Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Belum terjawab soal maaf-memaafkan dalam pertemuan di Solo. Kini Jokowi justru meminta penyidik Polda Metro Jaya agar kasus yang menjerat Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis diselesaikan secara damai atau "restorative justice".

Lalu, apa sebenarnya kesepakatan dari pertemuan di rumah Jokowi?

Kita bahas bersama tersangka kasus fitnah ijazah yang menemui Jokowi di Solo, Damai Hari Lubis. Tapi ada juga tersangka yang belum bertemu Jokowi, Roy Suryo, dan juga kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan.

Baca Juga Geger! Debat Panas Damai Lubis dan Pengacara Roy Suryo Soal Laporan Polisi-Ijazah Jokowi di https://www.kompas.tv/nasional/646710/geger-debat-panas-damai-lubis-dan-pengacara-roy-suryo-soal-laporan-polisi-ijazah-jokowi

#ijazahjokowi #damaiharilubis

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/646716/full-blak-blakan-pengakuan-damai-hari-lubis-bertemu-jokowi-di-depan-roy-suryo-kompas-petang
Transkrip
00:00Saudara belum terjawab soal maaf-memaafkan dalam pertemuan di Solo, Jawa Tengah.
00:05Kini Jokowi justru meminta penyidik Polda Metro Jaya agar kasus yang menjerat Egi Sujana dan Damai Hari Lubis
00:11diselesaikan secara damai atau restoratif justice.
00:14Lalu apa sebenarnya kesepakatan dari pertemuan di rumah Jokowi di Solo?
00:18Kita bahas bersama tersangka kasus fitnah ijazah palsu Jokowi yang menemui Pak Jokowi di Solo.
00:25Damai Hari Lubis sudah hadir bersama kami di studio
00:27dan juga Bang Yaakub Hasibuan selaku pengacara Pak Jokowi
00:31dan nanti akan bergabung bersama kami juga Mas Roy Suryo namun masih ada di perjalanan.
00:36Saya langsung ke Bang Damai.
00:37Bang Damai, ini pertama kalinya Anda tampil di publik setelah pertemuan dengan Pak Jokowi 8 Januari lalu, Kamis lalu?
00:43Bahkan sebelumnya pun saya boleh dibilang saya nggak pernah tampil.
00:47Diundang juga saya, ya saya pikir untuk apa sih gitu loh.
00:51Biar lah karena kawan-kawan juga banyak yang udah tampil.
00:53Kawan-kawan aku, Azab, Kurnia, yaudah itulah gitu kan.
00:59Walaupun saya agak menyesali sih materi-materi yang disampaikan itu bukan hukum acara.
01:04Padahal karena hukum itu ada dua, hukum acara, hukum materi.
01:07Jadi dia langsung ke materi, ya kan?
01:11Oke, sekarang saya mau tanya juga soal pertemuan di 8 Januari 2026.
01:17Awal tahun ketemu Pak Jokowi.
01:19Ini masih simpang siur nih, sebenarnya Bang Damai meminta maaf kah?
01:24Atau bagaimana sih ke Pak Jokowi?
01:25Jadi begini, boleh saya dari awal?
01:27Boleh dong.
01:28Jadi begini, saat itu Bang Egi ngubungi saya.
01:34Saya panggil Bang ya, Bes atau Bes, Bang Egi Sujana.
01:39DHL, aku ini kan di, apa, semacam dihujat sama kawan-kawan.
01:46Karena hari H pada kembali ke belakang, 15-16 April,
01:52itu beliau nggak ikut.
01:55Karena bertepatan dipanggil sama Mabes Mori.
01:58Kan gitu?
01:59Ya.
02:00Namun entah kenapa alasannya, beliau juga nggak hadir.
02:04Nggak lama kemudian beliau sakit terus ke luar negeri.
02:09Oke.
02:10Nah pokoknya adalah suara-suara yang kurang bagus.
02:13Ya Mas Roy, teman kita.
02:18Silakan.
02:19Silakan dilanjut.
02:20Kita ulang lagi apa?
02:21Nggak apa-apa, lanjut. Kita masih lanjut.
02:23Dan sudah bergabung bersama kami, Saudara Roy Suryo.
02:27Terima kasih Mas Roy, kita langsung masih lanjutkan penjelasan dari Bang Damai.
02:30Nah, jadi ketika Bang Egi ngubungi saya,
02:35kenapa Bang?
02:36Ya kan saya dihujat, saya nggak bisa hadir.
02:39Ujung-ujungnya kan beliau memang sakit dan ada bukti medis.
02:42Bahkan saya sampai besok ke Surabaya.
02:45Ya.
02:46Rumah sakit, si Loam.
02:48Oke.
02:49Saat pertemuannya gimana nih?
02:50Langsung juga.
