00:00Oke, nah ini ada Prof Gema. Silahkan Prof Gema.
00:06Terima kasih.
00:07Saya ucapkan selamat untuk reformasi daripada MBG 2.0 pada Pak Sudar.
00:13Ada dua pertanyaan dan satu saran yang pertama adalah
00:16bagaimana Pak Sudar untuk ke depan itu Anda bisa menjamin sustainability itu bisa bagus seperti ini
00:23dan strateginya ke depan seperti apa?
00:25Karena saya termasuk yang mendukung MBG sejak awal dengan idea yang baik ya sebenarnya.
00:32Walaupun tata kelolanya kita tahu itu harus diperbaiki.
00:35Namun kita percaya kalau negara-negara lain seperti India terus kemudian Jepang, Amerika itu sudah ada MBG ya
00:42Indonesia memang sudah seharusnya ada ya.
00:44Tapi sustainability ini bagaimana ketika nanti mungkin kepalanya diganti.
00:49Mungkin Bapak jadi menteri yang lain segala macam kan kita nggak tahu ya.
00:52Tapi sustainability seperti apa?
00:53Yang kedua salah satu kritikan saya pada saat itu adalah 3T dan nyampaknya sekarang sudah dijalankan.
01:00Bagaimana dengan siapa penerimanya?
01:03Karena waktu itu saya sempat menyampaikan kalau di India itu kalau tidak salah sampai anak SMP gitu.
01:08Dan waktu itu kan di Indonesia sampai SMA juga.
01:10Apakah sekarang masih tetap sampai SMA atau sudah sampai SD saja atau bagaimana?
01:16Dan saran saya yang terakhir adalah kalau kita melihat behavior dari masyarakat Indonesia mereka ini kebanyakan belum mengerti,
01:23belum kenal, lalu mereka akan menghujat gitu.
01:25Saya mengikuti Instagram atau social media dari BGN itu ada 4 account yang saya temukan.
01:32Tapi tidak ada satupun account yang dekat dengan masyarakat dalam hal ini adalah yang bisa kami sarankan.
01:38Kenapa nggak dibuat kehidupan MBG di tengah-tengah anak-anak.
01:43Jadi kayak menu perasmanan kan udah sangat bagus sekali.
01:46Jadi dibikin seperti social medianya restoran-restoran dan diisi testimoni dari anak-anak itu.
01:51Sehingga masyarakat itu akan tahu bahwa MBG ini benar-benar bukan pemborosan APBN,
01:56tetapi benar-benar masyarakat itu bisa menikmati dan melihat makanannya enak dan siswa-siswa itu enak.
02:02Dan itu kalau dikumpulin dari seluruh Indonesia, saya yakin engagement itu akan muncul dan menjadi sebuah testimonial.
02:07Akhirnya masyarakat akan mengerti di bawah kepemimpinan Pak Sudarono dan MBG 2.0 ini adalah sebuah transformasi yang akan menguntungkan
02:15dan membantu masyarakat.
02:16Terima kasih.
02:16Saya jawab ya, dari Prof Gemma menyampaikan terkait sustainability.
02:21Gini Pak, saya punya prinsip bahwa begini.
02:30Saya punya prinsip, kita harus membuat, menciptakan semacam mekanisme yang kita namakan atau sering saya namakan itu trust in system.
02:42Bukan trust in person gitu.
02:43Trust in person itu kan maksudnya gini, kita kadang-kadang sering trust in person.
02:48Jadi, di saat kepalanya atau pemimpinnya nanti diganti, itu kemudian kebijakannya itu hilang semua.
02:54Yang saya inginkan adalah Prof Gemma.
02:57Jadi, program ini adalah program grande yang tadi selain memang yang makan banyak, supplier banyak, dapur banyak, yang terlibat itu
03:06banyak sekali.
03:07Aku rasa memang saya harus katakan MBG ini adalah too big to fail.
03:12Maka, saya dalam 100 hari dan beberapa kepemimpinan yang akan datang ini, selama saya dipercaya menjadi kepala BGN ini,
03:20yang sedang saya ciptakan adalah kita menciptakan trust in system.
03:24Artinya, siapapun pengganti saya nantinya, kan enggak mungkin juga ada selamanya jadi kepala BGN,
03:30siapapun yang menggantikan saya nantinya itu kemudian punya semacam establishment terhadap satu mekanisme manajemen.
03:38Saya bisa katakan BGN ini tidak sekompleks kementerian lain.
