00:00Anton, gimana? Sudah ada kesempatan gagang setelah gabung BOP?
00:03Apakah ini justru mengunci posisi Indonesia?
00:06Ya, sebelum lari ke situ saya ingin juga ikut nimbrung tadi.
00:09Satu, kalau kita cermat membaca resolusi 2803 mas,
00:13gak bicara tuh solusi dua negara.
00:16Pertama dari 20 plan itu adalah membebaskan Gaza dari teror.
00:21Jadi, itu satu. Jadi gak ada ceritanya soal to set solution.
00:25Jadi kalau misalnya tadi wakil EMUI bilang bahwa ini gak tau,
00:29enggak. Sebenarnya, kalau saya ngeliatnya ini udah kayak kita nasi jadi bubur.
00:34Pilihannya, mau kita aduk, mau kita tambahin, atau kita gak makan.
00:38Itu satu.
00:39Kedua, kalau bicara tentang multilateralisme,
00:43Trump itu mengabaikan PBB, multilateralisme bagaimana.
00:49Ini yang mau dibangun adalah multilateralisme baru.
00:52Ini unilateral yang dibungkus cari dorongan teman-teman.
00:56Siapa yang datang hari ini, mau kita cerita yang wakil dari Asia Tenggara ada tiga.
01:00Ada Kamboja, ada Vietnam, ada Indonesia.
01:03Tiga-tiganya itu lagi pusing karena tarif.
01:06Indonesia kena 32 persen, Vietnam dan Kamboja di atas 40 persen.
01:11Sama-sama lagi pusing.
01:12Jadi, ada konstruksi yang beyond dari itu.
01:15Tapi apakah Pak Prabowo tadi gak tau?
01:17Saya pikir tau.
01:18Karena dari awal 20 Oktober 2024, Pak Prabowo dalam pidato,
01:23pelantikannya sudah bilang, kita ingin kembalikan Palestina.
01:26Problemnya adalah ketika di jalur yang ada,
01:29jalur konvensional yang ada, itu mentok.
01:31PBB udah kayak gitu aja, yaudah ini kali ini ada BOP.
01:34Yaudah, ikut nyimbrung.
01:35Harapannya itu bisa bergulir.
01:37Saya ngeliatnya demikian.
01:38Itu satu.
01:39Kedua, ketika kita bicara soal perjanjian dagang.
01:44Nah ini menarik, perjanjian dagang ini ada bagian lima terkait ekonomi dan keamanan nasional.
01:51Poin 5.1, pasal 5.1, complementary action.
01:55Itu menyebutkan, jika Amerika menerapkan sanksi pelarangan, blablabla,
02:03maka Indonesia harus menyesuaikan kebijakannya.
02:07Dan ini yang bagi saya menjadi pelik.
02:10Kita memang mencoba untuk membangun multi,
02:15apa namanya, multi aliansi, sokol multi aliansi.
02:18Jadi kita mencoba ngomong tentang strategic alignment.
02:21Penerapan bebas aktif seperti apa?
02:23Kita membangun banyak-banyak forum.
02:25Cuma problemnya ketika itu dikunci dalam kerjasama perdagangan,
02:30bahwa kita harus ngikutin,
02:32nah ini yang akan menjadi uji terhadap Prabowo.
02:36Karena ketika kita bicara tentang BOP Palestina,
02:38setelahnya ada tiga tantangan, tiga medan yang harus dihadapin.
02:43Pertama ngomong tentang militer, karena itu bicara.
02:45Yang kedua ada ngomong diplomasi,
02:47kalau mengutip dari Prof. Hikar itu,
02:50diplomasi is art of negotiation.
02:52Jadi gimana nih sendiri bernegosiasi ketiga.
02:54Ketiga ngomong tentang moral.
02:56Kenapa?
02:57Karena ekspektasi masyarakat Indonesia itu sangat tinggi terhadap Palestina.
03:02Merdeka, merdeka, dan merdeka.
03:04Tidak mau tahu ceritanya.
03:05Jadi kalau misalnya itu diabaikan,
03:07itu bisa akan turun terhadap popularitas.
03:11Jadi kalau, maka tadi saya bilang high risk, high return.
03:13Kalau Pak Prabowo berhasil,
03:14ini dengan yang paling bagus untuk 2029.
03:18Kalau gagal.
03:19Ini ada pertaruhan yang banyak.
03:21Jadi bagi saya ketika kita bicara tentang kerjasama perdagangan,
03:24ini membuat posisi yang jadi semakin rumit.
03:28Tadi saya ngomong sama Pak Dubes Dian.