02:51Pertemuan dengan Pak Jokowi gimana?
02:53Jadi kita ke sana dulu.
02:55Jadi itu alasannya Bang Egi minta.
02:58Ya.
02:58Aku dihujat sama kawan.
03:01Kedua, terus terangin nih.
03:03Bahkan kita viral.
03:04Yang hujat itu siapa?
03:05Yang hujat itu teman-teman sendiri.
03:07Teman-teman sendiri?
03:08Maksudnya para tersangka ini yang delapan orang atau bagaimana?
03:11Atau teman di luar itu?
03:12Ada dua, selainnya teman-teman semua.
03:15Oke.
03:16Yang tidak, tapi pengacara umumnya.
03:19Minta supaya didampingi saya ke sana.
03:22Tadi alasan saya dihujat sama kawan karena nggak datang pada Ria.
03:25Tadi argumentasi, saya ada foto semua, saya kirim.
03:28Ya.
03:29Ada impus-impusnya semua.
03:31Lalu itu berlanjut ke Pertamina, terus ke luar negeri.
03:34Ya.
03:34Itu saya nggak berani nuduh dia bohong-bohongan.
03:37Karena ada medis rekodnya.
03:39Ya.
03:40Nah itu, kedua, saya mau nasehati Pak Jokowi.
03:44Ada surat At-Toha dikirim ke saya.
03:46Kemarin Mas Rory baca ya.
03:48Baca.
03:48Nah, seperti itu.
03:51Oke?
03:52Oke.
03:53Kesepakatan.
03:53Tidak saya bilang, tapi karena dia senior, bicara seperti itu, sehingga saya mau.
04:00Yang penting jangan minta maaf dan jangan dipublis.
04:06Oke, jadi Anda datang ke Solo bersama Bang Egi, minta maaf atau tidak?
04:13Ya atau tidak?
04:14Tidak ada minta maaf.
04:16Oke.
04:16Oke?
04:17Nah, jadi begini.
04:18Yang undang atau inisiatif sendiri?
04:20Bang Egi bilang dulu.
04:22Nanti, jadi ini, biar-biar kronologis bagus.
04:24Oke.
04:25Karena durasi ini.
04:26Waktu juga.
04:26Jadi Bang Egi sampaikan.
04:28Ya kan?
04:29Nah, saya sini, saya bukan minta maaf.
04:32Ada pasal, dia sebutkan itu undang-undang nomor 31, pasal 10, undang-undang nomor tahun 2014.
04:42Ya.
04:43Tentang lembaga perlindungan saksimang korban.
04:47Itu tidak boleh saya dilaporkan balik.
04:49Apalagi saya juga pengacara dan lain-lain.
04:51Tapi yang saya ingat, undang-undang nomor 31 tahun sekian.
04:54Saya ditanya.
04:56Oke kan?
04:56Secara hukum, apa yang disampaikan Bang Egi, saya sama dengan dua kali saya ulang.
05:02Kalau persepsinya minta maaf datang silaturahim, baik-baikan memang dua-duanya.
05:07Oke.
05:07Bahkan Pak Joko sendiri bilang, understanding.
05:11Nah, itu Pak.
05:12Bukan saya berarti mau ngelawan Bapak ya.
05:15Saya maafin yang bakalan menang, ngelawan Bapak.
05:17Bapak kan orang hebat.
05:17Enggak, Bang Egi yang hebat.
05:19Oke, jadi saya konfirmasi tidak ada permintaan maaf.
05:22Dan bertemu hanya untuk silaturahmi.
05:24Mau bawa apa saat itu?
05:25Dokumen kah? Atau ada hal lain?
05:27Dari saya?
05:28Ya.
05:29Nggak bawa apa-apa?
05:30Nggak bawa apa-apa?
05:30Nggak bawa apa-apa?
05:30Nggak bawa apa-apa?
05:31Itu juga saya mau protes tuh.
05:33Katanya saya udah dua minggu yang lalu udah naikin.
05:35Maaf ya dari kawannya.
05:38Pak si Abah, rekan sejawat.
05:42Dua minggu yang lalu saya sudah datang dengan pengacaranya Egi.
05:46Oke.
05:47Saya nggak mau menyampaikan tentang pengacara Egi.
05:50Tapi diri saya 100% bohong.
05:53Oke.
05:53Itu kawannya, apa, rekan apa bukan ya?
05:56Oke, oke kami tangkap.
05:58Saya ke Bang Yaakob dulu.
05:59Bang Yaakob, pertemuan ini diinisiasi oleh Pak Joko Wika atau ada pihak lain?
06:04Atau dari tim kuasa hukum?
06:06Yang mungkin yang dapat saya sampaikan, Mbak, bahwa kalau dari kami kan mungkin bisa ditanyakan langsung ke Bang DHL siapa yang menginisiasi.
