Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Dari dapur sederhana yang terletak di Perumahan Griya Sakinah Madani, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, aroma manis pandan menyeruak hangat. Di balik kepulan uap dari cetakan berbentuk kelopak Bunga Kamboja, berdirilah Sri Hidayani (40), sosok perempuan tangguh yang akrab disapa Mak Zai, pemilik usaha Bolu Kemojo Dapur Mak Zai.


Dengan cekatan, tangan Sri menuangkan adonan bolu berwarna hijau cerah ke dalam loyang, melanjutkan warisan keluarga yang telah lama terjaga.

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #UMKMriau #Lifeatapril #RAPP

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg
Transkrip
00:00Bolu Kemojo Dapur Makzai, bukti nyata pemberdayaan UMKM lokal oleh RAPP.
00:05Dari dapur sederhana yang terletak di perumahan Gria Sakinah Madani,
00:09pangkalan kerinci, kabupaten pelalawan, aroma manis pandan menyeruak hangat.
00:14Di balik kepulan uap dari cetakan berbentuk lopak bunga Kamboja,
00:17berdirilah Sri Hidayani, 40, sosok perempuan tangguh yang akrab di Sapa Makzai,
00:23pemilik usaha Bolu Kemojo Dapur Makzai.
00:25Dengan cekatan, tangan Sri menuangkan adonan Bolu berwarna hijau cerah ke dalam loyang,
00:30melanjutkan warisan keluarga yang telah lama terjaga.
00:34Bolu Kemojo, kue tradisional khas Melayu, bukan sekadar sajian.
00:39Ia adalah cerita, kenangan, dan jendela budaya yang menyatu dalam setiap potongannya.
00:45Disebut Kemojo karena bentuknya yang menyerupai bunga Kamboja dan berwarna hijau.
00:50Bolu ini bertekstur lembut dengan rasanya yang manis memanjakan lidah.
00:53Bagi Sri, Bolu Kemojo adalah bagian dari identitas dan harapan.
00:59Harapan untuk hidup yang lebih baik, untuk anak-anaknya,
01:02dan untuk warisan yang tak ingin ia biarkan hilang di telan zaman.
01:06Usaha rumahan ini bermula pada tahun 2020,
01:09saat Sri harus menggantikan orang tuanya yang sakit.
01:12Kala itu, ia masih bekerja sebagai petugas kebersihan dan merawat empat anak,
01:16sementara sang suami bekerja sebagai tenaga honorer.
01:19Dengan segala keterbatasan, Sri memutuskan untuk meneruskan usaha Bolu Kemojo yang dulu dirintis ibunya.
01:26Namun jalan itu tidak mudah.
01:28Minimnya akses pelatihan, peralatan, dan pemasaran membuat dapur makzai sulit berkembang.
01:34Sri yang lahir dari keluarga biasa dan harus rela putus sekolah saat di kelas 3 sekolah menengah pertama,
01:39SMP, terus menjaga semangat membesarkan dapur makzai.
01:43Sampai akhirnya, ia bertemu dengan program Community Development, CD,
01:48dari PT Riau Andalan Pulp & Paper, RAPP.
01:52Melalui program ini, Sri mendapatkan pelatihan kewirausahaan, pendampingan,
01:57bantuan ala produksi, hingga penguatan branding dan akses pasar melalui platform digital.
02:02Dulu saya cuma tahu bikin kue, tapi tidak tahu bagaimana menjualnya.
02:06Setelah ikut pelatihan RAPP, saya belajar soal kemasan, cara promosi online,
02:12dan bahkan dapat seribu kotak kemasan pertama, peralatan dapur, etalase, dan pelang nama usaha.
02:19Itu sangat membantu, cerita Sri.
02:22Kini, dapur makzai tak lagi sekadar dapur rumahan.
02:25Omzet usahanya yang semula hanya Rp2,5 juta per bulan, melonjak hingga mencapai Rp6,8 juta.
02:31Dengan dua varian utama, pandan dan durian,
02:36bolu komojo produksinya telah menjadi oleh-oleh khas dari Kabupaten Pelalawan.
Komentar

Dianjurkan