00:00Di tengah rencana Amerika Serikat yang berencana menyerang Iran usai pemilu setelah awal November nanti,
00:0610 pesawat angkut militer AS dikabarkan mendarat di pangkalan udara di wilayah Israel Selatan.
00:12Laporan yang disampaikan media Turki Anadolu Agency menyebut sejumlah pesawat militer AS lainnya
00:18juga telah dikirim ke pangkalan militer di Jordania, Arab Saudi dan Qatar.
00:23Dalam pernyataan terbarunya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan akan segera menyelesaikan perang dengan Iran.
00:41Ancabat yang dilontarkan Amerika Serikat juga berbarengan dengan diplomasi yang dilancarkan Wakil Presiden AS, C.D. Fens.
00:49Fens mengirimkan surat ke Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezai.
00:55Namun, Ketua Parlemen Iran Mohamed Bager Khalibaf menegaskan pendekatan yang dilakukan Amerika Serikat tak akan berarti,
01:02kecuali sejumlah syarat yang diajukan Iran terpenuhi.
01:06Lewat situs media sosial ex, Khalibaf mengatakan,
01:10kondisi-kondisi yang diajukan Iran telah berulang kali dan secara tegas disampaikan kepada para mediator.
01:16Pendekatan dengan memberikan iming-iming sekaligus tekanan tidak akan mempengaruhi Iran.
01:20Kemajuan hanya dapat dicapai apabila tujuh syarat yang diajukan Iran telah disepakati.
01:26Di tengah meningkatnya aktivitas militer dan upaya diplomasi, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih terus berlanjut.
01:33Kini, dunia menanti. Apakah jalur diplomasi mampu meredakan konflik atau kawasan timur tengah kembali dihadapkan pada kemungkinan konfrontasi militer yang
01:43lebih luas?
01:46Iran tak guberi surat yang dikirim jadi fans, sementara AS sudah kerahkan 10 pesawat tempur ke Israel.
01:52Apakah ini semakin mempertegas?
01:54Akan ada perang lanjutan antara Amerika Serikat dengan Iran?
01:58Untuk membahasnya, surah.
02:00Kita sudah bersama dengan peneliti Asia Middle East, senter Pizarro Gozali.
02:04Selamat malam, Mas Pizarro.
02:07Selamat malam, Mas Ibrahim.
02:08Ini bicara soal surat dulu nih, jadi sampai saat ini belum ada balasan dari Iran surat yang dikirim oleh J
02:16.D.Fans.
02:16Apakah ini indikasi Iran masih tak percaya Amerika Serikat?
02:21Iya, ini kan Iran ngebacanya. Kenapa belum ngebalas?
02:24Karena ini demi pencitraan elektoral Donald Trump.
02:28Karena ini kan diberikan kepada Iran, itu kan hanya tinggal beberapa hari menuju 3 November gitu.
02:33Trump ingin juga memperbaiki citraannya bahwa dia itu tidak mengingat eskalasi perang yang besar,
02:38dia tetap mencari jalan negosiatif gitu ya.
02:40Karena di Amerika sekarang, hanya 30% warga Amerika Serikat yang menunjui perang Donald Trump ke Timur Tengah.
02:47Tentu ini akan berdampak kepada elektoral Partai Republik yang hanya beberapa hari lagi akan bertarung dengan Partai Demokrat di pemilu
02:54setelah nanti.
02:55Dan kita mengetahui surat terakhir, diprediksi Partai Demokrat itu akan memenangkan pertarungan.
03:00Jadi saya kira itu yang dimainkan oleh Donald Trump.
03:02Kedua, memang kenapa Iran tidak mau ngebalas dia?
03:05Karena yang memberikan hanya defense gitu.
03:08Problematikanya, GDF memang wakil Presiden Amerika Serikat ya.
03:11Tetapi dalam sejarahnya, dia tidak punya pengaruh yang begitu banyak untuk bisa menekan Donald Trump,
03:16menekan pemerintah Amerika Serikat untuk menghentikan perang kepada Iran.
03:19Kan terbukti dalam satu tahun terakhir, dua kali perang itu terjadi di ada invasi Amerika Serikat kepada Iran.
