Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama


KOMPAS.TV - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan kesepakatan perjanjian di sektor ESDM antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Konferensi pers ini dihadiri oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Dubes RI untuk AS Dwisuryo Indroyono Soesilo, dan Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri Pada Jumat, (20/02/2026).

#ESDM #RI-AS #perjanjianESDM

Baca Juga Menteri ESDM Sebut Akan Fasilitasi Pengusaha dari AS yang Ingin Berinvestasi di Indonesia di https://www.kompas.tv/nasional/652038/menteri-esdm-sebut-akan-fasilitasi-pengusaha-dari-as-yang-ingin-berinvestasi-di-indonesia



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/652039/full-menteri-esdm-jelaskan-kesepakatan-ri-as-sektor-esdm
Transkrip
00:00Presiden Donald Trump
00:01di berbagai sektor
00:03dan atas izin Bapak Presiden
00:07pada pagi hari ini Bapak Menteri SDM
00:11Bapak Bahlil Lahadalia akan
00:14menjelaskan secara lebih detail, lebih teknis
00:18karena beliau adalah Menteri Teknis yang menangani langsung
00:22dan turut berkoordinasi secara langsung
00:25dengan lembaga dan satkar terkait
00:30untuk mengenai isi dari perjanjian tersebut
00:35tentunya di bidang energi, sumber daya alam
00:39dan juga perusahaan minyak nasional kita yang terbesar Pertamina
00:44selanjutnya Bapak Menteri SDM dipersilakan
01:16Baik, terima kasih Pak Seskap
01:24Baik, terima kasih Pak Seskap yang selamat di Pak Dubes dan Pak Simon
01:31Bapak Ibu semua yang ada di ruangan ini
01:35teman-teman media baik yang ada di DC maupun yang ada di tanah air
01:40Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
01:42atas apa yang disampaikan oleh Pak Seskap
01:45untuk menindaklanjuti tentang poin-poin
01:50kesepakatan yang telah ditentangani oleh Bapak Presiden Prabowo
01:54dan Bapak Presiden Amerika Pak Tram
01:57terkait dengan perjanjian dagang kita
02:01izinkan saya untuk menyampaikan beberapa hal penting
02:04terkait dengan isi dan substansi dan langkah-langkah strategis
02:08secara kebetulan kemarin sudah dijelaskan oleh Menko
02:14dan sekarang kami akan menjelaskan secara teknis pada tataran implementasi
02:18Bapak Ibu semua, kita tahu bersama bahwa dalam perjanjian tersebut
02:22telah dimuat secara jelas
02:23bahwa untuk memberikan keseimbangan neraca perdagangan kita
02:27maka kita dari sektor SDM akan membelanjakan kurang lebih sekitar 15 miliar USD
02:32dari 15 miliar USD jadi dari membeli BBM jadi kemudian LPG dan crude
02:43sudah barang tentu ini adalah merupakan langkah sejarah baru
02:50kita membeli dalam jumlah yang besar
02:51dan nanti akan dijelaskan oleh Giroud Pertamina tentang teknis implementasinya
02:58Bapak Ibu semua, 15 miliar USD yang kita alokasikan untuk membeli BBM di Amerika Serikat
03:07bukan berarti kita menambah volume impor
03:10namun kita menggeser sebagian volume impor kita dari beberapa negara
03:18diantaranya negara dari Asia Tenggara, Middle East, maupun beberapa negara di Afrika
03:26secara keseluruhan neraca komoditas daripada pembelian BBM kita dari luar negeri itu sama
03:33cuma kemudian kita geser
03:35dalam prakteknya nanti pembelian ini sudah berdua akan memperhatikan mekanisme-mekanisme keekonomian yang saling menguntungkan
03:44baik menguntungkan kepada pihak Amerika Serikat dan badan usahanya maupun dari pihak Indonesia
03:52kita tahu bahwa impor kita cukup besar di LPG, kurang lebih sekitar 7 juta ton per tahun
