Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV - Eks Komut Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengungkapkan bahwa dirinya pernah menyampaikan langsung kepada jaksa bahwa ada banyak persoalan di Indonesia, khususnya terkait sistem pengadaan, yang sebenarnya bisa ditindak secara hukum.

Pernyataan itu disampaikan Ahok saat menjawab pertanyaan dalam persidangan terkait pengelolaan dan pengadaan di lingkungan Pertamina.

Ahok menjelaskan sistem pengadaan lama membuat Indonesia tidak memiliki cadangan minyak lebih dari 30 hari.

Padahal untuk memiliki cadangan 30 hari dibutuhkan biaya sangat besar (miliaran dolar).

Dalam UU Migas, cadangan seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi karena Pertamina adalah BUMN, akhirnya dibebani tugas tersebut meski secara hukum diperlakukan seperti perusahaan swasta.

"Makanya saya juga bilang sama Pak Jaksa, kalau mau periksa di Indonesia kasih tahu saya. Saya bisa kasih tahu, Pak. Banyak bisa ditangkapin, Pak," ujar Ahok dalam perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Ia menegaskan bahwa dirinya siap membantu aparat penegak hukum jika memang ada keseriusan untuk melakukan pembenahan.

"Kalau mau periksa, saya bisa tunjukkan. Banyak," katanya.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Novaltri

#ahok #pertamina #saksiahok

Baca Juga Dilaporkan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis ke Polda Metro, Roy Suryo Tunjukkan Karikatur di https://www.kompas.tv/nasional/646693/dilaporkan-eggi-sudjana-dan-damai-hari-lubis-ke-polda-metro-roy-suryo-tunjukkan-karikatur



