Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
SULAWESI TENGGARA, KOMPAS.TV - Kericuhan terjadi saat sejumlah aktivis lingkungan memprotes pengerukan pasir laut dan perusakan terumbu karang di depan Kantor Balai Taman Nasional Wakatobi, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (13/6/2025).

Aksi ricuh dipicu kekecewaan massa karena tidak ditemui oleh Kepala Balai Taman Nasional Wakatobi pada Kamis siang.

Dalam orasinya, para aktivis menuding pihak balai tidak tegas menindak pelaku pengerukan pasir laut dan perusakan terumbu karang di wilayah Taman Nasional Wakatobi.

Sebelumnya, ratusan nelayan di Kecamatan Tomia Timur, Kabupaten Wakatobi, juga memprotes aktivitas perusahaan asing yang diduga merusak ekosistem laut.

Sementara itu, pihak Balai Taman Nasional Wakatobi menyebut kegiatan pengerukan pasir untuk jalur kapal dilakukan atas inisiatif karyawan, bukan atas perintah perusahaan

#ricuh #wakatobi #protes

Baca Juga Kecelakaan Maut Libatkan Mobil Dinas Wakil Bupati Mamuju, 1 Orang Tewas di https://www.kompas.tv/regional/599381/kecelakaan-maut-libatkan-mobil-dinas-wakil-bupati-mamuju-1-orang-tewas

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/599383/polemik-laut-wakatobi-siapa-bertanggung-jawab-atas-kerusakan-ekosistem
Transkrip
00:00Selain saudara, kericuhan terjadi saat sejumlah aktivis lingkungan memprotes
00:03pengerukan pasir laut dan pengrusakan terumbu karang
00:06di depan kantor Balai Taman Nasional Wakatobi
00:09di kota Baobau, Sulawesi Tenggara.
00:24Kericuhan terjadi saat masa aksi kesal
00:26lantaran tidak ditemui oleh Kepala Kantor Balai Taman Nasional Wakatobi
00:31pada kami siang.
00:32Dalam orasinya, para aktivis lingkungan menuding pihak Balai Taman Nasional Wakatobi
00:37tidak tegas menindak pelaku pengerukan pasir laut
00:40dan pengrusakan terumbu karang di wilayah Taman Nasional Wakatobi.
00:44Sebelumnya, ratusan layan di Kisamatan Tomia Timur, Kabupaten Wakatobi
00:47juga protes terhadap aktivitas perusahaan asing tersebut.
00:52Sementara, menurut pihak Taman Nasional Wakatobi
00:54kegiatan penggalian atau pengerukan pasir untuk jalur kapal
00:58dilakukan atas inisiatif karyawan,
01:00bukan atas perintah perusahaan.
01:03Lakukan pemanggilan kepada pelaku sebanyak enam orang
01:14dan lakukan pembinaan.
01:17Dan mereka sama sekali tidak menahu kalau itu memang hal yang dilarang.
01:24Dan langkah yang dilakukan adalah langkah bersituasi.
01:26pembinaan untuk tidak mulai dan mereka bersedia untuk melakukan
01:30pengembalian ulang pada area yang mereka lakukan itu.
Komentar

Dianjurkan