- 7 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia angkat bicara terkait langkah Indonesia mengurangi ekspor gas ke Singapura.
Bahlil menjamin hal itu tak melanggar aturan kontrak bisnis dengan importir di Singapura.
Menurutnya, pengurangan pasokan tersebut masih berada dalam batas minimum kontrak yang disepakati.
"Tetapi atas arahan Bapak Presiden Prabowo, negara kita adalah negara yang menghargai kontrak, aturan. Jadi jangan ajari Indonesia terhadap komitmen untuk menjaga, menghargai kontrak," ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (26/10/2026) (6:33).
Baca Juga Bahlil Bicara Rencana Pembangkit Tenaga Nuklir & Kepastian Harga BBM Subsidi | SAPA SIANG di https://www.kompas.tv/nasional/698071/bahlil-bicara-rencana-pembangkit-tenaga-nuklir-kepastian-harga-bbm-subsidi-sapa-siang
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/698077/full-ekspor-gas-ke-singapura-dipangkas-menko-bahlil-tegaskan-ri-tak-langgar-aturan
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Baik, teman-teman media yang saya hormati dan seluruh teman-teman pejabat yang ada dengan saya,
00:12Pak Menteri Pendustrian, Pak Sarmuji, Pak Wamen, kemudian Kepala SKK Migas, Dirjen Migas,
00:22kemudian Pak Simon sebagai Direktur Utama Pertamina, dan Pak Ega sebagai Direktur Utama Patran Yaga.
00:31Ada Pak Dirjen, Pak Bawazir dari Pendustrian, kami baru selesai melakukan rapat intens sejak beberapa hari
00:39terkait dengan bagaimana kita mendorong untuk ketahanan energi nasional kita
00:45dan sekaligus untuk memenuhi apa yang menjadi kebutuhan industri di dalam negeri,
00:52serta bagaimana cara untuk kita mengantisipasi hal-hal yang mungkin bisa terjadi di beberapa hari ke depan terkait dengan geopolitik.
01:02Kita tahu bahwa geopolitik sampai sekarang masih belum menentu, tidak bisa kita meramalkan atau menganalisa kapan berakhir ketegangan di Timur
01:13Tengah terus terjadi.
01:14Karena itu pemerintah Indonesia atas arahan bahwa Presiden Prabowo memerintahkan kepada kami untuk segera melakukan langkah-langkah
01:24antisipasi alternatif-alternatif yang paling terjelek pun untuk bagaimana bisa mendapatkan sumber-sumber energi.
01:31Yang pertama kepada teman-teman media, saya mau melaporkan bahwa Alhamdulillah Peraturan Presiden Republik Indonesia
01:38nomor 17 tahun 2026 bahwa Presiden sudah menandatangani.
01:44Perpres 107 ini adalah sebagai babak baru dalam sistem pengadaan krut BBM dan LPG bagi negara kita.
01:55Selama ini Pertamina melakukan proses B2B, tendernya lama dan dengan perpres ini kita melakukan G2G dan G2B.
02:07Artinya kita sekarang sudah bisa melakukan pilihan-pilihan negara-negara mana saja yang kita akan ambil.
02:16Yang selama ini Pertamina melakukan ini tender lama sekali bahkan sudah menang pun harganya murah pun begitu sudah oke sudah
02:27deal ada negara lain yang membelinya lebih mahal dikasih ke yang lebih mahal.
02:35Nah ini kita belajar ada beberapa negara kita sudah tender Pertamina sudah menang dengan harga murah di negara mereka kemudian
02:50setelah itu kalau ada negara lain yang datang membeli dengan harga yang lebih mahal maka Pertamina selalu dijadikan nomor kesekian.
02:59Atas dasar itu perpresnya sudah ada jadi nanti perpres ini nanti negara yang akan melakukan deal dengan negara-negara lain
03:08kita tahu nantinya adalah BLU yang ditugaskan dan teman-teman untuk urusan krut kita, krut kita kita masih impor tapi
03:20dari Middle East sudah tidak kita lakukan.
03:22Yang kedua adalah LPG kita masih kita 85% kita impor yaitu dari Amerika dan untuk solar kita sudah tidak
03:33melakukan impor tapi untuk Pertalaik khususnya untuk RON 90 dan beberapa RON 95, RON 98 dan RON 92 sebagian kita
03:43masih melakukan impor.