03:32Pak Dubes kalau sudah ngomong tentang ini,
03:34ini butuh ratifikasi DPR enggak?
03:36Pak Dubes kalau dia banyak hal yang sentifikasi harus di ratifikasi DPR.
03:40Artinya masih akan ada pembahasan lanjutan di domestik.
03:43Karena bagi saya, oke kita goal turun 19 persen,
03:47tapi kewajiban kita ini banyak banget nih.
03:51Apa iya gitu?
03:52Iya memang Pak Prabowo minta 19 persen,
03:54tapi kenapa yang lainnya kok kita seakan-akan jadi lemah?
03:59Itu kan jadi pertanyaan juga.
04:01Walaupun dalam ngomong tentang literatur hubungan internasional,
04:05ada yang namanya linkage diplomacy.
04:08Nah ini ngomong tentang ekonomi,
04:10tapi ada kaitan dengan aspek keamanan dan lain-lain.
04:12Itu juga hal yang wajar,
04:13karena praktiknya memang banyak.
04:15Ini memang posisi kita menjadi ruang gerak kita bisa menjadi lebih sempit.
04:23Tapi lagi-lagi tergantung seberapa piawe Pak Prabowo dan timnya untuk menari di situ.
04:29Jadi kalau misalnya tadi Mas Aldo bilang ini ngikutin langgam,
04:32ya kita lihat apakah dia akan ngikutin langgam atau membuat hal yang lain.
04:35Ini akan kita lihat.
04:37Oke, baik Pak Suleman,
04:39meski tadi disampaikan high risk, high return,
04:41tapi ternyata banyak catatan seperti itu.
04:43Jadi kalau misalnya kita gagal,
04:46bagaimana kesepakatan atau mungkin bahkan ada peluang kita justru didikte?
04:51Ya gini, kita belajar dari Cleopatra.
04:56If you are strong, bite them.
04:58If you are weak, join them.
05:00Nah sekarang kita letakkan di mana posisi kita?
05:04Pak Prabowo sudah meletakkan,
05:06tadi Pak ini sudah bilang,
05:08sedikit apapun celah itu bagi militer,
05:11manfaatkan.
05:12Kita ingin apa?
05:14Ikut melaksanakan ketertiban dunia.
05:17kemerdekaan adalah hak segala bangsa.
05:19Ada celah enggak?
05:20Ada sekarang.
05:21Kenapa kita tidak mainkan?
05:23Kalau kita bilang kita mau ini lewat PBB,
05:26tidak ada di situ disebut bahwa untuk itu harus semua lewat PBB.
05:30Tidak.
05:30Nah kalau sekarang beliau baru sekarang,
05:33ya baru sekarang yang berani mengambil langkah.
05:35Nah kalau dibilang,
05:37tidak ada.
05:37Coba kita lihat sekarang.
05:39Mana yang ada berani seperti ini?
05:41Kalau Eropa,
05:43jangan-jangan kita bersembunyi,
05:46ketakutan kita disembunyikan dengan berdiplomasi.
05:49Diplomasi itu you do my will.
05:51Tapi rakyatnya semua kita dikata Mas Anton.
05:54Nah makanya kita lihat,
05:55Pak Prabowo ini seorang tentara.
05:58apapun langkahnya itu dipengaruhi oleh psikologi seorang tentara.
06:02Risk taker.
06:04Sekecil apapun peluang yang ada,
06:08diambil.
06:09Nah ini sekarang disampaikan,
06:11ada peluang,
06:11kenapa kita tidak ambil?
06:13Atau kita memilih,
06:14kita duduk, diem,
06:15sampai mati.
06:16Mau pilih mana?
06:17Tidak ada dalam pikiran militer itu,
06:20kita sudah melihat itu,
06:21duduk tunggu-tunggu mati.
06:22Tidak ada.
06:23Ketika ada peluang sekecil apapun ambil.
06:26Dan ini yang dilakukan sekarang.
06:27Kita tambahin dikit.
06:28Nanti dalam perjalanan,
06:30dalam perjalanan ada apa?
06:31Ya ting-tong kayak tadi.
06:32Semua kita lakukan ting-tong.
06:34Semua baru.
06:36Jadi tidak bisa kita mastikan,
06:38ini paling benar gak bisa.
06:39Ini paling ting-tong.
06:40Ting-tong.
06:41Ini bukan pesan satu penting ini,
06:43bahwa proses rekonstruksi di Gaza,
06:45tidak boleh ada pemindahan penduduk Gaza sementara.
06:48Tidak boleh.