03:26Kemudian kita lihat deh, pola itu hampir sama.
03:27Dulu Juni itu, GDF itu maju memberikan MOU kepada Iran untuk menyempakati perdamaian.
03:33Tetapi kemudian, implementasi di lapangan itu malah diambil oleh Marco Rubio, Menteri Luar Negerinya.
03:38Dan nggak lama kemudian, Amerika Serikat terus akhirnya melakukan serangan kembali kepada Iran.
03:43Iran ini ada trauma gitu, ada trauma di Javu.
03:46Bukan tidak mungkin, ini polanya akan sama nih, GDF maju, tetapi nanti pengambil keputusan itu Marco Rubio.
03:52Dan kemudian terjadi peperangan lagi gitu ya.
03:54Karena kenapa?
03:55Ketuk palu ya, poli terakhir dalam perang yang ada di Amerika Serikat, itu ada di tangan Donald Trump.
04:00Bukan di tangan GDF gitu ya.
04:01Ini yang kemudian, kenapa Iran itu belum membalas surat dari Amerika Serikat sampai sekarang.
04:06Rezae tak menggubrisnya surat dari GDF,
04:10tetapi Galibab menyinggung nih, soal tekanan dan juga ancaman AS ini di media sosialnya.
04:17Sudah dikatakan ini adalah syarat Iran.
04:20Artinya, memang tak mau damai nih, tak bisa damai keduanya ini.
04:24Iya, sebenarnya Iran itu bukannya menolak damai Ibrahim.
04:28Dia mau berdamai, tetapi dia juga mendapatkan keuntungan.
04:30Dia nggak mau perspektif perdamaian itu hanya didefinisikan oleh Donald Trump gitu.
04:35Makanya kan mengundangkan Galibab, itu kan kembali mempertegas.
04:38Sekarang kita punya syarat nih, tujuh syarat,
04:40kalau kita bener-bener masuk ke penjabat perundingan,
04:42cabut dulu tuh blok oda Amerika Serikat,
04:44cabut sanksi ekonomi, sanksi minyak kepada Iran ya,
04:47kemudian berikan kompensasi kepada Iran.
04:50Saya kira itu kan batas merah mereka untuk masuk ke negosiasi.
04:54Karena kalau kemudian Iran masuk ke negosiasi,
04:56tanpa ada tadi syarat-syarat ini,
04:58dia dianggap kalah di depan Amerika Serikat.
05:00Dia juga akan dianggap lemek oleh masyarakat di Iran gitu.
05:03Makanya kemudian Galibab kemudian mengetuk palu,
05:06kalau Anda mau negosiasi sama kami, ini tujuh syaratnya seperti itu ya.
05:09Dan kemudian Iran juga nggak percaya,
05:11kok memberikan surat ingin negosiasi,
05:13tapi di sisi lain ada pengerahan pesawat tempur,
05:16ada pengerahan jet-jet tempur,
05:18ada pengerahan kapal-kapal tempur.
05:19Ini kan dibaca sama Iran,
05:21ah ini sebenarnya cuma dia akalan doang nih,
05:23dia seolah-olah ingin negosiasi,
05:24tetapi di belakang layar,
05:26dia sedang mempersiapkan serangan besar-besaran kepada Iran
05:29pas ke pemilu Ibrahim.
05:30Mungkin beberapa hari setelah pemilu,
05:32atau bahkan seminggu setelah pemilu,
05:33tapi yang jelas sudah cukup banyak bukti
05:36bahwa Amerika Serikat akan kembali melakukan serangan kepada Iran
05:39pas ke 3 November nanti.
05:41Mau Trump menang, mau Trump kalah,
05:43itu akan dilakukan oleh gedung putih.
05:45Itu indikasi yang hanya dibaca oleh Iran,
05:48atau memang pada kenyataannya
05:50banyak simbol-simbol tanda Amerika Serikat
05:53siap kembali melakukan serangan?
05:56Itu musayah bukan hanya pesan yang dibaca oleh Iran,
05:59negara-negara teluk pun juga sudah punya perspektif yang sama Ibrahim.