03:44Atas dasar itu maka dengan perpres ini Alhamdulillah saya dengan Pak Dirut Pertamina Pak Simon dan Dirut Pertamina Pak Traniaga
03:53Pak Ega akan lebih leluasa untuk mencari negara-negara mana aja yang bisa kita kembangkan.
04:01Yang kedua kami juga melakukan rapat dengan Pak Menteri Pendustrian Pak Menteri Pendustrian Pasar Muji itu sedang melakukan kerja fokus
04:14untuk bagaimana kebutuhan bahan baku terhadap industri harus selalu ada.
04:21Dan ini sumbernya adalah dari gas karena itu saya sangat mengapresiasi apa yang disarankan kepada kami dari Pak Sarmuji sebagai
04:34Menteri Pendustrian kepada SDM.
04:37Yang berikut Bapak Ibu semua saya ingin menjelaskan sedikit ada negara tetangga kita yang kemarin menyampaikan tentang ekspor gas kita
04:55yang sebagian kita kurangi.
04:58Saya ingin menyampaikan bahwa total gas yang kita kirim, kita ekspor ke negara sahabat kita, saudara kita, konon katanya saudara
05:09kita, itu sebesar 409,55 mm BTUD.
05:21Saya ulangi, total ekspor kita, total ekspor kita gas pipa dari dua tempat, satu adalah dari laut Natuna, satu adalah
05:32dari Sumatera, itu totalnya sebesar 409,55 mm.
05:48Yang kemarin kita potong, itu adalah 31 mm, hanya kurang lebih sekitar 8 persen.
06:01Saya membaca berita, hanya 31 itu ternyata baru 2 persen konsumsi dari negara kita itu, negara temak sahabat kita.
06:15Jadi kalau 409 mm, katakanlah kalau itu tidak jalan, itu berarti berapa persen?
06:24Saya baca di media itu ada sekitar 1000 mm kebutuhan mereka ya, 1000 lebih.
06:29Berarti kurang lebih sekitar 30 persen.
06:32Tetapi, atas arahan bawah presiden, Prabowo, negara kita adalah negara yang menghargai kontrak, aturan.
06:44Jadi jangan ajarin Indonesia terhadap komitmen untuk menjaga, menghargai kontrak.
06:5531 mm yang kita potong itu adalah masih di batas kontrak minimum.
07:05Saya ulangi, 31 yang kita potong sebagian itu masih dalam batas kontrak minimum.
07:17Batas kontrak minimum kita, itu adalah sekitar 91 sampai 92.
07:24Dan kita baru sekitar 8 persen, terkecuali kita potong 10 persen.
07:30Nah itu baru kita melanggar kontrak.
07:35Dan ini terjadi karena pertama adalah terjadi pemeliharaan, shutdown.
07:39Yang kedua adalah memang ada kebutuhan domestik.
07:44Yang berikut adalah itu baru gas via pipa.
07:54Belum gas LNG yang kita kirim.
07:58Gas LNG yang kita kirim, totalnya itu kurang lebih sekitar
08:08146 kargo.
08:11146 kargo ini setara berapa mm Pak Joko?
08:17Iya berapa mm itu?
08:19140 mm?
08:22Ya, itu nanti dijelaskan teknis.
08:25Jadi cukup besar yang kita kirim.
08:29Bapak Ibu semua, pemerintah Indonesia
08:33sangat menghargai aturan.
08:36Apalagi menteri SDM-nya.
08:39Sangat menghargai aturan sekali.
08:41Tapi saya juga minta
08:43jangan di saat bersamaan kalian minta menghargai
08:48susah minta dihargai.
08:51Senang mengolok-olok negara lain.
08:52Gimana itu?
08:54Jadi disinilah asas kebersamaan kita.
08:59Jadi kita harus equity treatment.
09:03Indonesia ini terlalu baik.
09:07Terlalu baik.
09:09Menghargai kontrak.
09:12Tapi hargai juga dong hubungan bersama antar negara.
09:16Harus sama-sama menghargai.
09:19Teman-teman semua,
09:20lambang ASEAN
09:21itu padi dan kapas.
