Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Presiden Prabowo resmi memandatangani perjanjian dagang dengan Presiden AS Donald Trump.

Hal ini disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya melalui virtual di Washington pada Jumat (20/2/2026).

"Hari ini Indonesia dan Amerika Serikat menandatangani ART dengan Pak Presiden Prabowo dan Presiden Donald Trump dalam pertemuan bilateral itu berjalan cukup lama, selama 30 menit sesudah kegiatan Board of Peace," ucap Airlangga.

Kesepakatan ini berbeda dengan ART negara lain karena AS sepakat mencabut pasal non-ekonomi seperti kerja sama reaktor nuklir, pertahanan, dan keamanan sehingga perjanjian murni fokus pada perdagangan.

1.819 pos tarif produk Indonesia mendapatkan tarif hingga 0 persen di pasar AS, mencakup sektor pertanian dan industri.

Video Editor: Joshua

Produser: Theo Reza

#amerikaserikat #indonesia #amerikaserikat #breakingnews

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/652036/detik-detik-presiden-prabowo-dan-trump-teken-kesepakatan-dagang-tarif-resiprokal-19-persen
Transkrip
00:00Nah, hari ini, tadi pagi, Bapak Presiden langsung menandatangani kerjasama
00:09Agreement of Recipital Trade yang diberi judul
00:13Toward a New Golden Age for the US-Indonesia Alliance
00:18dan ditandatangani secara bersama, baik oleh Bapak Presiden Prabowo maupun Presiden Donald Trump.
00:28Dan dalam pertemuan bilateral antara kedua pemimpin itu berjalan cukup lama,
00:35selama 30 menit sesudah kegiatan Board of Peace tadi pagi.
00:42Dan dokumen terkait dengan Agreement on Recipital Trade,
00:48ini lampirannya itu tadi juga dilanjutkan bersama di kantor daripada USTR.
00:58Ambasador Jameson Greer.
01:00Indonesia dan Amerika Serikat sepakat untuk memperkuat kerjasama ekonomi
01:06dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
01:08Dan ini salah satu daripada perjanjian yang membentuk Council of Trade and Investment.
01:17Sehingga ini menjadi forum ekonomi kedua negara.
01:21Dan ini hasil daripada Agreement on Recipital Trade.
01:26Sehingga seluruh persoalan investasi dan persoalan perdagangan antara Indonesia dan Amerika
01:32nanti akan dibahas dulu di dalam Council of Trade apabila terjadi kenaikan yang di luar terlalu tinggi
01:43atau hal yang dianggap bisa mengganggu neraca daripada kedua negara.
01:51Tujuan dan visi perjanjian adalah untuk mengwujudkan kemakmuran ekonomi bersama,
01:57lantai pasok yang kuat, dan menghormati kedaulatan dari masing-masing negara.
02:02Jadi saya garis bawahi menghormati kedaulatan dari masing-masing negara.
02:07Itu menjadi bagian daripada perjanjian yang ditandatangani.
02:11Sejak diumumkan oleh Presiden Trump pada tanggal 2 April 2025 yang lalu,
02:20pemerintah Indonesia telah mengirimkan empat surat untuk proses negosiasi tarif
02:28di bulan April, Juni, Juli, dan Agustus 2025
02:33dan juga 90 persen daripada dokumentasi yang dikirim oleh Indonesia dipenuhi oleh Amerika.
02:41Jadi usulan Indonesia dipenuhi oleh Amerika yang tertuang dalam Agreement on Recipital Tarif.
02:49Dan dalam periode tersebut, Indonesia mengunjungi Washington DC empat kali,
02:55kemudian tujuh kali putaran perundingan,
02:59dan lebih dari sembilan kali pembahasan in-person maupun virtual
03:04dengan USTR atau Duta Besar Jameson Greer.
03:09Di dalam proses sebetulnya juga kita berbicara dengan
03:13Commerce ataupun Commerce Sekretary dan Treasury Amerika.
03:19Namun Indonesia ini perjanjiannya memang kita dengan USTR,
03:24dengan ambasador Jameson Greer.
03:27Kemudian AS melakukan penurunan pengenaan tarif resiprokal bagi Indonesia.
03:36Itu seperti yang dituangkan dalam joint statement yang lalu.
