00:00Saya akan jelaskan sampai dengan 100 hari ini dari mulai kami dilantik itu kami telah mengembalikan atau telah membuat efisiensi
00:10anggaran pertama setelah kita hitung lagi dari 268 triliun yang dialokasikan kepada BGN setelah kami hitung kemudian kami hitung kami
00:24rasa kami cukup dengan 229 triliun.
00:28Sehingga ada 38 triliun yang kemudian anggaranya kami kembalikan kekas negara itu nomor satu.
00:36Jadi dari anggaran gelondongan itu kemudian ada yang 38 yang kita dari awal udah begitu kami dilantik kami kemudian kami
00:44kembalikan.
00:44Yang berikutnya adalah dahulu itu dapur nih kita kembalikan 38 kemudian dahulu nah dahulu dapur itu berapapun dia ngasih makan
00:59berapapun ompreng dia sediakan itu dibayar 6 juta.
01:03Nah sementara bapak ibu semua saya yakin paham satu porsi ompreng itu 15 ribu betul gak?
01:1210 ribunya bahan baku, 3 ribunya operasional dan 2 ribunya adalah insentif.
01:18Yang jadi kenyataan itu ternyata kalau 2 ribu dikali 3 ribu ompreng barulah 6 juta.
01:24Itulah kenapa 6 juta karena idealnya satu dapur 3 ribu porsi, ya kan?
01:30Ini gak ngelayani 500, ngelayani 700, ngelayani 1000, 1200 dibayar 6 juta.
01:38Artinya insentifnya bukan 2 ribu lagi kalau 1 ribu ompreng, 6 ribu pemborosan anggaran negara.
01:44Maka kami telah mengeluarkan di tanggal 5 Oktober yang lalu kami kembalikan dari 6 juta flat berapapun omprengnya 6 juta,
01:53kami kembalikan ke 2 ribu dan berapa yang dihemat dari situ adalah sekitar 2,5 sampai dengan 3 triliun
02:01sampai dengan akhir tahun kami selamatkan, kami hemat anggaran negara itu.
02:08Nah yang kedua adalah efisiensi dana operasional dapur.
02:14Saya jelaskan lagi, 10 ribu bahan baku, 2 ribu adalah insentif, udah kami kembalikan dari 6 juta jadi 2 ribu,
02:22udah fine.
02:22Ternyata kami cek lagi, yang 3 ribu itu ternyata pimpinan lama bikin aturannya 3 ribu at cost.
02:32Artinya 3 ribu plus sewa ini, plus ini, plus label, plus macam-macam dia claim semua.
02:41Itu ternyata enggak 3 ribu, rata-rata di 4.500 sampai 5 ribu ternyata, pemborosan lagi.
02:50Maka hari ini, hari ini tadi pagi saya udah taken aturan baru untuk dana operasional itu adalah up to maksimal
03:013 ribu.
03:02Jadi tidak boleh lebih dari 3 ribu.
03:04Maka selisihnya, dikalikan dengan sisa hari sampai dengan akhir tahun, dikalikan jumlah yang kita kasih makan,
03:12maka penghematannya sekitar 3 triliun lagi kita bisa hemat lagi.
03:18Saya pikir-pikir ya, ini kayak mungkin dulu dipikir uang nenek dia kali ya.
03:22Enggak ngerti juga ini.
03:25Sehingga kalau diterus-teruskan Bapak-Ibu semua, ini APBN habis untuk operasional bukan untuk nasi, bukan untuk menunya.
03:32Ini unacceptable, harus dihentikan.
03:35Kemudian tadi disampaikan saldo fee efektif tadi, dia dapurnya belum beroperasi tapi sudah ada rekeningnya sama pimpinan lama diisi.
03:44Totalnya adalah sekitar 414 atau kira-kira hampir 500 miliar atau setengah triliun.
03:50Jadi total yang kita efisiensi dari uang rakyat adalah dalam waktu 100 hari ini kami telah mengefisi uang rakyat totalnya
03:58adalah 44 triliun.
04:03Apakah kami hentikan? Kami terus, kami sisir.
04:07Terakhir kami temukan kemarin beberapa temuan BPK, ditambah temuan BPK, kemudian rekomendasi BPK-AP, termasuk temuan-temuan kami juga.
04:16Kami juga telah mengembalikan tambahan 160 miliar anggaran APBN yang kemudian menjadi temuan-temuan itu kami kembalikan kekas negara.
04:26Jadi setiap rupiah ini adalah uang rakyat yang harus bisa dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya.
04:33Nah ini beberapa berita saja, yaitu yang paling kanan ya, kembalikan 160 miliar kekas negara, tindak lanjuti temuan BPK dan
04:44BPKP dan lain-lain itu.
04:45Ini terus kita sisir lagi, karena ini bukan uang nenek saya, ini adalah uang rakyat yang harus dengan betul-betul
04:53bisa dipertanggungjawabkan.
04:54Terima kasih telah menonton!