09:25Dikat.
09:26Itu artinya apa?
09:27Melambangkan kemakmuran bersama.
09:29Penghargaan bersama.
09:32Duduk sama rendah,
09:34berdiri sama tinggi.
09:36Dan saya juga meminta
09:37kepada pihak-pihak lain
09:39untuk menghargailah.
09:42Saling menghargailah.
09:46Dan jangan ajarin
09:49kami khususnya
09:50kementerian SDM
09:52untuk tentang menghargai kontrak.
09:54Saya paham betul tentang kontrak itu.
09:56Itu satu.
09:58Yang kedua,
10:00kami juga telah melakukan rapat
10:02dengan tim Gakum
10:03dan tim internal di SDM
10:08untuk akan
10:09melakukan
10:12monitoring
10:13pemeriksaan
10:14terhadap
10:17kebun-kebun
10:18yang juga
10:21melakukan usaha pertambangan.
10:25Yang ditenggarai
10:27itu dilakukan oleh
10:30beberapa perusahaan asing.
10:33Dan ingat,
10:35sebagai mantan menteri investasi,
10:37kalau izin
10:39itu hanya dikeluarkan
10:40untuk
10:40usaha
10:42sawit,
10:44tidak boleh
10:45melakukan
10:45usaha lain,
10:46pendapatan lain di situ.
10:49Dan saya
10:49sudah mendapat
10:50laporan dari
10:51Dirjen Gakum,
10:52ada beberapa
10:55perusahaan
10:57yang
10:59sedang
10:59melakukan pendalaman
11:00tapi berpotensi
11:01untuk melakukan
11:03kegiatan lain
11:04selain daripada
11:05izin yang dikeluarkan.
11:07yang ketiga,
11:09yang keempat ya,
11:11Bapak Ibu
11:11semua,
11:13harga yang kita
11:14berikan pun
11:16harganya
11:16sangat ekonomis,
11:19sangat kita
11:20konsisten dengan
11:21kontrak ya,
11:22harganya pun
11:23sekalipun
11:24ICP-nya naik
11:25tinggi,
11:26tapi kita kasih harga
11:27masih di bawah
11:27rata-rata
11:2920 dolar
11:30per mm,
11:31Pak Joko ya,
11:33masih di bawah
11:3420 dolar
11:34per mm.
11:36Ini
11:36sekedar
11:37pemberitahuan.
11:38Jadi kita juga
11:39pingin
11:40dengan hati
11:42yang tulus
11:43kita harus
11:44saling membantu,
11:46saling menghargai,
11:49jangan pakai
11:49rumus
11:50di sana senang,
11:51di sini senang,
11:52di mana-mana hatimu senang.
11:55Kebiasaan-kebiasaan
11:56lama
11:56sudah harus kita
11:57berlahan-lahan
12:02ya lupakan,
12:04kita mau yang
12:04barulah.
12:07Bapak-Ibu semua
12:08yang berikut,
12:08apa strategi
12:09ke depan?
12:12Pemerintah Indonesia
12:13juga
12:14sudah melakukan
12:15kerjasama
12:16dengan beberapa negara
12:17untuk
12:18tembaki nuklir.
12:20Salah satu
12:21diantaranya
12:21nuklir
12:22yang akan kita tempatkan
12:23masih dalam studi,
12:24kita akan taruh
12:25di
12:25Kepri,
12:26di Batam.
12:28untuk bagaimana
12:30mendorong
12:30ketahanan energi kita.
12:34Ini masih
12:34dalam
12:36perhitungan.
12:39Ini masih
12:39dalam perhitungan.
12:41Dan kita
12:42sampai dengan hari ini
12:44masih melakukan
12:46kajian
12:47untuk
12:51tahapan
12:52proses ekspor
12:53listrik
12:54ke negara
12:55lain.
12:55karena kita
12:57masih
12:57butuhkan
12:58listrik banyak
12:58di negara kita
12:59jadi mungkin
13:01belum dalam
13:02waktu dekat kali ya.
13:03Tapi semuanya
13:03akan kita
13:04kaji lagi.
13:05Kita hitung
13:06itu,
13:07kita timbak-timbak.