03:57dan salah satu yang selama ini sudah kita lakukan juga adalah sebagian kita ambil dari Amerika
04:02tapi volumenya kita akan naikkan
04:04ini dalam konteks BBM
04:08dan dalam catatan kami
04:11begitu kami mendapatkan arahan dari Bapak Presiden Prabowo
04:13begitu 90 hari ke depan sudah selesai
04:16maka langsung kita mulai tahapan eksekusi
04:18jadi ini langsung bisa berjalan
04:21supaya tidak ada suatu persepsi yang berbeda dari teman-teman yang ada di sana
04:27yang kedua
04:29kami juga menjelaskan tentang mineral kritikal
04:33bahwa Indonesia menganut asas politik bebas aktif
04:38dalam konteks pergaulan diplomasi luar negeri
04:41tapi juga Indonesia menganut asas ekonomi bebas aktif
04:46artinya kita memberikan ruang yang sama kepada semua negara
04:51termasuk Amerika dan beberapa negara lain
04:54yang akan melakukan investasi di Indonesia khususnya di mineral kritikal
04:57dan ini sudah terjadi sebelum perjanjian ini pun sudah ada contoh
05:02seperti free pot
05:03free pot itu perjanjiannya sudah kita lakukan
05:06dan mereka mempunyai konsesi
05:09secara baik mengikuti aturan
05:11kemudian juga membangun smelter
05:13kurang lebih sekitar hampir 4 miliar USD
05:16dan itu adalah salah satu smelter terbesar di dunia
05:20untuk pabrik tembaga
05:23nah untuk mineral kritikal terkait dengan nikel
05:27logam tanah jarang dan mineral-mineral lainnya
05:31kami telah bersepakat untuk memfasilitasi
05:36bagi pengusaha-pengusaha yang ada dari Amerika Serikat
05:39untuk melakukan investasi
05:41dengan tetap menghargai aturan-aturan yang berlaku dalam negara kita
05:45tapi kita juga akan memberikan prioritas
05:49untuk mendukung, memfasilitasi dalam rangka eksekusi
05:54termasuk dalamnya ada investasinya
05:56jadi ini bisa bersama-sama
05:58jadi katakanlah mereka membangun smelter di Indonesia untuk nikel
06:02kita akan dorong, kita akan kasih
06:04ruang yang sebesar-besarnya
06:06sama juga dengan negara lain
06:08jadi jangan diartikan bahwa kita akan membuka ekspor barang mentah
06:13enggak
06:14yang dimaksudkan disini adalah
06:16mereka setelah melakukan pemurnian
06:19kemudian hasilnya bisa diekspor
06:22biar clear nih
06:23biar tidak ada salah interpretasi
06:27yang berikut
06:29Bapak Ibu semua saya juga menjelaskan
06:32bahwa dalam konteks perolehan terhadap wilayah-wilayah pertambangan yang ada
06:37kami setelah ini kami akan menawarkan kepada mereka
06:40mana perusahaan-perusahaan yang ingin masuk
06:43dan kemudian kita fasilitasi
06:45dan saya sudah melakukan pemetaan-pemetaan
06:47terhadap lokasi-lokasi yang prospek
06:49karena kita juga harus membangun
06:51menjaga hubungan yang sudah sangat baik ini
06:54yang berikut saya juga menyampaikan terkait dengan
06:58perpanjangan Freeport
06:59Bapak Ibu semua
07:01kita tahu bahwa dua tahun terakhir
07:04telah kita melakukan negosiasi komunikasi intens
07:07antara pemerintah Indonesia
07:09Mind ID dan Freeport McMoran
07:13secara kebetulan
07:15puncak produksi Freeport itu
07:17puncak-puncaknya 2035
07:19kita tahu bahwa konsentras Freeport sekarang
07:22memproduksi satu tahun
07:24pada saat belum terjadi musibah
07:27itu mencapai 3,2 juta ton
07:30diji konsentras daripada tembaga
07:32yang menghasilkan kurang lebih sekitar 900 ribu lebih
07:36tembaga dan kurang lebih sekitar 50 sampai 60 ton emas
07:40dan produksi ini adalah merupakan hasil eksplorasi
07:44yang dilakukan pada tahun 2002-2003
