Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Pelatih Timnas John Herdman menyebut sedang dalam proses merekrut asisten pelatih untuk menangani Timnas Indonesia.

Dia berjanji akan melibatkan banyak orang lokal dalam tim kepelatihan, seperti yang dilakukannya ketika menangani Timnas Kanada. Apakah janji John Herdman melibatkan talenta lokal dalam tim kepelatihannya bisa terwujud?

Kita bahas bersama Analis Sepak Bola, Anton Sanjoyo dan Mantan Penyerang Timnas Indonesia Zaenal Arif.

Baca Juga John Herdman Susun Tim Kepelatihan Timnas, Pelatih Lokal Jadi Prioritas? Ini Kata Manajer & Analis di https://www.kompas.tv/olahraga/645149/john-herdman-susun-tim-kepelatihan-timnas-pelatih-lokal-jadi-prioritas-ini-kata-manajer-analis

#timnasindonesia #pelatihtimnas #johnherdman

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/olahraga/646715/herdman-cari-pelatih-lokal-untuk-asisten-timnas-tunjuk-siapa-ini-kata-anton-sanjoyo-zaenal-arif
Transkrip
00:00Apakah janji John Hartman melibatkan talenta lokal dalam tim kepelatihannya bisa terwujud?
00:05Kita bahas bersama analis sepak bola Anton Sanjoyo dan mantan penyerang tim Nas Indonesia, Zainal Arief.
00:11Selamat malam, Bung Joy.
00:13Malam, Triska.
00:14Selamat malam juga, Bang Abo.
00:17Selamat malam, Triska.
00:19Saya ke Bung Joy dulu.
00:21Kalau lihat sekarang John Hartman masuk harusnya minim drama lah ya.
00:25Apa yang bisa kita harapkan dari struktur kepelatihan nanti di bawahnya Hartman?
00:30Yang pertama harus kita syukuri bahwa John Hartman datang dalam suasana yang damai.
00:34Nggak ada drama-drama, nggak ada selebrasi yang berlebihan, tidak ada penyambutan yang berlebihan juga.
00:40Jadi ini awal yang bagus ya.
00:43Dan dia bawa anak istrinya untuk tinggal di Jakarta, saya rasa itu menunjukkan tekadnya bahwa dia memang serius.
00:50Untuk membuat, karena kan pengalaman dia dengan Kanada, dengan Selandia Baru, dengan Kanada yang putri.
00:55Itu membuat tim yang biasa-biasa aja menjadi tim yang layak piala dunia lah gitu kira-kira.
01:02Jadi, dan bersama tim Kanada Putra kan dia juga membuat level permainan mereka, level FIFA-nya juga meningkat.
01:11Hampir 30 bar ya naiknya.
01:14Nah, kalau kita tanya apa harapannya ya tentu saja terkait dengan misalnya janji dia untuk melibatkan lebih banyak pelatih dan environment lokal sebetulnya.
01:26Untuk bisa membangun bersama-sama tim nasional ini.
01:30Tidak melulu, apa, tidak melulu menggantungkan nasib kita pada pemain diaspora, pada pelatih-pelatih atau direktur teknik asing, atau pelatih-pelatih asing ke depannya.
01:41Karena jujur harus kita akui kan sejak zaman Sintayong lah misalnya, sejak kemudian pindah ke Klaivert, pelatih-pelatih Indonesia yang sebetulnya punya kemampuan kan tidak mendapatkan banyak kesempatan.
01:54Nah, ini yang menurut saya kalau dia betul janjinya seperti itu, rasanya ini ya awal yang baik juga lah.
02:00Kita harus sambut dalam kerangka optimisme ya.
02:03Dan ke depan Indonesia harus punya pelatih-pelatih yang bukan untuk tim nasional sebetulnya, untuk kompetisi-kompetisi domestik.