13:09Indonesia juga
13:10tahu bahwa
13:11kita
13:11mengimpor
13:15BBM
13:16RON90
13:16yang tadi
13:17saya sampaikan
13:17dari negara
13:18tetangga.
13:19Dan mulai besok
13:20saya akan
13:20berangkat ke
13:22beberapa negara
13:23termasuk
13:24India, China,
13:25dan beberapa
13:26negara
13:26untuk saya
13:27mendapatkan
13:27kepastian
13:28pasokan.
13:30Rakyat Indonesia
13:31tenang.
13:34Insya Allah
13:35saya memberikan
13:35jaminan
13:36atas arahan
13:39Perintah
13:40Perintah
13:40Perintah
13:40Perintah
13:41bahwa
13:42bahwa cadangan
13:43BBM kita
13:45dalam standar
13:46minimum nasional
13:47harga
13:49tidak akan
13:49naik
13:50untuk BBM
13:50subsidi
13:51ya
13:52saya diperintahkan
13:54untuk mencari
13:55kontrak
13:55jangka panjang
13:58dan terakhir
14:00saya senang
14:01untuk kita
14:03sama-sama
14:03menghargai
14:06ya kita
14:07sama-sama
14:08harus menghargai
14:08apalagi
14:10sesama
14:12sodalah
14:13tapi kalau
14:14ada yang
14:15merasa
14:16untuk
14:16dihargai
14:17saja
14:17sementara
14:19lain-lain
14:19tidak dihargai
14:20maka
14:21saya pikir
14:22semua
14:22pasti
14:23ada jalannya
14:24seperti orang
14:25Papua bilang
14:26jangan tulis
14:27lain
14:28baca
14:29lain
14:29bikin
14:30lain
14:30saya pikir
14:31demikian
14:32teman-teman
14:32media
14:33silahkan
14:33kalau ada yang
14:34mau tanya
14:34Pak
14:35Pak
14:35Pak
14:35Pak
14:35Pak
14:36sebelah sini
14:37Pak
14:37saya sebelum mana
14:39eh bos
14:40dengan Rio Pak
14:41dari dunia energi Pak
14:42ada beberapa pertanyaan
14:43yang pertama
14:44ke depan berarti
14:45skema pengadaan
14:46LPG
14:47crude
14:48dan BBM
14:49berarti melalui BLU
14:50kemudian ke pertamian
14:51atau seperti apa
14:51mungkin bisa dijelaskan Pak
14:52kemudian
14:53tadi Bapak sempat
14:54menyegung
14:54equal treatment Pak
14:56apakah kebijakan ini
14:57sebagai respon juga
14:59kalau memang
15:00ada code
15:00encode
15:00kita kan
15:01terjadi kekerangkaan
15:02BBM Pak
15:02berapa
15:03bulan terakhir Pak
15:04sebagai respon
15:05terhadap
15:06kelangkaan tersebut
15:07karena kan kita tahu
15:08sumber
15:08BBM kita
15:09ataupun kita
15:10dari mana Pak
15:11yang tadi Pak
15:11menjelaskan juga
15:12kemudian terakhir Pak
15:14sumber gasnya itu
15:15nanti
15:17yang
15:18dipangkas itu Pak
15:19maaf Pak
15:19itu dari mana saja Pak
15:20dan kalau memang
15:21ada tindakan hukum
15:23nentinya ada tindakan hukum
15:24seperti apa
15:24respon pemerintah Pak
15:25terima kasih Pak
15:27pertanyaan kau
15:28banyak kali
15:29yang pertama
15:30yang pertama
15:31dalam per-per-107
15:33itu nanti
15:35yang mengadakan
15:36BLU
15:37setelah itu
15:38BLU
15:39akan
15:40melakukan
15:42B2B
15:42B2G
15:43dengan Pertamina
15:44jadi Pertamina
15:45nanti akan membeli
15:46di BLU
15:47jadi gak ada lagi
15:49perusahaan-perusahaan lain
15:51gak ada lagi
15:52jadi negara ke negara
15:54aja udah
15:54biar tidak ada
15:55adustan antara kita
15:57ya
15:58dinda ya
15:59yang kedua
16:02terkait dengan
16:03respon
16:04gak ada respon-respon
16:05mau respon siapa
