Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Hashim Ancam 'Bandar' Saham! Peringatkan Risiko Rupiah Anjlok ke Rp22.000 Hingga Ancaman Beban Utang

Ketua Dewan Pembina Kadin Indonesia, Hashim Djojohadikusumo, melayangkan instruksi tegas kepada para pelaku usaha agar segera menghentikan praktik manipulasi atau "goreng" saham yang mengancam stabilitas perekonomian nasional. Peringatan keras tersebut disampaikan Hashim dalam arahannya kepada jajaran pengurus dan anggota Kadin Indonesia pada Kamis (29/10/2026).

Dalam pemaparannya, Hashim mengungkapkan bahwa lembaga pemeringkat global Morgan Stanley Capital International (MSCI) bersama investor asing tengah menyoroti anomali di pasar modal Indonesia.

Perhatian utama tertuju pada emiten dengan porsi saham publik (free float) yang minim, namun mencatatkan rasio harga terhadap laba (PER) melonjak secara tidak wajar.

#HashimDjojohadikusumo #RupiahAnjlok #BandarSaham

Creative/Video Editor: Icha/Evan
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Ini adalah kekuatan kita, hutang negara termasuk hutang pemerintah dan hutang swasta itu 40 persen, 41 persen ini menurut IMF
00:11dan Bank Dunia.
00:13So saudara-saudara, kita semua sudah tahu bahwa Indonesia sudah swasembada pangan, betul? Sudah tahu semua?
00:21Tiga tahun lebih cepat dari target. Ini suatu pencapaian prestasi yang banyak orang tidak tahu.
00:30Banyak orang asing relasi saya, orang asing Pak Rosan tidak tahu bahwa sebetulnya fundamental kita kuat.
00:38Nah ini terakhir dari saya. Kita sekarang dihadapi dengan masalah besar.
00:46Masalah adalah seolah-olah kurang kepercayaan investor asing di negara kita.
00:53Tadi Mas Anin sudah disebut. Mungkin Pak Rosan juga akan.
00:56Saya diminta oleh Presiden untuk membantu Pak Rosan dan kawan-kawan di pemerintah untuk mitigasi masalah yang kita hadapi dari
01:08Moken Stanley.
01:11Masalah yang kita hadapi saudara-saudara, kalau MSCI tidak kita mitigasi, berarti sumber dana untuk pasar modal kita akan nanti
01:24semakin kering.
01:25Betul ya Pak Rosan?
01:27Bajak akan nanti keluar karena terpaksa kalau kita di downgrade menjadi stand alone market.
01:35Saya kira banyak yang sudah tahu ini ya.
01:38Masalahnya sekarang, dua hal.
01:43Ternyata di Indonesia, menurut OJK, Ibu Kiki yang cerita sama saya, tercatat hari ini 32.700.000 individu warga negara
01:56Indonesia
01:57yang memiliki brokerage account, yang memiliki brokerage account, yang memilih akun-akun brokerage.
02:05Dengan kata lain, mereka ikut investasi melalui bursa.
02:11Nah masalah adalah saat ini 32.700.000 warga Indonesia sangat tidak puas dengan keadaan.
02:26Tidak berbahagia karena nilai mereka saham berkurang.
02:34Dan saya yakin di antara kita ada.
02:38Betul?
02:39Ya kita harus jujurlah.
02:42Saya kira hampir setiap anggota kadin ikut beli saham.
02:47Betul?
02:49Kalian tidak puas kan?
02:51Betul?
02:52Termasuk saya.
02:55Saya juga punya saham di perusahaan publik.
03:00Saya tidak puas.
03:03Maka pemerintah hendaknya memperhatikan masalah ini.
03:08Dan saya kira Pak Rosan, ya.
03:11Saya sebagai Ketua Dewan Penasihat kan saya wajib untuk sampaikan yang baik dan kurang baik.
03:17Betul?
03:19Kabar gembira, saya kira tahun depan bisa datang.
03:24Tapi kabar buruk harus sekarang kita hadapi.
03:27Betul atau tidak?
03:29Dan MSCI ini kita harus mitigasi.
03:34Saya ditugaskan Presiden Pak Rosan Tau ini untuk membantu.
03:37Supaya jangan diluar kendali.
03:41Jangan sampai 32 juta 700 ribu warna negara Indonesia tidak puas dengan situasi seperti ini.
03:51Nah, terakhir dari saya.
03:53Ini saya mau sampein ke kawan-kawan.
03:55Ada indikasi memang ada praktek-praktek yang tidak sehat yang terjadi di pasar saham kita.
04:06Saya tidak usah sebut siapa.
04:09Tapi ada saham-saham yang istilahnya digoreng.
04:13Itu betul atau tidak?
04:18Ini yang disorot dan diperhatikan dan dipersoalkan oleh MSCI dan pelaku-pelaku asing.
04:31Ini adalah kalau free float-nya terbatas, P.E. ratio-nya itu gila-gilaan, tidak masuk akal.
04:41Ini yang dipersoalkan.
04:44Saya mohon kepada kawan-kawan dari KADEN, ini masalah sangat-sangat serius.
04:51Karena kalau investasi luar negeri keluar dari perusahaan saham kita,
04:58rupiah bisa semakin lemah.
05:02Saya sudah hitung bisa jadi Rp20.000-Rp21.000.
05:07Ada yang bilang Rp22.000.
05:09Saya pernah ya berdiskusi sama Pak Rosan.
05:12Kalau itu terjadi, Pak James, rupiah bisa Rp21.000-Rp22.000,
05:18pinjaman luar negeri kita harus bayar lebih mahal,
05:21ini bisa jadi bencana dan malapetaka
05:25bagi ekonomi Indonesia.
05:27Maka saya minta kawan-kawan dari KADEN,
05:31mohon kegiatan-kegiatan goreng-gorengan itu dihentikan.
05:39Mohon dengan sangat praktek goreng-gorengan,
05:44segera dihentikan.
05:46Karena pemerintah sudah akan berkendak untuk tinggidak tegas.
05:52Tinggidak tegas.
05:55Kemarin ada kejadian serupa di Turkiye.
05:59Di Turkiye ada masalah yang sama.
06:04Kemarin sudah tercatat 94 pelaku di Turkiye sudah ditangkap oleh pemerintah,
06:11oleh polisi Turkiye.
06:14Jangan sampai ini terjadi di Indonesia.
06:17Jangan sampai kawan-kawan KADEN juga ikut dengan praktek-praktek goreng-gorengan.
06:24Saya kira ini nanti yang jadi korban adalah 32.700.000 kawan-kawan kita,
06:32saudara-saudara kita.
06:34Saya maaf, saya mau terusan saja.
06:36Tapi ini masalah amat sangat serius.
06:40Jangan sampai rupiah jadi Rp21.000, Rp22.000.
06:44Ini jadi dan punya dampak politik yang luar biasa negatif.
06:50Saya kira dari saya maaf kalau saya sampaikan yang ini,
06:54tapi saya perlu sebagai ketua Dewan Penasihat kalian.
06:58Saya kira demikian. Terima kasih.
07:00Selamat menikmati.

Dianjurkan