06:14Kalau dari kami melihatnya pertemuan ini sangat baik.
06:17Karena Pak Jokowi juga sudah menyampaikan kebetulan beberapa hari setelah Bang DHL dan Bang Egi ke rumah Pak Jokowi, saya juga hadir ke rumah Pak Jokowi.
06:26Kita diskusi panjang juga.
06:28Dan poin yang paling penting di highlight disini adalah Pak Jokowi sangat menghormati dan sangat mengapresiasi kedatangan dari rekan-rekan tersebut.
06:36Dan disitu beliau juga cerita panjang apa saja isi pertemuan tersebut, walaupun kembali saya tidak berada disitu.
06:44Jadi mungkin yang bisa menyampaikan dengan detail pasti salah satunya Bang DHL.
06:47Pak Jokowi didampingi siapa?
06:49Pak Jokowi sendiri disitu, mungkin nanti bisa diklarifikasi ya.
06:53Pak Jokowi sendiri kalau dari Bang DHL, Bang DHL, Bang Egi dan Ibu Eli ya.
07:00Dan ada, oh ada relawan juga kalau tidak salah ya, relawan.
07:02Mungkin kalau itu dikategorikan mendampingi Pak Jokowi, ya mungkin Pak Jokowi berarti didampingi oleh relawan.
07:09Saat pertemuan itu, ada tidak Pak Jokowi menanyakan kepada tim kuasa hukum atau apa yang harus disampaikan?
07:18Dan saya juga ingin mengkonfirmasi nih, apakah betul dari Egi dan juga Bang DHL ini didampingi oleh dua polisi aktif?
07:27Nah, kalau untuk detail siapa yang hadir disitu, kalau notulene yang saya terima tidak ada.
07:31Notulene yang saya terima tidak ada polisi aktif disitu.
07:34Namun, satu hal juga yang saya mau highlight adalah, memang kedatangan ini, kami, kenapa kami tidak hadir, kami juga tidak mengetahui kedatangan itu.
07:43Setelah itu, namun...
07:44Jadi Pak Jokowi tidak info bahwa ada...
07:45Belum.
07:46Setelah itu baru diinfo.
07:47Setelah bertemu?
07:48Setelah bertemu.
07:49Sampai sebelum pertemuan, saya harus sampaikan bahwa tidak ada juga niatan dari Pak Jokowi sebenarnya untuk mengadakan pertemuan itu sebelumnya.
07:57Oke.
07:57Dan tidak ada juga diskusi mengenai RG dan sebagainya, itu belum ada.
08:00Inisiasinya tapi dari mana?
08:02Kan tidak mungkin tiba-tiba ucuk-ucuk ada pertemuan.
08:04Kan jadwal, hari juga harus ditutup.
08:06Nah, mungkin bisa langsung ditanyakan ke Pak Jokowi.
08:08Bagaimana kronologis bisa hadir ke situ.
08:10Tapi yang saya terima, kami dari kuasa hukum yang terakhirnya mengonfirmasi ke Pak Jokowi adalah,
08:14terakhir ini setelah bertemu, Pak Jokowi sudah berkenan untuk melakukan RG.
08:21Setelah itu, karena...
08:22Kesemuanya?
08:23Kepada yang hadir.
08:25Ini dua orang.
08:25Saya pikir Pak Jokowi sangat menghormati kedatangan itu dan melihat itu sebagai etikat yang sangat baik.
08:30Oke.
08:31Dari Pak Jokowi.
08:31Oke.
08:32Kalau Mas Roy datang ke Pak Jokowi bisa juga.
08:34Loh, kan saya nanya.
08:35Mungkin terlalu dini.
08:36Oh, terlalu dini.
08:37Gimana Mas Roy?
08:37Kalau ini dari teman-teman, ada dua orang yang sudah datang ke Pak Jokowi.
08:42Mas Roy akan datang juga atau gimana?
08:43Yang tidak apa-apa, dua orang yang sudah datang kan jelas juga.
08:46Dan ini Alhamdulillah, saya salut kepada Bang Damahera Lubis yang sejalan dengan statement terakhir yang saya terima statement dari Bang Egi itu semalam.
08:56Semalam, sekitar jam setengah 11 malam, beliau ditelepon oleh Rasman Nasution dalam sebuah acara live.
09:03Dan kemudian dia mengatakan, saya datang tapi tidak ada minta maaf ya.
09:07Sekali lagi, tidak ada minta maaf.
09:09Saya khawatir tadi, siapa tahu Bang Dail beda.
09:11Ternyata sama.
09:12Yaudah, kalau sama, berarti kita tetap kompak ke-8 bahkan ke-12 ini kompak.
09:18Perkara soal Justice Collaboration atau GC, itu silahkan saja.