02:14Sehingga mulai dari kompetisi usia muda sampai dengan kompetisi profesional dan semi-profesional,
02:19punya pelatih-pelatih yang sudah berpengalaman untuk menangani pemain-pemain dengan karakter yang sulit,
02:26pemain-pemain dengan ego yang tinggi itu kan ada di, semua ada di tim nasional, senior.
02:31Jadi kalau misalnya ada sejumlah nama nanti bisa punya kesempatan mendampingi John Hartman,
02:37saya rasa itu kesempatan yang sangat-sangat bagus untuk menambah pengalaman, menambah CV, menambah portfolio,
02:44sehingga dia punya kepedean yang tambah ya.
02:48Kalau cuma license misalnya APRO atau apa, license itu cuma selembar kertas.
02:54Tapi dia harus implementasikan itu dalam program, dalam cara dia melatih, dalam komunikasi,
03:03dalam mengembangkan pemain.
03:04Ini yang sebetulnya juga menjadi obligasi dari John Hartman untuk menaikkan semua level,
03:12terutama level pelatih-pelatih muda.
03:14Nah ini yang menarik, saya mau tahu dari POV-nya, dari sudut pandangnya pemain,
03:20kalau dari Kang Abo melihat seberapa penting sih environment lokal atau squad lokal
03:27yang nantinya dimiliki oleh John Hartman untuk mengembangkan Timnas Indonesia.
03:31Karena targetnya ya pasti piala dunia, apalagi sekarang kita sudah selangkah hampir dapat,
03:35bisa masuk piala dunia meskipun enggak, belum beruntung.
03:39Ya, mungkin menurut saya ini sesuatu hal yang mesti harus kita dukung ya.
03:45Ini yang saya harapkan juga, bahwa pelatih asli yang datang ke sini juga akan selalu melibatkan pelatih lokal.
03:53Kenapa?
03:53Kalau saya melihat dari goals-nya atau sasarannya yang diincar sama John Hartman ini,
03:59dia mempunyai cita-cita untuk seolah-olah dia mungkin seperti ini ya,
04:04ayo kita maju bersama dan saya akan bantu tim ini.
04:07Kenapa?
04:08Karena mungkin walaupun selama ini dia juga mendapatkan tawaran dari negara lain,
04:14tetapi dia melihat bahwa Indonesia punya potensi tinggal selangkah lagi untuk maju ke piala dunia,
04:19ada sesuatu hal nih yang mesti di-challenge sama dia sendiri ya,
04:24bahwa tim ini mampu dan saya punya trik khusus bagaimana tim ini bisa melaju ke level yang lebih tinggi.
04:35Nah, sekarang ketika dia melibatkan para pelatih lokal dan dia juga membawa keluarganya untuk tetap berada di Indonesia,
04:43ini menjadi stimulus yang sangat baik buat para pemain-pemain lokal,
04:48khususnya yang berkompetisi di tanah air,
04:49ini menjadi catatan bahwa mereka juga punya kesempatan untuk mendapatkan kehormatan ketika dipanggil tim nasional.
04:56Dan saya yakin akan ada pemain baru yang selama ini belum pernah masuk ke tim nasional.
05:00Nah, bicara soal komposisi antara asisten pelatih lokal,
05:06juga pemain-pemain lokal yang dinaikkan levelnya,
05:09ini gimana sih PR-nya kalau Bung Joy membaca dari squad kita sejauh ini?
05:14Kalau yang ada sekarang, justru itu yang kemudian menjadi highlight dalam konferensi PR-nya John Hartman adalah,
05:22dia ingin melihat seberapa dalam talenta-talenta yang ada di Indonesia yang bisa dinaikkan.
05:27Yang saya dengar, dia sudah melakukan banyak komunikasi dengan pemain-pemain yang tampil di Liga Super.