06:02Maka kan kenapa kemarin aliansi Mekah,
06:05Pakistan, Turki, Saudi,
06:07kan tiba-tiba mengunjungi Teheran.
06:08Itu kan tidak bisa kita baca.
06:10Ini cuma bagaimana cara Saudi menekan Iran
06:13agar bisa mempengaruhi Houthi,
06:15tidak lagi menyerang Riyad.
06:16Tetapi pesannya juga ingin disampaikan oleh Turki dan Pakistan
06:19yang memiliki akses komunikasi kepada Washington
06:21untuk kemudian menahan diri,
06:24mencari jalan-jalan diplomasi dan negosiasi.
06:26Dan ada kesepakatan kecilah di antara keempat negara ini
06:28untuk kemudian mendeeskalasi kekerasan
06:30atau mengantisipasi serangan yang akan dilakukan oleh Amerika Serikat.
06:33Jadi ini pesan tidak hanya dibaca oleh Iran,
06:36ini pesan juga dibaca oleh teluk.
06:37Karena kan tadi kapal pengangkut militernya Amerika Serikat
06:42itu kan sudah datang ke Tel Aviv,
06:44itu kan sudah mempersiapkan fasilitas militer di Israel.
06:47Kalau kemudian negosiasi ini buntu Ibrahim,
06:50diplomasi ini tidak berjalan baik,
06:51ini bukan tidak mungkin opsi untuk melakukan serangan ke Iran
06:55akan dilakukan oleh Donald Trump pasca pemilu.
06:58Apalagi kalau kemudian Donald Trump kalah gitu ya.
07:01Ini akan semakin memperkuat Donald Trump
07:03untuk melakukan serangan kepada Iran kayak gitu.
07:05Karena dia sudah tidak punya batasan politik lagi.
07:07Dia sudah kalah, saya tidak ada beban apa lagi.
07:09Mas Pizarro,
07:10tadi berita yang terbarunya,
07:12Iran mencegat dan bahkan menangkap drone mata-mata AS.
07:16Artinya ini semakin meneguhkan.
07:19Iran tak percaya karena di saat jeda seperti ini pun
07:22masih dimata-matai.
07:23Dan Iran juga tampaknya masih tangguh nih tampaknya.
07:26Betul.
07:26Ini kan yang akhirnya di-intercept sama Iran,
07:29MPM-170.
07:30Ini drone pengintai Ibrahim gitu ya.
07:32Karena Amerika Serikat ini rencananya
07:34akan melakukan serangan itu ke fasilitas energinya Iran.
07:37Kenapa kok ke fasilitas energi,
07:38nggak fasilitas militer?
07:40Karena Amerika Serikat menilai
07:41drone-drone Iran masih bisa beraktifitas,
07:44rudal balitsingnya masih bisa kemudian melakukan peluncuran.
07:47Itu karena fasilitas energi itu masih ada Ibrahim.
07:49Makanya MPM-170 ini,
07:51itu dilakukan khusus untuk mengintai,
07:53memantau sistem radar Iran,
07:54sistem pertahanan udara Iran,
07:56untuk dia mengumpulkan bukti,
07:58hingga kemudian pada hari ketika terjadi serangan,
08:01dia akan dengan leluasa
08:02menilai fasilitas energi yang milik Iran gitu.
08:04Makanya kemudian di-intercept sama Iran,
08:05dan ini membuktikan Iran memang masih bisa
08:07memiliki sistem pertahanan udara
08:09untuk mengendalikan sistem drone-nya milik Amerika Serikat gitu.
08:12Jadi, saya kira ini dalam situasi panas Ibrahim,
08:14sangat mengkhawatirkan,
08:16bukan tidak mungkin beberapa hari ke depan,
08:17kita akan melihat,
08:18kalau sekali lagi ya,
08:19negosiasi buntu,
08:20diplomasi gagal,
08:21akan kembali pecah perang.
08:23Epic, fury, jilid kedua Ibrahim.
08:25Pekan depan,
08:26karena Pemilu Sola Amerika Serikat,
08:27pekan depan kita nantikan.
08:29Terima kasih.
08:29Untuk ulasannya,
08:30peneliti Asia Middle East Center,
08:32Pizarro Gozali di program Kepas Malam hari ini.