07:47karena ini eksplorasinya di underground
07:50itu membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 10 tahun
07:52nah
07:54oleh karena 2035 itu adalah puncaknya
07:57maka kita berpandangan
07:59bahwa penting untuk kita mencari
08:01solusi dalam rangka
08:04eksistensi dan keberlanjutan
08:05daripada
08:06usaha di
08:07Timika
08:08di Papua
08:09maka hari ini komposisinya adalah
08:12saham kita
08:13dari 100% itu kita punya 51%
08:17perpanjangannya ini kita lakukan dengan maksud agar
08:20bisa dilakukan eksplorasi di awal
08:22dengan menambah 12%
08:24saham kepada negara
08:26jadi dilakukan divestasi
08:2712% ini
08:29tanpa ada biaya apapun
08:31khususnya untuk pengambil alian 12%
08:33namun dalam proses
08:35untuk bagaimana meningkatkan eksplorasi
08:38pas disitu membutuhkan biaya
08:39disitulah ditanggung renteng
08:41nah dengan demikian maka
08:44pada tahun 2041
08:45negara akan mendapatkan
08:47saham
08:4851 tambah
08:5012% berarti 63
08:51dimana penambahan 12%
08:54saham ini juga
08:55akan berkontribusi
08:56akan dibagi
08:57sebagian
08:58kepada pemerintah daerah
09:00Papua
09:00penghasil tambang
09:02nah dengan demikian maka
09:05pencipta lapangan pekerjaan dapat bertambah
09:07yang eksistensi tak bertahan
09:09pendapatan negara
09:10juga bertambah
09:12begitu pun royalti
09:13PNBP dan pendapatan daerah
09:15nah kira-kira itu terkait
09:17dengan Freeport
09:18namun
09:19setelah MOU ini ditandatangani
09:21tahap berikutnya adalah
09:22kami akan melakukan
09:24pembahasan teknis
09:25terkait dengan administrasi-administrasi
09:28yang akan dipenuhi
09:31oleh pihak Freeport
09:32sudah barang tentu
09:33dalam bernegosiasi
09:34kami akan mengedepankan
09:36kepentingan negara
09:37lebih ke depan
09:38karena pasal 33
09:40UNR45
09:41sebagaimana apa yang diarahkan
09:42dan diperintahkan oleh Bapak Presiden
09:43adalah kita harus
09:45mengedepankan kepentingan negara
09:47dan oleh karena itu
09:48di dalam perpanjangan
09:492041 nantinya
09:50diharapkan pendapatan negara
09:52harus jauh lebih tinggi
09:53ketimbang pendapatan negara
09:55yang ada sekarang ini
09:56termasuk dalamnya
09:57royalti
09:57dan pajak-pajak lain
09:59khususnya emas
10:00ini biar tidak
10:01disalah terjemahkan
10:03lain-lain
10:04oleh
10:04saudara-saudara saya
10:06yang ada di tanah air
10:07yang berikut menyangkut dengan
10:09urusan etanol
10:11Bapak Ibu semua
10:12salah satu
10:14strategi untuk kita mendorong
10:16ketahanan energi
10:17dan kedolotan energi kita
10:19adalah kita akan menerapkan
10:21bagian daripada
10:26bensin kita akan campur
10:27dengan etanol
10:28mandatori
10:30tujuan aja sebenarnya
10:31paralel aja biasa
10:33yang berikut
10:34kami juga melaporkan
10:35bahwa
10:36disini kita juga
10:38melakukan komunikasi
10:39terhadap Exxon Mobil
10:41Exxon Mobil ini
10:42salah satu
10:43perusahaan minyak
10:44Amerika Serikat
10:45yang sudah 100 tahun lebih
10:47yang beroperasi di Indonesia
10:48dan mereka adalah salah satu
10:51penyumbang lifting terbesar
10:53selain Pertamina
10:54hari ini lifting mereka
10:56kurang lebih sekitar
10:56170.000 sampai
10:58185.000 barel
10:59kita akan memperpanjang
11:01sampai dengan
11:032055
11:04dengan total investasi
11:05kurang lebih menambah
11:0610 miliar USD
11:07namun ada beberapa hal
11:09yang harus kita clearkan
11:10termasuk dalamnya adalah
11:12sharing
11:12cost recovery
11:13antara
11:14pendapatan negara
11:15dan pendapatan K3S
