria
13:49itu gak ada
13:49yang ada adalah
13:50Andi Pramaria
13:52artinya gak mungkin
13:53kita kemudian
13:54excuse
13:55oh itu
13:56kedaulatan rakyat
13:57pasti salah
13:58gak mungkin
13:58kenapa
13:59Mbak Yulia
14:00sebagai mahasiswa UGM
14:02ya
14:02kita ini pegangannya
14:04ketika dinyatakan
14:05diterima ya
14:06dari koran itu
14:06nama kita ada
14:08saya
14:08Tifa Uziya
14:09Tiasuma
14:10Alhamdulillah
14:10saya diterima
14:11di fakultas kedaulatan
14:12dari koran itu
14:13kemudian saya berangkat
14:14ke gedung registrasi
14:16ya
14:17nah
14:17jadi gak mungkin
14:18seorang Andi Pramaria
14:20akan mengklaim
14:21itu namanya
14:22Anji Pramaria
14:22gak mungkin
14:23pasti dia U
14:24berarti saya gak diterima
14:25karena yang diterima adalah
14:26Anji Pramaria
14:26bukan Andi Pramaria
14:27gak mungkin
14:28itu kesalahan fatal
14:29yang kedua
14:31kemudian
14:32nah
14:32kesalahan fatal yang ketiga
14:34adalah
14:34ternyata
14:35kalau kemudian
14:36kita konversikan
14:37dengan
14:38atau kita inline-kan
14:39dengan dokumen berikutnya
14:40yang juga disampaikan oleh
14:42Mbak Reskrim
14:43yaitu terkait dengan
14:44formulir
14:45pendaftaran baru
14:46sebagai mahasiswa
14:47yang ditulis sendiri
14:49oleh Joko Widodo
14:50ternyata dia
14:51itu mendaftarkan diri
14:53di program SM
14:55atau Sarjana Muda
14:56bukan Sarjana
14:58nah artinya
14:59kalau dia memang
15:00diterima di tahun
15:011980 itu
15:02sebagai
15:03calon mahasiswa
15:04kehutanan UGM
15:05berarti dia tidak akan
15:06ada daftar namanya
15:08di
15:08Koran Kedaulatan Rakyat
15:10kan tidak mungkin
15:12yang Sarjana Muda
15:12KKN itu ya Bu ya
15:14Sarjana Muda ya
15:15dia sebagai Sarjana Muda
15:16diterima sebagai Sarjana Muda
15:18seseorang bernama
15:18Joko Widodo ini
15:19diterima
15:20artinya apa
15:21namanya tidak mungkin
15:22ada di urutan ke-14
15:23calon mahasiswa program
15:24Sarjana
15:25karena untuk
15:26mahasiswa program
15:27Sarjana Muda
15:28itu pasti kolomnya
15:29beda
15:29gitu
15:30nah ini ya
15:31tiga hal ini
15:32yang merupakan
15:33sebuah keganjilan
15:33dan perlu sekali
15:35untuk klarifikasi
15:36karena kan kita
15:37sangat ingin
15:37kepolisian
15:38dalam hal ini
15:39Baris Krim itu
15:40bekerja secara profesional
15:41itu baru
15:42tiga item
15:43yang saya sampaikan
15:44masih banyak ya Bu
15:45masih banyak
15:46oke
15:48tapi
15:48tapi Ibu Tifa
15:50hasil forensik
15:51dari keaslian
15:52ijazah Jokowi
15:53yang sudah diumumkan
15:54oleh Baris Krimpori
15:55akan jadi bahan
15:56analisis
15:56kasus pencemaran
15:57nama baik
15:58di Polda Metro Jaya
15:59bagaimana
16:00Ibu
16:01ya
16:01ya
16:02beriring berjalanan
16:04dengan meminta
16:04klarifikasi
16:05namun ini juga
16:06prosesnya sudah berjalan
16:07di Polda Metro Jaya
16:08ya
16:10karena gini ya
16:11saya kan ini
16:12masih desas-desus kan ya
16:14belum ada bukti
16:14bahwa saya menjadi
16:15terlapor gitu kan
16:16saya masih
16:17dalam undangan
16:18klarifikasi Polda itu
16:19kan saya sebagai
16:20saksi begitu ya
16:21jadi kan desas-desus
16:22tapi
16:23Alhamdulillah ya
16:24saat ini sudah ada
16:2580 lebih
16:26kuasa hukum
16:27para
16:27lawyer
16:28yang secara
16:30involuntary
16:30secara
16:31mereka
16:32dengan
16:32keikhlasan
16:34membantu saya
16:34untuk menerjemahkan
16:36ilmu-ilmu hukum
16:37yang
16:37tentu saja
16:38tidak saya kuasai
16:39dengan baik
16:40nah
16:40dari mereka
16:41saya mendapatkan
16:42penjelasan
16:43ya
16:43bahwa
16:45satu
16:46baris krim itu
16:47tidak punya
16:47kewenangan
16:48untuk menghentikan
16:49penyelidikan
16:49maupun penyidikan
16:50ya
16:51baris krim itu
16:52tidak punya
16:52karena yang punya
16:53kewenangan adalah
16:54pengadilan gitu ya
16:55artinya
16:56tidak bisa
16:56secara sepihak
16:57baris krim
16:58itu
16:59menyatakan
17:00penghentian
17:01penyidikan
17:01ataupun penyelidikan
17:02gitu ya
17:03seperti itu
17:03itu bukan ranahnya
17:05bukan domainnya
17:06dari baris krim
17:07makanya
17:08para
17:09para
17:10tim TPUA
17:11yang melaporkan
17:12jadi ini kan
17:13sebenarnya ada dua
17:13peristiwa yang berbeda
17:15yang
17:15yang
17:16yang
17:16agak
17:17mix ya
17:18diantara
17:18masyarakat
17:19ini ada
17:19baris krim
17:20kalau yang
17:21satu lagi
17:22ini kan
17:22laporan
17:25polisi
17:25yang disampaikan
17:26yang dilakukan oleh
17:27pelapor
17:28Pak Joko Widodo
17:29kan ini dua
17:29hal yang berbeda
17:30alamatnya juga
17:32beda gitu loh
17:33alamatnya itu
17:34beda
17:34yang satu
17:36Mabes
17:36yang satu
17:37Polda
17:37Metro Jaya
17:38kan alamatnya beda
17:40nah jadi
17:41yang kedua adalah
17:42sesuatu yang sedang
17:44dilakukan oleh
17:45Baris Krim
17:45bersama dengan
17:46Pus Lapfor
17:47terhadap laporan
17:48aguan masyarakat
17:49di Mabes
17:50itu gak bisa
17:52lalu dipakai
17:53ya
17:53untuk
17:54melakukan
17:55apa namanya
17:56melakukan
17:58penyelidikan
18:00penyelidikannya
18:01di Polda
18:01Metro Jaya
18:02jadi
18:03artinya
