Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Ditanya Soal Keberlanjutan MBG oleh Prof. Gema, Jawaban Telak Sudaryono: Kita Bangun Trust in System, Bukan Person!

Akademisi sekaligus pendiri Astronacci International, Prof. Dr. Gema Merdeka Goeyardi, menyoroti pentingnya keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tetap berjalan optimal di tengah potensi pergantian kepemimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Pertanyaan dan masukan kritis tersebut disampaikan langsung dalam forum TRANSFORMASI MBG 2.0 yang digelar pada 29 Oktober 2026. Menanggapi hal tersebut, Kepala BGN Sudaryono menegaskan bahwa fokus utama lembaganya saat ini adalah membangun trust in system alih-alih trust in person agar program besar ini tidak bergantung pada figur seorang pemimpin.

Ia menjelaskan bahwa manajemen BGN pada dasarnya berpusat pada penegakkan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan dapur dan rantai pasok secara ketat yang didukung oleh integrasi teknologi seperti CCTV serta sistem digital terpusat.Dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel berbasis sistem, keberlangsungan program strategis nasional ini dipastikan tetap terjaga demi gizi anak bangsa.

#SudaryonoJawabTegasProfGemaSoalMBG #KeberlanjutanProgramMBG

Creative/Video Editor: Aqilah/Michael
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Oke, nah ini ada Prof Gema. Silahkan Prof Gema.
00:06Terima kasih.
00:07Saya ucapkan selamat untuk reformasi daripada MBG 2.0 pada Pak Sudar.
00:13Ada dua pertanyaan dan satu saran yang pertama adalah
00:16bagaimana Pak Sudar untuk ke depan itu Anda bisa menjamin sustainability itu bisa bagus seperti ini
00:23dan strateginya ke depan seperti apa?
00:25Karena saya termasuk yang mendukung MBG sejak awal dengan idea yang baik ya sebenarnya.
00:32Walaupun tata kelolanya kita tahu itu harus diperbaiki.
00:35Namun kita percaya kalau negara-negara lain seperti India terus kemudian Jepang, Amerika itu sudah ada MBG ya
00:42Indonesia memang sudah seharusnya ada ya.
00:44Tapi sustainability ini bagaimana ketika nanti mungkin kepalanya diganti.
00:49Mungkin Bapak jadi menteri yang lain segala macam kan kita nggak tahu ya.
00:52Tapi sustainability seperti apa?
00:53Yang kedua salah satu kritikan saya pada saat itu adalah 3T dan nyampaknya sekarang sudah dijalankan.
01:00Bagaimana dengan siapa penerimanya?
01:03Karena waktu itu saya sempat menyampaikan kalau di India itu kalau tidak salah sampai anak SMP gitu.
01:08Dan waktu itu kan di Indonesia sampai SMA juga.
01:10Apakah sekarang masih tetap sampai SMA atau sudah sampai SD saja atau bagaimana?
01:16Dan saran saya yang terakhir adalah kalau kita melihat behavior dari masyarakat Indonesia mereka ini kebanyakan belum mengerti,
01:23belum kenal, lalu mereka akan menghujat gitu.
01:25Saya mengikuti Instagram atau social media dari BGN itu ada 4 account yang saya temukan.
01:32Tapi tidak ada satupun account yang dekat dengan masyarakat dalam hal ini adalah yang bisa kami sarankan.
01:38Kenapa nggak dibuat kehidupan MBG di tengah-tengah anak-anak.
01:43Jadi kayak menu perasmanan kan udah sangat bagus sekali.
01:46Jadi dibikin seperti social medianya restoran-restoran dan diisi testimoni dari anak-anak itu.
01:51Sehingga masyarakat itu akan tahu bahwa MBG ini benar-benar bukan pemborosan APBN,
01:56tetapi benar-benar masyarakat itu bisa menikmati dan melihat makanannya enak dan siswa-siswa itu enak.
02:02Dan itu kalau dikumpulin dari seluruh Indonesia, saya yakin engagement itu akan muncul dan menjadi sebuah testimonial.
02:07Akhirnya masyarakat akan mengerti di bawah kepemimpinan Pak Sudarono dan MBG 2.0 ini adalah sebuah transformasi yang akan menguntungkan
02:15dan membantu masyarakat.
02:16Terima kasih.
02:16Saya jawab ya, dari Prof Gemma menyampaikan terkait sustainability.
02:21Gini Pak, saya punya prinsip bahwa begini.
02:30Saya punya prinsip, kita harus membuat, menciptakan semacam mekanisme yang kita namakan atau sering saya namakan itu trust in system.
02:42Bukan trust in person gitu.
02:43Trust in person itu kan maksudnya gini, kita kadang-kadang sering trust in person.
02:48Jadi, di saat kepalanya atau pemimpinnya nanti diganti, itu kemudian kebijakannya itu hilang semua.
02:54Yang saya inginkan adalah Prof Gemma.