09:25Dan itu juga digaung-gaungkan terus oleh, semalam itu ada lawyer dari sebelah yang juga mengatakan,
09:32oh itu sudah diurus kira-kira dua minggu yang lalu.
09:34Tapi Alhamdulillah, Bang Dail tadi kan mengatakan, nggak ada itu, sudah diurus dua minggu yang lalu.
09:39Berarti kan di sini kan siapa yang bohong gitu.
09:41Tapi yang jelas, saya tetap mendoakan Bang Egi Sucana dan Bang Dail, tetap sebagai pejuang ya, jangan jadi pecundang.
09:49Bang Damai, pertemuan itu artinya Anda tetap strik dengan apa yang Anda tuduhkan, ijasa Pak Jokowi itu asli atau palsu dengan pertemuan itu?
10:03Jadi saya...
10:03Musah jeda tapi ya, dijawabnya ya, tetap bersama kami di Kompas Petang.
10:06Langsung saja Bang Damai, Anda kembali mengkonfirmasi bahwa bertemu Pak Jokowi, Anda tidak meminta maaf.
10:13Dan Anda juga tidak membawa dokumen...
10:15Bang Egi juga.
10:15Anda juga tidak membawa dokumen apapun untuk menginformasikan apapun ke Pak Jokowi.
10:23Jadi Anda tetap yakin ijasa Pak Jokowi palsu atau sekarang sudah berubah keyakinan Anda?
10:29Saya tidak mau sampai ke situ.
10:32Kenapa? Kan kasus ini bermula dari situ.
10:34Masih naik, masih berjalan, berjalan proses.
10:37Yang di sana juga di Mabes dihentikan karena identik.
10:41Dalam undang-undang itu bisa saja ketika ditemukan.
10:45Jadi Anda sedikit goyah nih, palsu atau aslinya?
10:48Ya saya nggak mau sampai ke situ, goyah apa tidak saya nggak mau.
10:52Karena apa? Saya kan orang hukum.
10:54Segera sesuatu kan harus inkrah.
10:56Nah ini sementara kan teman-teman juga bermasalah.
10:59Termasuk saya tersangka.
11:01Nah boleh nggak saya sampaikan, Pak?
11:02Ya.
11:03Alasan saya minta dilepas daripada tersangka.
11:0815 Desember saya sudah masukkan.
11:1115 Desember surat ini.
11:14Saya ini, Egi, menggunakan penolakan, menggunakan pendapat pakar,
11:19kalau nggak salah Pak Muzakir, saya ada.
11:22Ya.
11:22Bahwa saya nggak dilaporkan.
11:24Betul.
11:26Ya, saya belum pernah diadukan ke Kongres Advokat.
11:30Sementara saya buka.
11:31Oke.
11:32Tiga priori yang seketahasi doang korongatan.
11:34Saat bertemu dengan Pak Jokowi, apa saja yang diperbincangkan?
11:37Perbincangkan soal ijazah.
11:38Soal penyakit, Bang Egi.
11:41Sampai-sampai tertarik juga.
11:43Pak Jokowi sebetulnya gitu kan.
11:45Satu sengah jam ya pertemuan ya.
11:47Bukan di KL.
11:4755 menurut maksudnya.
11:48Bukan, Bang Egi, Penang.
11:50Bang Egi merupakan penyakit dia.
11:52Selain itu?
11:53Selain itu, Bang Egi menyampaikan diantaranya adalah kita sebagai manusia harus tahu diri dan tahu batas waktu.
12:03Oke.
12:04Ada keterkaitan tidak dengan pembicaraan soal ijazah?
12:07Nah, jadi begini.
12:11Durasi juga nih, Bang.
12:12Tentunya ada dong.
12:13Menyatakan, saya kesini enggak mau minta maaf.
12:16Teruslah.
12:17Oke, iya.
12:17Ternyata di perhatiannya ada hubungannya.
12:19Pak Jokowi yang langsung ngomong understanding lah.
12:22Ah, betul Pak Jokowi.
12:24Berarti standing untuk tetap.
12:25Enggak tahu, Pak Jokowi yang ngomong understanding kalau pembicaraan kita ini sama-sama paham.
12:29Kalau mau dibilang, dikatakan, wah Bang Egi DHL pengen lepas, 15 Desember saya minta tertulis.
12:40Tanda terima ada di keluar perkara.
12:42Bang Egi juga.
12:43Cuma versinya beda.
12:44Tapi Anda kalau dilepaskan tersangkaan Anda, Anda akan berubah sikap soal ijazah atau tidak?
12:54Jadi yang ke depan jangan ditanyakan dulu.
12:58Iya, Igi.
12:59Gimana nih?
13:00Oke, saya tanya ke Mas Roy.