16:06saya menyampaikan ini
16:07terkait dengan
16:08bagaimana
16:09kondisi energi kita
16:10kalian disampaikan
16:12kelangkaan itu
16:13adalah
16:14metode
16:15supply
16:16logistiknya
16:18dari
16:19kilang
16:20ke terminal
16:21jadi itu namanya
16:22bukan cadangan
16:24nasional kita
16:24yang berkurang ya
16:25bukan
16:26itu harus clear dulu
16:27dibalikan kemarin
16:28terjadi
16:29karena terjadi
16:31keterlambatan
16:32daripada
16:32kapal yang
16:34tiba disana
16:35tapi alhamdulillah
16:36udah clear
16:37alhamdulillah
16:38udah clear
16:38yang ketiga
16:41menyangkut dengan
16:42pemotongan
16:4231mm
16:43itu di daerah
16:46satu di laut
16:48laut Natuna
16:49yaitu
16:50dari perusahaan
16:503S
16:51dari Medco
16:52NP
16:53Gresik
16:54dan Petrocina
16:55Jabung
16:56dan yang kedua
16:57adalah
16:58Prime
16:59Natuna
16:59Blok A
17:01dan Medco
17:02Natuna
17:03South
17:03Blok B
17:04jadi
17:06dan ketiga
17:08adalah wilayah
17:08Kakap ya
17:09jadi
17:10sekalipun terjadi
17:11pemotongan
17:12tidak kita menanggara
17:13aturan
17:13karena masih
17:15di dalam
17:16batas
17:16minimal ekspor
17:19sekali lagi saya katakan ya
17:21tidak
17:22kita melakukan
17:23pelanggaran aturan
17:24atau pelanggaran kontrak
17:25karena kita baru
17:27melakukan
17:28minimum
17:31jadi saya juga bingung
17:32kenapa
17:33mungkin yang ngomong ini
17:34belum baca kontrak dulu kali ya
17:35kok udah kayak
17:37gimana gitu ya
17:39padahal itu
17:40baru 31
17:43bagaimana lagi
17:44kalau lebih ya
17:44tapi kan kita tidak
17:45ingin itu loh
17:45tapi kalau memang
17:47ya gimana-gimana ya
17:49kita bisa
17:50bicarakan baik-baik ya
17:53oke
17:57siang Pak Balina
17:58saya Rian Pak
17:59dari Bisnis Indonesia
18:01masih tanya soal tadi
18:02pemangkasan ekspor
18:04gas ke Singapura
18:05ini kan
18:0531 BBTU ya Pak
18:07ini tuh
18:07dalam jangka waktunya
18:08apakah
18:09pemangkasan permanen
18:10atau dalam
18:11tempo beberapa waktu
18:12tertentu Pak
18:13kemudian kan ini
18:14tadi dari
18:15Natuna sama Sumatera ya
18:16dan nanti pasokannya
18:17katanya dialihkan untuk
18:18pembangkit di Batam ya Pak
18:19nah gimana sih memang
18:20pasokan gas untuk
18:21pembangkit di Batam dan Sumatera
18:22kemudian tadi Bapak juga
18:23menyinggung soal
18:24negara yang tidak
18:26saling menghargai ya
18:27memang tolak hukur
18:28tidak saling menghargai itu
18:29seperti apa Pak
18:29untuk Indonesia
18:30apakah dengan
18:30nanti menurut tolak hukur
18:32Bapak Singapura
18:33sudah menghargai
18:34apakah ekspor ini
18:35bakal dilanjutkan lagi
18:36atau malah
18:37gimana sih Pak
18:37ke depannya
18:38kayak itu
18:39terima kasih
18:40saya hari ini
18:41bicara sebagai
18:41menteri SDM ya
18:42bukan sebagai
18:43Tunggolkar
18:43jadi harus
18:45straight
18:45berdasarkan
18:46aturan
18:47yang pertama
18:49saya mau sampaikan
18:50bahwa
18:51di dalam kontrak
18:53yang ada
18:54itu ada
18:55batas minimum
18:56yang harus
18:58disuplai
19:00oke
19:02dari apa yang terjadi
19:03ini
19:04kita belum melewati
19:05batas minimum
19:05belum ada
