Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 bulan yang lalu
Pemprov Kalbar sukses capai nilai 91,82 pada delapan area intervensi MCSP KPK tahun 2024

PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, MM., MH., bersama Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., resmi membuka Sosialisasi Antikorupsi Terintegrasi 2025 di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (13/8/2025). Kegiatan ini digelar untuk mendorong pencegahan korupsi di lingkungan pemerintahan daerah, khususnya di Kalbar, sekaligus memperkuat budaya integritas di kalangan ASN.

Dalam sambutannya, Ria Norsan menekankan bahwa integritas adalah benteng utama dalam mencegah praktik korupsi. Ia mengingatkan seluruh aparatur agar selalu bersyukur atas amanah dan fasilitas yang diberikan negara, serta tidak tergoda menyalahgunakan wewenang.
“Masalah korupsi itu tergantung pada niat. Kalau niat kita memang mau mencegah, insya Allah bisa kita lakukan bersama. Kita sudah dipercaya oleh masyarakat, digaji, bahkan mendapat insentif. Maka, jangan neko-neko. Jaga integritas,” tegasnya.

Data KPK menunjukkan, pada 2024 terdapat 854 perkara atau 51% dari total 1.666 kasus korupsi berasal dari pemerintah daerah. Untuk menekan angka tersebut, KPK meluncurkan sistem Monitoring Controlling Superlines for Prevention (MCSP) sebagai penyempurnaan dari MCP. Dalam acara ini, dua indikator utama MCSP dijalankan: Area Manajemen ASN dengan fokus akuntabilitas dan budaya antikorupsi, serta Area Penguatan APIP dengan penekanan pada independensi dan objektivitas.

Pemerintah Provinsi Kalbar sendiri mencatat capaian positif. Tahun 2024, Kalbar meraih nilai 91,82 pada delapan area intervensi MCSP dan peringkat ketiga Indeks Pencegahan Korupsi Daerah (IPKD) wilayah koordinasi KPK Wilayah 3. Hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) juga menempatkan Kalbar di peringkat ketiga dari 12 provinsi untuk kategori anggaran dan jumlah pegawai sedang dengan skor 72,37. Ria Norsan berharap prestasi ini meningkat di 2025 lewat sinergi eksekutif, legislatif, dan aparat hukum.

“Semoga yang disampaikan para narasumber dari KPK bisa memperluas wawasan dan meningkatkan integritas seluruh ASN serta pemangku kepentingan di Kalbar. Mari kita jaga semangat antikorupsi demi terwujudnya pemerintahan yang bersih dan berintegritas,” pungkas Ria Norsan.

Buka selengkapnya:
https://www.borneotribun.com/2025/08/ria-norsan-ajak-asn-kalbar-jaga.html

Creator: Heri Yakop

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Gubernur Kalimantan Barat, Rian Orsan, bareng Wakil Gubernur Kisantus Kurniawan, resmi membuka kegiatan Sosialisasi Anti-Korupsi Terintegrasi 2025 di Balai Petitih, Rabu 13 Agustus.
00:11Acara ini jadi langkah nyata mencegah korupsi di lingkungan pemerintah daerah.
00:15Dalam sambutannya, Rian Orsan menegaskan pentingnya integritas sebagai benteng utama.
00:20Ia mengingatkan seluruh jajaran untuk bersyukur atas amanah dan fasilitas yang sudah diberikan negara, dan jangan tergoda melakukan hal yang melanggar hukum.
00:28Data KPK tahun 2024 menunjukkan, lebih dari setengah kasus korupsi justru berasal dari pemerintah daerah.
00:35Karena itu, KPK meluncurkan sistem baru bernama MCSP untuk mengukur komitmen pencegahan korupsi.
00:41Di kegiatan ini, dua fokus utama dibahas, manajemen ASN yang akuntabel, dan penguatan APIP yang independen.
00:48Bahkan dilakukan perandatanganan berita acara penyampaian internal audit charter sebagai wujud komitmen bersama.
00:54Prestasi Kalbar sendiri cukup membanggakan.
00:57Tahun 2024, Kalbar dapat nilai 91,82 dalam pencegahan korupsi dan peringkat ketiga indeks pencegahan korupsi daerah.
01:05Rian Orsan berharap, prestasi ini bisa lebih baik lagi di 2025 lewat kerjasama lintas sektor.
01:10Di akhir acara, ia mengajak seluruh jajaran dan ASN untuk terus menjaga semangat anti korupsi demi terwujudnya pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
01:18Terima kasih telah menonton!

Dianjurkan