18:04Polda Metro Jaya itu
18:05akan melakukan
18:05penelitian
18:06akan melakukan
18:07penyelidikan
18:07beserta
18:08kemungkinan
18:09juga dengan
18:09Pus Lapfor
18:10itu atas
18:11laporan ini
18:11dan itu
18:12harus dilakukan
18:12dari secara 0
18:141, 2, 3
18:15kemudian
18:16diperlukan
18:16jadi diulang lagi
18:18ya Bu
18:18harusnya
18:19di Polda Metro Jaya itu
18:19ada penyelidikan
18:21lagi lebih lanjut
18:21karena kan
18:22pastinya
18:23pihak yang
18:25TPU
18:25dalam hal ini
18:26yang melakukan
18:26aduan masyarakat
18:27kepada Mabes
18:28itu kan punya
18:29dokumen-dokumen
18:30yang kemudian
18:31diuji oleh
18:32Baris Krim
18:33nah sementara
18:33lapor
18:34itu kan juga punya
18:35dokumen-dokumen
18:36sendiri gak bisa dong
18:37dokumen kemudian
18:38dan ada penyitaan
18:40dokumen
18:40ini kan juga
18:41tidak dilakukan
18:42malah
18:43yang katanya
18:44ijasa palsu
18:45eh sorry
18:46yang katanya
18:47ijasa asal
18:47itu sudah dikembalikan
18:48beberapa hari
18:50sebelum
18:50Baris Krim
18:51menyampaikan
18:52konferensi pers
18:53kan
18:53itu kan
18:54harusnya kan ada
18:55penyitaan dokumen
18:56atau penyitaan
18:57barang bukti
18:58gitu loh
18:58jadi hal-hal yang
18:59seperti ini
19:00masyarakat itu
19:01ya sama
19:02seperti saya ya
19:03orang yang
19:03katakanlah
19:04tidak terlalu memahami
19:05atau cukup awam
19:06dalam hal hukum
19:07ya perlu ada
19:08orang-orang
19:09pakar-pakar
19:10yang memberikan
19:11penjelasan
19:11kepada saya
19:12jadi confirm
19:12sebetulnya itu kan
19:13sama dengan
19:14hari-hari
19:15dimana saya menjadi
19:16peneliti kan
19:16segala sesuatu itu
19:17harus ada
19:18harus ada
19:19metodologi
19:20dan
19:21iya
19:21tata
19:22yang
19:22kebetulan sama
19:24sih sebenarnya
19:25gitu
19:25jadi gak bisa dong
19:26penelitian
19:27seseorang yang
19:28sedang dilakukan
19:29penelitian
19:29lalu tiba-tiba
19:30datanya diambil
19:31sama penelitian
19:31lain
19:32di peristiwa yang
19:34berbeda itu
19:34gak boleh
19:35karena
19:36tidak boleh
19:38dan itulah yang
19:39kemudian diminta
19:40oleh kami
19:41jadi sebetulnya
19:42proses di Polda itu
19:43belum apa-apa
19:43masih dalam
19:44klarifikasi
19:45kemudian
19:47karena
19:47Mabes ini juga
19:49sedang berjalan
19:50mereka butuh
19:51gelar perkaraan
19:52karena saksi-saksi
19:53itu juga dari
19:54pihak
19:54yang mengadu
19:55yang menyampaikan
19:56aduan masyarakat
19:57dalam hal ini
19:58alat TPUA
19:58yang dipimpin oleh
19:59Pak Egi Sujana
20:00dan kawan-kawan itu
20:00belum di
20:02semuanya
20:02belum diminta
20:04kesaksiannya
20:05kemudian dokumen-dokumen
20:07yang mereka ini
20:07juga belum
20:08belum dilakukan
20:09pemeriksaan
20:10artinya proses itu
20:11seharusnya berjalan dulu
20:12sampai
20:13sampai titik akhir
20:14ada sebuah
20:15final
20:16apa namanya
20:16conclusion
20:17baru kemudian
20:18ke Polda
20:19Polda baru jalan
20:20kalau memang perlu
20:21perlu jalan
20:22kalau enggak ya
20:23ya sudah
20:23oke
20:25Ibu Tifa
20:26kita ke pertanyaan
20:27selanjutnya
20:28bahwa saya juga kan
20:28melihat
20:29beberapa unggahan
20:30dari
20:30Ibu Tifa
20:32terkait
20:32TX
20:33pertama itu
20:35saya melihat
20:36ada unggahan
20:37berkali-kali
20:38Ibu terkait
20:39Pak Kasmujo
20:40saya kasihan sekali
20:42dengan Pak Kasmujo
20:43sudah sepuh
20:44sudah pensiun
20:46dijadikan
20:46tameng
20:47persekongkolan
20:49disuruh
20:49menghapal
20:50sebuah cerita
20:51anaknya pendiam
20:52tapi pintar
20:53IP-nya ada
20:532,5
20:54sampai 3,5
20:55sederhana
20:56suka pulang ke Solo
20:57naik sepeda
20:58ini yang Ibu kutip
20:59dari omongannya
20:59Pak Kasmujo
21:00nah ini
21:01sebenarnya
21:02apa sih Ibu
21:02yang menjadi
21:03kegelisahan
21:04Ibu Tifa
21:04terkait Pak Kasmujo
21:06iya
21:07sebetulnya
21:07ada dua hal ya
21:08terutama
21:09almamater kebanggaan
21:11dan kecintaan
21:12saya
21:12Unusas Gajah Mada
21:13itu saya sedih
21:15sekali
21:15karena
21:16UGM harus terserat
21:18dalam sebuah hal
21:19yang sebetulnya
21:20tidak sepatutnya
21:21itu terjadi
21:22dan
21:22dan sampai dengan
21:23hari ini
21:23saya melihat
21:24UGM itu
21:25struggle banget
21:26untuk
21:26melakukan sesuatu
21:28yang buat saya itu
21:29malah menjadi
21:31jauh sekali
21:31dari
21:32ranah mulia
21:34dari sebuah
21:35almamater
21:36sebuah
21:36universitas
21:37dan sebetulnya
21:39UGM juga
21:39tidak perlu
21:40harus merasa
21:41bertanggung jawab
21:42secara
21:42material
21:43kalau moral
21:44responsibility
21:45ya memang
21:45tapi kalau secara
21:47material
21:47sebetulnya
21:47tidak usah harus
21:48melakukan itu
21:49termasuk
21:50terseratnya
21:51katakanlah Pak
21:52Kasmojo ini
21:53untuk menjadi
21:54sebuah
21:55objek
21:56legitimasi
21:57objek
21:58legitimasi
21:59kita tahu
22:00dengan kasat
22:01mata kita sendiri
22:02tidak usah
22:02harus pakai
22:03penelitian ini
22:04tetapi
22:04cukup
22:06untuk melihat
22:07beberapa video
22:08pertama
22:08video yang
22:10terjadi
22:11di tahun
22:122017
