00:00Seorang pedagang es gabus dianihaya aparat dituduh menggunakan bahan berbahaya.
00:05Korban mengalami memar di wajah dan bahu.
00:12Semenjak video dirinya diintimidasi aparat karena dituduh menjual es gabus menggunakan bahan berbahaya,
00:18Sudrajat mengaku belum kembali berjualan karena trauma.
00:21Ia berencana akan beralih usaha dengan menjual gorengan di sekitar rumahnya,
00:25namun masih terkendala peralatan.
00:27Sudrajat dituduh menjual es gabus menggunakan bahan berbahaya,
00:32namun hasil pemeriksaan tim keamanan pangan dokpol, polda Metro Jaya menyatakan,
00:36es gabus yang dijual aman untuk dikonsumsi.
00:39Sekarang harap hati-hati bagi orang tua ya Pak ya,
00:54Sudrajat, seorang pedagang es gabus yang berjualan di Kemayoran Jakarta,
01:14diinterogasi anggota TNI dan Polri karena menjual makanan yang diduga mengandung spons.
01:19Di hadapan Sudrajat, oknum anggota Polri dan TNI tersebut juga meremas es gabus
01:25untuk menunjukkan jika kandungan es tersebut merupakan spons yang biasa digunakan untuk bedak.
01:32Tak sampai di situ, dugaan intimidasi oknum aparat terhadap Sudrajat juga berujung pada dugaan penganiayaan.
01:39Sudrajat mengaku sempat disekap dan dianiaya,
01:42hingga mengalami luka di bagian wajah dan bahu.
01:45Meski Sudrajat telah mengalami intimidasi,
02:11ternyata es gabus yang ia jual tidak mengandung bahan berbahaya.
02:16Sampel jajanan es gabus sudah diperiksa puslap for Polri dan dinyatakan aman dikonsumsi.
02:23Atas peristiwa ini, dua pelaku yang mengintimidasi Sudrajat akhirnya meminta maaf.
02:29Keduanya mengaku menyesal karena telah salah menuduh Sudrajat menjual es gabus berbahan spons.
02:34Karena terbukti tidak menjual makanan yang membahayakan bagi kesehatan,
02:52Sudrajat yang biasa menjajakan es gabus jadul ini diperbolehkan kembali untuk berdagang.
02:58Namun Sudrajat mengaku kapok berjualan karena khawatir diintimidasi kembali.
03:03Tim Liputan, Kompas TV
Komentar