11:17sebentar lagi
11:18akan selesai
11:19ini merupakan bagian
11:21yang tak terpisahkan
11:22dari komunikasi
11:23bilateral kita
11:25antara
11:26pihak swasta
11:27yang ada disini
11:28maupun dengan pemerintah Indonesia
11:29termasuk dalamnya adalah
11:31berkomunikasi dengan
11:32pemerintah
11:32Amerika Serikat
11:33saya pikir
11:35itu beberapa hal
11:36yang perlu saya sampaikan
11:37terkait dengan
11:39persoalan
11:40tindak lanjut
11:41daripada
11:42apa yang
11:44disepakati
11:44yang sudah ditangani
11:46oleh Bapak Presiden
11:47Prabowo dan Bapak Presiden
11:48Trump
11:49intinya dari sektor SDM
11:51adalah
11:51begitu selesai
11:53390 hari
11:54diimplementasikan
11:55maka langsung kita
11:56jalankan
11:57supaya apa
11:58ini membangun
11:58trust
11:59membangun trust
12:00antara kedua belah
12:01pihak
12:02antara Indonesia
12:03dan Amerika
12:03dan ini sejalan
12:05dengan apa yang
12:05diperintahkan oleh
12:06Bapak Presiden Prabowo
12:07dalam rangka
12:08mewujudkan
12:08apa yang telah
12:10disepakati
12:10untuk kemudian
12:11perjanjian ini
12:12diharapkan saling
12:13menguntungkan kedua belah pihak
12:15harus win-win
12:16perjanjian ini
12:17tidak boleh menguntungkan
12:18salah satu pihak saja
12:19tapi harus semua pihak
12:20merasakan keuntungan
12:22daripada
12:22perjanjian ini
12:23seizin Bapak Seskap
12:25kami mohon izin
12:26kalau Bapak Seskap
12:27izinkan
12:27nanti
12:27menyangkut dengan
12:28urusan detail
12:30terhadap
12:31perjanjian
12:32konkret
12:34pembelian
12:35beberapa komoditas
12:36daripada BBM
12:37mungkin akan disampaikan oleh
12:39Pak Dirut
12:40Pertamina
12:41Pak Dirut
12:43Pak Seskap
12:44sudah mengizinkan
12:45saya persilakan
12:48baik
12:49Assalamualaikum
12:50Warahmatullahi
12:51Wabarakatuh
12:51salam sejahtera
12:53untuk kita sekalian
12:53shalom
12:54salve
12:55om swastiastu
12:56namo budaya
12:57salam kebajikan
12:58rahayu
12:58yang saya hormati
12:59Menteri SDM
13:00Bapak Seskap
13:01Bapak Dubes
13:02Bapak Ibu sekalian
13:03selamat pagi
13:04waktu Washington DC
13:05dan selamat malam
13:06waktu Jakarta
13:07baik Bapak Ibu sekalian
13:09menyambung dari
13:10yang sudah disampaikan
13:11Bapak Menteri SDM
13:12bahwa
13:13Pertamina juga
13:14menjadi
13:14salah satu
13:16bagian
13:16dari
13:17kesepakatan dagang
13:18antara
13:19Amerika Serikat
13:20dan Indonesia
13:21dimana kita
13:22telah menyepakati
13:23untuk
13:23melakukan
13:24impor energi
13:25sebesar
13:2515 miliar
13:27dolar US
13:29dapat kami
13:30sampaikan disini
13:31bahwa
13:33skema
13:34impor
13:35adalah
13:35sebagai jembatan
13:37kita menuju
13:37ketahanan
13:38menuju kepada
13:39kemandiran energi
13:40Pak Menteri SDM
13:42bersama seluruh jajarannya
13:43kami di Pertamina
13:44serta seluruh
13:46K3S
13:47SKK Migas
13:48kami juga
13:49terus melakukan
13:49upaya-upaya
13:50agar supaya
13:51kita dapat
13:52meningkatkan
13:53produksi
13:54lifting kita
13:56yang kita
13:56mengetahui bersama
13:57kita mengalami
13:59natural decline
14:00dan tentunya
14:01butuh
14:02terobosan-terobosan
14:03serta inisiatif
14:04yang
14:05tentunya
14:06serta kerja
14:08keras
14:08yang lebih dari
14:09kita semua
14:09agar supaya
14:10kita dapat
14:10meningkatkan
14:11produksi
14:12dan lifting
14:12kita
14:13untuk
14:14memenuhi
14:15gap
14:15saat ini
14:16tentunya
14:16kita masih
14:17membutuhkan
14:18impor
14:19yang telah
14:20kami lakukan
14:21pada saat
14:22bulan Juli
14:23kami juga