22:12pada acara
22:13reuni
22:14UGM
22:14dimana
22:15waktu itu
22:16Pak Joko Widodo
22:17masih menjadi
22:17presiden
22:18beliau berpidato
22:19dan kemudian
22:20menampilkan
22:21sosok seorang
22:22lelaki sepuh
22:23yang diperkenalkan
22:24sebagai
22:25dosen pembimbing skripsi
22:27yang namanya
22:27Pak Insinyur Kasmojo
22:29jelas sekali
22:30kalau kita melihat
22:31video itu secara utuh
22:33jelas sekali
22:34bahwa
22:35Pak Joko Widodo
22:36menyebutkan
22:37Insinyur Kasmojo
22:37ini sebagai
22:38pembimbing skripsinya
22:39yang galak sekali
22:41yang bolak-balik
22:42bentak-bentak
22:43pada saat saya
22:44sedang melakukan
22:45konsultasi
22:48untuk skripsi saya
22:49jelas itu
22:50pembimbing skripsi
22:51jelas
22:52nah kemudian
22:53pada beberapa kali
22:54video yang lain juga
22:57yang Pak Kasmojo
22:58juga menyatakan
22:58sendiri ya
22:59dengan bangga
23:00beliau mengatakan
23:01sebagai pembimbing
23:01dan sebagainya
23:02itu kan menurut saya
23:03pada waktu itu
23:04saya belum menduga
23:06terjadi
23:06peristiwa-peristiwa
23:07yang merupakan
23:09sebuah keganjilan-keganjilan
23:10berbagai dokumen pendukung
23:12selain ijazah itu sendiri
23:13termasuk skripsi
23:14nah baru kemudian kan
23:15sekarang menjadi
23:16sangat viral ya
23:17ketika dokter
23:18Rizmond Sianipar itu
23:19apa namanya
23:21meneliti
23:22tentang skripsi tersebut
23:24lalu kemudian kan
23:25jadinya kan
23:26akhirnya kita jadi tahu
23:27bahwa
23:28dosen pembimbing skripsi
23:30mahasiswa bernama
23:31Joko Widodo
23:32saya bilang
23:32mahasiswa bernama
23:33Joko Widodo
23:34ya
23:34ini subjeknya
23:36itu pembimbing skripsinya
23:37ternyata
23:38dokter insinyur
23:39Ahmad Sumitro
23:40ya
23:41yang
23:41kalau seandainya
23:42memang skripsi itu
23:43terbit di tahun
23:441985
23:45posisinya pak profesor
23:47pak dokter Ahmad Sumitro
23:49itu belum profesor
23:50karena beliau itu
23:50baru menjadi profesor
23:52di bulan Maret
23:53kalau nggak salah
23:53tahun
23:541986
23:55ya
23:57sementara skripsi itu
23:59ya skripsi itu
24:00terbit ya
24:01di
24:02apa namanya
24:04di bulan
24:0414 November ya
24:07repositorynya itu
24:08tahun 1985
24:09digunakan sebagai dokumen
24:11untuk melengkapi
24:13seseorang bernama
24:13Joko Widodo
24:14untuk mendaftar
24:16wisuda
24:16gitu ya
24:17wisuda gitu
24:18nah saya bilang
24:19seseorang bernama
24:19Joko Widodo
24:20karena ternyata
24:21kalau kita refer ke
24:22dokumen
24:23bar es krim
24:24ya
24:24Joko Widodo
24:26ini sarjana muda
24:27bukan sarjana
24:28gitu ya
24:29ini makanya
24:30ini ada sebuah
24:30missing link lagi
24:31gara-gara
24:32bar es krim
24:32gitu ya
24:33karena
24:33dia
24:34beliau ini
24:35atau dialah
24:36Joko Widodo
24:36ini mendaftarkan diri
24:38sebagai mahasiswa baru
24:39angkatan
24:401980
24:41tapi jelas-jelas
24:42menulis
24:42bahwa dia
24:43diterima di program
24:45sarjana muda
24:46dan
24:46pada waktu
24:47registrasi
24:48di tahun
24:49ajaran yang kedua
24:50tahun kedua
24:52kan dia diterima
24:521980 ya
24:54sebagai sarjana muda
24:55kan dia menulis
24:55sendiri ya
24:56SM
24:56tahun kedua
24:571981-1982
24:59dia masih
25:00registrasi itu
25:01melingkari
25:02kolom
25:03melingkari
25:03kolom
25:04sarjana muda
25:05artinya nih
25:06jangan-jangan
25:07ada dua Joko Widodo
25:08nih gitu ya
25:08Joko Widodo
25:09yang sarjana muda
25:10gitu kan
25:11mengikuti sarjana muda
25:12dan ada Joko Widodo
25:13yang ya
25:14katanya
25:15membuat skripsi
25:16ya
25:16tahun 1985
25:18dan kemudian
25:18ikut wisuda
25:19tahun 1985
25:20gitu
25:21ini kan
25:22tidak nyambung
25:22apalagi kalau
25:23saya boleh lanjut gak
25:25Pak Yuli
25:25boleh silahkan
25:27jadi
25:28apalagi kalau
25:29kita lihat lagi
25:29dokumen berikutnya lagi
25:30dari yang disampaikan oleh
25:32Bar Eskrim ya
25:32terkait dengan
25:33transkrip nilai
25:34jelas sekali ya
25:36apa namanya
25:37transkrip nilai
25:39itu dari
25:40mahasiswa yang bernama
25:41Joko Widodo
25:42yang mengikuti program
25:43sarjana muda
25:44ya
25:44transkrip nilai itu
25:46final judisium
25:47jelas ditulis itu
25:48judisium
25:49itu dengan SKS
25:50122 SKS
25:51dengan IPK
25:53205
25:53artinya memang betul
25:54itu judisium
25:55sarjana muda
25:57ya kan
25:57dengan SKS
25:58122
25:59dengan
25:59tahun
26:001983
26:01artinya 3 tahun
26:02berarti emang ini
26:03sarjana muda
26:04205
26:05mestinya itu lulus
26:07tapi lulus dengan
26:08sangat mepet ya
26:09gitu
26:09nah sekarang kemudian
26:10pada dokumen berikutnya
26:12tiba-tiba
26:12Bar Eskrim menyampaikan
26:13menyampaikan
26:15ada lagi
26:16transkrip
26:17tulisannya sarjana
26:19tidak jelas
26:20nama siapa
26:21tapi
26:21ada nomor mahasiswa
26:231681 KT
26:24kalau 1681 KT
26:26itu memang
26:27miliknya dari
26:28mahasiswa bernama
26:29Joko Widodo
26:30masalahnya adalah
26:31ini ada keganjilan
26:32di situ
26:32keganjilan ya
26:34keganjilan lagi adalah
26:35pada dokumen yang lain lagi
26:37dalam bentuk foto-foto juga