13:02Gimana Mas Roy?
13:03Oke deh, kita kalau dari awal, kita kan tahu Mas Roy itu ada di kasus ini.
13:07Ya.
13:08Juga karena Bang Egi meminta Anda untuk sebagai ahli.
13:12Dengan surat, sebagai ahli dan untuk clear.
13:14Nah, sekarang di klasternya Bang Egi dan teman-teman, sudah bertemu dengan Pak Jokowi.
13:19Gimana dengan Mas Roy?
13:21Pertemuannya bahkan, ini Bang Egi Sujana menulis ya.
13:23Ini tulisannya Egi.
13:24Berpegang teguh kepada surat Toha ayat 424.
13:27Allah perintahkan Amin Musa Enharu mendatangi Fir'aun.
13:30Jadi dianggap mereka itu mendatangi Fir'aun.
13:33Itu sudah kita konfirmasikan.
13:35Dan ada standingnya.
13:36Persis.
13:36Persis, tidak mau minta maaf dan pertemuan.
13:39Dan karena sampai detik ini, saya, Bes, menyatakan bahwa Jokowi tetap tidak ada ijazah.
13:44Yaudah, kalau gitu, kami tetap satu perahu.
13:48Kami tetap satu sikap.
13:51Anda tidak merasa ditinggalkan ketika ada dua orang ketemu Pak Jokowi?
13:53Oh enggak. Jadi bagus.
13:54Jadi permainannya itu bisa pendek.
13:56Bisa juga permainannya panjang.
13:57Diinformasikan tidak ketika Bang Egi dan Bang Damai mau ketemu Pak Jokowi?
14:01Enggak.
14:02Diajak enggak?
14:02Memang enggak.
14:03Karena kan kebetulan memang juga lawyernya juga beda.
14:06Tapi diajak?
14:07Enggak.
14:08Diinformasikan enggak.
14:09Teman-teman yang satu UTP wajah.
14:11Jadi artinya mau permainannya pendek, mau permainannya panjang.
14:16Bang Yaakob.
14:17Saya ke Bang Yaakob.
14:18Bang Yaakob, jadi Pak Jokowi ini maunya restoratif justice?
14:21Gini mbak, pada prinsipnya kita tetap berprinsip bahwa kita mau perkara ini sampai persidangan.
14:26Kenapa? Karena kita menginginkan adanya...
14:29Ke semua tersangka?
14:30Perkaranya.
14:31Kita menginginkan perkara, bukan tersangkanya.
14:33Perkaranya harus ada putusan pengadilan yang menyatakan bahwa ijazahnya ini asli atau palsu.
14:38Karena kalau tidak sampai pengadilan kan bergantung lagi dong.
14:41Tidak ada inkras.
14:42Tidak ada kepastian hukum buat Pak Jokowi.
14:44Namun sekarang ada peristiwa bahwa ada Pak DHL dan Pak Egi berkunjung ke Solo ke rumah Pak Jokowi.
14:50Dan tadi disampaikan juga sudah sama-sama understanding.
14:53Dan Pak Jokowi juga langsung, oke saya langkep.
14:55Maksudnya apa saya tangkep.
14:56Tidak perlu, kadang-kadang kan ada hal-hal yang tersirat juga.
15:00Tidak perlu eksplisit juga kami sudah paham maksudnya apa.
15:03Dan di situ Pak Jokowi sampaikan bahwa kedatangan ini sangat saya hormati, sangat saya apresiasi.
15:08Dan oleh karenanya meminta agar hal ini dipertimbangkan oleh para penyidik.
15:13Oke, jadi apakah dengan pertemuan ini artinya khusus untuk Bang Egi dan Bang Damai
15:20sudah diberikan pintu restoratif justice artinya kasus stop untuk kedua tersangka ini?
15:27Kasus stop itu tergantung nanti terakhirnya adalah penyidik mbak.
15:31Tapi sudah ada permohonan untuk dilakukan RJ.
15:34Kemudian dari kami pun sudah menyatakan kepada para penyidik.
15:37Permohonan RJ itu ini untuk orang awam ya.
15:39Permohonan RJ itu bisa kalau tidak meminta maaf.
15:43Kan tidak meminta maaf.
15:44Nah, masalah permintaan maaf kan tadi sudah disampaikan oleh Pak DHL di meetingnya itu kan.
15:50Jadi yang penting oleh, kalau dari kami melihatnya dari sisi hukum.
15:54Sudah ada permohonan RJ, kemudian berlangsunglah itu pertemuan.
15:58Yang isinya, kembali lagi, itu Pak Jokowi sudah understanding, Pak DHL understanding dan sebagainya.
16:03Kemudian dari kami juga Pak Jokowi sendiri pun sudah tadi menyampaikan bahwa sangat menghargai pertemuan itu dan oleh karena meminta para penyidik untuk mempertimbangkan.
16:12Nah, terakhirnya di siapa?
16:13Nanti para penyidik akan menilai apakah ini memenuhi atau tidak untuk dilakukan RJ.
16:18Pastikan penyidik akan melihat juga selama ini Pak DHL kemana?
16:21Selama ini apakah ada etikat baik atau tidak?
16:24Pak Jokowi legowokah untuk memberikan RJ kepada Bang Egi dan juga Bang Damai meskipun keduanya tidak meminta maaf dan keduanya juga belum punya,
16:36kalau saya bisa simpulkan di sini, belum tahu nih, mau memutuskan ijazah Pak Jokowi asli atau palsu?
16:43Yang jelas Pak Jokowi sangat menghormati dan menghargai Pak DHL dan Pak Egi Sujana.
16:50Itu yang paling clear.
16:51Sampai sore ini keputusan Pak Jokowi akan memberikan RJ?
16:57Sudah, Pak Jokowi sudah mengatakan juga kepada para penyidik bahwa Pak Jokowi menghendaki juga sangat menerima yang dilakukan oleh kedua tersangka
17:06dan menghendaki untuk perkara ini bisa dipertimbangkan dilakukan RJ.
17:11Nah, masalah RJ-nya bisa dilakukan atau tidak, kami serahkan kepada penyidik.
17:15Oke.
17:17Bang Damai, gimana?
17:20Saya juga di sini masih bingung nih, karena Bang Damai bertemu Pak Jokowi, tidak minta maaf,
17:28tapi juga di sini belum mau memastikan apakah Pak Ijazahnya, gimana?
17:33Saya mau sampaikan bahwa ini adalah pengacara Pak Jokowi.
17:36Betul.
17:36Beliau ketemu saya ini dua kali, untuk luar perkara sama hari ini.
17:43Bisa ditanyakan langsung apakah ada saya nelpon, adakan restorasi yuk, enggak ada.
17:50Jadi yang ngajak siapa?
17:52Bang Damai yang ngajak siapa?
17:53Saya Bang Egi.
17:54Bang Egi yang ngasih tahu siapa?
17:56Yang ada, oke pertemuannya tanggal 8.
17:59Jadi gini, orang di belakang Bang Egi yang memfasilitasikan siapakah, saya enggak tahu.
18:03Saya pokoknya, ayo saya hunter.
18:07Begitu.
18:07Berarti ada sosok misterius yang menjatuhalkan pertemuan di tanggal 8 kah?
18:12Saya enggak tahu.
18:14Saya enggak tahu ada sosok misterius seperti tidak.
18:16Semua orang tua saya saja harus janjian loh.
18:18Iya.
18:18Hebat ya.
18:19Egi berarti hebat.
18:21Gitu loh.
18:21Kalau saya enggak hebat.
18:22Sekarang Murni nih, saya mau tanya ke Bang Damai.
18:25Tujuannya Bang Damai menyetujui Bang Egi untuk ikut ketemu Pak Jokowi dari Bang Damai sendiri secara pribadi.
18:32Tujuan Bang Damai apa?
18:34Tadi, oke.
18:35Saya ulang lagi.
18:37Betul, sudah saya sampaikan tadi.
18:38Bang Egi dihujat tawan temannya.
18:41Itu kan Bang Egi.
18:42Bang Damai ini.
18:43Iya, saya kan memang ikut ke sana pertama.
18:46Jadi minta antaranya ke saya.
18:48Entah karena apa.
18:50Dia dihujat teman-teman.
18:51Tentu bukan saya ya kan teman-temannya.
18:53Dan terbukti kemarin ada yang diberhentikan ya Pak Roy.
18:55Ya.
18:55Nah itu internal tuh.
18:56Sebetulnya.
18:57Ya, namanya berhentikan buat apa.
18:58Oke deh.
18:59Pertanyaannya saya kecil kesederhanakan lagi.
19:03Pertemuan di tanggal 8 Januari dengan Pak Jokowi.
19:06Apakah ada keinginan dari Bang Damai untuk mendapatkan restoratif dari Pak Jokowi?
19:11Sehingga status tersangka Bang Damai dilepaskan.
19:14Jadi begini.
19:15Itu haknya hak penyidik.
19:17Pelaporan Pak Jokowi.
19:18Ini dari Bang Damai pribadi.
19:19Mau nggak?
19:19Ini rekan sejawat adalah melapor ke pendapatan penyidik.
19:24Masalah.
19:26Hal-hal yang kebenaran metril itu masih panjang.
19:30Nah, kalau nggak adakah?
19:31Saya sampaikan.
19:33Saya mengantarkan Bang Egi.
19:35Pertama, karena dihujatkan teman.
