00:00Dua aparat TNI Polri minta maaf setelah video mereka menyebut seorang pedagang jual es kue gabus bahan spons viral di media sosial.
00:10Sang pedagang mengungkap sempat dianiaya aparat.
00:14Ini kita dapat penjual es kue, es kue jadun yang dulu kita peramakan.
00:20Nah sekarang harap hati-hati bagi orang tua ya Pak ya.
00:22Karena ini udah rekayasa, bukan bahan umum kue lagi atau puding, maninkan bahan spons ya Pak Babin Sa.
00:33Dua anggota TNI Polri, yakni Babin Sa di Kelurahan Utang Panjang Kemayoran dan Babin Kamtip Mas, Kelurahan Kampung Rawai Joharbaru, belakangan jadi sorotan.
00:43Pada video yang tersebar di media sosial, keduanya menuding seorang pedagang menjual es kue berbahan spons.
00:49Tapi hasil uji laboratorium, tim keamanan pangan Dokpol Polda Metro Jaya menyatakan, es kue itu terbuat dari bahan makanan dan layak konsumsi.
00:59Setelahnya, kedua anggota TNI dan Polri itu minta maaf.
01:02Sang pedagang sudrajat mengaku sempat dipaksa memakan es yang dituding berbahan spons tersebut.
01:32Ia pun bilang, sejumlah aparat juga sempat menyekap dan menganiayanya, hingga menyebabkan memar di wajah dan bahu.
01:39Sempat dagang bilang, peristiwa ini terjadi pada Sabtu 24 Januari saat ia berjualan.
02:01Ia ingat, lima orang aparat datang dan mempertanyakan bahan es kue yang dijual.
02:07Kini sudrajat yang sempat dibawa ke kantor polisi telah berdagang kembali.
02:11Tim Liputan, Kompas TV
02:12Sedara tudingan, soal es kue berbahan spons berujung permintaan maaf.
02:21Mengapa aparat bisa melakukan kesalahan yang fatal seperti itu?
02:26Kita bahas bersama anggota Kompol Nas RI, Khoyrul Anam.
02:30Mas Anam, selamat malam.
02:33Selamat malam, Pak.
02:34Apa kabar? Sehat selalu.
02:36Kabar baik, sehatat juga Mas Anam.
02:39Bicara soal berita ini, apa Kompol Nas sudah meminta keterangan langsung kepada polisi karena publik sudah terlanjur marah?
02:49Apakah permintaan maaf ini cukup Mas Anam?
02:53Ya, pasti tidak cukup ya.
02:55Yang pertama begini, kasus ini sendiri sebenarnya dalam konteks yang lain, ada upaya yang dilakukan oleh rekan-rekan kepulsiaan termasuk juga menggunakan pendekatan ilmiah ya,
03:08dengan menguji makanannya, ternyata dinyatakan sendiri oleh dokes Polda Metro Jaya bahwa itu dari warna dan dari bau, dari bahan layak untuk dimakan.
03:21Nah, itu juga satu proses yang menurut saya juga bagus.
03:25Namun demikian, yang problem mendasar adalah, kalau belum jelas sudut perkaranya, ya jangan dipublikasikan.
03:34Ini kan problemnya di situ, terus ada tindakan-tindakan yang memang sepatutnya memang tidak dilakukan.
03:40Oleh karenanya, kalau penjual es tersebut merasa bahwa mendapatkan, apa namanya, penganiayaan dan sebagainya, mohon untuk segera dilaporkan ke Propam.
03:53Atau kalau tidak, bisa kami tambingi.
03:56Kami sudah berkomunikasi dengan Propam, ya Propam Betipori, apa yang sudah dilakukan.
04:02Salah satunya sudah melakukan pemeriksaan terhadap anggota tersebut.
04:05Ya, apakah pelanggaran dan tidak pelanggaran.
04:09Nah, proses ini sedang berjalan.
04:10Oleh karenanya, kalau, apa namanya, pihak, Pak Penjual tersebut merasa penting, dan menurut kami juga penting, ya, untuk menambah informasinya,
04:26kami kira kompolas akan mendampingi, atau kalau enggak, ya, kami akan berkoordinasi dengan Propam untuk proaktif terhadap beliau.
04:36Itu yang kedua.
04:38Yang ketiga sebenarnya, ini sebenarnya dinamikanya, ya, memang ada beberapa waktu terakhir ini memang ada dinamika soal
04:46makanan untuk anak-anak yang memang punya sensitivitas kesehat.
04:51Nah, oleh karenanya memang tindakan dari kepolisian, ya, mencoba untuk masuk di sana.
05:01Yang salah adalah belum apa-apa sudah dipublikasi.
05:05Padahal kan harusnya dicek dulu sesuai dengan sentifik, ya kan, apakah ini berbahaya atau tidak, dan sebagainya.
05:13Nah, kalau ini berbahaya, ya, memang, ya, harus ada tindakan bersama-sama.
05:19Tidak hanya oleh kepolisian, tapi oleh kesehatan, dan sebagainya.
05:24Kementerian kesehatan, dan sebagainya, lah.
05:26Dalam konteks ini, harus hati-hati.
05:28Jadi, tindakan aktif belum tentu bisa menjamin bahwa tindakan kepolisian bagus.
05:34Tapi lepas dari itu, tindakan propam yang sekarang melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan, anggota tersebut,
05:44itu saya kira langkah yang baik, dan kita tunggu hasilnya.
05:48Nah, ini yang ditunggu hasilnya.
05:49Tapi kan, apa yang harus tegas begitu?
05:52Sanksi apa yang harus tegas dilakukan?
05:54Karena, satu, saat ada laporan,
05:57Tadolsa dianggap bahwa S tersebut mencurigakan, tanda kutip.
06:01Apakah perlu langsung melakukan tindakan fisik?
06:04Karena pedagang S-nya bilang bahwa ada kekerasan yang, dugaan kekerasan yang dialami.
06:09Bagaimana komponen respon sini?
06:12Kalau itu, prinsipil ya.
06:15Mau tindakan jual es, mau tindakan yang jelas-jelas melakukan kejahatan, pencurian, dan sebagainya,
06:20nggak boleh nih dilakukan tindakan kekerasan oleh siapapun.
06:25Oleh siapapun, mau oleh anggota, mau oleh masyarakat, mau oleh anggota institusi yang lain, itu nggak boleh.
06:31Dan itu harus diterusurin.
06:33Oleh karenanya, pada bapak penjual es tersebut,
06:38mohon kiranya bisa mengadu ke propam, atau juga bisa melalui komponen ras.
06:43Kami sudah berkoordinasi dan propam akan menindaklanjutin itu,
06:48sebagai bagian dari proses yang saat ini sedang didalami oleh propam.
06:53Kami berkoordinasi dengan propam abes untuk melakukan pendalaman dan melakukan tindakan tegas terhadap berbagai pelanggaran yang dilakukan.
07:04Mas Anam, kalau misalnya pedagang esnya melapor ke propam, tampaknya sulit.
07:09Karena untuk kembali berjualan saja, untuk beraktivitas normal, masih ada rasa takut dengan kejadian sebelumnya.
07:15Nah, proaktif ini bagaimana? Agar clear juga ya, jangan misalnya ada harapan bahwa oke nanti akan proaktif,
07:21didatangi bapaknya, tapi pada praktiknya tidak didampingi.
07:24Karena kan secara sikis pasti ada banyak kendala untuk orang yang dengan kondisi ekonomi kecil,
07:33dengan pengetahuan yang juga tidak banyak, begitu Mas Anam.
07:38Ya, kalau kita melihat penanganan kasus ini kemarin,
07:43yang dibawa ke kantor polisi malam dianterin pulang, begitu disuruh pulang.
07:50Nah, itu terus ada semacam pergantian kerja dan sebagainya,
07:57barang-barang dibeli dan sebagainya oleh kepolisian.
08:00Saya kira ini juga langkah yang humanis dilakukan oleh kepolisian.
08:04Kalau masih ada rasa traumatik melapor ke propam,
08:09atau takut didatangi oleh propam dan sebagainya,
08:12kami kompolas membuka diri untuk menjembatani proses tersebut.
08:18Yang paling penting adalah membuat peristiwa ini clear, gitu ya.
08:22Membuat peristiwa ini clear.
08:23Yang pertama adalah yang menyatakan bahwa produk ini layak dimakan adalah kepolisian sendiri.
08:31Ya, Polda Mitrojaya dengan bidokesnya.
08:34Artinya memang ada satu pendekatan ilminya yang itu menjadi tanggung jawab kepolisian,
08:40yang mengatakan bahwa itu aman.
08:43Artinya, jualan es harusnya ini dilepas dari soal traumatik ya,
08:49itu lebih memiliki apa ya, basis bahwa jualannya adalah barang makanan yang layak makan.
08:58Itu yang pertama.
08:59Yang kedua, dalam konteks kasusnya sendiri,
09:01trauma dia mendapatkan penganiayaan dan sebagainya,
09:04saya kira langkah propam untuk melakukan pendalaman,
09:09pemeriksaan terhadap pelaku khususnya yang dari anggota Polri,
09:16itu langkah yang baik.
09:17Dan kami sudah berkomunikasi dengan propam Abes Polri,
09:20ya untuk memastikan bahwa ini pemeriksaannya komprehensif.
09:24Oleh karenanya, mohon ke beliau,
09:27Bapak Penjual Es, silahkan ke propam,
09:30atau propamnya juga bisa datang secara proaktif.
09:34Kalau enggak, ya Kompolnas bisa menjembatani gitu.
09:38Agar traumatiknya tidak menjadi kekhawatiran begitu.
09:44Iya, tolong dibantu dari Kompolnas,
09:47Mas Anam yang jelas juga harus dikawal,
09:50terus penanganan kasus ini jangan sampai berhenti di maaf,
09:54tapi ada efek jerak agar hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari.
09:59Terima kasih, Mas Hayrul Anam, Kompolnas Eri,
10:02telah bergabung di Sapa Indonesia Malam.
10:04Terima kasih, Mas Anam.
Komentar