Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Ketegangan Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat. Situasi ini terjadi di tengah laporan rencana serangan lanjutan AS terhadap Iran setelah pemilu sela pada awal November mendatang.

Media Turki, Anadolu Ajansi, melaporkan 10 pesawat angkut militer AS mendarat di pangkalan udara Israel selatan. Sejumlah pesawat militer lainnya juga dilaporkan dikirim ke pangkalan di Yordania, Arab Saudi, dan Qatar. Hingga kini, AS belum mengonfirmasi secara langsung pengerahan tersebut.

Di tengah perkembangan militer itu, Wakil Presiden AS JD Vance dilaporkan mengirim surat kepada pejabat keamanan Iran, Mohsen Rezaei. Iran mengonfirmasi telah menerima pesan tersebut, tetapi belum memberikan tanggapan. Presiden Donald Trump menyatakan komunikasi itu berkaitan dengan bantuan pasokan medis, bukan untuk memulai kembali perundingan damai.

Sementara itu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa kemajuan hanya dapat dicapai jika tujuh syarat yang diajukan Teheran dipenuhi.

Lantas, apakah pengerahan militer AS menandakan kemungkinan serangan lanjutan terhadap Iran, atau jalur diplomasi masih terbuka? Simak pembahasannya bersama peneliti Asia Middle East Center, Pizaro Gozali.

#iran #amerika #israel #perang #timteng

Baca Juga AS Kerahkan 10 Pesawat Militer ke Israel, Bersiap Kemungkinan Serang Iran di https://www.kompas.tv/internasional/698841/as-kerahkan-10-pesawat-militer-ke-israel-bersiap-kemungkinan-serang-iran