03:42Misalnya, pengalaman saya di Kementerian Pertanian misalnya gitu, itu dari hama, kemudian ketersediaan beras, sampai urusan kambing, sampai urusan, mohon
03:54maaf, ternak babi, itu diurusi Pak.
03:57Jadi, spektrumnya luas.
03:59Misalnya, ini contoh saya dulu ngurus sebagai Wakil Menteri Pertanian.
04:02Itu ngurus dari mulai perkebunan, pertanian pangan, hortikultura buah-buahan, sampai kesehatan hewan dan peternakan itu diurus semua.
04:12Termasuk hama, bakteri, kemudian tanah itu diurusi semua.
04:16Jadi, spektrum yang luas.
04:18Saya bisa katakan, sebetulnya manajemen di BGN ini spektrumnya tidak terlalu besar.
04:22Spektrumnya tidak terlalu besar.
04:24Spektrumnya adalah memastikan bahwa dapur yang menyediakan makan itu SOP-nya dilaksanakan dengan baik.
04:32Sesimpel itu.
04:33SOP bahan, SOP belanja, SOP masak, SOP distribusi, dan SOP kemudian pendistribusi, dan juga pada saat konsumsi itu ada SOP
04:42semua.
04:43Jadi, sebenarnya spektrumnya itu kecil.
04:45Saya bisa katakan mungkin di fase sekarang, itu kita mungkin tidak banyak membahas gisi,
04:50tapi tadi saya jelaskan semua tadi, itu lebih banyak menceritakan tentang manajemen catering sebetulnya.
04:56Kita ini ada CCTV, kepala dapurnya begini, harus ada SLIS-nya, ada standar.
05:02Itu kan sebetulnya yang saya ceritakan ini tadi, itu sebetulnya lebih banyak kuceritakan tentang manajemen catering.
05:09Kita belum bicara terkait misalnya gisi.
05:13Kenapa? Karena ini dulu yang harus dibereskan.
05:16Sebetulnya harusnya ini spektrumnya kecil, cakupannya tidak terlalu luas, hanya memang anggaran besar, jangkauannya besar, yang diperiksa besar.
05:26Kami merasa dengan sistem yang tepat, dengan IT yang benar, dengan CCTV yang tersentral,
05:32pelaporan keuangan yang terintegrasi, yang terkonek, dan lain sebagainya, ini harusnya bukan sesuatu hal yang sulit.
05:39Sehingga kami juga tidak mau, Pak, misalnya, oh MBK bagus di era Pak Daryono, begitu diganti jadi jelek.
05:46Itu salah saya nantinya, karena kita harus menciptakan.
05:50Sama seperti sistem itu misalnya, bagi Bapak-Ibu semua yang mungkin masih awam, yang saya maksud itu misalnya adalah,
05:55kalau di TNI atau di Polri misalnya, kalau Polri bisa ganti-ganti, Panglima TNI bisa ganti, tapi sistemnya itu memang
06:03sudah jadi.
06:03Nah itulah yang sedang kami bangun dengan tim, dengan Bu Waka, Pak Waka, dan semua jajaran BGN, kami sedang membangun
06:11sistemnya, Pak.
06:12Kami membangun sistem terkait pelaporan penggunaan anggarannya, atau penggunaan dananya,
06:18itu kami lagi bangun sistem pakai IT. Sebetulnya enggak, artinya enggak sesulit dulu lah akses terhadap IT ini.
06:26Terus Artificial Intelligence juga tidak sesulit dulu, sekarang sudah bisa kita adopt untuk CCTV,
06:31termasuk untuk kurir MBG-nya diantar jam berapa diterima, dan sebagainya itu by system.
06:37Bahkan Pak, tadi SOP pemasahan itu kami bikin kayak semacam,
06:42kalau manualnya itu kayak buku serah terima pekerjaan gitu, tapi pakai sistem.
06:47Jadi pas barang diterima, diterima dengan baik, dia tulis, dia serahkan kepada bagian yang nyacah-nyacah,
06:53nyacah-nyacah sudah selesai, dalam keadaan baik diserahkan, diserahkan, itu kami bangun sistem itu.
06:58Namanya POP, apa sih POP? Production of, Proses of Production namanya.
07:03Jadi kami membuat sistem itu. Jadi kami, jujur saja itu menjadi concern kami paling utama,
07:08Prof, selain memang tadi terkait semua hal ketindakan tegas itu,
07:13percayalah bahwa kami sedang membangun itu, dan membangun itu butuh waktu,
07:18sementara waktu berjalan kadang-kadang ada insiden keracunan.
07:21Itulah yang saya maksud tadi dengan ular tangga tadi itu.