00:00Nah, hari ini, tadi pagi, Bapak Presiden langsung menandatangani kerjasama
00:09Agreement of Recipital Trade yang diberi judul
00:13Toward a New Golden Age for the US-Indonesia Alliance
00:18dan ditandatangani secara bersama, baik oleh Bapak Presiden Prabowo maupun Presiden Donald Trump.
00:28Dan dalam pertemuan bilateral antara kedua pemimpin itu berjalan cukup lama,
00:35selama 30 menit sesudah kegiatan Board of Peace tadi pagi.
00:42Dan dokumen terkait dengan Agreement on Recipital Trade,
00:48ini lampirannya itu tadi juga dilanjutkan bersama di kantor daripada USTR.
00:58Ambasador Jameson Greer.
01:00Indonesia dan Amerika Serikat sepakat untuk memperkuat kerjasama ekonomi
01:06dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
01:08Dan ini salah satu daripada perjanjian yang membentuk Council of Trade and Investment.
01:17Sehingga ini menjadi forum ekonomi kedua negara.
01:21Dan ini hasil daripada Agreement on Recipital Trade.
01:26Sehingga seluruh persoalan investasi dan persoalan perdagangan antara Indonesia dan Amerika
01:32nanti akan dibahas dulu di dalam Council of Trade apabila terjadi kenaikan yang di luar terlalu tinggi
01:43atau hal yang dianggap bisa mengganggu neraca daripada kedua negara.
01:51Tujuan dan visi perjanjian adalah untuk mengwujudkan kemakmuran ekonomi bersama,
01:57lantai pasok yang kuat, dan menghormati kedaulatan dari masing-masing negara.
02:02Jadi saya garis bawahi menghormati kedaulatan dari masing-masing negara.
02:07Itu menjadi bagian daripada perjanjian yang ditandatangani.
02:11Sejak diumumkan oleh Presiden Trump pada tanggal 2 April 2025 yang lalu,
02:20pemerintah Indonesia telah mengirimkan empat surat untuk proses negosiasi tarif
02:28di bulan April, Juni, Juli, dan Agustus 2025
02:33dan juga 90 persen daripada dokumentasi yang dikirim oleh Indonesia dipenuhi oleh Amerika.
02:41Jadi usulan Indonesia dipenuhi oleh Amerika yang tertuang dalam Agreement on Recipital Tarif.
02:49Dan dalam periode tersebut, Indonesia mengunjungi Washington DC empat kali,
02:55kemudian tujuh kali putaran perundingan,
02:59dan lebih dari sembilan kali pembahasan in-person maupun virtual
03:04dengan USTR atau Duta Besar Jameson Greer.
03:09Di dalam proses sebetulnya juga kita berbicara dengan
03:13Commerce ataupun Commerce Sekretary dan Treasury Amerika.
03:19Namun Indonesia ini perjanjiannya memang kita dengan USTR,
03:24dengan ambasador Jameson Greer.
03:27Kemudian AS melakukan penurunan pengenaan tarif resiprokal bagi Indonesia.
03:36Itu seperti yang dituangkan dalam joint statement yang lalu.
03:40Dan berbeda dengan berbagai perjanjian ART dengan negara lain,
03:44Amerika sepakat untuk mencabut pasal-pasal yang non-kerjasama ekonomi.
03:52Antara lain untuk terkait pengembangan reaktor nuklil,
03:56kemudian terkait dengan kebijakan Laut Cina Selatan,
04:01terkait dengan pertahanan dan keamanan perbatasan.
04:04Sehingga murni ART kita adalah terkait dengan perdagangan.
04:08Dalam ART ini ada 1.819 post tarif produk Indonesia,
04:16baik itu pertanian maupun industri,
04:20antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet,
04:26komponen elektronik termasuk semikonduktor,
04:29komponen pesawat terbang yang tarifnya adalah 0%.
04:34Dan khusus untuk produk tekstil dan aparel Indonesia,
04:40Amerika juga akan memberikan tarif 0%
04:44dengan mekanisme tarif rate kuota atau TRQ.
04:49Dan tentunya ini memberikan manfaat
04:52bagi 4 juta pekerja di sektor ini.
04:55Dan kalau kita hitung dengan keluarga,
04:57ini sangat berpengaruh terhadap 20 juta masyarakat Indonesia.
05:02Indonesia juga komitmen untuk memberikan fasilitas
05:06untuk produk Amerika dengan tarif 0,
05:10karena utamanya Indonesia mengimport produk pertanian,
05:14wheat, kemudian juga soyabin,
05:18sehingga masyarakat Indonesia membayar 0%
05:23untuk barang yang diproduksi dari soyabin
05:28ataupun wheat dalam hal ini noodle
05:31ataupun dalam bentuk tahu dan tempe.
05:34Jadi masyarakat kita tidak dikenakan beban
05:36tambahan biaya untuk bahan baku
05:40yang kita import dari Amerika Serikat.
05:44Kemudian dia sesuai dengan posisi
05:46di dalam forum WTO,
05:49kedua belah negara sepakat untuk tidak mengenakan
05:52bea masuk transaksi elektronik dan ini
05:56juga dikita berikan kepada Eropa,
05:59jadi bukan Amerika saja.
06:01Ini yang mendorong nanti untuk adanya moratorium
06:06dalam forum ministerial conference di WTO.
06:12Indonesia juga mendorong transfer data lintas
06:16batas terbatas sesuai dengan undang-undang
06:19yang berlaku di Indonesia
06:20dan juga merkenai bahwa Amerika pun akan memberikan
06:25perlindungan kepada data konsumen
06:28setara dengan perlindungan data konsumen
06:31yang diberlakukan di Indonesia.
06:34Indonesia juga akan menerapkan strategic trade management
06:38terutama untuk perdagangan
06:41agar perdagangan aman dan tidak digunakan
06:46untuk fungsi-fungsi di luar fungsi yang diperlukan
06:52untuk perdamaian.
06:54Kemudian juga Indonesia akan memberikan
06:57kemudahan untuk perizinan import
07:01dan juga standarisasi barang
07:04baik itu industri maupun pertanian asal Amerika.
07:08Nah Indonesia juga komitmen untuk mengurangi
07:11hambatan tarif dan non-tarif
07:14dan juga memberikan kepastian
07:16terutama di sektor ICT, kesehatan, dan farmasi.
07:21Perjanjian ini bahkan berlaku 90 hari
07:24setelah proses hukum diselesaikan
07:27kedua belah pihak
07:28baik itu di Indonesia dengan konsultasi dengan DPR
07:33maupun di Amerika dengan proses internalnya.
07:38Dan juga di dalam perjanjian ini juga diatur
07:41bahwa kedua belah pihak dapat mengubah perjanjian
07:46dengan kesepakatan kedua belah pihak secara tertulis
07:49dan juga ada ruang untuk perbedaan tarif
07:57apakah itu lebih rendah
07:59dengan tadi dibahas di dalam council of board
08:06yang akan dibentuk.
08:09Dan selanjutnya tentu kami dari pemerintah
08:13akan segera menyampaikan kepada DPR RI
08:17terkait dengan undang-undang ini
08:21dan juga dalam perjanjian ini
08:25tujuannya juga untuk mencapai Indonesia emas
08:30sehingga perjanjian ini juga disebut sebagai
08:33New Golden Age
08:35bagi Indonesia maupun Amerika Serikat itu sendiri.
08:41Selanjutnya kami mohon Pak Menteri Investasi
08:44Terima kasih telah menonton!
Komentar