26:39itu
26:39mahasiswa bernama
26:41Joko Widodo ini
26:42mengikuti program
26:43KKN
26:44ya
26:45di tahun
26:451983
26:47nah
26:47sementara
26:48kalau dia memang
26:50mengikuti program
26:51sarjana muda
26:52maka
26:53peserta
26:54mahasiswa sarjana muda
26:55tidak ada kewajiban
26:56untuk KKN
26:57ya
26:58tidak ada kewajiban
26:59di semester 6
27:00di selesai itu
27:01tidak ada kewajiban
27:02KKN
27:03jadi ini kan
27:03menjadi sangat
27:05membingungkan
27:06apakah ada
27:06dua Joko Widodo
27:07yang satu
27:08mengikuti program
27:09sarjana muda
27:10yang satu
27:10mengikuti program
27:11sarjana
27:12dan itu
27:14tidak masuk akal
27:15sama sekali
27:15ketika
27:16Joko Widodo
27:17yang mengikuti
27:17sarjana muda
27:18ini ternyata
27:18dia KKN
27:191983
27:20di akhir semester 6
27:21program sarjana mudanya
27:23lalu ada
27:25transkrip
27:25program sarjana
27:26disitu tertulis
27:2888 SKS
27:31dengan IPK
27:323,05
27:33ya kan
27:34nah
27:35kalau seandainya
27:36kita berhipotesis
27:37kalau seandainya
27:38Joko Widodo ini
27:39pertama dia diterima
27:411980
27:41itu sebagai
27:42sarjana muda
27:43kemudian
27:44dia lanjut
27:45di program sarjana
27:47maka kan ada
27:47akumulasi SKS
27:49satu
27:49di sarjana muda
27:50dia 122 SKS
27:52di sarjana
27:53dia 88
27:53SKS
27:54totalnya
27:55210 SKS
27:56mana ada
27:57sarjana harus
27:58menempuh
27:59210 SKS
28:00karena menurut
28:01peraturan
28:02Kementerian Pendidikan
28:03dan Kebudayaan
28:04seorang sarjana itu
28:05hanya menempuh
28:06140 sampai
28:07150 SKS
28:09jadi mana ada
28:10gitu
28:10sarjana harus
28:12ditempuh
28:12sebanyak 210
28:13ini belum detail lagi ya
28:15udah itu aja dulu deh
28:16oke
28:17Ibu Tifa
28:18apakah dengan
28:19Pak Jokowi menunjukkan
28:21ijazahnya
28:21begitu saja
28:22dan
28:22Anda puas
28:24dengan rekan-rekan
28:25selesai
28:25atau memang
28:26seperti yang
28:27Anda unggah
28:27di X itu
28:28saya dilaporkan
28:29bagus
28:29saya mau tagih
28:31janji Pak Jokowi
28:31yang sesumbarnya
28:32hanya memperlihatkan
28:34ijazahnya di depan
28:35pengadilan
28:35ini gimana nih Bu
28:37dua hal ya
28:38jawaban saya
28:39satu
28:39lah kan sudah ada
28:40pengadilan di Solo
28:41berkali-kali
28:42ya
28:44pertama tahun
28:442016
28:45dengan
28:46terdakwa
28:47Pak Bambang Tri
28:48lalu kemudian
28:48tahun 2022
28:49Pak Bambang Tri
28:50lagi
28:51itu kan sudah ada
28:51pengadilan
28:52dimana disitu juga
28:53sudah ditanyakan
28:55sama semua
28:56perangkat hukum
28:56disitu
28:57ijazahnya
28:58mana
28:58selesai
28:59sudah waktu itu
29:00kan
29:00konsekuensinya
29:01katakanlah
29:02Pak Bambang Tri
29:03waktu itu
29:03melakukan
29:04fitnahan
29:05atau hujatan
29:05ya sudah
29:06begitu
29:06tapi yang jelas
29:07sudah
29:07sehingga tidak ada
29:08peristiwa sekarang
29:09kan
29:09nah
29:10ya kan
29:11itu
29:11lalu
29:12sekarang ini
29:13sudah ada
29:14tiga pengadilan
29:15yang sedang
29:15ada dua
29:16pengadilan
29:16yang sedang
29:17berjalan
29:17satu pengadilan
29:18Solo
29:19ya pelapornya
29:20pengugatnya adalah
29:21Pak Dr. Muhammad Taufik
29:23ya beliau seorang
29:24lawyer bersama
29:24dengan tim
29:25dan satu lagi
29:26di pengadilan
29:27Sleman
29:27yang sedang
29:28berjalan secara
29:29paralel
29:29itu bukankah
29:30sudah berkali-kali
29:31juga ditagih
29:32disitu
29:33yang katanya
29:34Pak Jokowi
29:35Dodo mau
29:35saya mau menunjukkan
29:36ijazah asli saya
29:37kalau pengadilan
29:38yang meminta
29:38itu pun juga
29:39tidak dipenuhi
29:40gitu loh
29:40jadi karena itulah
29:42maka saya
29:42saya tidak melihat
29:44ada sebuah etikat
29:45dimana misalnya
29:46let's say
29:46yang Polda lanjut
29:48atau yang Mabes lanjut
29:49itu beliau juga
29:50akan menunjukkan
29:52ijazahnya
29:53jadi akhirnya kan
29:54kita jadi bertanya
29:55ini mau sampai kapan
29:56butuh berapa banyak
29:57Tifa lagi
29:58butuh berapa banyak
29:59Roy Suryo lagi
30:00butuh berapa banyak
30:01Roy Rismon Sianipar lagi nih
30:03untuk sampai
30:04akhirnya beliau itu
30:05mau menunjukkan
30:06ijazahnya
30:07gitu
30:07nah kemudian
30:09kedua
30:09seandainya ya
30:10karena sekarang ini kan
30:12jadi guliran-guliran
30:13dokumen-dokumen
30:13dan data-data
30:14itu kan harus
30:15diverifikasi
30:16jadi sebetulnya
30:17juga tidak cukup juga
30:18ini loh ijazah saya
30:19gitu ya
30:19seperti Barack Obama
30:21juga ini loh akta
30:22kelahiran saya
30:22enggak juga
30:23jadi ada sebuah
30:24lembaga independen
30:25yang kemudian
30:26menunjukkan
30:27ini ijazah ini
30:29akta kelahirannya
30:30ada berat tubuhnya
30:31ada rumah sakitnya
30:32dan segala macam
30:33itu juga
30:34semestinya demikian
30:35juga gitu
30:36oke
30:37nah ibu ini yang
30:38ini yang menjadi
30:39pertanyaan
30:40mungkin publik
30:41ataupun juga saya
30:42bahwa
30:43ijazah asli Jokowi
30:44ataupun ijazah palsunya
30:46beliau sudah tidak
30:49jadi presiden
30:50dan sekarang digaungkan
30:51begitu
30:51hebat
30:52perjuangan dasarnya
30:53apa sih ibu?
