00:00Saya mau ingatkan lagi, jadi perjanjiannya memang 19% menjadi 19% dari sebelumnya tahun lalu itu 32%.
00:43Oke, jadi gini, selain topik yang dibicarakan Pak Menteri SDM, kemudian di Repertamina,
00:50jadi kemarin, itu setelah selesai, jadi Bapak Presiden melakukan bilateral dengan Presiden Donald Trump,
01:00jadi kemarin ada lebih dari 15 kepala negara dan pemerintah, gitu ya.
01:04Jadi kemudian satu-satunya kepala negara yang melakukan bilateral dengan Presiden Trump itu salah satunya,
01:11dan satu-satunya adalah Presiden Prabowo, kemudian di situ juga dilaksanakan penanatangan langsung perjanjian,
01:18yang mana saya mau ingatkan lagi, jadi perjanjiannya memang 19%, menjadi 19% dari sebelumnya tahun lalu itu 32%, menjadi
01:2719%, gitu ya.
01:29Itu satu. Kemudian yang kedua, ada tarif 0% untuk 1.819 produk unggulan, khususnya di bidang pertanian dan industri,
01:41kopi, kakao, minyak kelapa sawit, kemudian semi kendokter, gitu.
01:45Kemudian setelah pelaksanaan penanatanganan, kemudian Presiden Prabowo dan Presiden Trump melaksanakan pertemuan,
01:56kurang lebih sekitar 30 menit, tentunya banyak pembicaraan di sana, dan kita tunggu.
02:06Mungkin dalam waktu dekat, yang sekarang 19%, ya mungkin ke depan akan menjadi lebih baik lagi untuk Indonesia.
02:15Kita tunggu saja.
02:16Gitu saja mungkin.
02:17Ya, saya rasa cukup.
02:18Perhatikan semua.
02:20Terima kasih.
02:21Tadi Bapak Menteri SDM sudah menjelaskan secara detail, teknis, kemudian apa isi perjanjiannya,
02:28kemudian apa keuntungan yang diperoleh oleh Indonesia.
02:32Jadi, terima kasih Pak Menteri, Pak Jirud Pertamina, Pak Dubas.
02:36Terima kasih adakan media semua.
02:38Terima kasih.
02:39Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
02:51Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Komentar