19:07jadi belum ada
19:08pelanggaran disitu
19:09belum
19:10belum
19:11belum ada
19:12ketidak
19:13patuhan kita
19:14atau belum ada
19:17langkah
19:17yang tidak menghargai kontrak
19:19terkecuali
19:21saya sudah
19:21Pak Joko sudah
19:22motong
19:2390%
19:24atau 89%
19:26ini kan
19:26baru 8%
19:28jadi belum ada bos
19:30jadi saya gak mau
19:31tanggapi hal yang
19:31belum ada ini
19:32jadi saya tidak mau
19:33berhalusinasi
19:34dengan orang lain
19:35gitu
19:37jangan orang punya
19:38kegelisahan
19:39terus saya tanggapi
19:40gak bagus
19:40saya bukan ahli
19:41peramal orang
19:42ya
19:42satu
19:43yang kedua
19:45kita tahu bahwa
19:46kita sekarang
19:46kan ada beberapa
19:47sumur-sumur gas kita
19:49yang terjadi
19:50incline
19:51penurunan
19:52karena ada
19:53terjadi
19:54shutdown
19:55pemeliharaan
19:55nah karena terjadi
19:57pemeliharaan
19:58maka saya harus
19:59memprioritaskan
20:00kepentingan
20:00dalam negeri
20:02ada dua disitu
20:03satu adalah
20:04urusan
20:06PLN
20:07yang kedua
20:08urusan
20:08industri
20:09karena industri
20:10kita kalau tidak
20:11kita supply
20:13bagaimana
20:13bisa
20:14punya bahan baku
20:15dan berangkat
20:16meningkatkan
20:16nilai tambah
20:17jilirisasinya
20:20yang ketiga
20:22apakah ini
20:23permanen atau tidak
20:24saya merasa
20:25belum ada
20:25perlanggaran kontrak
20:26jadi
20:28saya pikir itu
20:28dinamis aja lah mas
20:29ya
20:30silahkan yang lain
20:32ya reza pak
20:33dari ini
20:34tadi kan sempat
20:35disebut juga ya
20:36soal
20:36PELTEN
20:37atau pembangkit
20:37listrik tenaga nuklir
20:38ini apakah
20:39boleh didetailkan pak
20:41gimana
20:41karena kan
20:42pekan lalu juga
20:42ada informasi
20:44akan dibangun
20:44di Hal Mahira juga
20:45dan ini
20:45disebutkan juga
20:46lokasi baru
20:47di Kepelawan Riau
20:48apakah sudah ada
20:49mitranya
20:49dan juga
20:50apakah
20:51sudah ada
20:52teknologi
20:52yang bakal dipakai
20:53ditentukannya
20:54seperti apa
20:54dan kapasitasnya
20:55berapa
20:56lalu terkait
20:57dengan
20:57Pertalet dan Solar
20:59mungkin
20:59untuk stok
21:00sampai dengan
21:01saat ini
21:02seperti apa
21:02untuk top up
21:04Pertalet itu
21:05yang dari
21:07kapasitasnya
21:07berapa
21:07yang akan ditambahkan
21:08gitu aja sih pak
21:09terima kasih
21:10yang pertama
21:11menyangkut dengan nuklir
21:13ada beberapa tempat
21:15kita itu
21:16ada beberapa tempat
21:18PLTN nuklir
21:18yang akan
21:19di Hal Mahira itu
21:20itu ala bekerja sama
21:22kalau tidak salah
21:22dalam kajian sekarang
21:24masih dalam kajian
21:25itu dengan Rusia
21:28terus ada beberapa
21:29juga lokasi
21:30di Kalimantan
21:32dan ada beberapa
21:33lokasi juga
21:34yang ada di Sumatera
21:35salah satu diantaranya
21:36adalah
21:37EPRI
21:38ini kita kaji dulu
21:40kita sudah mempertimbangkan
21:41kalau sudah lolos
21:42FS nya
21:43baru kita
21:45lakukan
21:46untuk negaranya
21:47negara yang punya
21:48kemampuan nuklir
21:49yang punya
21:50yang sudah terujilah
21:52kira-kira begitu
21:53hanya itu aja kan
21:58kamu mau di mana
