Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Menteri ESDM Bahlil Suspek Ekspor LNG Indonesia ke Singapura Dijual Kembali ke Negara Lain

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menaruh kecurigaan terhadap alokasi ekspor gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) Indonesia yang dikirim ke Singapura.

Bahlil menduga pasokan energi tersebut tidak seluruhnya dipakai untuk kebutuhan domestik Singapura, melainkan dijual kembali (re-export) ke negara ketiga dengan harga lebih tinggi. Kondisi ini menjadi perhatian serius Kementerian ESDM dalam melakukan evaluasi tata kelola dan kontrak ekspor gas nasional.

Bahlil menegaskan bahwa prioritas utama pemanfaatan sumber daya energi harus difokuskan untuk mengamankan pasokan dan kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu demi ketahanan energi nasional.

#BahlilLahadalia #EksporLNG #Singapura

Creative/Video Editor: Icha/Evan
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Terkait dengan listrik desa, kita tahu bahwa listrik desa-desa dan dusun kita ini kan
00:07kualitasnya kita hampir 11.000 yang belum ada listriknya.
00:11Dan program tahun 2025, ya akan segera dari sini kalau dibawa persedia.
00:17Waktunya adalah waktu dekat, kemungkinan besar kita akan lakukan di Sulawesi.
00:21Jadi ada sekitar 1.413 titik yang akan diresmikan dalam waktu dekat ini.
00:30Sampai itu juga saya melaporkan kepada Bapak Presiden bahwa kesiapan peresmian pabrik baterai kerjasama si ATL dengan Antam
00:41yang satu tahun lalu digurung berikan oleh Bapak Presiden.
00:44Dalam waktu dekat akan diresmikan karena pabriknya sudah mulai produksi.
00:49Dengan demikian, maka sudah ada tiga pabrik baterai mobil kita yang ada di Indonesia.
00:56Satu yang punya Hyundai yang awal 10 giga, kemudian satunya juga yang kemarin diresmikan di Halmahera.
01:06Ini yang dilakukan oleh investor dari China.
01:09Yang ketiga adalah si ATL dengan kerjasama dengan Antam yang akan diresmikan oleh Bapak Presiden.
01:16Nah, ini artinya apa? Ekosistem baterai mobil kita ini betul-betul sudah terintegrasi antara mining, smelter, HVAL, prokursor, katoda, sama
01:27baterai sel.
01:28Mungkin tidak banyak negara yang memiliki ini.
01:31Nah, ini bagian daripada ITR untuk melakukan nilerisasi.
01:34Kanda ini kan kemarin juga, Kanda sempat mempertimbangkan untuk pangkas ekspor, NG juga ke Singapura.
01:40Kalau misalnya ini, perkembangannya sudah sejauh mana sih?
01:42Iya, nanti kita lihat perkembangan lah ya.
01:46Kan kita harus memprioritaskan kepentingan domestik kita.
01:50Tapi kalau domestik kita sudah cukup, saya pikir kita harus juga mengirim ekspor ke negara lain.
01:57Pak, tadi diberi masalah BEM Singapura sama Presiden.
02:04Itu katanya disinggung juga soal gas, Pak, dari pertemuan itu.
02:07Saya tidak tahu ya kemarin pembicaraannya seperti apa, karena saya tidak ada di dalam pertemuan itu dengan Menlo ya.
02:15Tapi nggak dibahas berarti gitu.
02:16Saya tadi, ya sepintas lalu aja ya.
02:19Sepintasnya apa, Pak?
02:21Ya sepintasnya bahwa dia datang.
02:24Sepintas lalu itu adalah Menlo-nya datang,
02:29minta waktu untuk menghadap Bapak Presiden.
02:33Dan Bapak Presiden memberikan waktu.
02:36Kemarin kan sudah ketemu.
02:38Kerang gasnya dibuka lagi ya, Pak?
02:39Apa itu?
02:40Kerang gasnya dibuka lagi ya, Pak?
02:42Nah, kerang gas yang kita kirim itu kan totalnya ke Singapura itu
02:49409,5 mm.
02:51Itu gas pipa dari Natuna dan dari Jataran Sumatera.
02:57Kemudian yang kita ekspor juga adalah 148 kargo.
03:02Daripada LNG.
03:04184 kargo, 148 kargo itu setara dengan 1480 mm.
03:12Itu yang kita kirim.
03:13Tapi keyakinan saya bahwa pengiriman 148 kargo itu
03:19tidak semuanya itu dipakai untuk kepentingan Singapura.
03:24Tapi sebagian dijadikan sebagai trading untuk kemudian diekspor lagi negara lain.
03:28Tapi ada sebagian pasti untuk konsumsi mereka.
03:31Nah, sekarang ini kan yang kita lakukan pemotongan sebagian itu kan
03:37adalah 31 mm dari total 409 mm dari kontrak yang ada.
03:43Dengan yang ada itu, kita belum melanggar kontrak.
03:48Karena ada batas minimum kan.
03:49Batas minimum itu belum kita lampaui.
03:53Jadi nggak ada masalah ya.
03:55Karena soal impor BBM, terus minyak mentah sama LPG satu pintu belu ini kan
04:00kalau misalnya dari sisi urgensinya apa sih?
04:02Apakah lebih murah kalau misalnya versi G7?
04:06Dengan perpres 107 tentang babak baru daripada sistem pengadaan BBM,
04:14CRUD, LPG, itu artinya apa?
04:17Sekarang negara yang di depan.
04:20Jadi nggak ada lagi perusahaan-perusahaan cangkang yang 30 lebih itu.
04:23Nggak ada lagi.
04:24Jadi sekarang pemerintah langsung melakukan lobby,
04:28deal dengan negara lain yang mempunyai sumber energi.
04:32Dengan demikian, saya yakinkan bahwa ini memang kas prosedur yang begitu panjang.
04:38Kemudian kita bisa melakukan kontrak jangka panjang.
04:41Dan yang ketiga, ini menjadi alat komunikasi dalam konteks bilateral antara negara-negara.
04:50Ya, contoh kalau kita membeli LPG dari Amerika.
04:57Dan selama ini, ya silahkan.
05:00Itu yang nanti negara akan melakukan komunikasi dengan Amerika.
05:03Ya, berarti bisa.
05:07Lagi transisi.
05:08Lagi transisi sekarang.
05:10Kita lagi transisi untuk membenahi agar betul-betul kejadiannya itu lebih baik ya.
05:20Terima kasih telah menonton!

Dianjurkan