Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Ketua BEM UI 2026, Fathimah Azzahra, menjelaskan gerakan #IndonesiaSadar bertujuan memperluas kesadaran masyarakat mengenai hak mereka untuk menuntut pertanggungjawaban pemimpin setelah memberikan mandat melalui pemilu.

Fathimah menegaskan, pemimpin negara hingga kepala daerah harus menyadari bahwa mandat yang mereka emban berasal dari rakyat dan harus diwujudkan melalui kebijakan yang tepat.

Ia juga menyoroti perlunya respons pemerintah terhadap keresahan masyarakat agar mahasiswa tidak perlu berulang kali menggelar aksi untuk menyampaikan tuntutan yang sama.

Fathimah menyebut, mahasiswa ingin persoalan seperti kebakaran hutan dan lahan serta penggunaan anggaran pemerintah mendapat penjelasan yang memadai.

Menurutnya, pemerintah perlu menerima keresahan masyarakat dan berfokus memperbaiki persoalan yang masih terjadi, meskipun pemerintah merasa telah melakukan berbagai upaya.

Menanggapi kritik tersebut, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan yang juga aktivis 1998, Budiman Sudjatmiko, menyatakan Presiden Prabowo Subianto memiliki tanggung jawab konstitusional untuk menjalankan program-program yang disampaikan saat pemilu.

Budiman menilai, tuntutan mahasiswa dan pelaksanaan program pemerintah tidak harus dipertentangkan selama keduanya bertujuan memperbaiki kondisi masyarakat.

Ia juga menanggapi sorotan mahasiswa mengenai penanganan karhutla. Budiman menyatakan keprihatinan terhadap kebakaran hutan merupakan perhatian bersama dan menilai persoalan tersebut telah berlangsung lama.

Budiman menyebut Presiden Prabowo secara tegas menyoroti praktik pembakaran hutan sebagai salah satu penyebab karhutla.

Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/sFstPhIYbyM

Baca Juga Sebut Masyarakat Sakit Hati, BEM UI Kritik Prabowo: Jangan Hanya Fokus MBG dan Koperasi Desa | ROSI di https://www.kompas.tv/talkshow/698781/sebut-masyarakat-sakit-hati-bem-ui-kritik-prabowo-jangan-hanya-fokus-mbg-dan-koperasi-desa-rosi

