00:00Apakah saudara juga pernah mendapatkan informasi atau laporan yang temuan dari BPK misalnya
00:07terkait dengan kegiatan pengolahan di hilir misalnya penjualan BBM misalnya
00:15yang kemudian Pertamina atau subholding kemudian menjual Pertamina,
00:22menjual BBM yang dibawa matempresi yang telah ditetapkan.
00:26Ada informasi seperti itu?
00:27Itu operasional kita tidak bisa campurin Pak ya.
00:33Dan kalau saya mau jelaskan, di dalam Patria Niaga itu kami sengaja narok komisaris itu anggota BPKP aktif
00:44dan jenderal polisi lurusan terbaik yang pensiunan duduk di sana jadi komisaris.
00:53Jadi selama ini mereka tidak pernah melaporkan pada kami ada penyimpangan.
00:57Nah soal kalau dibilang ada temuan dagang lebih murah, lebih mahal.
01:02Dalam perdagangan minyak itu sangat wajar Pak, karena mereka bidding Pak.
01:07Kita melawan AKR, melawan yang lain.
01:10Jadi untuk kontrak jangka panjang itu kadang-kadang direksi bisa memberikan harga yang panjang.
01:17Nah itu kita tidak campur Pak, itu operasional sama sekali.
01:20Pertanyaan saya adalah apakah pernah saudara dapat informasi, temuan BPK misalnya?
01:25Tidak, karena orang BPKP-nya jadi komisaris tidak pernah laporkan Pak.
01:30Tidak pernah ya, BPK ini, ini BPK misalnya.
01:33Kita tidak pernah Pak, karena pasti laporkan pada kami Pak.
01:36Oke, baik. Berikutnya, tadi juga saudara menerangkan, kemudian pernah mengusulkan satu sistem pengadaan yang efisien, yang baru ya.
01:45Tapi kemudian apakah kemudian tidak lanjuti, dikabulkan misalnya.
01:53Tapi kemudian ini pernah saudara mengusulkan.
01:55Ada masalah apa dengan sistem pengadaan sebelumnya?
01:58Pengadaan sebelumnya itu membuat Indonesia tidak punya cadangan lebih dari 30 hari.
02:06Karena kalau mau sampai 30 hari berapa hari, mau berapa miliar dolar.
02:10Sebetulnya di dalam undang-undang migas, itu menjadi tugas pemerintah.
02:15Tapi karena pemerintah merasa Pertamina adalah BUMN,
02:19padahal di dalam undang-undang migas, Pertamina ini diperlakukan seperti swasta sebetulnya.
02:23Tapi karena pemegang saham adalah pemerintah, Pertamina itu ditugaskan,
02:29lu rugilah kira-kira gitu, lu kamu nombok.
02:32Kamu mesti nombok, demi supaya negara ini aman secara minyak.
02:38Jadi secara prinsip, makanya saya kami usulkan,
02:41kenapa tidak mau supplier hairstock dengan e-katalog RKPP?
02:45Saya bawa tim Pertamina ketemu kepala RKPP ada tiga kali.
02:50RKPP juga saya undang datang ke Pertamina.
02:52Saya ingin RKPP itu ada satu halaman khusus untuk pengadaan Pertamina.
02:58Seperti yang saya punya waktu saya di Jakarta.
03:01Jakarta menjadi provinsi pertama yang punya halaman khusus pengadaan.
03:06Makanya saya bisa hemat uang begitu banyak di Jakarta.
03:09Tapi apa yang terjadi ketika saya tidak jadi gubernur lagi?
03:12Semua diubah.
03:14Ada nggak BPK-BPKP mengatakan itu temuan?
03:17Cuma kelebihan bayar, Pak.
03:19Makanya saya juga bilang sama Pak Jaksa, kalau mau periksa di Indonesia kasih tahu saya, saya bisa kasih tahu Pak.
03:24Banyak bisa ditangkapin Pak.
03:25Kalau Bapak mau Pak.
03:26Itu aja Pak.
03:27Oke baik.
03:28Satu pertanyaan lagi dari saya ya.
03:29Mungkin teman kawan kami bisa merambahkan.
03:32Dewan Komisaris itu juga mengawasi soal etika perilaku personal dari direksi maupun...
03:40Betul.
03:40Betul ya?
03:41Betul.
03:42Termasuk itu ya?
03:43Ya.
03:43Bagi Komisaris di periode saudara, kalau pertemuan-pertemuan yang kaitannya dengan gol bersama antara direksi misalnya dengan pihak-pihak lain yang punya kepentingan sebetulnya dengan pros pengadaan.
03:58Itu bagaimana menurut Dewan Komisaris?
04:01Ini soal pribadi ya.
04:03Saya dulu paling benci main golf, Pak.
04:06Oke.
04:06Silahkan.
04:07Saya melarang semua orang Pemda tidak boleh main golf.
04:09Karena kita kerja terlalu banyak.
04:11Tapi ketika saya masuk ke Pertamina, saya baru menyadari.
04:15Semua orang minyak dari Amerika, Seyfron, Exxon, ngajak main golf terus.
04:21Saya kan malu, Pak.
04:23Tidak bisa mukul, Pak.
04:24Saya terpaksa pergi sekolah golf supaya bisa menemanin mereka.
04:32Karena misalnya saya nego dengan Exxon.
04:34Saya mau minta bagian saham.
04:36Itu ternyata negosiasi di depan golf itu jauh lebih murah daripada ke nightclub.
04:42Saya kira golf adalah tempat negosiasi paling sehat, paling murah.
04:47Jemur jalan, murah.
04:49Dan bayarin anggota main itu sangat murah.
04:52Makanya saya belajar golf, saya menjamu orang-orang Exxon untuk main golf.
04:58Saya sampai ke Seyfron diajak main golf.
05:01Minimal saya tidak main 138 lah kira-kira gitu loh.
05:05Main 100 masih oke.
05:07Nah itu biasa, Pak.
05:09Dan maka kami di dalam lapang golf itu suka isi-isian juga, Pak.
05:12Apresiasi, Pak.
05:16Apresiasi, Pak.
05:17Bukan judi, Pak.
05:19Ini sesuatu yang di lapang golf Bapak bisa cari.
05:22Yang mungkin agak bahaya, saya masih ingat nasihat Pak Riva pada saya.
05:27Dia ngomong begini.
05:28Isi saya cuma pesan begini, Pak.
05:29Kalau main golf, apa?
05:31Jangan lihat Bapak Kedi ya katanya ya.
05:33Nanti bahaya katanya.
05:35Itu saja Pak Gita joke-nya yang bahaya, Pak.
05:37Cukup dari kami yang mulai.
05:39Cukup ya, tidak ditambahkan lagi ya.
05:41Silahkan bagi penasihat Tukum Pak Riva, Pak Maya, dan Pak Edward Conner.
05:48Silahkan.
05:49Yang sudah ditanyakan, tidak perlu ditanyakan lagi.
Komentar