03:40Dan berbeda dengan berbagai perjanjian ART dengan negara lain,
03:44Amerika sepakat untuk mencabut pasal-pasal yang non-kerjasama ekonomi.
03:52Antara lain untuk terkait pengembangan reaktor nuklil,
03:56kemudian terkait dengan kebijakan Laut Cina Selatan,
04:01terkait dengan pertahanan dan keamanan perbatasan.
04:04Sehingga murni ART kita adalah terkait dengan perdagangan.
04:08Dalam ART ini ada 1.819 post tarif produk Indonesia,
04:16baik itu pertanian maupun industri,
04:20antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet,
04:26komponen elektronik termasuk semikonduktor,
04:29komponen pesawat terbang yang tarifnya adalah 0%.
04:34Dan khusus untuk produk tekstil dan aparel Indonesia,
04:40Amerika juga akan memberikan tarif 0%
04:44dengan mekanisme tarif rate kuota atau TRQ.
04:49Dan tentunya ini memberikan manfaat
04:52bagi 4 juta pekerja di sektor ini.
04:55Dan kalau kita hitung dengan keluarga,
04:57ini sangat berpengaruh terhadap 20 juta masyarakat Indonesia.
05:02Indonesia juga komitmen untuk memberikan fasilitas
05:06untuk produk Amerika dengan tarif 0,
05:10karena utamanya Indonesia mengimport produk pertanian,
05:14wheat, kemudian juga soyabin,
05:18sehingga masyarakat Indonesia membayar 0%
05:23untuk barang yang diproduksi dari soyabin
05:28ataupun wheat dalam hal ini noodle
05:31ataupun dalam bentuk tahu dan tempe.
05:34Jadi masyarakat kita tidak dikenakan beban
05:36tambahan biaya untuk bahan baku
05:40yang kita import dari Amerika Serikat.
05:44Kemudian dia sesuai dengan posisi
05:46di dalam forum WTO,
05:49kedua belah negara sepakat untuk tidak mengenakan
05:52bea masuk transaksi elektronik dan ini
05:56juga dikita berikan kepada Eropa,
05:59jadi bukan Amerika saja.
06:01Ini yang mendorong nanti untuk adanya moratorium
06:06dalam forum ministerial conference di WTO.
06:12Indonesia juga mendorong transfer data lintas
06:16batas terbatas sesuai dengan undang-undang
06:19yang berlaku di Indonesia
06:20dan juga merkenai bahwa Amerika pun akan memberikan
06:25perlindungan kepada data konsumen
06:28setara dengan perlindungan data konsumen
06:31yang diberlakukan di Indonesia.
06:34Indonesia juga akan menerapkan strategic trade management
06:38terutama untuk perdagangan
06:41agar perdagangan aman dan tidak digunakan
06:46untuk fungsi-fungsi di luar fungsi yang diperlukan
06:52untuk perdamaian.
06:54Kemudian juga Indonesia akan memberikan
06:57kemudahan untuk perizinan import
07:01dan juga standarisasi barang
07:04baik itu industri maupun pertanian asal Amerika.
07:08Nah Indonesia juga komitmen untuk mengurangi
07:11hambatan tarif dan non-tarif
07:14dan juga memberikan kepastian
07:16terutama di sektor ICT, kesehatan, dan farmasi.
07:21Perjanjian ini bahkan berlaku 90 hari
07:24setelah proses hukum diselesaikan
07:27kedua belah pihak
07:28baik itu di Indonesia dengan konsultasi dengan DPR
07:33maupun di Amerika dengan proses internalnya.
07:38Dan juga di dalam perjanjian ini juga diatur
07:41bahwa kedua belah pihak dapat mengubah perjanjian
07:46dengan kesepakatan kedua belah pihak secara tertulis
07:49dan juga ada ruang untuk perbedaan tarif
07:57apakah itu lebih rendah
07:59dengan tadi dibahas di dalam council of board
08:06yang akan dibentuk.
08:09Dan selanjutnya tentu kami dari pemerintah
08:13akan segera menyampaikan kepada DPR RI
08:17terkait dengan undang-undang ini
08:21dan juga dalam perjanjian ini
08:25tujuannya juga untuk mencapai Indonesia emas
08:30sehingga perjanjian ini juga disebut sebagai
08:33New Golden Age
08:35bagi Indonesia maupun Amerika Serikat itu sendiri.
08:41Selanjutnya kami mohon Pak Menteri Investasi
08:44Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan