00:00Bersilakan.
00:30Poin-poin kesepakatan yang telah ditentangani oleh Bapak Presiden Prabowo dan Bapak Presiden Amerika Pak Tram terkait dengan perjanjian dagang
00:41kita, izinkan saya untuk menyampaikan beberapa hal penting terkait dengan isi dan substansi dan langkah-langkah strategis.
00:49Secara kebetulan kemarin sudah dijelaskan oleh Menko dan sekarang kami akan menjelaskan secara teknis pada tataran implementasi.
00:58Bapak Ibu semua, kita tahu bersama bahwa dalam perjanjian tersebut telah dimuat secara jelas bahwa untuk memberikan keseimbangan neraca perdagangan
01:07kita, maka kita dari sektor SDM akan membelanjakan kurang lebih sekitar 15 miliar USD.
01:13Dari 15 miliar USD ini terdiri dari membeli BBM jadi, kemudian LPG dan crude.
01:24Sudah barang tentu ini adalah merupakan langkah sejarah baru kita membeli dalam jumlah yang besar.
01:32Dan nanti akan dijelaskan oleh Jirut Pertamina tentang teknis implementasinya.
01:40Bapak Ibu semua, 15 miliar USD yang kita alokasikan untuk membeli BBM di Amerika Serikat bukan berarti kita menambah volume
01:50impor.
01:52Namun, kita menggeser sebagian volume impor kita dari beberapa negara.
01:59Di antaranya negara dari Asia Tenggara, Middle East, maupun beberapa negara di Afrika.
02:06Secara keseluruhan, neraca komoditas daripada pembelian BBM kita dari luar negeri itu sama.
02:14Cuma kemudian kita geser.
02:16Dalam prakteknya nanti, pembelian ini sudah berdua akan memperhatikan mekanisme-mekanisme keekonomian yang saling menguntungkan.
02:25Baik menguntungkan kepada pihak Amerika Serikat dan usaha badan usahanya, maupun dari pihak Indonesia.
02:32Kita tahu bahwa impor kita cukup besar di LPG, kurang lebih sekitar 7 juta ton per tahun.
02:39Dan salah satu yang selama ini sudah kita lakukan juga adalah sebagian yang kita ambil dari Amerika.
02:43Tapi volumenya kita akan naikkan.
02:45Ini dalam konteks BBM.
02:49Dan dalam catatan kami, begitu kami menerima perarahan dari Bapak Presiden Prabowo,
02:54begitu 90 hari ke depan sudah selesai, maka langsung kita mulai tahapan eksekusi.
02:59Jadi ini langsung bisa berjalan, supaya tidak ada suatu persepsi yang berbeda dari teman-teman yang ada di sana.
03:09Yang kedua, kami juga menjelaskan tentang mineral kritikal.
03:14Bahwa Indonesia menganut asas politik bebas aktif dalam konteks pergaulan diplomasi luar negeri.
03:22Tapi juga Indonesia menganut asas ekonomi bebas aktif.
03:27Artinya, kita memberikan ruang yang sama kepada semua negara, termasuk Amerika dan beberapa negara lain,
03:34yang akan melakukan investasi di Indonesia, khususnya di mineral kritikal.
03:38Dan ini sudah terjadi sebelum perjanjian ini pun sudah ada contoh.
03:43Seperti free pot.
03:44Free pot itu, perjanjiannya sudah kita lakukan,
03:47dan mereka mempunyai konsesi secara baik, mengikuti aturan,
03:52kemudian juga membangun smelter, kurang lebih sekitar hampir 4 miliar USD,
03:57dan itu adalah salah satu smelter terbesar di dunia untuk pabrik tembaga.
04:04Nah, untuk mineral kritikal terkait dengan nikel, logam tanah jarang, dan mineral-mineral lainnya,
04:13kami telah bersepakat untuk memfasilitasi bagi pengusaha-pengusaha yang ada dari Amerika Serikat
04:20untuk melakukan investasi dengan tetap menghargai aturan-aturan yang berlaku dalam negara kita.
04:27Tapi, kita juga akan memberikan prioritas untuk mendukung, memfasilitasi dalam rangka eksekusi.
04:35Terimakasih dalamnya ada investasinya.
04:37Jadi ini bisa bersama-sama.
04:39Jadi katakanlah mereka mau bangun smelter di Indonesia untuk nikel,
04:43kita akan dorong, kita akan kasih ruang yang sebesar-besarnya,
04:47sama juga dengan negara lain.
04:49Jadi jangan diartikan bahwa kita akan membuka ekspor barang mentah.
04:54Yang dimaksudkan di sini adalah, mereka setelah melakukan pemurnian,
05:00kemudian hasilnya bisa diekspor.
05:03Biar clear nih, biar tidak ada salah interpretasi.
05:09Yang berikut, Bapak-Ibu semua, saya juga menjelaskan,
05:13bahwa dalam konteks perolehan terhadap wilayah-wilayah pertambangan yang ada,
05:18kami setelah ini, kami akan menawarkan kepada mereka,
05:20mana perusahaan-perusahaan yang ingin masuk,
05:24dan kemudian kita fasilitasi.
05:26Dan saya sudah melakukan pemetaan-pemetaan terhadap lokasi-lokasi yang prospek.
05:30Karena kita juga harus membangun,
05:32menjaga hubungan yang sudah sangat baik ini.
05:36Yang berikut saya juga menyampaikan terkait dengan perpanjangan Freeport.
05:40Bapak-Ibu semua, kita tahu bahwa dua tahun terakhir,
05:45telah kita melakukan negosiasi komunikasi intens
05:47antara pemerintah Indonesia.
Komentar