05:33Dan komunikasi itu menurut saya awal yang bagus,
05:37karena dia ingin mencari informasi sedalam-dalamnya
05:41tentang apa yang terjadi pada sepak bola Indonesia,
05:45kenapa kamu levelnya harusnya bisa level grade-nya bisa 90,
05:49kenapa kamu baru 70,
05:51dan hal-hal seperti itu kan untuk catatan basis data dia untuk mengembangkan satu pemain.
05:57Nah ini yang saya rasa kalau dia menjalin komunikasi yang lebih intens,
06:02nanti kalau dia tidak pergi-pergi lagi,
06:05dia ada di Indonesia, dia bisa ketemu banyak pemain,
06:08bisa ketemu Zainal Arief,
06:10bisa ketemu mantan pemain juga,
06:13untuk mengetahui apa sih sebetulnya yang terjadi pada sepak bola Indonesia,
06:16karena sebetulnya kita punya banyak sekali talenta,
06:20tapi kita belum bisa bersaing dengan Arab Saudi, dengan Kuwait,
06:23tidak bisa bersaing gitu.
06:24Jangan dulu bersaing dengan Jepang atau Korea Selatan lah,
06:27dengan mereka saja, dengan negara-negara di jasirah Arab,
06:30kita kan belum bisa sebetulnya.
06:32Yang pernah menang lawan Arab Saudi itu menang sekali gitu ya,
06:36selebihnya kan kita nggak bisa lagi menang.
06:38Nah ini yang dia harus mendapatkan solusi ada apa,
06:42dia kan harus cari dulu masalahnya,
06:44kemudian dia, oh mungkin kompetisinya nggak bagus di dalam,
06:48kompetisi nggak bagus akar masalahnya di mana.
06:51Nah dia harus banyak komunikasi.
06:52Oleh sebab itu saya berpesan, jangan terlalu terburu-buru,
06:55karena proyek dia ini proyek jangka panjang.
06:58Nah kalau kita terburu-buru harus juara AFF,
07:01harus bagus di Piala Asia dan segala macam.
07:04Ini nggak masuk dalam pemikiran dia,
07:08karena dia membangun Kanada juga lama.
07:10Dia membangun itu step by step,
07:13dan stepnya itu jelas.
07:15Nah ini yang saya bilang, dia harus ada roadmap.
07:17PSSI nggak punya roadmap,
07:19dia harus punya roadmap untuk mengembangkan Indonesia,
07:22karena tujuannya satu, kita bisa lolos ke Piala Dunia 2030.
07:25Oke.
07:26Dan kita punya sources luar biasa banyak.
07:28Nah kalau bicara soal selain tadi,
07:30tidak hanya pelatih yang penting,
07:31pemain yang penting,
07:32tapi asisten pelatihnya siapa?
07:34Kalau dari Kang Abo melihat,
07:36siapa asisten pelatih yang potensial
07:38untuk direkrut oleh John Hedman?
07:40Apakah misalnya Coach Nova,
07:42yang sudah malang melintang dengan berbagai prestasinya,
07:45atau gimana kalau menurut Kang Abo?
07:47Iya, mungkin ada beberapa banyak
07:51para pelatih potensi yang ada di Indonesia ya.
07:54Salah satunya Coach Nova juga.
07:55Tetapi itu juga bukan menjadi pilihan utama ya.
07:59Banyak pelatih yang kemungkinan
08:01juga dipilih langsung sama John Hedman.
08:03Dan saya yakin dia juga akan memberikan
08:07asesmen juga untuk para pelatih,
08:09seperti apa kriteri yang dia butuhkan kan.
08:13Ini juga peluang buat para pelatih lokal
08:15untuk bisa mendampingi beliau,
08:17dan bisa mengambil ilmunya,
08:20seperti apa sih?
08:21Seperti apa gaya bermainnya,
08:23seperti apa roadmapnya,
08:25dan ini akan menjadi,
08:29bukan hanya pemain aja ya,
08:30yang mendapatkan kesempatan,
08:31bukan hanya pemain aja,
08:32yang nantinya juga punya kans untuk bermain timasi,
08:36tapi pelatih lokal juga.
08:38Untuk mendampingi beliau,
08:39saya kira ini sesuatu hal yang mesti harus kita dukung.
08:42Jadi siapapun pelatihnya.
08:45Siapapun pelatihnya ya,
08:46maksudnya.
08:47Nah kalau dari Bung Joy,
08:48siapa saja kira-kira nama-nama yang potensial untuk direkrut?
08:51Jadi asisten kepelatihan John Hedman,
08:54tapi bisa jeda,
08:55kita akan bahas di Sapa Indonesia Malam.
08:58Sapa Indonesia Malam masih membahas,
08:59janji John Hedman yang akan melibatkan talenta lokal
09:02dalam tim kepelatihannya,
09:03bersama analis sepak bola Anton Sanjoy,
09:05dan mantan penyerang tim Nasi Indonesia,
09:07Zainal Arief.
09:08Saya ke Bung Joy lagi,
09:09jadi siapa saja yang berpotensi jadi asisten pelatihnya John Hedman,
09:14dan sebenarnya standarnya itu apa saja sih yang harus dilirik ya,
09:17Bung Joy kalau bicara soal standarisasi?
09:19Kalau kita bicara nama,
09:20cukup banyak sebetulnya ya,
09:22yang bisa menjadi kandidat asisten.
09:25Maganglah kira-kira sama John Hedman,
09:27karena harus kita akui,
09:28dia kan punya reputasi yang sangat bagus,
09:30meskipun namanya tidak terlalu dikenal.
09:32Nah, tapi kalau kita bicara di pelatih lokal,
09:35kan sebetulnya kita,
09:36angkatannya Kurniawan aja,
09:38angkatannya Kurniawan di Primavera,
09:41itu kan ada beberapa yang jadi pelatih,
09:43ya kan dengan license yang cukup mumpuni.
09:46Kurniawan sendiri sudah pengalaman di Italia,
09:50ada Eko Purgianto kemarin yang menjadi asistennya Indra Safri,
09:53ada Bima Sakti,
09:55yang sudah malang melintang bersama kelompok usia muda,
09:58ada Coach Nova.
09:59Nah, kalau misalnya bicara Coach Nova,
10:02dia kan sekarang pegang tim U20,
10:04apakah PSSI ingin mempertimbangkan dia magang bersama Hedman,
10:08atau dia pegang U20,
10:09supaya U20 punya kesempatan dipegang oleh pelatih lain,
10:13itu misalnya.
10:14Tapi kalau bicara syarat,
10:18ya tentu saja syaratnya ada license yang cukup mumpuni itu.
10:22Tetapi license itu sendiri bukan jaminan,
10:25karena license kan harus terus diperbaharui,
10:27melalui praktek, melalui workshop,
10:31melalui semua yang dia dapat dari kepelatihannya,
10:35dan diterjemahkan dalam ilmu kepelatihan itu dengan melatih.
10:39Ya kan?
10:40Nggak cukup hanya license.
10:41Nah, ini dalam waktu yang menurut saya,
10:43waktunya cukup lah.
10:44Ya, untuk menguji beberapa nama,
10:47supaya mereka betul-betul ketika datang
10:49untuk menjadi asisten,
10:51untuk magang,
10:52itu betul-betul dengan bekal yang cukup.
10:55Nah, ini saya kira dalam misalnya dalam satu bulan ke depan
10:58sudah terkumpul beberapa nama,
10:59diuji lah.
11:00Diuji oleh tim teknisnya PSSI kan,
11:03sekarang hebat-hebat juga.
11:05Ada orang-orang Belanda itu kan,
11:06ada Alexander Zweier,
11:08ada Simon Tahamata,
11:09ada Jordi Cruyff,
11:10sekarang tambah ada John Hartman.
11:12Jadi, tim pengujinya cukup hebat.