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/698938/as-iran-memanas-perang-berlanjut-ini-kata-peneliti-timur-tengah-kompas-malam
Transkrip
00:00Di tengah rencana Amerika Serikat yang berencana menyerang Iran usai pemilu setelah awal November nanti,
00:0610 pesawat angkut militer AS dikabarkan mendarat di pangkalan udara di wilayah Israel Selatan.
00:12Laporan yang disampaikan media Turki Anadolu Agency menyebut sejumlah pesawat militer AS lainnya
00:18juga telah dikirim ke pangkalan militer di Jordania, Arab Saudi dan Qatar.
00:23Dalam pernyataan terbarunya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan akan segera menyelesaikan perang dengan Iran.
00:41Ancabat yang dilontarkan Amerika Serikat juga berbarengan dengan diplomasi yang dilancarkan Wakil Presiden AS, C.D. Fens.
00:49Fens mengirimkan surat ke Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezai.
00:55Namun, Ketua Parlemen Iran Mohamed Bager Khalibaf menegaskan pendekatan yang dilakukan Amerika Serikat tak akan berarti,
01:02kecuali sejumlah syarat yang diajukan Iran terpenuhi.
01:06Lewat situs media sosial ex, Khalibaf mengatakan,
01:10kondisi-kondisi yang diajukan Iran telah berulang kali dan secara tegas disampaikan kepada para mediator.
01:16Pendekatan dengan memberikan iming-iming sekaligus tekanan tidak akan mempengaruhi Iran.
01:20Kemajuan hanya dapat dicapai apabila tujuh syarat yang diajukan Iran telah disepakati.
01:26Di tengah meningkatnya aktivitas militer dan upaya diplomasi, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih terus berlanjut.
01:33Kini, dunia menanti. Apakah jalur diplomasi mampu meredakan konflik atau kawasan timur tengah kembali dihadapkan pada kemungkinan konfrontasi militer yang
01:43lebih luas?
01:46Iran tak guberi surat yang dikirim jadi fans, sementara AS sudah kerahkan 10 pesawat tempur ke Israel.
01:52Apakah ini semakin mempertegas?
01:54Akan ada perang lanjutan antara Amerika Serikat dengan Iran?
01:58Untuk membahasnya, surah.
02:00Kita sudah bersama dengan peneliti Asia Middle East, senter Pizarro Gozali.
02:04Selamat malam, Mas Pizarro.
02:07Selamat malam, Mas Ibrahim.
02:08Ini bicara soal surat dulu nih, jadi sampai saat ini belum ada balasan dari Iran surat yang dikirim oleh J
02:16.D.Fans.
02:16Apakah ini indikasi Iran masih tak percaya Amerika Serikat?
02:21Iya, ini kan Iran ngebacanya. Kenapa belum ngebalas?
02:24Karena ini demi pencitraan elektoral Donald Trump.
02:28Karena ini kan diberikan kepada Iran, itu kan hanya tinggal beberapa hari menuju 3 November gitu.
02:33Trump ingin juga memperbaiki citraannya bahwa dia itu tidak mengingat eskalasi perang yang besar,
02:38dia tetap mencari jalan negosiatif gitu ya.
02:40Karena di Amerika sekarang, hanya 30% warga Amerika Serikat yang menunjui perang Donald Trump ke Timur Tengah.
02:47Tentu ini akan berdampak kepada elektoral Partai Republik yang hanya beberapa hari lagi akan bertarung dengan Partai Demokrat di pemilu
02:54setelah nanti.
02:55Dan kita mengetahui surat terakhir, diprediksi Partai Demokrat itu akan memenangkan pertarungan.
03:00Jadi saya kira itu yang dimainkan oleh Donald Trump.
03:02Kedua, memang kenapa Iran tidak mau ngebalas dia?
03:05Karena yang memberikan hanya defense gitu.
03:08Problematikanya, GDF memang wakil Presiden Amerika Serikat ya.
03:11Tetapi dalam sejarahnya, dia tidak punya pengaruh yang begitu banyak untuk bisa menekan Donald Trump,
03:16menekan pemerintah Amerika Serikat untuk menghentikan perang kepada Iran.
03:19Kan terbukti dalam satu tahun terakhir, dua kali perang itu terjadi di ada invasi Amerika Serikat kepada Iran.
03:26Kemudian kita lihat deh, pola itu hampir sama.
03:27Dulu Juni itu, GDF itu maju memberikan MOU kepada Iran untuk menyempakati perdamaian.
03:33Tetapi kemudian, implementasi di lapangan itu malah diambil oleh Marco Rubio, Menteri Luar Negerinya.
03:38Dan nggak lama kemudian, Amerika Serikat terus akhirnya melakukan serangan kembali kepada Iran.
03:43Iran ini ada trauma gitu, ada trauma di Javu.
03:46Bukan tidak mungkin, ini polanya akan sama nih, GDF maju, tetapi nanti pengambil keputusan itu Marco Rubio.
03:52Dan kemudian terjadi peperangan lagi gitu ya.
03:54Karena kenapa?
03:55Ketuk palu ya, poli terakhir dalam perang yang ada di Amerika Serikat, itu ada di tangan Donald Trump.
04:00Bukan di tangan GDF gitu ya.
04:01Ini yang kemudian, kenapa Iran itu belum membalas surat dari Amerika Serikat sampai sekarang.
04:06Rezae tak menggubrisnya surat dari GDF,
04:10tetapi Galibab menyinggung nih, soal tekanan dan juga ancaman AS ini di media sosialnya.
04:17Sudah dikatakan ini adalah syarat Iran.
04:20Artinya, memang tak mau damai nih, tak bisa damai keduanya ini.
04:24Iya, sebenarnya Iran itu bukannya menolak damai Ibrahim.
04:28Dia mau berdamai, tetapi dia juga mendapatkan keuntungan.
04:30Dia nggak mau perspektif perdamaian itu hanya didefinisikan oleh Donald Trump gitu.
04:35Makanya kan mengundangkan Galibab, itu kan kembali mempertegas.