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/646704/ahok-saya-pernah-bilang-ke-jaksa-banyak-yang-bisa-ditangkap
Transkrip
00:00Apakah saudara juga pernah mendapatkan informasi atau laporan yang temuan dari BPK misalnya
00:07terkait dengan kegiatan pengolahan di hilir misalnya penjualan BBM misalnya
00:15yang kemudian Pertamina atau subholding kemudian menjual Pertamina,
00:22menjual BBM yang dibawa matempresi yang telah ditetapkan.
00:26Ada informasi seperti itu?
00:27Itu operasional kita tidak bisa campurin Pak ya.
00:33Dan kalau saya mau jelaskan, di dalam Patria Niaga itu kami sengaja narok komisaris itu anggota BPKP aktif
00:44dan jenderal polisi lurusan terbaik yang pensiunan duduk di sana jadi komisaris.
00:53Jadi selama ini mereka tidak pernah melaporkan pada kami ada penyimpangan.
00:57Nah soal kalau dibilang ada temuan dagang lebih murah, lebih mahal.
01:02Dalam perdagangan minyak itu sangat wajar Pak, karena mereka bidding Pak.
01:07Kita melawan AKR, melawan yang lain.
01:10Jadi untuk kontrak jangka panjang itu kadang-kadang direksi bisa memberikan harga yang panjang.
01:17Nah itu kita tidak campur Pak, itu operasional sama sekali.
01:20Pertanyaan saya adalah apakah pernah saudara dapat informasi, temuan BPK misalnya?
01:25Tidak, karena orang BPKP-nya jadi komisaris tidak pernah laporkan Pak.
01:30Tidak pernah ya, BPK ini, ini BPK misalnya.
01:33Kita tidak pernah Pak, karena pasti laporkan pada kami Pak.
01:36Oke, baik. Berikutnya, tadi juga saudara menerangkan, kemudian pernah mengusulkan satu sistem pengadaan yang efisien, yang baru ya.
01:45Tapi kemudian apakah kemudian tidak lanjuti, dikabulkan misalnya.
01:53Tapi kemudian ini pernah saudara mengusulkan.
01:55Ada masalah apa dengan sistem pengadaan sebelumnya?
01:58Pengadaan sebelumnya itu membuat Indonesia tidak punya cadangan lebih dari 30 hari.
02:06Karena kalau mau sampai 30 hari berapa hari, mau berapa miliar dolar.
02:10Sebetulnya di dalam undang-undang migas, itu menjadi tugas pemerintah.
02:15Tapi karena pemerintah merasa Pertamina adalah BUMN,
02:19padahal di dalam undang-undang migas, Pertamina ini diperlakukan seperti swasta sebetulnya.
02:23Tapi karena pemegang saham adalah pemerintah, Pertamina itu ditugaskan,
02:29lu rugilah kira-kira gitu, lu kamu nombok.
02:32Kamu mesti nombok, demi supaya negara ini aman secara minyak.
02:38Jadi secara prinsip, makanya saya kami usulkan,
02:41kenapa tidak mau supplier hairstock dengan e-katalog RKPP?
02:45Saya bawa tim Pertamina ketemu kepala RKPP ada tiga kali.
02:50RKPP juga saya undang datang ke Pertamina.
02:52Saya ingin RKPP itu ada satu halaman khusus untuk pengadaan Pertamina.
02:58Seperti yang saya punya waktu saya di Jakarta.
03:01Jakarta menjadi provinsi pertama yang punya halaman khusus pengadaan.
03:06Makanya saya bisa hemat uang begitu banyak di Jakarta.
03:09Tapi apa yang terjadi ketika saya tidak jadi gubernur lagi?
03:12Semua diubah.
03:14Ada nggak BPK-BPKP mengatakan itu temuan?
03:17Cuma kelebihan bayar, Pak.
03:19Makanya saya juga bilang sama Pak Jaksa, kalau mau periksa di Indonesia kasih tahu saya, saya bisa kasih tahu Pak.
03:24Banyak bisa ditangkapin Pak.
03:25Kalau Bapak mau Pak.
03:26Itu aja Pak.
03:27Oke baik.
03:28Satu pertanyaan lagi dari saya ya.
03:29Mungkin teman kawan kami bisa merambahkan.
03:32Dewan Komisaris itu juga mengawasi soal etika perilaku personal dari direksi maupun...
03:40Betul.
03:40Betul ya?
03:41Betul.
03:42Termasuk itu ya?
03:43Ya.
03:43Bagi Komisaris di periode saudara, kalau pertemuan-pertemuan yang kaitannya dengan gol bersama antara direksi misalnya dengan pihak-pihak lain yang punya kepentingan sebetulnya dengan pros pengadaan.
03:58Itu bagaimana menurut Dewan Komisaris?
04:01Ini soal pribadi ya.
04:03Saya dulu paling benci main golf, Pak.
04:06Oke.
04:06Silahkan.
04:07Saya melarang semua orang Pemda tidak boleh main golf.
04:09Karena kita kerja terlalu banyak.
04:11Tapi ketika saya masuk ke Pertamina, saya baru menyadari.
04:15Semua orang minyak dari Amerika, Seyfron, Exxon, ngajak main golf terus.
04:21Saya kan malu, Pak.
04:23Tidak bisa mukul, Pak.
04:24Saya terpaksa pergi sekolah golf supaya bisa menemanin mereka.
04:32Karena misalnya saya nego dengan Exxon.
04:34Saya mau minta bagian saham.
04:36Itu ternyata negosiasi di depan golf itu jauh lebih murah daripada ke nightclub.
04:42Saya kira golf adalah tempat negosiasi paling sehat, paling murah.
04:47Jemur jalan, murah.
04:49Dan bayarin anggota main itu sangat murah.
04:52Makanya saya belajar golf, saya menjamu orang-orang Exxon untuk main golf.
04:58Saya sampai ke Seyfron diajak main golf.
05:01Minimal saya tidak main 138 lah kira-kira gitu loh.
05:05Main 100 masih oke.
05:07Nah itu biasa, Pak.
05:09Dan maka kami di dalam lapang golf itu suka isi-isian juga, Pak.
05:12Apresiasi, Pak.
05:16Apresiasi, Pak.
05:17Bukan judi, Pak.
05:19Ini sesuatu yang di lapang golf Bapak bisa cari.
05:22Yang mungkin agak bahaya, saya masih ingat nasihat Pak Riva pada saya.
05:27Dia ngomong begini.
05:28Isi saya cuma pesan begini, Pak.
05:29Kalau main golf, apa?
05:31Jangan lihat Bapak Kedi ya katanya ya.
05:33Nanti bahaya katanya.
05:35Itu saja Pak Gita joke-nya yang bahaya, Pak.
05:37Cukup dari kami yang mulai.
05:39Cukup ya, tidak ditambahkan lagi ya.
05:41Silahkan bagi penasihat Tukum Pak Riva, Pak Maya, dan Pak Edward Conner.
05:48Silahkan.
05:49Yang sudah ditanyakan, tidak perlu ditanyakan lagi.
Komentar

Dianjurkan