Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 8 menit yang lalu
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Peringatkan Penataan Kerja: Tak Ada Lagi "Kongkow-Kongkow" di Dirjen Migas ESDM

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan instruksi tegas kepada jajaran Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) untuk menghapus seluruh praktik informal dan transaksi di luar jalur resmi.

Bahlil menekankan pentingnya transparansi penuh dalam proses tender maupun eksekusi proyek di sektor minyak dan gas. Ia mengingatkan bahwa setiap proses pengadaan wajib digelar secara terbuka serta diprioritaskan bagi kontraktor yang kompeten dan memenuhi kualifikasi secara sah.

Bahlil juga meminta jajarannya melapor jika menemukan kejanggalan atau pelanggaran prosedur di lapangan. "Tidak ada lagi urusan kongkow-kongkow atau kesepakatan di luar aturan," tegasnya.

#BahlilPeringatkanJajaranDitjenMigas #PenataanKerjaKementerianESDM2026

Creative/Video Editor: Icha/Michael
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Tolong segera di eksekusi.
00:02Ini momentumnya nih.
00:04Harga minyak dunia lagi naik.
00:07Kebutuhan dunia sekarang lagi bagus.
00:10Sekarang diperumpamakan antara mencari minyak atau mencari emas.
00:16Ini dulu antara emas dan minyak orang kadang-kadang memilih emas.
00:21Kalau sekarang lebih banyak mencari minyak.
00:24Hati-hati, gara-gara minyak,
00:27ini bisa terjadi ketegangan di mana-mana.
00:31Terakhir beberapa hari ini juga terjadi ketegangan di kawasan Asia Tenggara.
00:37Ini bisa bahaya.
00:38Berdampak sistemik masih berlantir struktur ini.
00:42Jadi ini kita betul-betul harus melakukan kolaborasi yang baik.
00:49Dan saya tidak bermaksud untuk mengancam.
00:52Saya orang Papua enggak pernah mengancam-mancam.
00:54Enggak.
00:55Saya menganjurkan aja.
00:58Tapi cepat membuat eksekusi.
01:00Kalau orang timur itu beda memang dengan orang di Jawa.
01:05Kalau orang di Jawa itu sering hatinya terlalu lembut.
01:10Jadi ngomong masih maafnya terlalu banyak.
01:12Kalau kita di timur ini ngomong tidak bisa dua kali.
01:15Seperti ada lagu jangan sampai tiga kali.
01:18Kalau begitu tiga kali selesai lah kau.
01:21Enggak ada urusan.
01:21Jadi kepada Bapak Ibu yang sudah memegang konsesi.
01:25Sudah selesai POD.
01:27Tapi belum jalan-jalan.
01:29Saya meminta untuk segera dieksekusi.
01:32Mohon bantuannya.
01:34Kalau tidak mampu.
01:35Serahkan konsesi itu kepada negara.
01:37Nanti kita akan menawarkan kepada siapa yang bisa mengerjakan.
01:41Termasuk Pertamina.
01:43Sekalipun Pertamina punya negara.
01:45Saya tidak meminta untuk kalian kerjanya lambat.
01:48Harus cepat.
01:49Kalau tidak sharing dengan perusahaan yang lain.
01:52Karena kita butuh produktivitas dan peningkatan lifting di bangsa kita.
01:56Ini saya harus sampaikan apaan aja kepada Bapak Ibu semua.
02:00Yang berikut adalah terkait dengan persoalan blok-blok baru.
02:08Yang sekarang lagi dikembangkan oleh Dirjen Migas.
02:14Dari total 118 blok sudah ditenderkan berapa Pak Dirjen?
02:22Hah?
02:23Ini kau orang Sulawesi kah?
02:25Orang mana ini?
02:25Kau Surakau pelan sekali.