11:15Nah, harusnya bisa menyaring pelatih-pelatih
11:17yang ada di lokal ini,
11:20untuk bisa menjadi asisten dulu lah.
11:23Paling nggak kan,
11:24yang dipegang oleh John Hartman,
11:26dua tim kan,
11:26tim senior dan tim U23.
11:28Kan artinya,
11:29opsinya untuk memagang,
11:32ini kan banyak sebetulnya.
11:33Karena dia bukan hanya tim pelatih juga,
11:35tapi juga ada tim teknis,
11:37ada tim kepelatihan yang lain,
11:40bukan saja asisten pelatih.
11:41Jadi, sebetulnya kesempatannya banyak.
11:43Nah, bagaimana ini,
11:45memanfaatkan kesempatan ini,
11:46dengan strategi yang tepat.
11:48Sehingga,
11:49lima tahun ke depan,
11:50kita bisa punya penggantinya John Hartman,
11:53dari pelatih-pelatih lokal yang sekarang ada.
11:55Menurut saya mereka cukup.
11:56Jadi, transfer ilmu yang selama ini digaungkan,
11:58itu memang terjadi begitu ya harusnya?
12:00Ya, karena itu sebetulnya obligasi,
12:02obligasi pelatih tim nasional.
12:04Untuk,
12:05kewajiban,
12:06dia wajib sebetulnya,
12:08untuk menelurkan ilmunya,
12:10knowledge-nya,
12:10transfer of knowledge-nya itu harus ada.
12:13Nah, ini yang kan enggak terjadi sebelumnya.
12:16Saya enggak sebut nama lah,
12:17terlalu sensitif.
12:18Era Sintayong,
12:19era Clevert,
12:19apalagi.
12:20Ini harus terjadi sekarang.
12:22Ini harus terjadi di eranya John Hartman.
12:24Kalau,
12:24Kang Abo,
12:25misalnya,
12:26mantan penyerang tim nas,
12:28mantan pemain tim nas lain,
12:29ditawari,
12:29jadi,
12:30ada kesempatan jadi asisten,
12:31itu sebenarnya sangat terbuka kan,
12:32Kang Abo?
12:33Siapapun mungkin sangat terbuka,
12:39tetapi saya sependapat,
12:40apa yang dikatakan tadi Bung Joy,
12:42bahwa ada sosok Purniawan,
12:44ada sosok Bima Sakti,
12:46dan juga sosok Eko Purjanto.
12:48Mereka selama ini juga cukup kenyang pengalamannya,
12:51dan dengan reputasinya,
12:52saya kira dengan posisinya.
12:54Sementara ini kan Purniawan ada di depan,
12:56Bima Sakti ada di belakang,
12:57di tengah,
12:58dan Eko Purjanto juga ada di belakang.
13:00Ketiga triteria pemain pelatih ini,
13:02kemungkinan sangat cocok ya menurut saya,
13:04untuk mendampingi posisi George Hellman.
13:07Kalau saya pribadi,
13:09sepertinya,
13:10saya belum ada di diri saya,
13:12untuk jadi seorang pelatih.
13:14Tapi sebenarnya Kang Abo,
13:16Sementara ini ya.
13:17Sementara ini ya,
13:18kita tunggu nanti nextnya,
13:19siapa tahu.
13:20Tapi sebenarnya,
13:20kalau dari sisi pemain,
13:21seberapa penting sih,
13:23pelatih itu,
13:24selain menjadi kompas atau pengarah,
13:26bagi timnya,
13:27tapi juga bisa jadi pengayom.
13:29Yang Kang Abo rasakan,
13:31sebagai mantan penyerang timnas.
13:34Sebagai pemain ya,
13:35kalau mungkin sebagai pemain.
13:37Jadi gini ya,
13:37saya akan sedikit menambahkan,
13:40apa yang tadi ditanyakan oleh Frika.
