00:00Awalnya yang berubat ke layanan kesehatan ada sekitar 40, kemudian turun jadi 27, kemudian turun jadi 14, kalau nggak salah
00:09ada 14 terakhir ya.
00:11Yang di Rautinam mungkin sekitar, seperti tadi malam itu sekitar sembilanan gitu sisanya observasi.
00:17Intinya, satu, ya saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh kepala daerah atas penanganan yang prima ya.
00:25Intinya, ya statistik itu istatistik, tapi yang paling utama adalah kesehatan, nyawa dan kesehatan siapapun itu penting.
00:37Sangat amat penting, karena nyawa dan kesehatan seseorang yang seseorang itu adalah anggota keluarga dari sebuah keluarga,
00:45anak dari pasangan orang tua, saudara dari manusia yang lain dan sebagainya.
00:50Sehingga kami memastikan apapun yang kami lakukan sampai dengan hari ini adalah memastikan standar keamanan pangannya.
00:59Termasuk rantai pasoknya juga, tadi sudah kami sampaikan, rantai pasok terhadap bahan bakunya juga harus benar.
01:07Ada beberapa temuan Pak Menteri, itu adalah sebetulnya kan dapur SPPG ini oleh negara sudah dijamin bahwa tidak akan rugi.
01:16Tidak bisa untung gede, tapi tidak rugi, karena dijamin ada insentif Rp2.000 perompreng.
01:23Hanya memang ada oknum-oknum yang kemudian ingin untungnya gede-gede.
01:29Dengan kemudian membeli bahan baku yang standarnya rendah, kemudian marka baku dan lain sebagainya.
01:37Nah ini menjadi perhatian kami. Termasuk beberapa dugaan, termasuk yang di Cerebon dan juga yang di Bobor ini adalah
01:45bagaimana dapur itu membeli bahan makanannya itu, itu bukan mentah tapi sudah barang jadi.
01:52Yang di Cerebon itu dia beli telur puyuh sudah dalam bentuk matang dan sudah terkelupas.
01:58Itu kan tidak bisa kita kendalikan, dia masak telur puyuhnya direbus kapan, dikupas kapan, disimpan di mana, yang kupas siapa,
02:07tangannya kotor, tidak kotor, pakai APD dan lain sebagainya, tidak bisa kita pastikan.
02:12Dan ini diulangi kemungkinan yang di Bobor ini adalah karena dia beli bumbu kacang sateknya itu barang jadi.
02:19Bumbunya itu diulang kapan oleh siapa, di mana, kapan, bersih, tidak bersih, tidak bisa dipastikan.
02:25Nah ini saya lagi kita periksa, saya sebagai kepala BGN, sekali lagi, terkait nyawa dan kesehatan seseorang tidak main-main.
02:34Siapapun pemilik dapur saya tidak peduli, selama dia membahayakan dan itu adalah kelelehan yang disengaja, harus wajib hukumnya saat tutup
02:42permanen.
02:43Jadi ini saya sedang kirimti investigasi, termasuk CCTV-nya, nyala dan seterusnya, ya kami cek.
02:49Jadi kepala dapur saya copot, kemudian ahli gisi dan ahli keuangannya saya pecat.
02:54Itu jelas, tindakan pertama. Kemudian dapur saya suspend, kita cek, kita investigasi, ada enggak kelalaian yang disengaja.
03:01Orang beli bahan makan jadi itu kelalaian yang disengaja.
03:07Nah ini beda dengan misalnya orang nyacah kol yang harusnya di meja, dia mungkin biasa di lantai, itu masih bisa
03:16kita edukasi, masih bisa kita ajari.
03:18Tapi kalau dia dengan sengaja membeli sesuatu, termasuk yang di Semarang saya sudah tutup permanen, informasi yang kami dapatkan laporan
03:25dari kepolisian adalah,
03:27dia kapasitas dapurnya kecil melayani banyak, karena enggak cukup dia outsourcing beli barang jadi dari tempat lain.
03:35Itu namanya kelalaian yang disengaja saya tutup permanen.
03:39Itu saya kira, sekali lagi saya tidak ingin main-main sama urusan nyawa dan kesehatan siapapun.
03:47MBG ini namanya makan bergisi gratis, bergisi.
03:51Jadi menyehatkan, tidak bikin orang sakit.
03:53Saya kira itu Pak Menteri.