04:38Sekarang kita punya syarat nih, tujuh syarat,
04:40kalau kita bener-bener masuk ke penjabat perundingan,
04:42cabut dulu tuh blok oda Amerika Serikat,
04:44cabut sanksi ekonomi, sanksi minyak kepada Iran ya,
04:47kemudian berikan kompensasi kepada Iran.
04:50Saya kira itu kan batas merah mereka untuk masuk ke negosiasi.
04:54Karena kalau kemudian Iran masuk ke negosiasi,
04:56tanpa ada tadi syarat-syarat ini,
04:58dia dianggap kalah di depan Amerika Serikat.
05:00Dia juga akan dianggap lemek oleh masyarakat di Iran gitu.
05:03Makanya kemudian Galibab kemudian mengetuk palu,
05:06kalau Anda mau negosiasi sama kami, ini tujuh syaratnya seperti itu ya.
05:09Dan kemudian Iran juga nggak percaya,
05:11kok memberikan surat ingin negosiasi,
05:13tapi di sisi lain ada pengerahan pesawat tempur,
05:16ada pengerahan jet-jet tempur,
05:18ada pengerahan kapal-kapal tempur.
05:19Ini kan dibaca sama Iran,
05:21ah ini sebenarnya cuma dia akalan doang nih,
05:23dia seolah-olah ingin negosiasi,
05:24tetapi di belakang layar,
05:26dia sedang mempersiapkan serangan besar-besaran kepada Iran
05:29pas ke pemilu Ibrahim.
05:30Mungkin beberapa hari setelah pemilu,
05:32atau bahkan seminggu setelah pemilu,
05:33tapi yang jelas sudah cukup banyak bukti
05:36bahwa Amerika Serikat akan kembali melakukan serangan kepada Iran
05:39pas ke 3 November nanti.
05:41Mau Trump menang, mau Trump kalah,
05:43itu akan dilakukan oleh gedung putih.
05:45Itu indikasi yang hanya dibaca oleh Iran,
05:48atau memang pada kenyataannya
05:50banyak simbol-simbol tanda Amerika Serikat
05:53siap kembali melakukan serangan?
05:56Itu musayah bukan hanya pesan yang dibaca oleh Iran,
05:59negara-negara teluk pun juga sudah punya perspektif yang sama Ibrahim.
06:02Maka kan kenapa kemarin aliansi Mekah,
06:05Pakistan, Turki, Saudi,
06:07kan tiba-tiba mengunjungi Teheran.
06:08Itu kan tidak bisa kita baca.
06:10Ini cuma bagaimana cara Saudi menekan Iran
06:13agar bisa mempengaruhi Houthi,
06:15tidak lagi menyerang Riyad.
06:16Tetapi pesannya juga ingin disampaikan oleh Turki dan Pakistan
06:19yang memiliki akses komunikasi kepada Washington
06:21untuk kemudian menahan diri,
06:24mencari jalan-jalan diplomasi dan negosiasi.
06:26Dan ada kesepakatan kecilah di antara keempat negara ini
06:28untuk kemudian mendeeskalasi kekerasan
06:30atau mengantisipasi serangan yang akan dilakukan oleh Amerika Serikat.
06:33Jadi ini pesan tidak hanya dibaca oleh Iran,
06:36ini pesan juga dibaca oleh teluk.
06:37Karena kan tadi kapal pengangkut militernya Amerika Serikat
06:42itu kan sudah datang ke Tel Aviv,
06:44itu kan sudah mempersiapkan fasilitas militer di Israel.
06:47Kalau kemudian negosiasi ini buntu Ibrahim,
06:50diplomasi ini tidak berjalan baik,
06:51ini bukan tidak mungkin opsi untuk melakukan serangan ke Iran
06:55akan dilakukan oleh Donald Trump pasca pemilu.
06:58Apalagi kalau kemudian Donald Trump kalah gitu ya.
07:01Ini akan semakin memperkuat Donald Trump
07:03untuk melakukan serangan kepada Iran kayak gitu.
07:05Karena dia sudah tidak punya batasan politik lagi.
07:07Dia sudah kalah, saya tidak ada beban apa lagi.
07:09Mas Pizarro,
07:10tadi berita yang terbarunya,
07:12Iran mencegat dan bahkan menangkap drone mata-mata AS.
07:16Artinya ini semakin meneguhkan.
07:19Iran tak percaya karena di saat jeda seperti ini pun
07:22masih dimata-matai.
07:23Dan Iran juga tampaknya masih tangguh nih tampaknya.
07:26Betul.
07:26Ini kan yang akhirnya di-intercept sama Iran,
07:29MPM-170.
07:30Ini drone pengintai Ibrahim gitu ya.
07:32Karena Amerika Serikat ini rencananya
07:34akan melakukan serangan itu ke fasilitas energinya Iran.
07:37Kenapa kok ke fasilitas energi,
07:38nggak fasilitas militer?
07:40Karena Amerika Serikat menilai
07:41drone-drone Iran masih bisa beraktifitas,
07:44rudal balitsingnya masih bisa kemudian melakukan peluncuran.
07:47Itu karena fasilitas energi itu masih ada Ibrahim.
07:49Makanya MPM-170 ini,
07:51itu dilakukan khusus untuk mengintai,
07:53memantau sistem radar Iran,
07:54sistem pertahanan udara Iran,
07:56untuk dia mengumpulkan bukti,
07:58hingga kemudian pada hari ketika terjadi serangan,
08:01dia akan dengan leluasa
08:02menilai fasilitas energi yang milik Iran gitu.
08:04Makanya kemudian di-intercept sama Iran,
08:05dan ini membuktikan Iran memang masih bisa
08:07memiliki sistem pertahanan udara
08:09untuk mengendalikan sistem drone-nya milik Amerika Serikat gitu.
08:12Jadi, saya kira ini dalam situasi panas Ibrahim,
08:14sangat mengkhawatirkan,
08:16bukan tidak mungkin beberapa hari ke depan,
08:17kita akan melihat,
08:18kalau sekali lagi ya,
08:19negosiasi buntu,
08:20diplomasi gagal,
08:21akan kembali pecah perang.
08:23Epic, fury, jilid kedua Ibrahim.
08:25Pekan depan,
08:26karena Pemilu Sola Amerika Serikat,
08:27pekan depan kita nantikan.
08:29Terima kasih.
08:29Untuk ulasannya,
08:30peneliti Asia Middle East Center,
08:32Pizarro Gozali di program Kepas Malam hari ini.

Dianjurkan