21:59di Batam atau di mana
22:01sudah saya ikut kau aja
22:02berarti lolos di FS
22:03saya suka itu
22:04kau punya statement
22:06om suka
22:12tulis
22:12bila perlu
22:15dimungkinkan
22:15kalau memenuhi
22:17standar FS nya
22:18kenapa harus ragu
22:20jadi orang itu
22:21bangsa kita ini
22:23gak boleh
22:25diatur-atur
22:25sama negara lain
22:26wilayah-wilayah kita
22:28kalau kita mau
22:28taruh dimanapun
22:29selama memenuhi
22:30kan apa urusan
22:31kenapa harus negara lain
22:33mau atur-atur kita
22:33ya
22:38oh
22:39tadi kan aku udah ngomong
22:41rata-rata
22:42standar minimum nasional
22:44solar kita kan
22:45karena kita sudah
22:46tidak impor
22:46kan kita produksi
22:48dalam negeri
22:49kalau solar itu
22:50kalau untuk
22:51pertengai turun
22:5290
22:52itu di angka
22:5416-18 hari
22:55sekarang udah naiklah
22:56sekitar 18 hari
22:57ya Gaya
22:57karena sudah
22:58penambahan kapal masuk
23:00tapi kalau yang lainnya
23:01kan di atas
23:0220 hari semua
23:04oke baik teman-teman
23:05kalau sudah tidak ada
23:06oh ya
23:14habis ini saya hitung
23:15habis ini saya hitung
23:16atas perintah kamu ya
23:17habis ini saya hitung
23:22maaf
23:22dengan Goi Darman
23:24dari media mana deh
23:25dari Tempo pak
23:25mau nanya soal anggaran
23:27Tempo ya
23:27iya
23:28Tempo dulu atau Tempo sekarang
23:29Tempo
23:30oh
23:31Pak izin tanya
23:33untuk anggaran
23:33tadi kan Bapak sampaikan
23:34langsung dari
23:35BLU gitu ya pak
23:36bisa G2G
23:37atau G2B
23:38nah untuk anggarannya
23:39seperti apa ya pak
23:40sama proyeksi mungkin
23:41untuk
23:42tadi kan Pertalait
23:43juga aman gitu kan
23:44nah untuk proyeksi
23:46subsidi
23:46kompensasi itu
23:47seperti apa
23:48di 2026 pak
23:49apa ada tambahan
23:50juga dengan dinamika ini
23:51terima kasih
23:52baik mbak
23:53kalau menyangkut
23:54dengan anggaran
23:55kompensasi
23:56dan subsidi
23:58rata-rata ICP sekarang
24:00harganya 92
24:01dolar
24:02sementara di dalam
24:03APBN kita
24:04ICP kita 90
24:06dolar
24:06maka pasti ada penambahan
24:08anggaran subsidi
24:09dan kompensasi
24:10udah pasti itu
24:11tapi negara
24:13Bapak Presiden
24:13sudah memberitakan
24:14kepada kami
24:15untuk mengatakan
24:16bahwa
24:17tidak boleh
24:19ada kenaikan
24:19harga BBM subsidi
24:21sampai dengan
24:22akhir tahun
24:23dan ini semuanya
24:25kita akan ikuti
24:26day to day
24:26ya
24:26siapa pikir itu ya
24:31oh itu
24:32tidak dipakai
24:34APBN
24:34tidak
24:35tidak pakai APBN
24:36jangan lagi tanya
24:37bagaimana caranya ya
24:38kalau bagaimana caranya
24:40itu angkat kamu
24:40jadi direksi loh
24:41hati-hati
24:47di dalam
24:48Perpresnya seperti itu
24:49tapi itu pun
24:50harus koordinasi dengan
24:51BLU
24:53dalam poin
24:54pasal 4B
24:56dimungkinkan
24:57Kota Pertamina
24:58bisa melakukan
25:00komunikasi
25:01untuk impor langsung
25:02apabila
25:04cadangan kita
25:04sudah sangat
25:05kecil
25:07tipis
25:08yang kedua
25:08ada kejadian
25:09geopolitik
25:10di sumber minyaknya
25:11tapi itu pun
25:12harus dilakukan
