00:00Tolong segera di eksekusi.
00:02Ini momentumnya nih.
00:04Harga minyak dunia lagi naik.
00:07Kebutuhan dunia sekarang lagi bagus.
00:10Sekarang diperumpamakan antara mencari minyak atau mencari emas.
00:16Ini dulu antara emas dan minyak orang kadang-kadang memilih emas.
00:21Kalau sekarang lebih banyak mencari minyak.
00:24Hati-hati, gara-gara minyak,
00:27ini bisa terjadi ketegangan di mana-mana.
00:31Terakhir beberapa hari ini juga terjadi ketegangan di kawasan Asia Tenggara.
00:37Ini bisa bahaya.
00:38Berdampak sistemik masih berlantir struktur ini.
00:42Jadi ini kita betul-betul harus melakukan kolaborasi yang baik.
00:49Dan saya tidak bermaksud untuk mengancam.
00:52Saya orang Papua enggak pernah mengancam-mancam.
00:54Enggak.
00:55Saya menganjurkan aja.
00:58Tapi cepat membuat eksekusi.
01:00Kalau orang timur itu beda memang dengan orang di Jawa.
01:05Kalau orang di Jawa itu sering hatinya terlalu lembut.
01:10Jadi ngomong masih maafnya terlalu banyak.
01:12Kalau kita di timur ini ngomong tidak bisa dua kali.
01:15Seperti ada lagu jangan sampai tiga kali.
01:18Kalau begitu tiga kali selesai lah kau.
01:21Enggak ada urusan.
01:21Jadi kepada Bapak Ibu yang sudah memegang konsesi.
01:25Sudah selesai POD.
01:27Tapi belum jalan-jalan.
01:29Saya meminta untuk segera dieksekusi.
01:32Mohon bantuannya.
01:34Kalau tidak mampu.
01:35Serahkan konsesi itu kepada negara.
01:37Nanti kita akan menawarkan kepada siapa yang bisa mengerjakan.
01:41Termasuk Pertamina.
01:43Sekalipun Pertamina punya negara.
01:45Saya tidak meminta untuk kalian kerjanya lambat.
01:48Harus cepat.
01:49Kalau tidak sharing dengan perusahaan yang lain.
01:52Karena kita butuh produktivitas dan peningkatan lifting di bangsa kita.
01:56Ini saya harus sampaikan apaan aja kepada Bapak Ibu semua.
02:00Yang berikut adalah terkait dengan persoalan blok-blok baru.
02:08Yang sekarang lagi dikembangkan oleh Dirjen Migas.
02:14Dari total 118 blok sudah ditenderkan berapa Pak Dirjen?
02:22Hah?
02:23Ini kau orang Sulawesi kah?
02:25Orang mana ini?
02:25Kau Surakau pelan sekali.
02:27Berapa-berapa?
02:2860 persen.
02:30Ya kalau bisa semuanya lakukan buat cepat.
02:34Saya kasih tau sama Bapak Ibu semua.
02:36Tolong kalau masih ada yang main-main di Dirjen Migas.
02:39Masih ada main cara-cara di bawah tangan.
02:42Masih ada dekan-dekan.
02:43Kasih tau sama saya.
02:45Saya selesaikan Pak Dirjen ini.
02:47Karena tidak ada lagi urusan.
02:49Kongko-kongko segala macam.
02:50Tidak ada.
02:51Kita mau transparan.
02:52Kita mau cepat.
02:53Dan siapa yang paling berhak mengerjakan adalah
02:56diberikan prioritas kepada orang yang serius untuk mengerjakan.
03:00Ini.
03:02Yang serius.
03:04Jadi Bapak Ibu semua silakan.
03:06Tendernya terbuka segala macam.
03:08Dan saya dalam kesempatan yang berbahagia ini
03:11memberikan apresiasi kepada K3S
03:13yang telah bekerja baik.
03:16Ya salah satu contoh
03:17Eni.
03:19Ya Eni kemarin
03:21menemukan beberapa
03:24cadangan gas yang
03:25cukup besar.
03:27Kemudian
03:28Impex juga sudah mulai bekerja.
03:30Impex ada tadi?
03:32Sudah tekan-teken.
03:33Oh.
03:34Jangan cuma kau tekan aja yang belum kerja.
03:37Kita sekarang
03:39jangan sampai orang Popo bilang
03:40tulis lain, baca lain, bikin lain.
03:43Teken-teken ini
03:44aku udah capek lihat teken.
03:45Yang penting kerja di bawah.
03:47Nah itu.
03:47Itu yang paling penting itu.
03:49Kalau tadi saya masuk dalam ruangan
03:50kodoh ini kayak menonton bioskop
03:52banyak kali.
03:53Ini kalau bayangkan
03:54semua ini di dalam ini
03:56bekerja serius
03:57dan bisa mengerjakan cepat.
03:59Saya yakin
04:00target
04:01Presiden Prabowo akan tercapai
04:02di
04:042029-2030.
04:06Saya memberikan presiden kepada Enia
04:08sudah kontrak, saya sudah tanda tangan
04:10untuk penjualan.
04:11sudah sekitar
04:1280% ya kalau tidak salah.
04:1470-80% dari total
04:161.500
04:17mm.
04:19Itu
04:2040% ekspor
04:21dan 60%
04:23untuk
04:23dalam negeri.
04:25Ya Pak Joko ya.
04:26Bapak Ibu semua
04:27terkait dengan
04:29pasti ada bertanya
04:30terkait dengan
04:32kepastian ketika
04:33sekarang lagi pembahasan undang-undang
04:35migas
04:36tentang BUK.
04:39Saya kebetulan dulu
04:40sebelum menjadi
04:41Menteri SDM
04:42saya
04:43pernah menjadi
04:45Menteri Investasi
04:46yang tugas
04:47Menteri Investasi itu
04:48kan adalah
04:48seles negara.
04:51Tugas saya tiap hari
04:52ngecap aja
04:53di investor.
04:54Tiap hari.
04:56Salah satu prinsip
04:58daripada pengusaha itu
04:59adalah
05:00kepastian.
05:02aturan tidak boleh
05:04berbelit-belit
05:05kepastian
05:06terhadap perizinan
05:07dan harus
05:08clear.
05:10Nah untuk
05:11di
05:12rancangan undang-undang
05:13yang akan kita bahas
05:15nanti
05:15diimnya
05:16sudah sekitar 90%
05:18udah sampai 100%
05:19tapi prinsipnya
05:21adalah
05:21badan usaha
05:22khusus ini
05:23dia akan
05:25diberikan
05:25kewedangan yang besar
05:27termasuk
05:28urusan
05:29perizinan.
05:31supaya apa
05:32saya tidak
05:33ingin nanti
05:34K3S
05:34begitu sudah
05:36menantender
05:36izinnya pun
05:38mereka masih bisa
05:39jalan mutar
05:40dari
05:40kementerian ke
05:42kementerian.
05:42Ini yang membuat
05:43lama ini.
05:45Explorasinya
05:46lama
05:46izinnya lama.