06:49Jadi bikin tenda-tenda boleh lah.
06:52Bikin tenda kayak di bencana gitu.
06:54Bangun gedung-gedung rumah-rumah-rumah-rumah,
06:56jadi pindah lagi ke situ.
06:58Jadi jangan sampai dengan alasan rekonstruksi
07:00dipindahkan sementara ke negara mana gitu,
07:02nanti gak bisa masuk lagi.
07:04Jadi itu prinsip gak boleh.
07:06Yang kedua,
07:07gunakan pekerja-pekerja lokal terlebih dahulu.
07:10Misalnya dari Serikat Buruh kan,
07:12orang-orang Palestina,
07:13orang-orang Gaza yang sekarang 200 ribu buru-buru itu
07:15betul-betul gak bisa ngapa-ngapain.
07:17Bahkan pada mati, banyak yang mati.
07:19Itu pesan dari organisasi yang saya pimpin.
07:22Kira-kira begitu.
07:23Pak Dian, melihat situasi yang ada saat ini,
07:26percakapan kita cukup panjang begitu.
07:28Tadi kan juga disampaikan,
07:30sebenarnya ketika kita mengirim pasukan ke sana,
07:32memang Harris-Heritem tadi disampaikan oleh Mas Anton.
07:35Tetapi tadi juga disampaikan bahwa
07:36ada dua hal di sini saya lihat beda inti.
07:39Yang satu bilang itu dari amanat PBB,
07:42yang satu bilang itu BOP.
07:44Terima kasih Mbak.
07:46Begini loh,
07:47saya kebetulan menangani PBB,
07:48artinya multilateralisme,
07:50di Jenewa dan di New York,
07:52cukup lama, 12 tahun.
07:54Yang namanya resolusi 2803,
07:57tolong dipahami seperti ini.
07:59Kenapa dibawa ke,
08:01dari BOP dibawa ke PBB,
08:04membutuhkan legalitas.
08:07Legalitas saja.
08:09Tapi isinya,
08:10resolusi 2803 itu,
08:13satu,
08:14meng-endorse 20 poin ini.
08:17Artinya meng-endorse,
08:18mendukung.
08:19Berarti pelaksanaannya adalah 20 poin ini.
08:22Bukan mandat yang dibuat PBB.
08:24Bukan mandat yang akan dirundingkan di PBB.
08:28Ini terpisah sama PBB.
08:29Pasal terakhir,
08:30pasal tujuh,
08:31dari resolusi PBB itu,
08:33menyatakan,
08:34hanya menyatakan,
08:35bahwa PBB,
08:36se-yogianya ya tetap diinfokan lah,
08:39nanti perkembangannya.
08:40Bukan ada laporan yang wajib,
08:42bukan ada segala macam.
08:43Artinya apa?
08:44Ini gagasan Trump.
08:45Kalau mau jujur,
08:46dalam konteks,
08:47apa namanya,
08:48PBB,
08:49kembali lagi.
08:50Kenapa Trump mengambil gagasan ini?
08:52Karena dia tahu,
08:53kalau gagasan ini dibahas di PBB,
08:55pasti ditolak.
08:57Oleh majoritas.
08:59Nah,
08:59tolong dilihat,
09:01Trump adalah negara yang paling membebaskan,
09:03bela Israel,
09:04dan sudah,
09:05atau bukan Trump saja deh,
09:07pemerintah Amerika sebelumnya.
09:09Puluhan resolusi dewan PBB,
09:11dewan keamanan PBB itu,
09:12tidak jalan karena diveto oleh Amerika.
09:15Artinya apa?
09:16Trump tahu,
09:17kalau dia,
09:18paksakan kemauannya,
09:20nanti pasti diveto oleh China atau Rusia.
09:22dia jalan sendiri.
09:23Tolong diingat juga,
09:25yang namanya gagasan BOP ini,
09:27Kongres dan DPR Amerika sendiri kan awalnya gak tahu.
09:31Oke.
09:31Ujuk-ujuk juga munculnya.
09:33Baik.
09:33Bahkan mereka mempertanyakan,
09:35ketika anggaran belanja buat Amerika sendiri masih tidak menentu,
09:40kok mereka sudah menentukan akan membentuk BOP,
09:44dari mana lagi danannya.
09:45Oke.
09:45Baik.
09:45Artinya terlalu banyak pertanyaan dibandingkan jawaban yang konkret.
09:48Nanti kita lanjutkan lagi.
09:50Pak Dian, jangan kemana-mana saudara.
09:51Tetap di Bola Liar.
Komentar