00:00Saudara-saudara sekalian, Indonesia harus tetap teguh pada politik luar negeri bebas aktif.
00:09Kita tidak menjadi kepanjangan tangan kepentingan negara manapun.
00:15Tetapi tidak pula menutup pintu kerjasama dan dalam pertahanan sikap defensif aktif berarti waspada,
00:25mampu mencegah ancaman dan berinisiatif secara terukur tanpa mencari permusuhan.
00:34Kita harus tegar dan tegas menjaga kedaulatan sekaligus arif menjaga perdamaian.
00:42Dalam perkara kabut asap lintas batas, misalnya kita mendengar perhatian kritik dan rekomendasi dari negara Malaysia dan Singapura,
00:55termasuk suara yang berkembang di parlement negara sahabat.
01:00Kita patut menghargainya tanpa harus menerima setiap penilaian.
01:06Yang paling penting ialah melindungi warga terdampak, memperkuat pencegahan dan penegakan hukum,
01:15serta memulihkan lingkungan dan memastikan tanggung jawab pelaku usaha termasuk yang memiliki rantai kegiatan lintas negara.
01:27Kritik tidak perlu dibalas dengan ketersinggungan.
01:30Kritik perlu dijawab dengan kerja yang dapat diuji.
01:34Saya memandang sudah saatnya parlemen-parlemen Asia duduk lebih erat tidak hanya ketika terjadi krisis.
01:45Kita perlu membangun kerjasama antar parlemen untuk pencegahan bencana,
01:52keamanan, cyber, ketahanan pangan dan energi, serta penyelesaian persoalan lintas batas.
01:59Kita tidak dapat memilih tetangga, tetapi kita dapat memilih cara bertetangga.
02:06Saling menghormati, berbicara terus terang, dan mencari jalan keluar bersama.
02:14Saudara-saudara yang saya hormati,
02:16sumpah mudah juga berbicara langsung kepada kehidupan politik kita.
02:20Asal partai, fraksi, atau daerah pemilihan bukan alasan untuk menolak berdiri bersama ketika konstitusi dan keselamatan bangsa menuntutnya.
02:32Parlemen harus hadir sebagai bagian dari perjuangan memenahi tata kelolaan negara,
02:38sekaligus garda terdepan dalam membela kepentingan nasional melalui kewenangan konstitusionalnya.
02:50Terima kasih.