13:42Jadi,
13:43tidak semua mantan pemain itu,
13:44bisa jadi seorang pelatih juga kan.
13:46Jadi,
13:47itu saya sangat setuju banget,
13:48tapi kalau untuk menganalisa,
13:50untuk melihat,
13:50sesuatu hal yang terjadi di lapangan,
13:52kemungkinan,
13:53secara intuisi,
13:55tetap masih bisa.
13:55Nah,
13:56kalau misalkan,
13:58ditanya lagi sama saya,
14:00saya kira,
14:00saya lebih senang,
14:02rekan-rekan senior yang,
14:04sekarang sudah,
14:05betul-betul,
14:06kenyang pengalaman,
14:07di dunia kepelatihan,
14:08mereka mendapatkan kesempatan,
14:10kembali.
14:11Ini kan penting sekali,
14:13posisi asisten pelatih,
14:14tadi selain transfer of knowledge,
14:16tapi kan tim kepelatihan ini,
14:17seperti yang tadi saya tanyakan juga,
14:19ke Kang Abo,
14:19ini kan akan penting sekali,
14:21sebagai kompas,
14:22sebagai penunjuk arah,
14:23bagi tim Nas harus punya road map,
14:25seperti,
14:26oh iya,
14:26betul,
14:26betul,
14:27itu sangat,
14:28betul-betul,
14:30itu sangat,
14:31sangat penting sekali,
14:33karena,
14:34sejauh ini,
14:35mereka yang,
14:36betul-betul,
14:37punya,
14:38pengalaman,
14:39selain pengalaman,
14:40mereka juga,
14:40ngerti banget,
14:41kultur sepak bola kita,
14:42sesuatu hal yang,
14:43mungkin,
14:44selama John Hammond belum paham,
14:45mereka bisa memberikan input,
14:47yang sangat baik,
14:48dan,
14:49itulah,
14:50mungkin pentingnya,
14:52mantan pemain,
14:52mantan praktisi,
14:53yang selama ini,
14:54tahu betul,
14:55apa yang terjadi di lapangan,
14:56dan,
14:56tahu betul,
14:57kurtul sepak bola kita,
14:58itu,
14:59betul-betul,
14:59sangat penting menurut saya.
15:00Nah,
15:00yang juga,
15:02Pak Sumarji waktu itu bilang,
15:03bahwa,
15:04John Hedman bakal nonton langsung juga,
15:05ke lapangan,
15:06seberapa penting sih,
15:07Bung Joy untuk ini?
15:08Ya,
15:10dia memantau langsung ke lapangan itu,
15:12sebetulnya juga,
15:13bagian dari pekerjaan besarnya,
15:15untuk melihat,
15:16seberapa dalam,
15:17sources,
15:18pemain Indonesia,
15:19yang kita punya,
15:20yang dipunyai oleh Indonesia,
15:21ya,
15:22sehingga dia bisa tahu,
15:23oh,
15:23saya bisa ambil beberapa pemain,
15:25untuk posisi ABCD,
15:27gitu loh,
15:28karena di lapangan itu,
15:30karakter pemain,
15:30pemain itu kelihatan,
15:32ya,
15:32ada yang karakternya fighter,
15:34ada yang karakternya,
15:36apa,
15:36nggak mau kalah,
15:38dan segala macam,
15:39mannernya juga kelihatan,
15:40kalau di latihan,
15:41kadang-kadang nggak kelihatan,
15:43oleh sebab itu,
15:44kalau pelatih di negara-negara yang lain,
15:46itu dia muter,
15:46memang muter dia,
15:48lihat pertandingan,
15:49mulai dari,
15:49mungkin kalau di Inggris,
15:50misalnya divisi championship,
15:52sampai ke Liga Primer,
15:54dia lihat semua,
15:55karena ada,
15:56semua selalu ada potensi,
15:57nah,
15:57dia juga harus muter,
15:58Liga Super kan,
15:59berputarnya,