14:24telah merintis
14:25beberapa
14:26penadatanganan
14:28MOU
14:28dengan beberapa
14:29calon mitra
14:30dari Amerika Serikat
14:31antara lain
14:32ada
14:32ExxonMobil
14:33Chevron
14:34KDT Global Resources
14:36ada juga
14:36dari Hartree
14:37dan kami juga
14:38masih
14:38membuka
14:39kepada
14:40calon-calon mitra
14:41dari Amerika Serikat
14:42dan pada
14:43beberapa
14:44hari yang lalu
14:45Pertamina juga
14:46menandatangani
14:47MOU
14:47dengan
14:48Haliburton
14:48yang
14:49diwakili oleh
14:51CEO Haliburton Indonesia
14:52Bapak Ankus
14:53beserta
14:54saya dari
14:55Pertamina
14:56antara lain
14:56untuk
14:57oil field recovery
14:58jadi kerjasama
15:00tentunya
15:01kerjasama ini
15:02tidak hanya
15:02fokus pada
15:03peningkatan produksi
15:05tapi lebih dari itu
15:07dari
15:07transfer teknologi
15:09dari peningkatan
15:10kapasitas sumber daya
15:11manusia
15:11dan tentunya
15:12dengan
15:13best global practices
15:15dalam industri
15:16oil
15:16minyak dan gas
15:17yang bisa mendorong
15:18agar kita
15:19semakin
15:20meningkatkan produksi
15:21nah
15:22ada beberapa
15:24catatan penting
15:25yang perlu
15:25saya sampaikan
15:26disini
15:27bahwa
15:29rencana
15:30untuk
15:30impor energi
15:31dari Amerika Serikat
15:32antara lain
15:33yang pertama
15:34adalah
15:36teknis
15:36yang kami
15:37lakukan
15:37ini adalah
15:38business as usual
15:40jadi
15:41sudah
15:41seperti yang
15:42kami jalankan
15:43selama ini
15:43yang kami jalankan
15:45selama ini
15:45tentunya
15:46proses ini
15:47akan melalui
15:48mekanisme tender
15:50dan bidding
15:50jadi
15:52tidak ada
15:52penunjukan langsung
15:53tetapi
15:55seperti biasa
15:56mekanisme tender
15:57dan bidding
15:57yang tentunya
15:58terbuka
15:58kami juga
16:00hal berikutnya
16:01telah melakukan
16:03sosialisasi
16:04tentang
16:04persyaratan
16:05sekaligus prosedur
16:06untuk menjadi
16:07bagian dari
16:08mitra
16:09Pertamina
16:09ini yang terus
16:10kami lakukan
16:11dengan mitra-mitra
16:12yang ada di
16:12Amerika Serikat
16:14dan tentunya
16:14terbuka
16:15transparan
16:16dan berikutnya
16:17yang seperti
16:18sudah disampaikan
16:20Bapak Menteri SDM
16:21bahwa
16:21untuk menjamin
16:22ketahanan energi
16:23kita juga perlu
16:24untuk diversifikasi
16:26sumber
16:27sumber dari
16:28kerut
16:30ataupun
16:30dari produk
16:31yang kita butuhkan
16:32di dalam negeri
16:33kita juga harus
16:34memperbanyak sumber
16:36agar supaya kita
16:37memastikan
16:38memperoleh harga
16:39yang paling kompetitif
16:40dengan demikian
16:41tadi
16:42selain sumber
16:43dari Asia Tenggara
16:44Middle East
16:45dan juga
16:46dari Afrika
16:47kita juga melihat
16:48peluang yang besar
16:49sumber
16:50dari Amerika Serikat
16:51dan kita
16:52mengetahui
16:54LPG
16:55Pertamina
16:56selama ini
16:57mengimport
17:00porsi yang cukup besar
17:01dari Amerika Serikat
17:02kurang lebih
17:04sekitar
17:0457%
17:06nah
17:06dengan adanya
17:07kesepakatan
17:09dagang ini
17:10tentunya
17:10kita akan bisa
17:11meningkatkan
17:12bisa sampai
17:13ke 70%
17:14begitu juga
17:15untuk
17:16kerut
17:16yang berasal
17:17dari Amerika Serikat
17:19kita juga
17:20akan dorong
17:21untuk peningkatan
17:22sementara
17:23untuk produk
17:24kita akan
17:24terus melakukan
17:25penjajakan
17:26dengan mitra-mitra
17:27yang ada di
17:27Amerika Serikat
17:28dan sekali lagi
17:30semua proses
17:31kita lakukan
17:32secara terbuka
17:32untuk
17:34menjamin
17:34semua
17:36aturan
17:37dengan baik