30:56begini ya
30:57sebetulnya kan
30:58persoalan yang
30:59lebih esensil
31:00persoalan yang
31:01lebih hakiki
31:01adalah
31:02bagaimana kita
31:03berjuang untuk
31:04menegakkan kehormatan
31:05dan kemuliaan
31:06bangsa dan negara ini
31:07beserta dengan
31:08pemimpin-pemimpinnya
31:10jadi
31:10ya ini bukan
31:12saya hanya alat saja
31:13alatnya kebenaran
31:15ya
31:15jadi subjeknya itu
31:16adalah sebuah kebenaran
31:17ketika kebenaran itu
31:19dipertanyakan
31:20ketika kebenaran itu
31:21disemuti dengan
31:22keraguan-raguan
31:23dengan keganjilan-keganjilan
31:24dengan kebohongan-kebohongan
31:26ya
31:27maka kebenaran itu
31:28akan terus mencari
31:29kanalnya
31:30akan terus mencari
31:31jalannya
31:31untuk
31:32membuka
31:33dirinya sendiri
31:34nah ini kan bedanya
31:35dengan kebohongan
31:36kalau kebohongan itu
31:37akan membutuhkan
31:38kebohongan lain
31:38untuk menutupi
31:39kebohongannya
31:40dia dan terus-terus
31:41kalau kebenaran
31:42enggak
31:42dia
31:43begitu dia udah
31:44pada momentum
31:46dia terbuka
31:46maka kemudian
31:47nanti akan ada
31:48semesta
31:48yang akan memberikan
31:49jalan bagi kebenaran itu
31:51untuk membuka dirinya sendiri
31:52nah
31:52saya itu
31:53hanyalah alat
31:54bagi kebenaran itu
31:55dan
31:56mengapa kebenaran
31:57tentang ijazah ini
31:58penting
31:58karena ini adalah
31:59sebuah sejarah
32:00ini adalah sebuah
32:01warisan
32:02bagaimana kita bisa
32:03membiarkan negara ini
32:05memberikan warisan
32:06memberikan legasi
32:07memberikan catatan
32:08kelam
32:09atas
32:10apa namanya
32:12pertanyaan
32:13tentang ijazah
32:14dari seorang pemimpin
32:15yang tidak jelas juga
32:16bahkan setelah
32:18beliau tidak menjabat
32:19gitu
32:19karena itu nanti
32:20akan menjadi
32:21sebuah presiden
32:22kan buktinya
32:22baru-baru ini
32:23juga ada nih
32:24wagup
32:24wagup terpilih
32:25ternyata ijazahnya
32:26tanda tangan rektornya
32:27ya makanya
32:30apakah kita nanti
32:31akan menjumpai lagi
32:32presiden ke-12
32:34ya dengan ijazah yang
32:35dipertanyakan
32:36presiden ke-23
32:37dengan ijazah yang
32:38dipertanyakan
32:39kan kita gak mau
32:39itu terjadi
32:40jadi biarkan
32:41kebenaran ini
32:42membuka jalannya sendiri
32:43saya hanyalah
32:45salah satu alatnya
32:45saja
32:46gitu
32:46kita ikuti saja
32:48sampai kebenaran itu
32:49menemukan
32:50panggungnya
32:51untuk
32:52membuka dirinya
32:53adakah
32:54bersedia bersaksi
32:55di bawah Al-Quran
32:56bahwa tuduhan Anda
32:57saya menerima
32:58dana besar itu
32:59benar atau tidak
33:00saya berani bersumpah
33:01di bawah Al-Quran
33:03bahwa itu
33:04tidak benar sama sekali
33:05itu bohong
33:06Bang Abalin
33:06oke Bang Abalin
33:07responnya gimana tuh
33:08nanti
33:09nanti
33:09putar ulang
33:11semua podcastnya
33:12kemudian
33:14dengar baik-baik
33:15pakai hati
33:16pakai pikiran
33:17dengan teduh
33:18bahwa
33:19proses tuduhan
33:21terhadap Jokowi
33:2210 tahun
33:22dengan ijazah palsu
33:24itu
33:24berapa biaya
33:26yang digunakan
33:27itu dana besar
33:28kan mas
33:28karena itu
33:30dengar
33:32dengar dulu
33:32dengar
33:33ini hal yang suci
33:34Bang Abalin
33:35mas Roy
33:35ngomong
33:36saya dengar
33:36jadi kalau saya dengar
33:37saya ngomong
33:38Anda dengar
33:39karena itu
33:40saya bilang
33:40hanya urusan
33:42ijazah palsu
33:4310 tahun
33:44berapa biayanya itu
33:46banyak kan
33:47karena itulah
33:48yang saya bilang
33:49supaya
33:50saya pikir nanti
33:51kompas buat
33:52satu forum khusus
33:53kita ngomong
33:54tentang materi ini
33:55ya
33:55biar kita
33:56perjelas satu persatu
33:57kita tunggu
33:57bawa Al-Quran
33:58Bang Abalin
33:58nah ini kan
33:59sebenarnya
34:00tudingan dari
34:01mantan tenaga
34:02ahli KSP
34:02Ali Mokhtar
34:03Ngabalin
34:04kan memang
34:04ditujukan
34:04kepada Bang Roy
34:05Suryo
34:05tapi saya
34:06mau minta
34:07pendapat dari
34:08Ibu Tifa sendiri
34:09mengenai
34:09katanya
34:10ada dana besar
34:11dibalik
34:12kasus
34:13tudingan
34:14ijazah palsu
34:14Pak Jokowi
34:15nah ini gimana
34:16ibu
34:16ya kalau
34:18sahabat saya
34:19Mas Roy Suryo
34:20kan sudah sampai
34:21menantang ya
34:22itu karena itu
34:22adalah sebuah fitnah
34:23yang sangat keji
34:24kepada kami
34:25orang-orang kecil
34:27orang-orang yang
34:28biasa-biasa saja
34:29tidak punya
34:30jabatan apapun
34:31tidak punya
34:32tidak punya
34:33harta yang
34:34ini saya ini
34:35ibu
34:36ibu peneliti
34:37yang dengan susah payah
34:38membesarkan
34:39ketiga anak saya
34:40dengan susah payah
34:41menyekolahkan mereka
34:42dengan darah dan keringat
34:44tiba-tiba dituduh
34:45gitu ya
34:46dituduh
34:47terlibat dalam
34:49sebuah bohir
34:50apa-apa itu
34:51itu tuduhan yang
34:52sangat keji
34:53tuduhan yang sangat
34:54kejam
34:54Anda mau tegaskan
34:56bahwa tidak ada
34:57penyokong dana
34:58dibalik ini
34:58ya gini aja
35:00ayo gini
35:01sekarang kita
35:02buka-bukaan
35:04ini rekening deh
35:06rekeningnya ngabalin
35:07sama rekening saya deh
35:08coba
35:10waduh-waduh
35:11saya mau tahu
35:13dari mana saja
35:14dia sudah bantu
35:15kalau saya kan jelas
35:16dari kerja saya
35:18coba
35:20saya mau tahu
35:21rekeningnya
35:22ngabalin dari mana saja
35:23oke
35:24ibu Tifa
35:25di salah satu
35:26wawancara TV
35:27saya juga menyimak
35:28bahwa ibu Tifa
35:28juga sempat mengatakan
35:29bahwa pernah mendukung
35:30Pak Jokowi
35:30sebagai presiden
35:32iya
35:34iya
35:35iya
35:35iya
35:36apa
35:36jejak saya itu kan
35:37gak pernah ngapus-ngapus
35:38kecuali kalau misalnya
35:39apa ya
35:40ngapus-ngapus
35:41postingan saya
35:42gitu ya
35:42kecuali kalau
35:43ternyata saya terlalu kasar
35:45atau saya apa
35:45pokoknya saya merasa
35:46tidak pantas
35:47atau tidak bagus
35:48gitu
35:49biasanya saya hapus
35:49tapi bukan karena
35:50saya takut atau apa
35:51gitu
35:51jadi jelas
35:52tahun 2014 itu
35:54ya ada dua surprise ya
35:56gitu
35:57untuk pertama kalinya
35:58ada calon presiden
36:00dari UGM
