00:00Kalau mau tahu lebih dalam, mesti tanya Menteri BUMN sampai Presiden.
00:30Bagaimana jajarannya teman-teman itu kami? Apa yang saya arahkan, yang saya gariskan sama DRKP, tahun 2024, itu mereka berusaha kerjakan.
00:42Pak, apa-apa pernah mendapatkan laporan bahwa ada intervensi dari Muhammad Ujahalif terkait sewa terminal BBMR?
00:48Gak pernah, itu cuma selalu orang ngomongin di media sih juga heran.
00:54Sekuat apa sih beliau sampai intervensi? Itu yang jaganya begitu ketat.
00:59Bukan Presiden Pak Jokowi, kamu yang ngarang-ngarang itu.
01:07Saya bilang kalau mau tahu lebih dalam, mesti tanya Menteri BUMN sampai Presiden.
01:12Kenapa? Karena Presiden yang meminta ada premium.
01:18Padahal dulu sempat dihilangkan kan, Pak Jokowi balikin lagi.
01:22Itu akhirnya kan terpaksa produksi kilang gak bisa, mesti campur nafta untuk diturun ke premium dong.
01:28Maksudnya di zaman saya, udah kita hapus, kita naik ke Pertalet yang produksi sendiri.
01:32Nah terus kenapa tidak mau subsidi berbasis orang?
01:36Dengan voucher digital.
01:38Bayangin kayak gini, misalnya kamu beli gas.
01:42Sekarang gas LPG, itu saya laporkan.
01:44Mungkin 92% itu ada LPG 3 kilo.
01:48Berarti ada yang mindain dong ke rumah kita yang 12 kilo kan.
01:52Kita subsidi bisa hampir mungkin dulu 100 triliun dicadangkan.
01:56Nah saya usul.
01:58Kenapa tidak mau LPG itu dibebaskan saja harganya, sehingga swasta juga bisa masuk.
02:04Supaya oknum-oknum SPBE yang ngisi kan suka konten kepada kami 135 dulu.
02:09LPG 3 kilo cuma 2,7 kilo.
02:12Ada air, ada apa-apa sih ngalamin gitu loh.
02:14Nah kalau swasta juga bisa masuk, maka tidak.
02:18Aman nggak audio?
02:20Yang 2,7-2,8 kilo.
02:21Tapi gimana dong harga begitu mahal?
02:23Disitulah kita ada balikin pakai voucher beli lagi.
02:27Tapi dibuat batasan voucher digital.
02:29Semua punya HP kok.
02:31Satu bulan kamu nggak pakai voucher buat beli LPG kembali,
02:35maka voucher Anda hangus.
02:38Berarti kamu nggak masak di rumah kan?
02:40Nah juga harusnya berlaku untuk BBM.
02:43Kenapa BBM supaya hematin Pertamina?
02:45Kenapa dua macam saja?
02:47Nggak ada Pertalite.
02:48Pertambak turbo dengan Blackslide.
02:51Dua macam bagaimana mobil orang gitu mahal?
02:53Ya Anda ngisi 10 liter, gue balikin 2-5 liter.
02:57Di dalam voucher MyPertamina tadi dah.
03:00Ada digital HP kamu.
03:02Begitu kamu satu bulan kayak ngisi bensin lagi,
03:05berarti mobil lu nggak jalan dong.
03:07Itu hangus balik ke pemerintah.
03:09Kalau sekarang tiap tahun bilang kurang.
03:12Minta APBD perubahan tambah lagi, tambah lagi, tambah lagi.
03:15Sedangkan laporan orang curi juga banyak di koran kan?
03:18Nggak masuk RPG orang ngoplos.
03:20Nah itu solusi.
03:21Jadi kami selalu memberikan solusi.
03:24Tapi pertanyaan saya,
03:26kenapa sampai hari ini nggak dilaksanakan?
03:28Ya tanya sama Presiden dong,
03:30dia berbenang, jangan saya lagi.
03:32Ini bagian negara yang disebutkan oleh Jaksa.
03:34Katanya Pak Bapak juga mempertanyakan hal tersebut.
03:36Apa ada kesalahan?
03:38Nggak tahu.
03:39Saya nggak tahu cara Jaksa menghitung
03:41sampai 200-an triliun, misalnya gitu ya.
03:43Mungkin nggak tahu yang menghitung.
03:44Saya juga nggak tahu dari mana bisa keluar angka seperti itu.
03:47Saya nggak tahu.
03:48Tapi mungkin nggak sepengalaman Pak Bapak?
03:50Saya nggak berani putus.
03:54Kan karena saya tidak pegang angka ya.
03:56Tapi jangan kejadian kayak Bangka Belitung dong.
03:59Kerusakan ekologi dari Belanda dihitung 1.000 triliun.
04:02Nah itu jadi maksud saya itu hal-hal ini,
04:05kita harus hati-hati menghitung kerugian.
04:07Kerugian negara itu mesti hitung.
04:09Nggak bisa diduga loh.
04:10Kalau secara hukum pidana atau apa gitu.
04:12Makin saya nggak tahu.
04:14Biar aja pengacara sama itu berdebatlah.
04:16Pak terkait ketujuan Anda waktu mengundurkan diri dengan Pak Jokowi itu bagaimana Pak ketika yang tidak setuju?
04:21Ya biasa dong.
04:22Beda pandangan politik.
04:23Saya dukung Ganjar, ditukung Pak Prabowo.
04:25Ya saya berhenti dong.
04:38Saya Rizka Klarissa.
04:39Saksikan program-program Kompas TV.
04:41Melalui siaran digital, pay TV, dan media streaming lainnya.
04:46Kompas TV, independen, terpercaya.
Komentar