17:38kami juga
17:39tentunya kemarin
17:40kedua pimpinan
17:41menyampaikan
17:42bahwa
17:44perjanjian kerjasama
17:45ini adalah
17:46untuk win-win
17:47jadi untuk
17:48kebaikan
17:49dan kemajuan
17:51kedua negara
17:51dengan demikian
17:52kedua negara
17:54sangat menghormati
17:55regulasi dan aturan
17:56yang berlaku
17:57di masing-masing
17:58negara
17:59dengan demikian
18:00setelah
18:00kesepakatan
18:01ditanda tangani
18:02kita menunggu
18:03finalisasi
18:05dalam 90 hari
18:06ke depan
18:06tentunya
18:07Pertamina
18:08dengan berbagai
18:09masukan
18:09dari semua pihak
18:11yang tentunya
18:12peduli
18:13agar supaya
18:14proses dapat
18:15dilakukan
18:15sesuai prosedur
18:16compliance
18:17sesuai aturan
18:18yang benar
18:19kita juga
18:20tentu
18:20membutuhkan
18:21dukungan
18:22nanti akan
18:23disiapkan oleh
18:24pemerintah
18:25berupa keputusan
18:26perizinan
18:26dan dukungan
18:27dukungan lainnya
18:28dan kami
18:29pastikan bahwa
18:30proses yang sudah
18:31berjalan selama ini
18:32yang tentunya
18:34Pertamina juga
18:34dalam semangat
18:36untuk meningkatkan
18:38untuk transformasi
18:39tata kelola
18:40agar tata kelola
18:41lebih baik
18:42dengan demikian
18:43kita berharap
18:44bahwa
18:44semua proses
18:47sebagai bagian
18:48dari kesepakatan
18:48dagang ini
18:49dapat berlangsung
18:50dengan baik
18:50tentunya
18:51memberikan
18:52manfaat
18:52sebesar-besarnya
18:53untuk masyarakat
18:54Indonesia
18:54dan tentunya
18:56untuk mitra kita
18:57di Amerika Serikat
18:59terima kasih
19:00wassalamualaikum
19:01warahmatullahi wabarakatuh
19:02salam sejahtera
19:03untuk kita sekalian
19:04shalom
19:05salve
19:06om santi
19:07santi
19:08santi om
19:08namo budaya
19:09salam kebajikan
19:10Rahayu
19:15saya mau bertanya
19:33baik
19:33yang menyangkut dengan mineral kritis ya
19:36pertama kan mereka akan masuk di sektor nikel
19:40kemudian logam tanah jarang
19:43kemudian
19:44beberapa juga
19:45tembaga sama emas
19:46sekarang masuk juga di mineral kritis
19:48jadi
19:48sekarang kita
19:50tawarkan aja
19:51mana perusahaan-perusahannya
19:53kita tawarkan dengan baik
19:54dengan tetap menghargai
19:55aturan yang ada dalam negeri
19:57yang kedua
19:58bisa juga dengan
19:59kita melakukan kolaborasi
20:00dengan BUMN kita
20:01jadi bisa join
20:03bareng-bareng
20:04yang sudah ada
20:04mereka juga bisa masuk
20:06ikut join bareng-bareng
20:07yang penting
20:08mereka bisa melakukan investasi
20:09jadi ada dua pola disini
20:10yang pertama mereka bisa masuk
20:13secara murni
20:14untuk eksplorasi
20:16kemudian bisa melakukan
20:17produksi sendiri
20:19atau
20:20bisa melakukan
20:21masuk dengan
20:22GV dengan perusahaan yang sudah existing
20:24itu satu
20:25yang kedua
20:27begitu mereka sudah berproduksi
20:29membangun industri nya
20:30maka
20:32hak mereka
20:33untuk
20:33mengekspor ke Amerika
20:35itu kita memberikan ruang
20:36sama juga dengan negara-negara lain
20:38jadi equivalent treatment aja
20:39gak ada sesuatu yang
20:41yang
20:41yang baru
20:42tetapi memang harus
20:44saya akui bahwa
20:45pemberian kepada mereka ini
20:47seperti free pot saja
20:48free pot itu kan
20:49kita memberikan konsesi
20:51mereka
20:51melakukan eksplorasi
20:53mereka
20:54membangun smelter
20:55mereka membangun produksi
20:56hal yang sama mungkin
20:58sebagai contoh
20:59untuk diterapkan pada
21:00sektor-sektor mineral yang lainnya
21:02gitu
21:08nikel ya
21:09nikel
21:10dan kita