#demomahasiswa #bemui #budimansudjatmiko

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/698784/budiman-sudjatmiko-respons-kritik-bem-ui-rakyat-berhak-menuntut-hasil-setelah-pilih-pemimpin-rosi
Transkrip
00:02Selamat malam saudara, program Rosi kembali hadir ke hadapan Anda sebagai ruang opini sumber informasi.
00:08Saya Tifa Soliesa.
00:09Mahasiswa di berbagai daerah bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda menggelar demonstrasi.
00:15Mereka meneriakan sejumlah tuntutan mulai dari perbaikan ekonomi, pendidikan, hukum sampai demokrasi.
00:22Aksi ini kemudian dirangkum dengan menyebutnya Indonesia Sadar.
00:26Pertanyaannya, apakah tuntutan mahasiswa ini didengar lalu diperhatikan pemerintah sehingga berujung pada perbaikan berbagai kebijakan atau sebaliknya?
00:37Malam ini saya mengundang Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan sekaligus Aktivis 1998 Budiman Sujadmiko
00:45dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia 2026 Fatimah Azahra.
00:51Selamat malam semuanya.
00:53Terima kasih semua sudah hadir dan meluangkan waktu berbicara bersama kami.
00:56Nama koalisinya Fat dan tema pergerakannya Indonesia Sadar, Koalisi Sadar.
01:03Emangnya mau nyadarin siapa dalam hal apa sampai memberi kata sadar itu?
01:09Oke, sebetulnya kita ingin ini kepada dua pihak.
01:14Yang pertama kepada masyarakat sendiri tentunya.
01:17Bahwa mereka, saya yakin banyak yang sudah sadar sebetulnya.
01:21Tapi kita ingin kesadaran ini lebih diperluas lagi.
01:25Bahwa sebetulnya sadar akan apa?
01:27Sadar bahwa kita berhak atas semua hal yang selama ini kita tuntut, kita harapkan, kita inginkan.
01:33Kita berhak setelah kita sudah memilih pemimpin-pemimpin negara, kita berhak untuk mendapatkan returnnya.
01:40Setelah dipilih, maka bagaimana? Apakah kehidupan masyarakat akan berubah atau tidak?
01:45Dan yang kedua, kita ingin menyadarkan pemerintah juga.
01:49Pemerintah, pemimpin, baik dari pemimpin negara, presiden, wakil presiden, sampai pemimpin daerah semuanya.
01:54Bahwa mereka harus menyadari mandat mereka diberikan oleh rakyat dan mereka harus mengembalikannya juga gitu.
02:02Dengan kebijakan-kebijakan dan langkah-langkah yang tepat untuk masyarakat seperti itu.
02:06Tapi sampai dua kali menggelar aksi, kenapa harus dilakukan sampai segitunya?
02:10Karena begini, kalau melihat poin tuntutannya teman-teman, saya menangkap ada konteks yang sama soal perbaikan ekonomi,
02:17soal bencana ekologis, spesifik soal karhutlah, itu disuarakan tidak hanya di aksi tanggal 28 Oktober.
02:2320 Oktober juga sama, tapi kenapa harus dua kali menekankan itu dalam bentuk yang sama, unjuk rasa?
02:29Pertama-tama saya yang menjawabnya dengan mengembalikan dulu kepada pemerintah, kenapa kita sampai harus dua kali?
02:35Sebetulnya ya, karena kalau seandainya hal itu bisa ditangani secara cepat, bisa di, at least setidaknya,
02:41dijawab dengan tepat, dijawab dengan benar, dengan respect, fully, kita harusnya mungkin tidak sampai berkali-kali aksi gitu kan.
02:48Tapi sebetulnya dari kita sendiri memang sebenarnya merancang bahwa aksi itu memang dua kali sejak awal.
02:53Itu ada di tanggal 20 dan di tanggal 28 juga, di mana tanggal 20 itu kalau kita lihat skalanya memang
02:58lebih kecil ya,
02:59dibanding yang 28 di mana kita semua memang sudah bersama-sama seperti itu.
03:03Tidak direspon untuk lima tuntutan itu atau dalam konteks lain sebetulnya yang diharapkan respons dari pemerintah itu?
03:08Kurang lebih tuntutan kita bunyinya sama, fundamentalnya, bahwa kita ingin sebetulnya perihal-perihal karhutlah,
03:13bagaimana anggaran kita digunakan, dan sebagainya itu bisa betul-betul terjawab gitu.
