Lewatkan ke konten utama
Seorang penjual sayur keliling bernama Sutiya Ningsih (45), warga Dusun Kampung Padang, Desa Nanga Mentukak, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Sekadau pada Kamis (11/9/2025). Korban yang sehari-hari berprofesi sebagai petani sekaligus pedagang sayur keliling itu diduga jatuh ke sungai setelah mengalami kejang karena riwayat penyakit epilepsi yang dideritanya.

Kapolres Sekadau AKBP Donny Molino Manoppo melalui Kasi Humas IPTU Triyono menjelaskan, laporan pertama masuk ke Polsek Nanga Taman sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, keluarga merasa curiga karena korban tidak terlihat sejak pagi. Pencarian dimulai dari lokasi yang biasa didatangi korban seperti pasar dan kebun, namun hasilnya nihil. "Hanya sandal korban yang ditemukan di tangga menuju sungai. Dari situlah pencarian difokuskan di sekitar aliran air," kata IPTU Triyono.

Kunjungi & Ikuti:
https://www.youtube.com/@borneotribun
https://www.instagram.com/borneotribun
https://www.tiktok.com/@borneotribun.com
https://www.threads.com/@borneotribun
https://x.com/borneotribun
https://www.borneotribun.com/

#beritasekadau
#penjualsayur
#tragismeninggal
#tenggelamdisungai
#nangataman
#viralindonesia
#kabarsekadau
#musibah
#beritaterkini
#polressekadau
Transkrip
00:00Kabar duka datang dari Kabupaten Skadau, Kalimantan Barat.
00:03Seorang penjual sayur keliling bernama Sutia Ningsih,
00:06warga dusun Kampung Padang, Desa Nangamentukak,
00:08ditemukan meninggal dunia setelah diduga tenggelam di sungai Skadau, Kami Siang.
00:13Awalnya, keluarga mulai khawatir karena korban tak terlihat di sekitar rumah.
00:18Saat dicek, hanya sandal miliknya yang ditemukan di tangga menuju sungai.
00:22Warga pun langsung melakukan pencarian, termasuk menyelam di sekitar aliran sungai.
00:26Hingga pukul setengah 12 siang, korban akhirnya ditemukan,
00:30namun dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
00:33Kapolres Skadau AKBP Doni Molino Manopo melalui Kasih Humas IPTU Triyono menjelaskan,
00:39korban memiliki riwayat penyakit epilepsi.
00:41Diduga, penyakit itu kambuh saat korban berada di tepi sungai,
00:45sehingga membuatnya terpleset dan tenggelam.
00:48Polisi bersama warga kemudian mengevakuasi korban ke rumah duka.
00:52Pihak keluarga menerima musibah ini dengan ikhlas,
00:55sementara aparat kepolisian menyampaikan bela sungkawa mendalam.
00:59Polisi juga mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di sungai,
01:04terutama bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
01:08Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa
01:12dan keluarga diberi ketabahan.
01:14Jangan lupa, ikuti terus Borneo Tribun untuk informasi lainnya.