00:00Sejarah pun kita tahu dari zaman dulu.
00:04Dulu Sepron sering saya ngajarin, mengajar juga.
00:08Orang-orang yang saya ngajar sekarang sudah jadi pejabat tinggi di Indonesia dan bos-bos.
00:17Jadi kami komunitas ini tahu.
00:21Kami tahu bagaimana dunia bisnis, kami tahu bagaimana pemerintah,
00:27dan kami juga tahu bagaimana dunia pekerjaan.
00:35Saya sendiri pun, saya dari pegawai sampai dapat jabatan struktural fungsional di Kementerian Tenaga Kerja.
00:44Saya pegawai Kementerian Tenaga Kerja.
00:47Saya belum sahabat ILO, representatif Nusirwan.
00:52Ya, Pak Nusirwan.
00:57Tidak, ini namanya Pak Nusirwan. Tidak, hafalkan saya.
01:03Jadi dari ILO, saya orang pegawai Departemen Tenaga Kerja, saya ngerti.
01:11Karena itu begitu pentingnya bisnis dan human rights.
01:17Saya, dulu, saya tahu penghasilan terbesar sampai 1 miliar lebih itu,
01:26ya karena saya jadi konsultan bisnis dan HAM.
01:31Bagaimana seorang oposisi tidak bisa makan di pemerintah,
01:35politik juga enggak bisa,
01:37orang saya kan lawan Jokowi.
01:39Semua makan, minum kita, saluran sumber daya kita dimatikan.
01:44Ya, yang kemungkinan yang bisa dapat peluang bagi kami itu adalah dunia bisnis.
01:49Nah, untuk perusahaan-perusahaan papan atas dunia,
01:56human rights itu sangat penting.
02:01Makanya, dulu kita dibayar mahal,
02:05500 juta, 1 miliar.
02:09Konsultan HAM di dunia bisnis,
02:12terutama perusahaan-perusahaan besar,
02:14itu tidak murah.
02:17Tak murah.
02:20Karena apa?
02:22Misalnya, seorang menteri HAM mengatakan,
02:25perusahaan ini melanggar HAM,
02:27itu kompetitornya main,
02:30dia bisa sahamnya naik.
02:35Atau sahamnya bisa turun,
02:38tergantung hanya sekedar pernyataan dari seorang menteri atau pejabat.
02:42selamat menikmati.