03:18Nah sementara jawaban-jawaban itu mungkin, oke mungkin dari pemerintah merasa sudah menjawab nih,
03:22oke kita menjawab bahwa sebenarnya nggak gitu kok, ini semua udah beres.
03:26Tapi sebenarnya yang kita harapkan sebagai masyarakat tentunya adalah keresahan kita tuh diterima gitu,
03:31bahwa oke mungkin pemerintah dari sisinya merasa bahwa sudah ada hal yang dilakukan,
03:35tapi dari masyarakat di sisi lain merasa ada hal-hal yang masih perlu diperbaiki,
03:39maka fokuslah pada hal yang sebetulnya memang masih bisa diperbaiki lagi.
03:42Mas Bud, sebetulnya Presiden sudah tahu atau sudah mengetahui suara aspirasi dari teman-teman mahasiswa ini,
03:49karena kan sebetulnya tidak hanya tanggal 20 atau tuangan 28, 29 Oktober hari ini saja,
03:54mahasiswa Trisakti juga menggelar aksi yang sama, poinnya kurang lebih sama,
03:58menuntut perbaikan ekonomi dan karhutlah.
04:00Apakah Presiden juga mengetahui tuntutan mahasiswa ini sebetulnya?
04:03Iya, perjalanan perjalanan memperbaiki ekonomi, tuntutan itu saya kira itu jenrik ya,
04:09di setiap pemerintahan, di setiap zaman, selalu akan ada seperti itu ya, itu saya kira jenrik.
04:17Tentu Presiden paham, dan apa yang dilakukan Presiden,
04:20sebagaimana tertuang dalam program-program yang membuat beliau terpilih,
04:24dan beliau punya tanggung jawab konstitusional untuk menjalankannya,
04:29itulah dalam meraka perbaikan ekonomi, dalam meraka perbaikan ekonomi.
04:33Bahwa kemudian teman-teman mahasiswa, adik-adik mahasiswa melihat,
04:37enggak seperti itu deh Pak.
04:40Misalnya begitu ya, kira-kira begitu.
04:41Bukan ini deh Pak, harusnya prioritas ini.
04:45Tentu saja, itu adalah soal cara pandang.
04:49Soal cara pandang.
04:50Soal melihat apa sih yang paling urgent dan paling ketinggalan di Indonesia untuk dibenahin.
04:56Yang paling dibenahin.
04:57Karena kita juga tidak mau mempertentakan antara satu hal yang baik yang ditutup oleh teman-teman mahasiswa,
05:04dan juga satu hal baik lain,
05:07yang kami yakini kebenarannya,
05:09yang secara konstitusional kami terikat untuk menjalankannya,
05:13karena itulah yang Pak Prabowoan, Pak Gibran sampaikan ke KPU.
05:18Itu kan kebenaran yang sudah, dalam terkutipnya,
05:21bukan digadehkan ya,
05:23yang sudah diijabkan.
05:24Oke.
05:25Jadi ijabnya nih, ada banyak kebenaran, ada banyak kebaikan.
05:27Yang diijabkan, Pak Prabowo dan Pak Gibran,
05:30ngijabnya nih,
05:32maskawinya,
05:33makan bergizi.
05:33Tapi kalau kemudian disebut bahwa tidak direspon, itu gimana?
05:37Dalam pengertian misalnya, Pak,
05:38contohnya Karhutlah.
05:39Misalnya contoh Karhutlah,
05:40tentu saja pemerintah melakukan,
05:41dan ya,
05:43saya kira keprihatinan apa yang disampaikan oleh teman-teman mahasiswa,
05:46sama lah ya.
05:47Kita juga tidak mau ada kebakar ini,
05:49dan kita tahu bahwa ini sesuatu yang sudah lama sekali berterjadi,
05:53cuma memang rasa-rasanya baru Pak Prabowo ini,
05:56yang kemudian secara tegas menunjuk hidung,
06:00bahwa penyebabnya adalah,
06:02tentu saja,
06:03memang ada tradisi pebakaran hutan,
06:05Pak Prabowo sempat marah dapat laporan bahwa,
06:08beberapa masyarakat, kepala daerah misalnya,
06:11membiarkan untuk pembakaran hutan itu.
06:13Tapi di dalam pihak juga ada korporasi-korporasi,
06:15ada oknum-oknum pejabat pemerintah yang korup,
06:18bukan cuma di daerah,
06:19di pemerintahan pusat juga,
06:21di pemerintahan juga.
06:22Sadar bahwa itu terjadi,
06:24bahwa ada yang korup di pusat,
06:26ada yang korup di daerah,
06:29dan yang jangan dilupakan,
06:31hari ini menarik,
06:34bahwa pemerintah posisinya jelas,
06:36bukan secara birokrat yang korup,
06:38bukan cuma public officials yang korup,
06:40ada juga sektor korporasi,
06:43sektor korporasi besar,