36:00kan bangga dong
36:01saya sebagai alumnus UGM ya
36:03tentu saja kan
36:04ada sebuah
36:04sebuah kebanggaan
36:06primordial kan ya
36:07wah kak
36:08pada akhirnya
36:09UGM punya calon presiden
36:11kan gitu ya
36:11kemudian
36:13harus
36:14tapi harus dipahami ya
36:15bahwa
36:15saya tidak mendukung
36:17sosok
36:17saya tidak pernah
36:18mendukung orang
36:19saya mendukung nilai
36:21nah
36:22karena itu
36:22waktu itu
36:23saya mendukung
36:24beliau ini
36:26karena nilai
36:27nilai kesederhanaan
36:29nilai kebersahajaan
36:31nilai dari
36:32orang biasa-biasa
36:33saja menjadi pejabat
36:35dan itu kan
36:35sebuah nilai-nilai
36:36yang patut
36:37untuk
36:38saya
36:38apa ya
36:40saya dukung lah
36:40begitu
36:41tapi kan
36:41kemudian
36:42along the way-nya
36:44terkejut-terkejut
36:45gitu ya
36:46waduh gitu ya
36:47seperti
36:48tapi adalah betul
36:49bahwa faktanya
36:50saya mendukung
36:51pada saat
36:52pencalonan beliau
36:53di tahun 2014
36:53gitu
36:54kan saya seorang peneliti
36:58yang harus objektif
36:59tapi kemudian
37:00ketika data
37:01datum-datum
37:02yang ada
37:02selama 10 tahun
37:03kok makin lama
37:04makin mengaburkan
37:05nilai-nilai yang
37:06katanya
37:07kebersahajaan
37:08kesederhanaan
37:09dan sebagainya
37:09ya
37:10saya tidak lagi
37:11mendukung
37:12nilai yang
37:12dia anut kemudian
37:14kan gitu
37:14baik
37:16ibu Tifa
37:17mengatakan bahwa
37:18kalau perempuan
37:19menangis
37:20berarti dia ada
37:21di puncak
37:21kemarahannya
37:22terus ibu juga
37:24ada katakan bahwa
37:25saya tidak takut
37:26di penjara
37:26bagaimana ibu
37:27untuk konfirmasi
37:28terkait quote itu
37:29sebenarnya
37:30gini ya
37:31saya tuh sedih sekali
37:32dengan Pak Bambang Tri
37:33dan Gus Nur
37:34saya tuh sedih sekali
37:35dan tahun-tahun
37:36saya mendam
37:37kesedihan tersebut
37:38dan kegeraman
37:39tentu saja
37:40kegeraman tentu saja
37:41kok bisa gitu
37:43tega-teganya
37:43seorang pemimpin
37:45ya
37:45itu memenjarakan orang
37:47tapi dia
37:48secara tidak adil
37:49itu juga tidak
37:50mau menunjukkan
37:51ijazah yang
37:52dipersoalkan oleh
37:53orang-orang tersebut
37:54kan sebegitu
37:56katakanlah
37:57sebegitu kejamnya
37:58dan sekarang
37:58diulang lagi gitu
38:00dan ternyata
38:00desas-desusnya
38:01salah satu orang
38:02yang
38:03yang
38:03akan dikriminalisasi
38:06seperti sekarang
38:07itu adalah saya
38:07kan gitu ya
38:08saya berpikir tuh
38:10kenapa sih
38:11gitu
38:11sampai
38:12butuh berapa orang lagi
38:13sih yang mau dipenjarakan
38:14sampai dia benar-benar
38:15mau
38:16membuka
38:17tabir ijazahnya
38:18gitu ya
38:19seperti itu ya
38:19itu geram sekali
38:21gitu geram
38:22dan kemudian juga
38:22apa ya
38:24persoalan ini kan
38:25kemudian menjadi
38:26seakan-akan menjadi
38:27sebuah komoditas
38:28bagi beliau
38:28untuk terus membiarkan
38:29terus membiarkan
38:31masyarakat berpolemik
38:32terus membiarkan
38:33masyarakat beradu
38:34dan yang paling bikin
38:35saya sedih
38:36itu adalah ketika
38:37apa panggung-panggung
38:38TV itu
38:39mempertrononkan
38:40tak lebih dari
38:40adegan sirkus
38:41gitu
38:41dan pada saat itu
38:43ketika saya
38:44sampai menitikan
38:45narimata itu
38:46karena saya tuh
38:46ada di tengah-tengah
38:47panggung sirkus itu
38:48gitu
38:48saya kan gak tahan
38:49sebagai seorang perempuan
38:51gitu ya
38:51gak tahan
38:52lihat orang berdupat
38:53sampai
38:54sampai kayak begitu
38:55ini tuh
38:56geram
38:57gitu
38:57nah
38:58puncak kegeraman
38:59atau puncak kemarahan
39:00dari seorang perempuan
39:00itu kan menangis
39:01Mbak Yoli
39:01kita tuh kan
39:03nangis karena
39:04marah yang
39:05tidak bisa
39:06tidak bisa
39:07di ini
39:08kemudian kalau
39:08soal saya takut
39:09tidak takut
39:10maksudnya
39:11tidak terjadi
39:11jarak
39:12ini begini ya
39:13jadi
39:14saya ini
39:16berpatokan
39:17kepada seorang peneliti
39:18itu memegang
39:19etika yang
39:20yang apa namanya
39:21yang objektif
39:22ya
39:22jadi kita dudukkan
39:24pada
39:24pada
39:25persoalannya
39:26artinya
39:27kalau saya
39:28saya atau siapapun juga
39:29itu melakukan
39:30sebuah kesalahan
39:32yang memang
39:32secara undang-undang
39:33dan sebagainya
39:34memang
39:34oh iyalah
39:35dia di ini
39:36lah kenapa kita
39:36mesti takut
39:37kita harus bertanggung jawab
39:38terhadap apa yang kita
39:39saya apresiat dengan
39:41Pak Bambang Tri
39:42tapi dalam konteks ini
39:43kan saya tanya
39:44kepada
39:45para kuasa hukum
39:46para pakar hukum
39:48ini konsepnya gimana
39:49oh yang enggak dong dong
39:51karena kan beliau itu
39:5220 tahun
39:52gak cuma 10 tahun
39:53jadi pejabat
39:54itu ada undang-undangnya
39:56nih saya sampai catatkan
39:57ada undang-undangnya
39:58keterbukaan informasi publik
40:00kemudian undang-undang
40:02sampai kepada undang-undang
40:03internasional
40:04kita punya hak ya
40:06legal standing saya
40:08itu sebagai warga negara
40:09itu sangat dilindungi oleh
40:10undang-undang dasar
40:11sangat dilindungi oleh
40:13undang-undang keterbukaan
40:14informasi publik
40:15dan
40:15jangankan ijasa
40:17ya
40:18seseorang yang kemudian
40:19menjadi pejabat publik
40:20jangankan ijasa
40:21dia beli
40:22dia beli
40:24cilok aja
40:25kita rakyat berhak
40:26untuk tanya
40:27kan gitu
40:27karena tertulis semua
40:28di LHKPN kan
40:29ya kan itu
40:30apalagi ijasa
40:32yang itu memang
40:33betul-betul menjadi
40:33domain publik
40:34gitu
40:35jadi
40:35ini gak usah
40:36super lebar
40:37oh nanti ditanya
40:38SIM saya
40:38di KTP
40:39ya tidak lah
40:40karena itu kan
40:40dokumen-dokumen
40:42yang sangat private
40:43gitu kan
40:43yang akan berpotensi
40:45untuk disalahgunakan
40:46sehingga itu
40:46memang masih tetap
40:47menjadi domain
40:48tapi kalau ijasa
40:50skripsi
40:51ya kan
40:51ya sesuatu
40:52dokumen yang
40:53dengan itu
40:54maka dia mendapatkan
40:55jabatannya
40:55itu gak layak
40:57untuk kemudian
40:57oh ini gak bisa
40:58saya terhina
41:00saya kemudian