02:57Jadi, program ini adalah program grande yang tadi selain memang yang makan banyak, supplier banyak, dapur banyak, yang terlibat itu
03:06banyak sekali.
03:07Aku rasa memang saya harus katakan MBG ini adalah too big to fail.
03:12Maka, saya dalam 100 hari dan beberapa kepemimpinan yang akan datang ini, selama saya dipercaya menjadi kepala BGN ini,
03:20yang sedang saya ciptakan adalah kita menciptakan trust in system.
03:24Artinya, siapapun pengganti saya nantinya, kan enggak mungkin juga ada selamanya jadi kepala BGN,
03:30siapapun yang menggantikan saya nantinya itu kemudian punya semacam establishment terhadap satu mekanisme manajemen.
03:38Saya bisa katakan BGN ini tidak sekompleks kementerian lain.
03:42Misalnya, pengalaman saya di Kementerian Pertanian misalnya gitu, itu dari hama, kemudian ketersediaan beras, sampai urusan kambing, sampai urusan, mohon
03:54maaf, ternak babi, itu diurusi Pak.
03:57Jadi, spektrumnya luas.
03:59Misalnya, ini contoh saya dulu ngurus sebagai Wakil Menteri Pertanian.
04:02Itu ngurus dari mulai perkebunan, pertanian pangan, hortikultura buah-buahan, sampai kesehatan hewan dan peternakan itu diurus semua.
04:12Termasuk hama, bakteri, kemudian tanah itu diurusi semua.
04:16Jadi, spektrum yang luas.
04:18Saya bisa katakan, sebetulnya manajemen di BGN ini spektrumnya tidak terlalu besar.
04:22Spektrumnya tidak terlalu besar.
04:24Spektrumnya adalah memastikan bahwa dapur yang menyediakan makan itu SOP-nya dilaksanakan dengan baik.
04:32Sesimpel itu.
04:33SOP bahan, SOP belanja, SOP masak, SOP distribusi, dan SOP kemudian pendistribusi, dan juga pada saat konsumsi itu ada SOP
04:42semua.
04:43Jadi, sebenarnya spektrumnya itu kecil.
04:45Saya bisa katakan mungkin di fase sekarang, itu kita mungkin tidak banyak membahas gisi,
04:50tapi tadi saya jelaskan semua tadi, itu lebih banyak menceritakan tentang manajemen catering sebetulnya.
04:56Kita ini ada CCTV, kepala dapurnya begini, harus ada SLIS-nya, ada standar.
05:02Itu kan sebetulnya yang saya ceritakan ini tadi, itu sebetulnya lebih banyak kuceritakan tentang manajemen catering.
05:09Kita belum bicara terkait misalnya gisi.
05:13Kenapa? Karena ini dulu yang harus dibereskan.
05:16Sebetulnya harusnya ini spektrumnya kecil, cakupannya tidak terlalu luas, hanya memang anggaran besar, jangkauannya besar, yang diperiksa besar.
05:26Kami merasa dengan sistem yang tepat, dengan IT yang benar, dengan CCTV yang tersentral,
05:32pelaporan keuangan yang terintegrasi, yang terkonek, dan lain sebagainya, ini harusnya bukan sesuatu hal yang sulit.
05:39Sehingga kami juga tidak mau, Pak, misalnya, oh MBK bagus di era Pak Daryono, begitu diganti jadi jelek.
05:46Itu salah saya nantinya, karena kita harus menciptakan.
05:50Sama seperti sistem itu misalnya, bagi Bapak-Ibu semua yang mungkin masih awam, yang saya maksud itu misalnya adalah,
05:55kalau di TNI atau di Polri misalnya, kalau Polri bisa ganti-ganti, Panglima TNI bisa ganti, tapi sistemnya itu memang
06:03sudah jadi.
06:03Nah itulah yang sedang kami bangun dengan tim, dengan Bu Waka, Pak Waka, dan semua jajaran BGN, kami sedang membangun
06:11sistemnya, Pak.
06:12Kami membangun sistem terkait pelaporan penggunaan anggarannya, atau penggunaan dananya,
06:18itu kami lagi bangun sistem pakai IT. Sebetulnya enggak, artinya enggak sesulit dulu lah akses terhadap IT ini.
06:26Terus Artificial Intelligence juga tidak sesulit dulu, sekarang sudah bisa kita adopt untuk CCTV,
06:31termasuk untuk kurir MBG-nya diantar jam berapa diterima, dan sebagainya itu by system.
06:37Bahkan Pak, tadi SOP pemasahan itu kami bikin kayak semacam,
06:42kalau manualnya itu kayak buku serah terima pekerjaan gitu, tapi pakai sistem.
06:47Jadi pas barang diterima, diterima dengan baik, dia tulis, dia serahkan kepada bagian yang nyacah-nyacah,
06:53nyacah-nyacah sudah selesai, dalam keadaan baik diserahkan, diserahkan, itu kami bangun sistem itu.
06:58Namanya POP, apa sih POP? Production of, Proses of Production namanya.
07:03Jadi kami membuat sistem itu. Jadi kami, jujur saja itu menjadi concern kami paling utama,
07:08Prof, selain memang tadi terkait semua hal ketindakan tegas itu,
07:13percayalah bahwa kami sedang membangun itu, dan membangun itu butuh waktu,
07:18sementara waktu berjalan kadang-kadang ada insiden keracunan.
07:21Itulah yang saya maksud tadi dengan ular tangga tadi itu.

Dianjurkan