06:44dan kita lihat,
06:45bahwa itu berkelindan dengan kepentingan ekonomi negara luar.
06:50Sederhananya bahwa tindak lanjutnya,
06:52sudah ada ditunjukkan oleh pemerintah,
06:53begitu menurut Anda?
06:54Oh teh,
06:54setelah tadi sudah,
06:55apakah memuaskan?
06:57Pasti tidak,
06:57oh kami aja gak puas,
06:58kami aja gak puas,
06:59kami aja gak puas.
07:00Sudah ada buktinya loh mbak,
07:01apalagi yang Anda ragukan.
07:01Bukan, bukan, bukan ada buktinya.
07:03Gimana?
07:04Bekerja,
07:05ya buktinya ya belum,
07:06ya belum selesai.
07:08Tapi kan setidaknya ada tindak lanjut,
07:09yang menengkankan demikian.
07:10Kalau dikatakan kita belum bekerja,
07:12tidak juga.
07:13Bahwa itu sudah memuaskan,
07:15kami aja gak puas.
07:16Nah.
07:16Pemerintah aja gak puas,
07:17Presiden aja belum,
07:18belum, belum puas.
07:19Kira-kira gitu.
07:20Ya sebenarnya Bang Budiman memang,
07:22jangan-jangan Bang Budiman ini ikut aksi lagi,
07:24karena salah satu tuntutan kita sebetulnya adalah
07:26memang terkait korporasi itu Bang.
07:27Jadi kita berharap bahwa korporasi itu
07:29betul-betul ditindak,
07:30bukan hanya ditunjuk,
07:31tapi ditindak.
07:32Karena sepertinya,
07:33tapi correct me if I'm wrong ya Bang.
07:34Ya.
07:35Kita juga kadang kesel Bang,
07:37kalau seandainya korporasi-korporasi ini,
07:39kita lihat rasanya sudah berkali-kali
07:41ditunjuk-tunjuk hidungnya
07:42dari zaman Presiden manapun sama.
07:45Generik.
07:45Jadi mungkin tuntutan mahasiswa generik saat ini,
07:48tapi perlakuan pemerintah pada korporasi juga generik.
07:52Selalu hanya menunjuk-nunjuk,
07:54tapi kemudian tidak ada satu hal konkret
07:56yang betul-betul terjadinya.
07:57Sebenarnya ini sih yang kita harapkan,
07:58apakah di zaman Pak Prabowo ini
08:00akan terjadi Bang,
08:01yang betul-betul ditindak Bang?
08:02Saya sepakat,
08:03saya kira ini menarik sekali apa dikatakan Fatima ya,
08:07dan mudah-mudahan ini
08:08di-share oleh teman-teman Fatima yang lain.
08:13Sorry, saya mau katakan agak-agak politis dan agak personal.
08:17Ke arah mana tuh?
08:18Arah pada soal korporasi itu.
08:20Dan Pak, perhatikan begini.
08:22Saya kira Pak Prabowo adalah Presiden pertama
08:24di era reformasi lah ya,
08:26yang saya katakan,
08:27tujuan utama memerintahnya ini
08:29ingin merombak,
08:31mendistrupsi elit korporasi.
08:33Kalau Pak Jokowi lebih banyak mengacak-acak elit politik,
08:38Pak Prabowo itu memang,
08:41ijabnya, ijab kabul yang utama adalah
08:44memang ingin merubak korporasi itu.
08:46Dan saya pikir,
08:46tidak sekali dua kali Pak Prabowo,
08:50mungkin biasanya dia belum memuaskan,
08:52tapi bahwa ada korporasi di balik
08:55banyak kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat,
08:59tidak berpihak pada ekologi,
09:01selain pejabat yang korup ya,
09:02juga korporasi yang berlindung di balik
09:05bahwa ini adalah bisnis.
09:08Bahwa kami tidak menggunakan uang pajak,
09:10kami tidak menggunakan uang APBN,
09:13kami tidak menggunakan uang rakyat,
09:14kira-kira begitu ya.
09:16Ya, sudah lama memang betul dikatakan Fatima.
09:18Sudah lama dunia ini ada tidak transparan.
09:22Alasannya apa?
09:23Dunia privat.
09:25Sempatlah kita tahu.
09:27Saya senang kalau ada tuntutan korporasi,
09:29karena tahu, berarti sudah,
09:30seberapa teman-teman mahasiswa sudah membidik
09:31satu soal yang sangat peka.
09:34Kalau pemerintah,
09:36itu jelas kok,
09:37jadwal giliran berkuasanya itu jelas.
09:40Lima tahun sekali.
09:42Orang berkuasa itu jadwal giliran berkuasa itu jelas.
09:46Yang tidak pernah ada di Indonesia,
09:48atau di dunia beberapa kali,
09:50jadwal giliran kayanya tidak pernah jelas.
09:52Nah, artinya ketika menghujam satu entitas
09:57yang tidak jelas giliran kayanya,
