Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 jam yang lalu
Malaysia dan Singapura Protes Asap Karhutla, Sufmi Dasco: Kritik Tak Perlu Dibalas Ketersinggungan, Jawab dengan Kerja Nyata!

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta pemerintah Indonesia tidak merespons kritik serta protes dari Malaysia dan Singapura terkait kabut asap lintas batas dengan sikap tersinggung. Dalam pidato Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada Rabu, 28 Oktober 2026, Dasco menegaskan bahwa kritik dari negara tetangga seharusnya dijawab melalui kerja nyata yang hasilnya dapat diuji secara terbuka. Ia menilai perhatian serta rekomendasi dari parlemen negara sahabat merupakan masukan berharga yang patut dihargai sebagai bahan evaluasi penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Meski demikian, Ketua Harian Partai Gerindra ini menekankan bahwa Indonesia tidak harus menelan mentah-mentah seluruh penilaian dari pihak luar. Prioritas utama pemerintah saat ini adalah melindungi masyarakat yang terdampak pencemaran udara serta memperketat penegakan hukum terhadap pelaku usaha yang bertanggung jawab. DPR juga mendorong parlemen di kawasan ASEAN untuk duduk bersama guna membangun kerja sama lintas batas yang lebih erat dalam mencegah bencana lingkungan.

Selengkapnya dalam video di atas.

#AsapKarhutlaPicuProtesMalaysiaSingapura #DascoKritikHarusDijawabDenganKerjaNyata

Creative/Video Editor: Aqilah/Rizal
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Saudara-saudara sekalian, Indonesia harus tetap teguh pada politik luar negeri bebas aktif.
00:09Kita tidak menjadi kepanjangan tangan kepentingan negara manapun.
00:15Tetapi tidak pula menutup pintu kerjasama dan dalam pertahanan sikap defensif aktif berarti waspada,
00:25mampu mencegah ancaman dan berinisiatif secara terukur tanpa mencari permusuhan.
00:34Kita harus tegar dan tegas menjaga kedaulatan sekaligus arif menjaga perdamaian.
00:42Dalam perkara kabut asap lintas batas, misalnya kita mendengar perhatian kritik dan rekomendasi dari negara Malaysia dan Singapura,
00:55termasuk suara yang berkembang di parlement negara sahabat.
01:00Kita patut menghargainya tanpa harus menerima setiap penilaian.
01:06Yang paling penting ialah melindungi warga terdampak, memperkuat pencegahan dan penegakan hukum,
01:15serta memulihkan lingkungan dan memastikan tanggung jawab pelaku usaha termasuk yang memiliki rantai kegiatan lintas negara.
01:27Kritik tidak perlu dibalas dengan ketersinggungan.
01:30Kritik perlu dijawab dengan kerja yang dapat diuji.
01:34Saya memandang sudah saatnya parlemen-parlemen Asia duduk lebih erat tidak hanya ketika terjadi krisis.
01:45Kita perlu membangun kerjasama antar parlemen untuk pencegahan bencana,
01:52keamanan, cyber, ketahanan pangan dan energi, serta penyelesaian persoalan lintas batas.
01:59Kita tidak dapat memilih tetangga, tetapi kita dapat memilih cara bertetangga.
02:06Saling menghormati, berbicara terus terang, dan mencari jalan keluar bersama.
02:14Saudara-saudara yang saya hormati,
02:16sumpah mudah juga berbicara langsung kepada kehidupan politik kita.
02:20Asal partai, fraksi, atau daerah pemilihan bukan alasan untuk menolak berdiri bersama ketika konstitusi dan keselamatan bangsa menuntutnya.
02:32Parlemen harus hadir sebagai bagian dari perjuangan memenahi tata kelolaan negara,
02:38sekaligus garda terdepan dalam membela kepentingan nasional melalui kewenangan konstitusionalnya.
02:50Terima kasih.

Dianjurkan