16:00salah satu kompetisi,
16:02dengan perputaran yang bagus,
16:04jadi kalau dia tahu jadwalnya,
16:05dia ingin melihat,
16:06pertandingan kemana-mana,
16:07dia tinggal muter,
16:08karena memang itu adalah,
16:09kewajiban dia untuk,
16:11dan itu penting sekali,
16:12jangan seperti pelatih yang sudah-sudah,
16:14gitu loh,
16:15ya,
16:15apa,
16:16cuma,
16:16jangan mengulang,
16:17apa yang sudah,
16:18gitu lah,
16:19dia harus betul-betul memantau,
16:21mencatat,
16:22membuat program,
16:24kalau dia melihat,
16:25pemain satu,
16:26ini bagus nih,
16:26dia pantau terus,
16:27dalam beberapa pertandingan,
16:28dia pantau,
16:29dia bikin catatan,
16:30sehingga dia catatan itu,
16:32adalah bekal,
16:33ketika si pemain itu,
16:34eh,
16:34aku lihat kamu lebihnya ini,
16:36ini,
16:36ini,
16:36kamu kurangnya ini,
16:37ini,
16:37ini,
16:37saya punya program buat kamu,
16:39karena program itu disesuaikan dengan filosofi permainan dia,
16:43saya butuh kamu untuk posisi ini,
16:45kamu lebihnya ini,
16:46kurangnya ini,
16:47satu per satu,
16:48diajak ngomong,
16:50ditrain,
16:51betul-betul,
16:52dengan komunikasi yang baik,
16:53saya rasa,
16:54dia pengalaman di,
16:55di Kanada kan begitu juga,
16:56dengan Alfonso Davies misalnya,
16:58dia komunikasinya intens,
17:00ini anak bandul banget,
17:02bisa menjadi,
17:03betul-betul pemain yang bisa dikendalikan,
17:05dia didik,
17:05begitu ya,
17:06nah itu kan sebetulnya,
17:07pinternya pelatih itu,
17:09misalnya,
17:09kalau kita bicara striker,
17:11Ramadan Sananta,
17:12Hoki Caraka,
17:13sebetulnya itu kan potensi betul,
17:15gitu loh,
17:15cuma kan kok gak naik-naik levelnya,
17:17dia harus catat,
17:18sehingga ketika dia berhadapan langsung dengan Ramadan Sananta,
17:22misalnya,
17:23eh,
17:23kamu punya skill bagus,
17:25gini-gini ini,
17:25kekurangan kamu gini-gini,
17:26saya punya program buat kamu,
17:28bap, bap, bap, bap,
17:29dan itu pentingnya juga,
17:30dia punya asisten pelatih yang bisa,
17:32jadi think tanknya dia ya,
17:33ya,
17:33asisten pelatih dia diskusi,
17:35dia diskusi,
17:36oh,
17:37gak coach,
17:37gak begitu,
17:38dia harusnya gini-gini,
17:39oh oke,
17:40kamu pandangan kamu oke juga nih,
17:42kita combine ya,
17:43kan gitu,
17:44jadi,
17:45waktu dia menerapkan programnya ke pemain,
17:47dia sudah mendapatkan banyak informasi,
17:50semakin banyak informasi,
17:51semakin bagus,
17:52dan itu yang menurut saya,
17:53yang sekarang dia udah jalankan,
17:55kalau dia udah ada di sini,
17:57dia udah mulai sebetulnya,
17:58untuk bekerja.
17:59siapa yang akan menjadi partner,
18:01kita akan lihat,
18:02pencarian John Hartman,
18:03untuk mengungkapi squadnya,
18:05di tim Nasgaruda,
18:06terima kasih Bung Joy,
18:07atas selamatnya,
18:07terima kasih juga Kang Ambo,
18:09Kang Zainal Arief,
18:09sudah sampai ketemu lagi,
18:12selamat menikmati,
Komentar

Dianjurkan