41:01apa namanya
41:03terhina-hina
41:03atau apa ya
41:04apalah
41:05dia rena-rena
41:06enggak dong
41:07beliau lupa
41:08saat ini pun
41:09beliau masih
41:09sebagai pejabat publik
41:11gitu kan
41:11beliau lupa
41:12atau gimana
41:13gitu ya
41:13apa yang Ibu
41:15Ibu Tifa harapkan
41:16dari pemerintahan
41:17Pak Prabowo
41:17terkait kasus ini
41:19Presiden Prabowo
41:20Presiden Prabowo
41:21itu semestinya
41:23concernnya
41:24dengan hal ini
41:25jadi harusnya hadir
41:26harusnya hadir
41:28hadir
41:29untuk memberikan
41:30bagaimana seorang
41:32negarawan itu
41:33mesti berlaku
41:34gitu kan
41:35jadi jangan
41:36jangan juga jadi
41:37jadi apa ya
41:39jadi semacam
41:39pernyataan-pernyataan
41:43atau sindiran-sindiran
41:44seperti itu
41:45yang gak perlu
41:46yaudah
41:47kalau memang
41:47ada yang salah
41:49ada yang keliru
41:50karena dia tidak
41:51mau disclose
41:51tidak mau nyampaikan
41:53ya mohon
41:53agar
41:54buka aja
41:55kalau memang ada
41:56ijasa asli beliau
41:57gitu kan
41:58ijasa asli beliau
41:59buka aja
41:59saya mengharapkannya
42:00seperti itu
42:01kemudian juga
42:02harus intervensi juga
42:03karena ini
42:04ini kan
42:05menyangkut kepada
42:06anak-anak bangsa
42:07rakyat
42:08yang harus
42:09negara itu harus hadir
42:10untuk melindungi
42:11negara itu harus hadir
42:12untuk melindungi
42:13warga negaranya
42:14jadi ini
42:14sebuah
42:15katakanlah
42:16saya tidak menggunakan
42:18bahasa hukum ya
42:18persengketaan
42:19atau
42:19apa adanya
42:21polemik
42:21antara warga negara
42:23antara anak bangsa
42:24ini
42:24kalau memang
42:25tidak selesai
42:26kemudian nanti
42:27akan ada jatuh korban
42:28gitu ya
42:29orang-orang yang
42:29yang apa namanya
42:31tidak punya mens real
42:32tidak punya niat jahat
42:33tapi kemudian dipenjarakan
42:34itu sebelum itu
42:35ya pemerintah harus
42:36intervensi
42:37dan catatan saya
42:38satu lagi adalah
42:39peristiwa tanggal 22 Mei
42:40tahun 2025
42:42itu
42:43Baris Krim
42:44saya berikan catatan
42:46ya
42:46berkualitas lah
42:47karena kata Kapolri sendiri
42:49Pak Listio Sigit
42:49mengatakan bahwa
42:51kepolisian itu
42:52bertindak
42:52science crime investigation
42:54itu dalam bahasa peneliti
42:55seperti saya kan
42:56scientific based
42:57research gitu kan
42:59jadi asas-asas itu
43:00kok tidak terlihat ya
43:02pada pekerjaan
43:03Baris Krim gitu ya
43:04seperti itu
43:05lalu kemudian
43:06juga tidak boleh
43:06secara sebiak
43:07melakukan penelitian
43:08karena penelitian itu
43:09hasil atau simpulannya
43:11itu harus ditegakkan
43:12minimal dengan
43:13tiga lembaga independen
43:14atau tiga unsur independen
43:15yang kan baru
43:16post lapor
43:16baru orangnya dia
43:18harusnya ada hadir
43:19lembaga independen
43:21laboratorium independen
43:22sehingga kita
43:23seluruh rakyat itu
43:24mendapatkan sebuah simpulan
43:25yang objektif
43:26seperti itu
43:28jadi ini
43:28saya mengimbau sekali
43:29dalam kesempatan ini
43:30saya juga ingin sekali
43:32Presiden Prabowo Subianto
43:33concern dengan masalah ini
43:34ini bukan
43:35bukan hanya
43:36seorang tiga orang
43:37peneliti yang
43:38sedang dikriminalisasi
43:39bukan
43:39tapi ini adalah
43:41hak ya
43:41seluruh rakyat
43:43untuk mendapatkan
43:44sebuah penjelasan
43:45yang tidak cuma
43:46normatif
43:47tapi juga
43:47objektif
43:48dan science
43:48base
43:49baik
43:51Ibu Tifa
43:52sejak ada
43:53kasus ini
43:53apakah
43:54ada ancaman
43:56keselamatan
43:57atau di karir Anda
43:57misalkan
43:58Ibu mendapatkan
44:00penyudutan
44:01atau seperti apa
44:02Bu
44:03atau fine-fine aja
44:04selama ini
44:05iya
44:07saya harus sampaikan ya
44:08bahwa teror itu
44:09mengenai kami bertiga
44:11gitu ya
44:11jadi
44:11Pak Rismond
44:13sudah dapat jatah
44:14mobilnya
44:15dirusak berkali-kali
44:16kemudian
44:17Pak Dr. Roy Surya
44:18juga sudah sampaikan
44:19bahwa ada serangan-serangan
44:20yang metafisikal
44:21sifatnya
44:22gitu kan ya
44:23terus kalau saya
44:25ya
44:25anak-anak
44:26kena juga
44:27coba
44:27gak cuma saya
44:29WA
44:30telepon-telepon yang gelap
44:32cacimaki
44:33di
44:33cacimaki
44:34di WA
44:35cacimaki
44:36di inbox
44:36di DM
44:37luar biasa
44:38saya dapatkan
44:39belum lagi dari postingan
44:40komentar-komentar
44:41ancaman-ancaman
44:42itu hampir 24 jam
44:44saya alami
44:45gitu
44:45dan itu kan
44:46harus ada penyelesaiannya ya
44:48jangan sampai
44:49warga negara
44:50rakyat
44:51disiksa seperti ini
44:52gitu
44:52tanpa adanya kehadiran
44:54dari aparat hukum
44:55maupun negara
44:56disini
44:57nah kalau saya
44:58oke
44:59ya artinya gini
45:02tidak cuma
45:03ini kan sebagai bagian
45:04dari bagaimana
45:05saya mengadvokasi
45:06diri saya kan
45:06termasuk saya ke
45:07komunas hang
45:08mungkin juga
45:09rencana saya akan
45:10ke komunas perempuan
45:11supaya mereka juga
45:12hadir
45:12mereka kan
45:13dihadirkan
45:15menjadi pejabat
45:16ada pekerjaannya
45:17untuk melindungi
45:18dan mengadvokasi
45:19kita kan gitu
45:20jadi artinya
45:21ini adalah urusan negara
45:22negara harus hadir
45:23ya
45:24kalau memang
45:25kalau memang
45:26kurang
45:27artinya negara
45:28tidak hadir ya
45:28saya minta
45:29bantuan
45:29bantuan
45:30bantuan internasional
45:31kan gitu
45:32teman-teman
45:32internasional
45:33dari diaspora internasional
45:34juga udah bergerak loh
45:35karena mereka kan
45:36sedih sekali gitu
45:37lihat
45:38ini peneliti
45:39gitu ya
45:40yang bekerja tanpa
45:41pamri untuk mencari
45:42tahu
45:42tentang sebuah jawaban
45:44yang ditunggu rakyat
45:45selama 10 tahun lebih
45:46gitu kan
45:46ternyata malah
45:47dikriminalisasi
45:48seperti ini
45:49mereka tentu saja
45:49tidak akan tinggal dia
45:50baik
45:52ibu berarti
45:53ibu berarti
45:53nanti
45:54kalau misalkan
45:54pengadilan sudah memutuskan
45:56bahwa oke
45:56jasa Pak Jokowi
45:57misalnya
45:58asli atau palsu
45:59itu sudah selesai
46:00puas untuk
46:01ibu dan kawan-kawan
46:02seperti ya Pak Bapak?
