00:00Terkait dengan listrik desa, kita tahu bahwa listrik desa-desa dan dusun kita ini kan
00:07kualitasnya kita hampir 11.000 yang belum ada listriknya.
00:11Dan program tahun 2025, ya akan segera dari sini kalau dibawa persedia.
00:17Waktunya adalah waktu dekat, kemungkinan besar kita akan lakukan di Sulawesi.
00:21Jadi ada sekitar 1.413 titik yang akan diresmikan dalam waktu dekat ini.
00:30Sampai itu juga saya melaporkan kepada Bapak Presiden bahwa kesiapan peresmian pabrik baterai kerjasama si ATL dengan Antam
00:41yang satu tahun lalu digurung berikan oleh Bapak Presiden.
00:44Dalam waktu dekat akan diresmikan karena pabriknya sudah mulai produksi.
00:49Dengan demikian, maka sudah ada tiga pabrik baterai mobil kita yang ada di Indonesia.
00:56Satu yang punya Hyundai yang awal 10 giga, kemudian satunya juga yang kemarin diresmikan di Halmahera.
01:06Ini yang dilakukan oleh investor dari China.
01:09Yang ketiga adalah si ATL dengan kerjasama dengan Antam yang akan diresmikan oleh Bapak Presiden.
01:16Nah, ini artinya apa? Ekosistem baterai mobil kita ini betul-betul sudah terintegrasi antara mining, smelter, HVAL, prokursor, katoda, sama
01:27baterai sel.
01:28Mungkin tidak banyak negara yang memiliki ini.
01:31Nah, ini bagian daripada ITR untuk melakukan nilerisasi.
01:34Kanda ini kan kemarin juga, Kanda sempat mempertimbangkan untuk pangkas ekspor, NG juga ke Singapura.
01:40Kalau misalnya ini, perkembangannya sudah sejauh mana sih?
01:42Iya, nanti kita lihat perkembangan lah ya.
01:46Kan kita harus memprioritaskan kepentingan domestik kita.
01:50Tapi kalau domestik kita sudah cukup, saya pikir kita harus juga mengirim ekspor ke negara lain.
01:57Pak, tadi diberi masalah BEM Singapura sama Presiden.
02:04Itu katanya disinggung juga soal gas, Pak, dari pertemuan itu.
02:07Saya tidak tahu ya kemarin pembicaraannya seperti apa, karena saya tidak ada di dalam pertemuan itu dengan Menlo ya.
02:15Tapi nggak dibahas berarti gitu.
02:16Saya tadi, ya sepintas lalu aja ya.
02:19Sepintasnya apa, Pak?
02:21Ya sepintasnya bahwa dia datang.
02:24Sepintas lalu itu adalah Menlo-nya datang,
02:29minta waktu untuk menghadap Bapak Presiden.
02:33Dan Bapak Presiden memberikan waktu.
02:36Kemarin kan sudah ketemu.
02:38Kerang gasnya dibuka lagi ya, Pak?
02:39Apa itu?
02:40Kerang gasnya dibuka lagi ya, Pak?
02:42Nah, kerang gas yang kita kirim itu kan totalnya ke Singapura itu
02:49409,5 mm.
02:51Itu gas pipa dari Natuna dan dari Jataran Sumatera.
02:57Kemudian yang kita ekspor juga adalah 148 kargo.
03:02Daripada LNG.
03:04184 kargo, 148 kargo itu setara dengan 1480 mm.
03:12Itu yang kita kirim.
03:13Tapi keyakinan saya bahwa pengiriman 148 kargo itu
03:19tidak semuanya itu dipakai untuk kepentingan Singapura.
03:24Tapi sebagian dijadikan sebagai trading untuk kemudian diekspor lagi negara lain.
03:28Tapi ada sebagian pasti untuk konsumsi mereka.
03:31Nah, sekarang ini kan yang kita lakukan pemotongan sebagian itu kan
03:37adalah 31 mm dari total 409 mm dari kontrak yang ada.
03:43Dengan yang ada itu, kita belum melanggar kontrak.
03:48Karena ada batas minimum kan.
03:49Batas minimum itu belum kita lampaui.
03:53Jadi nggak ada masalah ya.
03:55Karena soal impor BBM, terus minyak mentah sama LPG satu pintu belu ini kan
04:00kalau misalnya dari sisi urgensinya apa sih?
04:02Apakah lebih murah kalau misalnya versi G7?
04:06Dengan perpres 107 tentang babak baru daripada sistem pengadaan BBM,
04:14CRUD, LPG, itu artinya apa?
04:17Sekarang negara yang di depan.
04:20Jadi nggak ada lagi perusahaan-perusahaan cangkang yang 30 lebih itu.
04:23Nggak ada lagi.
04:24Jadi sekarang pemerintah langsung melakukan lobby,
04:28deal dengan negara lain yang mempunyai sumber energi.
04:32Dengan demikian, saya yakinkan bahwa ini memang kas prosedur yang begitu panjang.
04:38Kemudian kita bisa melakukan kontrak jangka panjang.
04:41Dan yang ketiga, ini menjadi alat komunikasi dalam konteks bilateral antara negara-negara.
04:50Ya, contoh kalau kita membeli LPG dari Amerika.
04:57Dan selama ini, ya silahkan.
05:00Itu yang nanti negara akan melakukan komunikasi dengan Amerika.
05:03Ya, berarti bisa.
05:07Lagi transisi.
05:08Lagi transisi sekarang.
05:10Kita lagi transisi untuk membenahi agar betul-betul kejadiannya itu lebih baik ya.
05:20Terima kasih telah menonton!