02:27Berapa-berapa?
02:2860 persen.
02:30Ya kalau bisa semuanya lakukan buat cepat.
02:34Saya kasih tau sama Bapak Ibu semua.
02:36Tolong kalau masih ada yang main-main di Dirjen Migas.
02:39Masih ada main cara-cara di bawah tangan.
02:42Masih ada dekan-dekan.
02:43Kasih tau sama saya.
02:45Saya selesaikan Pak Dirjen ini.
02:47Karena tidak ada lagi urusan.
02:49Kongko-kongko segala macam.
02:50Tidak ada.
02:51Kita mau transparan.
02:52Kita mau cepat.
02:53Dan siapa yang paling berhak mengerjakan adalah
02:56diberikan prioritas kepada orang yang serius untuk mengerjakan.
03:00Ini.
03:02Yang serius.
03:04Jadi Bapak Ibu semua silakan.
03:06Tendernya terbuka segala macam.
03:08Dan saya dalam kesempatan yang berbahagia ini
03:11memberikan apresiasi kepada K3S
03:13yang telah bekerja baik.
03:16Ya salah satu contoh
03:17Eni.
03:19Ya Eni kemarin
03:21menemukan beberapa
03:24cadangan gas yang
03:25cukup besar.
03:27Kemudian
03:28Impex juga sudah mulai bekerja.
03:30Impex ada tadi?
03:32Sudah tekan-teken.
03:33Oh.
03:34Jangan cuma kau tekan aja yang belum kerja.
03:37Kita sekarang
03:39jangan sampai orang Popo bilang
03:40tulis lain, baca lain, bikin lain.
03:43Teken-teken ini
03:44aku udah capek lihat teken.
03:45Yang penting kerja di bawah.
03:47Nah itu.
03:47Itu yang paling penting itu.
03:49Kalau tadi saya masuk dalam ruangan
03:50kodoh ini kayak menonton bioskop
03:52banyak kali.
03:53Ini kalau bayangkan
03:54semua ini di dalam ini
03:56bekerja serius
03:57dan bisa mengerjakan cepat.
03:59Saya yakin
04:00target
04:01Presiden Prabowo akan tercapai
04:02di
04:042029-2030.
04:06Saya memberikan presiden kepada Enia
04:08sudah kontrak, saya sudah tanda tangan
04:10untuk penjualan.
04:11sudah sekitar
04:1280% ya kalau tidak salah.
04:1470-80% dari total
04:161.500
04:17mm.
04:19Itu
04:2040% ekspor
04:21dan 60%
04:23untuk
04:23dalam negeri.
04:25Ya Pak Joko ya.
04:26Bapak Ibu semua
04:27terkait dengan
04:29pasti ada bertanya
04:30terkait dengan
04:32kepastian ketika
04:33sekarang lagi pembahasan undang-undang
04:35migas
04:36tentang BUK.
04:39Saya kebetulan dulu
04:40sebelum menjadi
04:41Menteri SDM
04:42saya
04:43pernah menjadi
04:45Menteri Investasi
04:46yang tugas
04:47Menteri Investasi itu
04:48kan adalah
04:48seles negara.
04:51Tugas saya tiap hari
04:52ngecap aja
04:53di investor.
04:54Tiap hari.
04:56Salah satu prinsip
04:58daripada pengusaha itu
04:59adalah
05:00kepastian.
05:02aturan tidak boleh
05:04berbelit-belit
05:05kepastian
05:06terhadap perizinan
05:07dan harus
05:08clear.
05:10Nah untuk
05:11di
05:12rancangan undang-undang
05:13yang akan kita bahas
05:15nanti
05:15diimnya
05:16sudah sekitar 90%
05:18udah sampai 100%
05:19tapi prinsipnya
05:21adalah
05:21badan usaha
05:22khusus ini
05:23dia akan
05:25diberikan
05:25kewedangan yang besar
05:27termasuk
05:28urusan
05:29perizinan.
05:31supaya apa
05:32saya tidak
05:33ingin nanti
05:34K3S
05:34begitu sudah
05:36menantender
05:36izinnya pun
05:38mereka masih bisa
05:39jalan mutar
05:40dari
05:40kementerian ke
05:42kementerian.
05:42Ini yang membuat
05:43lama ini.
05:45Explorasinya
05:46lama
05:46izinnya lama.

Dianjurkan