46:03yang jelas gini
46:05satu kebenaran itu
46:06harus dipanggungkan
46:07karena kebenaran itu
46:08letaknya di panggung
46:09kebenaran itu
46:10bukan ada di tempat-tempat
46:11sempit yang disemunyikan
46:12tapi kebenaran itu
46:13harus ada di panggung
46:14itu satu
46:15dan panggung yang terbaik
46:16karena ini sudah
46:17jadi sebuah
46:17polemik hukum
46:18ya panggung yang terbaik
46:19adalah di sebuah
46:21ruangan yang
46:22sangat mulia
46:23gitu ya
46:23apakah itu ruangan
46:24bukan hanya di pengadilan
46:26gitu
46:27ruangan mulia itu
46:27ya bisa di DPR
46:28bisa di MPR
46:29begitu ya
46:30seperti itu kan
46:31atau di
46:32di pernyataan
46:34dari presiden
46:35dan sebagainya
46:36kemudian yang kedua
46:37ya sudah kan
46:38artinya
46:39polemik yang
46:40selama 10 tahun ini
46:42menjadi beban pikiran
46:43beban
46:44hati dari masyarakat
46:46ketika kemudian sudah jelas
46:48ya semua komponen-komponen
46:50yang mendudukkan
46:51kebenaran ini
46:52pada tempatnya
46:53ya sudah kan
46:54oh ya
46:55ijazahnya
46:56Pak Jokowi
46:57asli gitu
46:58atau ijazahnya
46:59Pak Jokowi
46:59palsu
47:00ya sudah gitu
47:01itulah kebenaran
47:01dan kita semua harus
47:03menerima itu
47:03tapi
47:04apa namanya
47:05tata laksananya
47:07harus jelas
47:08gitu ya
47:09guidelines itu
47:10semua harus jelas
47:11tidak boleh ada yang
47:12di
47:13apa namanya
47:14manipulasi sama sekali
47:15perlu
47:16dibawa
47:17kerana hukum
47:18agar semuanya
47:19jelas
47:20dan gamblang
47:21ya
47:23itu aja dari saya
47:24nanti
47:29masih ditanyakan
47:31kepada tim kuasa hukum
47:33detailnya
47:34ya
47:34ya dulu kan masih menjabat
47:44saya pikir
47:48saya pikir sudah selesai
47:49ternyata masih
47:52berlarut-larut
47:54sehingga
47:54ya dibawa kerana
47:56hukum akan
47:57lebih baik
47:58sehingga
47:59sekali lagi nanti
47:59menjadi jelas
48:00dan gamblang
48:01tapi ini
48:02Pak Jokowi
48:03merasa ini politis
48:04enggak Pak
48:04soal jelas
48:06maksudkan
48:06sudah lama
48:07merasa ini politis
48:08enggak tahu
48:10ya
48:11udah
48:12sampai gunung
48:13melaporkan Pak
48:14enggak puasa hukumnya
48:15aja kenapa
48:16sampai Pak Jokowi
48:17ikut
48:17di rumah
48:17iya
48:20delik aduan kan
48:21saya memang harus
48:22saya sendiri datang
48:24ya
48:24apanya
48:30nanti ditanyakan
48:34detail kepada tim kuasa hukum
48:36ya
48:36Ibu Tifa
48:38terakhir
48:39kalau misalkan
48:40Pak Jokowi
48:41menonton
48:42Zoomcast kita ini
48:43apa yang
48:44mau Ibu sampaikan
48:44ke Pak Jokowi
48:45sebenarnya ya
48:47yang saya hormati
48:48Pak Jokowi Dodo
48:49sebetulnya ada
48:50sebuah contoh
48:51yang
48:51yang
48:52menjawab
48:53kebingungan Bapak
48:54tentang bagaimana
48:55harus bersikap
48:56yaitu
48:56contohlah
48:57Presiden
48:58Barack Obama
48:59sederhana saja
49:00jadi selama bertahun-tahun
49:02beliau itu dipertanyakan
49:03soal akte kelahirannya
49:04ya
49:05kemudian beliau
49:06menjawab dengan
49:06sangat elegan
49:07dengan sikap
49:09seorang negarawan
49:10ini loh
49:11akte kelahiran saya
49:13jadi saya berharap
49:14bahwa
49:15Pak Jokowi Dodo
49:16itu melakukan itu
49:17gitu ya
49:17sehingga kami pun
49:18bisa melihat
49:19detail-detail
49:20dari dokumen
49:21ijazah asli itu
49:22apakah memang
49:22benar-benar asli
49:23atau ternyata tidak
49:24gitu kan
49:25seperti itu
49:25tapi itu
49:26Legowo
49:27menyatakan
49:29saya tidak punya
49:30ijazah
49:31atau sebetulnya
49:32saya adalah
49:33hanya lulusan
49:34sarjana muda
49:34yaudah
49:35sampaikan aja
49:36gitu
49:36kan nanti akhirnya
49:38kalau memang
49:38ternyata beliau
49:40tidak punya ijazah asli
49:41atau ternyata
49:42beliau itu
49:42hanya sampai
49:43sarjana muda
49:43atau apapun
49:44atau bahkan
49:45mungkin tidak kuliah
49:46atau apapun
49:46itu
49:46ya sudah
49:47selanjutnya apa
49:48pertobatan nasional
49:50kan namanya
49:52pemanggungan
49:54kebenaran itu
49:54kan gak selalu
49:55harus pengadilan
49:56kan pertobatan nasional
49:58bagaimana kita
49:59mendudukkan
49:59seseorang yang
50:00ternyata melakukan
50:02kesalahan itu
50:02dengan sebuah
50:03pertobatan
50:04dan kita mengharapkan
50:05disitu
50:05Allah memberikan ridho
50:07sehingga semuanya
50:07akan clear
50:08begitu
50:11Pak Jokowi
50:12mudah-mudahan
50:13melihat
50:14apa yang saya sampaikan
50:15baik
50:17terima kasih
50:18Ibu Tifa
50:18untuk
50:19waktunya
50:20sudah diganggu
50:22waktunya
50:22terima kasih banyak
50:23untuk penjelasannya
50:24saya tutup ya
50:26ya
50:26terima kasih banyak
50:27atas
50:28kesempatannya ya
50:30untuk memberikan
50:31edukasi kepada
50:32masyarakat
50:32terima kasih Mbak Yuli
50:33dan semua kru
50:34terima kasih
50:35itu dia
50:39Sampai Kompas TV
50:40obrolan kita
50:41dengan
50:42Dr. Tifa
50:43dan nantikan
50:43narasumber lainnya
50:44jangan lupa untuk
50:45like, comment, and share
50:46channel Kompas TV
Komentar