21:11kalau sudah masuk
21:1390 hari dari sekarang
21:14saya sebagai menteri teknis
21:16dengan senang hati
21:17untuk bisa memfasilitasi mereka
21:19dengan baik
21:20dengan tetap
21:21mengikuti
21:22apa yang menjadi
21:23kebiasaan-kebiasaan
21:24aturan yang ada dalam negeri
21:34iya
21:35jadi mereka melakukan investasi
21:37itu membangun hilerisasi
21:38jadi jangan dipersepsikan bahwa
21:40membangun investasi
21:42ornya dibawa
21:43gak ada
21:44karena dalam konsensus itu kan
21:45adalah
21:46pemurnian
21:47pemurnian dimaksudkan itu
21:49adalah industri
21:50dan kalau dibawa ke sini
21:52kosnya mahal
21:53berapa kos logistiknya
21:55dari Indonesia
21:57ke sini
21:58mendingan
21:59investasi bareng
22:00produknya
22:01dibawa ke
22:02sini
22:03karena kita ini kan
22:05sudah hidup dalam
22:06pasar global
22:07gak bisa hidup sendiri-sendiri
22:09dan kita harus membuka ruang
22:10kepada semua pihak
22:11itu
22:21kita memang ada mandatori
22:23mandatori kita
22:242028
22:25itu diperkirakan
22:27sekitar 5-10%
22:29dari mandatori tersebut
22:31sebagian memang
22:32industri dalam negeri
22:33sudah ada
22:34antara konsumsi
22:36dan produksi
22:37dalam negeri
22:38itu kekurangannya berapa
22:40itu yang bisa kita impor
22:42jadi
22:43impor itu
22:44adalah
22:44untuk mengisi kekurangan
22:46daripada kebutuhan
22:46konsumsi dalam negeri
22:47dan untuk etanol
22:49yang dimaksudkan ini
22:50sebenarnya
22:51tidak hanya pada
22:52konteks pencampuran
22:53dengan bensin
22:54tapi juga untuk
22:56industri-industri lain
22:57yang dibutuhkan
22:59karena selama ini
23:00memang kita juga
23:00masih membutuhkan impor
23:01ini kan hanya
23:02menswit saja
23:03dari negara lain
23:05ke
23:05Amerika
23:06dan apalagi kan
23:08kalau kita
23:09masuknya dengan
23:11tarif 0%
23:13ke negara kita
23:14berarti kan harus
23:16lebih murah dong
23:18ini kan
23:19menguntungkan kita
23:20sebenarnya
23:20kita melakukan
23:21impor dari sini
23:22tarifnya masuk 0%
23:24harganya lebih murah
23:25sehingga
23:26industri kita
23:27lebih kompetitif
23:27dalam memakai
23:28bahan baku
23:29daripada
23:29etanol
23:30gitu
23:35sudah
23:48saya akan menghitung
23:50kalkulasinya
23:50saya akan membuat
23:51mandatori
23:52kepada
23:52Pertamina
23:54nanti Pertamina
23:54akan melakukan impor
23:55kenapa Pertamina
23:56karena Pertamina
23:57ini adalah
23:58badan usaha
23:59milik negara terbesar
24:01bicara tentang
24:02BBM
24:03itu bicara tentang
24:04cabai-cabai produksi
24:06yang menghasilkan
24:06hidup orang banyak
24:08nah dalam konteks itu
24:09maka Pertamina
24:10akan diberikan amanah
24:11untuk melakukan impor
24:13berapa persennya
24:14kita switch
24:15dari Middle East
24:17atau di negara Asia Tenggara
24:18dan dari negara
24:21Afrika
24:22nanti saya akan
24:23sampaikan
24:233 minggu
24:25terhitung sekarang
24:27volume
24:27volume untuk Amerika
24:29kita harus belanja
24:2915 bilion
24:30itu sudah final
24:32switchnya dari mana-mana
24:33itu 3 minggu
24:35dari sekarang
24:36karena saya pulang
24:37saya akan hitung lagi
24:38sebagian pasti
24:39dari Asia Tenggara
24:40kita mungkin
24:41pangkas paling banyak
24:42di situ
24:42kemudian di Middle East
24:44dan beberapa negara
24:45di Afrika
24:46jadi kita akan
24:47prioritaskan
24:48untuk mengambil
24:49di Amerika
24:50dengan angka
24:5115 bilion
24:52dan tadi
24:53disampaikan oleh
24:54Pak Simon
24:54kita juga akan
24:55membuat
24:56peraturan yang
24:57membuat mereka juga
24:59aman