19:38April kemarin dia nggak datang.
19:40Kedua, mengantarkan seperti itu.
19:42Tidak di-expose.
19:43Oke.
19:44Berarti kalau ada penawaran restoratif dan justice dari Pak Jokowi, Bang Damai belum tentu terima ya.
19:49Jadi gini.
19:50Sistematika hukumnya.
19:51Saya balik pertanyaannya.
19:52Bukan Pak Jokowi ke saya atau saya ke Pak Jokowi.
19:54Bukan.
19:54Saya juga kan pelapor.
19:56Di Dumas.
19:58Saya minta.
20:00Saya nggak jadi tersangka sama penyidik.
20:02Ketua pada Pak Jokowi.
20:03Oke.
20:04Gitu loh.
20:04Bang Roy, langkah Anda yang akan dilakukan setelah pertemuan Bang Egi dan Bang Damai, apa yang akan Anda lakukan?
20:11Lalu, apakah Anda melihat ini murni restoratif justice atau memang ada kompromi dalam tanda kutub?
20:19Oke.
20:19Saya lebih baik, Chris Wilson, berperaduga baik ya.
20:21Apalagi Bang DL, Bang Egi juga sudah WAWA dan ke saya.
20:25Jadi, kami menghormati masing-masing untuk bersikap.
20:28Mau itu, tadi saya nyebutnya JC ya, tapi sebenarnya RJ, restoratif justice.
20:32Atau mau apa, dimaafkan.
20:34Terserah.
20:35Tapi yang penting adalah, kami tetap strict dengan standing, Pak Ami, bahwa kami harus bongkar.
20:42Apalagi kemarin, ya, KIP, ya, tadi pada beritanya juga, Komisi Informasi Besat sudah memerintahkan KP untuk membuka.
20:49Dan itu ada banyak temuan lagi.
20:51Tapi yang jelas begini, ya, Mbak Cynthia dan semua pemeriksa.
20:54Alhamdulillah, moga-moga semua terang dan tidak ada yang namanya uang haram.
20:58Nah, karena kami anti...
20:59Baju baru lagi kami, kami anti uang haram.
21:01Jangan sampai ya, Bang, ya.
21:03Jangan sampai ada uang.
21:04Ini yang nyetak, dananya dari mana, nih?
21:09Saya dikasih.
21:11Oh, berdikasih.
21:11Jadi, ini adalah tim yang kemudian juga, teman-teman yang kemudian mengirim kaos ini.
21:17Benar-benar, ini kaos ini saya nggak apalagi nyetak.
21:20Nggak ada lah semua.
21:20Tapi intinya gini, insya Allah perjuangan kami tetap lanjut.
21:24Dan insya Allah tetap, Bang Damahari Lubis dan Bang Egi Amanah, sesuai yang disampaikan semalam juga, kita dengarkan telponnya langsung.
21:31Jadi gini, tadi mengikut uang soalnya, saya ingat, saya kabarnya dapat 100 miliar.
21:36Nah, itu, jangan sampai, Bang.
21:38Jangan sampai uang haram itu.
21:39Foto puluk-pulukannya mana, terus aliran dana, transfer, foto-fotonya kayak, ya kan?
21:46Foto puluk-pulukannya, AI juga itu.
21:47Atau tas ke pesawat, tas ke mobil 100 miliar, banyak.
21:50Saya sendiri belum pernah melihat uang 100 miliar.
21:51Cuma kabarnya itu bisa satu truk, ya?
21:56Nah, satu truk inilah, apa namanya, yang tanggung, ya?
21:59Oke, kalau jual Singapur.
22:00Nah, keluar besoknya tantangan saya, saya lagi peluk-pelukkan sama Pak Jokowi.
22:04Bertiga dengan Pak Jokowi.
22:06Dengan Bang Egi.
22:07Padahal, Bang Egi bajunya bukan itu.
22:09Kan baju yang saya pakai, itu.
22:12Bang Yaakob...
22:13Bang Kehnya pun udah nggak ada.
22:14Bang Yaakob, jika, ini kan sudah terkonfirmasi ya, tidak ada permintaan maaf dari Bang Damai dan juga Bang Egi katanya.
22:22Mengapa ada statement dari Pak Jokowi, saya mempersilahkan restoratif justice?
22:28Ya, kembali lagi.
22:29Detail pertemuannya kan tentunya hanya Pak Jokowi, Bang DHL, Bang Egi dan yang ada di situ.
22:33Tapi kan Anda kuasa hukumnya?
22:35Betul.
22:35Kalau dari kami melihatnya memang secara resmi nanti boleh dikonfirmasi.
22:39Apakah dari penasihat hukum Bang DHL atau Bang Egi, ada permohonan untuk melakukan restoratif justice.
22:45Permohonan, On?
22:46Sudah ada permohonan untuk melakukan restoratif justice.
22:49Dari kedua pihak ini?
22:50Nah, boleh dikonfirmasi. Tapi dari apakah salah satu, ataukah hanya Bang Egi doang, ataukah Pak DHL juga.
22:56Tapi atas dasar itulah tentunya logika yang sederhana, Mbak. Yang didatangi kan Pak Jokowi.
23:01Oke.
23:02Jadi logikanya ini ujuk-ucuk, saya tidak mau minta maaf, tapi saya menginginkan restoratif justice.
23:07Nah, itu yang harus dikonfirmasi. Nanti kan penyidik akan menilai.
23:10Ini kan nanti tidak serta-merta karena ada pertemuan itu langsung selesai perkaranya untuk kedua tersangka.
23:15Tapi kan semua akan dinilai oleh penyidik. Yang kami dapat informasinya, ada permohonan itu.
23:21Permohonan restoratif justice tanpa minta maaf.
23:24Nah, minta maaf atau tidaknya itu silahkan ditanyakan kan.
23:27Begitu Bang. Begitu Bang Damai.
23:29Saya mohon restoratif justice tanpa minta maaf, begitu kan?
23:32Rekan saya, pengacara Pak Jokowi.
23:34Oh, sudah satu kubu berarti ya?
23:36Rekan-rekan?
23:37Rekan sejawat.
23:39Rekan sejawat.
23:40Jadi saya, itu antara pokoknya Rekan Sejawat namanya.
23:43Oke.
23:44Jadi beliau ada di sini.
23:46Apakah saya, atau pengacara Egi lah, apakah ada duduk bareng membicarakan restorasi?
23:52Silahkan ditanya.
23:52Nah, tapi kalau saya ingin saya lepas tersangka, sudah 15, 15, tanggal berapa ya teman-teman?
24:00Jadi lupa tuh.
24:0215.
24:04Desember?
24:04Bukan.
24:05Apa ini?
24:06Yang saya, gelar perkara.
24:08Oh, gelar perkara khusus?
24:09Apa?
24:10Gelar perkara khusus?
24:1115 Desember.
24:12Oke, waktu kita satu menit lagi singkat.
24:1315 Desember saya minta, saya dilepas jadi tersangka.
24:16Kalau itu dipersepsi, saya akan restorasi, restoratif justice, silahkan aja.
24:23Kalau lihat pertanyaannya Pak Sintia tadi, jadi ingat Pak Jokowi.
24:27Pulak, balik, pulak.
24:29Bang Yaakub, setelah ada perbincangan ini.
24:32Beliau hubungi saya, saya dijawab.
24:33Saya tidak pernah dihubungi oleh Rekan.
24:35Oke.
24:36Bang Yaakub, setelah ada diskusi ini, pernyataan resmi dari Bang Damai, apakah Pak Jokowi akan tetap memberikan restoratif justice?
24:47Mungkin nanti kita harus konsultasi lagi.
24:48Tapi Pak Jokowi tadi sudah menyampaikan, bahwa apapun kabar yang beredar di luar sana,
24:54konklusi dari Pak Jokowi di situ, Pak Jokowi sudah mengerti maksudnya apa.
24:58Dan meminta untuk para penyidik mempertimbangkan.
25:01Kembali lagi Mbak, ini masih bergerak, kita tidak bisa terlalu dini untuk saya mengatakan,
25:05sudah pasti akan di-stop perkara untuk dua orang ini.
25:08Tapi kan para penyidik juga pasti akan menilai ini.
25:11Oke.
25:12Singkat saja Pak Roy, tidak mungkin datang ke Solo?
25:15Ditanyakan ke Mas Roy.
25:17Kalau singkat jawaban saya, tidak.
25:19Oke.
25:20Baik, terima kasih.
25:21Boleh, boleh sekali.
25:22Sudah habis waktu kita, singkat satu kata boleh?
25:24Boleh ya.
25:25Ya, singkat.
25:25Saya memang butuh bantuan penyidik untuk melepaskan seratus saya sebagai tersangka.
25:30Begitu juga Egi Sujana.
25:31Oke.
25:33Meski tidak minta maaf.
25:36Iya.
25:36Oke.
25:36Tanpa minta maaf kan?
25:37Ini orang yang sebesar.
25:39Baik, kita masih nanti mungkin di lain waktu akan kembali memperbincangkan soal ini
25:44dan seperti apa nanti kelanjutan kasusnya kita lihat dari penyidik di Pol Dawit Rojai.
25:48Terima kasih Bang Damai, terima kasih Bang Yaakob, terima kasih Mas Roy.
25:51Sudah hadir di Kompas Petang sore hari ini.
25:54Selamat sore, terima kasih.
Komentar

Dianjurkan