10:00ya karena itu saja.
10:01Oke.
10:02Kalau presidennya bisa ganti ya,
10:03bupati bisa ganti ya.
10:04Ini saya kira,
10:05satu entry point yang baik,
10:07teman-teman kata sudah membidik korporasi,
10:10saya berharap,
10:12students protest ini menjadi student movement,
10:14yang real.
10:15Yang sekarang apa?
10:19Tadinya saya mengira,
10:20ini sekedar student protest,
10:21tapi ketika Fatima berbicara korporasi,
10:24oh,
10:25berarti ini sudah ada embryo
10:28untuk menjadi real student movement.
10:30Gerakan mahasiswa ya,
10:31bukan sekedar protest mahasiswa.
10:33Kalau biasanya protest kan hanya kepada pemerintah nih.
10:36Kalau movement itu kan,
10:37ya pemerintah yang tidak benar juga bisa protes,
10:40korporasi yang benar diprotes.
10:41Kalau perlu,
10:43profesor yang tidak benar,
10:44yang sudah berhenti baca,
10:46di jaman AI,
10:47bukunya masih itu saja,
10:49itu sudah diprotes.
10:49Fatima memang niatnya untuk membuat gerakan itu,
10:52tapi ekspektasinya sampai sebesar apa sebetulnya
10:53dengan beberapa kali melakukan unjuk rasa ini?
10:56Kita sebetulnya,
10:57Bang, mungkin Bang Budiman sebagai yang dulu
11:00sudah lebih pro lah ya dalam
11:04berunjuk rasa.
11:05Saya coba sudah lahir lebih dulu saja.
11:07Ya, oke.
11:08Tapi kita semua melihat bagaimana dulu
11:10Bang Budiman Sujat Miko videonya,
11:12kita masih melihat sampai hari ini Bang,
11:13seperti itulah jejak digital bekerja ya Bang.
11:16Kita sendiri sebetulnya
11:18saat ini merasa bahwa
11:19aksi, unjuk rasa, dan sebagainya itu adalah
11:21salah satu cara agar kita bisa
11:23raise awareness sebesar mungkin.
11:25Tapi pada akhirnya kita juga menyadari bahwa
11:27perlu ada political will
11:28dari orang-orang yang mampu untuk mengubah
11:31kebijakan itu.
11:32Nah, dari kita sendiri,
11:33selain political will,
11:34kita berharap ada pressure
11:36kepada pemerintah.
11:37Kita juga berharap ada ruang-ruang seperti ini
11:39sebetulnya di mana kita bisa berdiskusi langsung
11:41yang mungkin kalau tidak melalui forum terbuka
11:44seperti ini sulit,
11:45kalau forum-forum tertutup tiba-tiba
11:47pembahasannya kurang jelas gitu ya.
11:48Jadi kita sebenarnya mengharapkan hal seperti ini.
11:50Namun sebetulnya paling kita harapkan,
11:51ekspektasi kita adalah
11:52setelah kita sudah berkali-kali aksi,
11:54bahkan mungkin aksi kali ini
11:55kita mengajak teman-teman yang lain ya,
11:58masyarakat sipil juga,
11:59bahkan berbagai kampus
12:00untuk turun bersama,
12:02kita berharap
12:02perbincangan seperti kita hari ini tuh
12:04tidak hanya berhenti di sini Bang Budiman.
12:06Tapi orang-orang seperti Bang Budiman
12:07itu bisa menyampaikan kepada Pak Presiden
12:09sehingga setelah ini
12:10betul-betul ada langkah nyata.
12:11Karena sebetulnya menurut saya pribadi ya,
12:14abang-abang,
12:15yang sedang kita tunggu di sini tuh
12:17bukan apa hasil dari gerakan mahasiswa
12:20pada mahasiswa,
12:21tapi pada pemerintah.
12:22Bagaimana pemerintah rezim saat ini
12:24ingin menunjukkan dirinya gitu.
12:25Apakah mereka adalah pemerintahan yang sama saja
12:27seperti sebelum-sebelumnya
12:28dari zaman Bang Budiman
12:30berdemonstrasi sampai hari ini
12:31mereka masih sama?
12:32Atau mereka betul-betul ingin berubah?
12:34Apakah mereka betul-betul berpihak-pihak?
12:35Yang belum berubah apanya?
12:36Ya, oke.
12:37Menurut Anda?
12:37Bagaimana mereka menghadapi
12:38aksi demonstrasi mahasiswa?
12:40Bagaimana mereka mendengar tuntutan rakyat?
12:42Bagaimana mereka menjawab tuntutan rakyat?
12:44Apakah masih sama?
12:45Apakah mereka hanya formalitas, diskusi, dan sebagainya?
12:49Atau mereka betul-betul mengubah hal-hal
12:50sampai pada fundamentalnya?
12:52Oke.
12:52Terima kasih.

Dianjurkan