00:00Ada kabar dari Antartika.
00:01Gunung es raksasa terbesar di dunia, A23A,
00:05dikabarkan pecah dan kehilangan sepertiga dari luasnya
00:08hanya dalam waktu tiga bulan musim dingin.
00:11Awalnya, pada Juni 2025,
00:13luas A23A mencapai 2730 km persegi,
00:18setara dengan wilayah Moskow, Rusia.
00:20Tapi sekarang, ukurannya tinggal sekitar 1750 km persegi,
00:25kira-kira sebesar kota Saint Petersburg.
00:27Para peneliti menemukan A23A terbelah jadi tiga bongkahan besar
00:32dengan ukuran antara 60 sampai 300 km persegi.
00:36Penyebabnya, arus laut kuat di sekitar Antartika
00:39yang bukan hanya bikin retakan,
00:41tapi juga mengubah arah pergerakan es raksasa ini.
00:44Saat ini, A23A berada sekitar 70 km di utara pulau Georgia Selatan
00:50setelah menempuh perjalanan luar biasa sejauh 930 km
00:55hanya dalam satu musim dingin.
00:57Sedikit flashback,
00:59A23A terbentuk sejak 1986
01:02setelah terlepas dari Gletser-Vilchner.
01:06Selama lebih dari 30 tahun,
01:08ia terjebak di Laut Wedel
01:09sebelum akhirnya bergerak lagi pada 2023.
01:13Bahkan, Januari 2025 lalu,
01:16A23A sempat kandas lagi
01:18sebelum akhirnya melanjutkan perjalanannya.
01:21Para ilmuwan menyebut,
01:22pecahnya A23A ini bisa jadi momen penting
01:25dalam studi perubahan iklim.
01:27Jika terus menyusut,
01:29bukan hanya jalur laut yang bisa berubah,
01:31tapi juga ekosistem hewan-hewan laut di kawasan Antartika.
01:35Itu dia update terbaru soal gunung es raksasa A23A.
01:39Bagaimana menurut kalian?
01:41Apakah ini sinyal serius dari perubahan iklim?
01:44Dan jangan lupa,
01:46ikuti terus berita terbaru lainnya di Borneo Tribun.