24:59nyaman
24:59jadi dengan maksud
25:01agar nilai
25:03pembeliannya itu
25:03nilai ekonomis
25:05yang kompetitif
25:06yang saling menguntungkan
25:07antara kedua belah pihak
25:08itu ya
25:09silahkan Pak
25:10terakhir
25:11kalau boleh
25:12oh sama
25:15masih ada lagi enggak
25:19baik
25:20kalau sudah tidak ada
25:21terima kasih
25:21saya serahkan kepada
25:23Pak Seskap
25:24untuk mengarahkan
25:25lebih lanjut
25:26Bapak Ibu semua
25:26teman-teman media
25:28baik dari dalam
25:29negeri
25:30dan seluruh
25:30pemirsa
25:31saya ucapkan terima kasih
25:32atas perhatiannya
25:33demikian
25:34daripada pemaparan kami
25:36terkait dengan
25:36kebijakan teknis
25:38dalam implementasi
25:39terhadap apa yang
25:40ditanda tangani
25:41perjalanan tangan
25:42oleh Bapak Presiden Prabowo
25:43dengan Bapak Presiden
25:45Trump
25:45di DC
25:46terima kasih
25:48wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
25:50saya kembali kepada Pak Seskap
25:56sudah ya
25:58semua
26:06ini di
26:08oke
26:09jadi gini
26:10selain topik yang
26:11dibicarakan
26:12Pak
26:13Menteri SDM
26:14kemudian di Repertamina
26:15jadi kemarin
26:16itu setelah
26:19selesai
26:20jadi Bapak Presiden
26:21melakukan bilateral
26:23dengan Presiden
26:24Donald Trump
26:25jadi kemarin ada
26:26lebih dari 15
26:27kepala negara
26:28dan pemerintah
26:29gitu ya
26:29jadi kemudian
26:30satu-satunya
26:31kepala negara
26:33yang melakukan bilateral
26:34dengan Presiden Trump
26:35itu salah satunya
26:36dan satu-satunya
26:37adalah Presiden Prabowo
26:38kemudian disitu
26:39juga dilaksanakan
26:41penanda tanganan langsung
26:42perjanjian
26:43yang mana
26:44saya ingatkan lagi
26:45jadi perjanjiannya
26:46memang 19%
26:47menjadi 19%
26:49dari sebelumnya
26:50tahun lalu itu
26:5132%
26:52menjadi 19%
26:53gitu ya
26:54itu satu
26:54kemudian yang kedua
26:55ada
26:57tarif 0%
26:58untuk
26:591.819
27:01produk
27:02unggulan
27:02khususnya di bidang
27:04pertanian dan industri
27:05kopi
27:07kakao
27:07minyak kelapa sawit
27:08kemudian
27:09semikendokter
27:10gitu
27:10kemudian
27:12setelah
27:13pelaksanaan
27:15pendana tanganan
27:16kemudian Presiden Prabowo
27:17dan Presiden
27:18Trump
27:19melaksanakan pertemuan
27:21kurang lebih
27:21sekitar
27:2230 menit
27:23tentunya
27:25banyak
27:25perbicaraan
27:26di sana
27:26dan
27:30kita tunggu
27:31mungkin dalam
27:32waktu dekat
27:33yang
27:34sekarang
27:3519%
27:36ya mungkin
27:38ke depan
27:38akan menjadi
27:39lebih baik
27:39lagi
27:39untuk Indonesia
27:40kita tunggu saja
27:41gitu saja mungkin
27:42ya saya rasa cukup
27:43rekan-rekan semua
27:44terima kasih
27:45tadi Bapak Menteri
27:47SDM sudah
27:48menjelaskan secara
27:49detail
27:50teknis
27:51kemudian
27:52apa isi perjanjiannya
27:53kemudian
27:53apa keuntungan
27:55yang diperoleh
27:55oleh Indonesia
27:56gitu ya
27:57jadi terima kasih
27:58Pak Menteri
27:59Pak Dirut Pertamina
28:00Pak Dubes
28:01terima kasih
28:01rekan-rekan media semua
28:02terima kasih
28:03Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
28:17sudah baru saja
28:19kita dengarkan
28:19penjelasan
28:20Menteri SDM
28:21terkait
28:22implementasi
28:22teknis
28:23sektor
28:23SDM
28:24PASCA
28:24perjanjian
28:25perdagangan
28:26timbal balik
28:26antara Indonesia
28:27dan Amerika Serikat
28:28demikian
28:29Breaking News
28:30Kompas TV
28:30saya Jihan
28:31Novita
28:32terima kasih
28:32sampai jumpa
28:33terima kasih
28:33terima kasih
Komentar

Dianjurkan