25:12koordinasi dengan
25:13BLU
25:19gimana
25:26ya kita lihat
25:27perkembangan
25:28malah yang menguntungkan
25:28negara ya
25:30ya
25:31kalau semuanya
25:31bisa memungkinkan
25:32yang penting
25:33untuk negara kita
25:34Ibu Pertiwi
25:34kalau bagi saya
25:36yang penting
25:36Ibu Pertiwi
25:37jauh di atas
25:38segala-galanya
25:38ketimbangan yang lain
25:39ya
25:42kalau sudah tidak ada
25:43saya mau minta
25:44ke Pak Sekjen
25:44Pak Menteri
25:49Pendustrian
25:49sorry
25:50sorry
25:50sorry
25:51sorry
25:52sorry
25:52sorry
25:52sorry
25:52sorry
25:57izin Pak Menko
25:58Yusuf dari
25:58Metro TV
25:59sebelum Pasar
26:00Muji bicara
26:01apakah ini
26:01akan membahas
26:02juga tentang
26:02pengalihan
26:03ekspor gas
26:04ke Singapura
26:04ini untuk
26:05kebutuhan
26:05industri
26:06tadi kan
26:06saya baca
26:08untuk industri
26:08keramik
26:09ini juga membutuhkan
26:10pasokan gas
26:11yang lebih banyak
26:12untuk kebutuhan
26:13dalam negeri
26:14kan rata-rata
26:15HGBT-nya
26:16bahkan mencapai
26:1611 dolar
26:17nah mungkin
26:18ada penjelasan
26:19lebih lanjut
26:20soal pengalihan
26:21ekspor gas
26:22kini dengan
26:22industri keramik
26:23terima kasih
26:23ya nanti
26:24Pak Sarmuji
26:25akan menjawab
26:25secara teknis
26:26tapi begini ceritanya
26:29kita itu kan
26:31harus mempunyai
26:32pemahaman yang sama
26:33bahwa
26:34kepentingan nasional
26:35itu harus diutamakan
26:39apalagi
26:40ini menyangkut
26:40dengan pasal
26:4133
26:41undang-undang
26:4245
26:45kalau sudah menyangkut
26:47hajat hidup
26:47orang banyak
26:49itu harus dikuasai
26:50oleh negara
26:52dan prioritasnya
26:53untuk rakyat
26:54bangsa negara
26:55dulu
26:56dengan
26:57tetap
26:58kita memperhatikan
27:01isi
27:01atau kita mengalami
27:03kontrak
27:03yang sudah kita lakukan
27:04dengan pihak lain
27:05tapi selama kita
27:07tidak melanggar kontrak
27:08itu boleh
27:09kita
27:10memprioritaskan
27:11kepentingan nasional kita
27:12ya adinda ya
27:13saya juga sedang
27:14mempertimbangkan ya
27:16agar
27:17tadi dalam rapat
27:19saya juga membuah
27:19informasi
27:21bahwa ekspor kita
27:22nanti
27:23di komoditas kita
27:24di Migas
27:25maupun di Minerva
27:26ya ke depannya
27:27contoh
27:28ekspor LNG
27:29kalau kita mau
27:31ekspor ke Jepang
27:32ya langsung ke Jepang
27:34aja gak usah lagi ke negara
27:35dan lain
27:36kalau mau ekspor ke
27:39Eropa
27:39ya Eropa aja langsung
27:42begitu pun
27:42mau ekspor kemana
27:43ya langsung aja
27:44dari Indonesia
27:44sedang saya pertimbangkan nih
27:46jangan lagi mampir di
27:48ini disini disini
27:50gak usah
27:50langsung aja
27:51barang-barang punya Indonesia kok
27:52kenapa harus mampir-mampir
27:54kalau mereka gak mau
27:56ya sudah
27:56kita bicarain baik-baik
27:58sifatnya kita itu
27:59Indonesia terlalu baik
28:01presiden kita ini
28:02terlalu baik
28:03ya
28:04presiden Prabowo ini
28:05terlalu baik
28:06jadi kita
28:08arahan bahwa
28:09presiden Prabowo
28:10dalam berbagai kesempatan
28:11itu mengatakan begini
28:12setiap investor asing
28:14yang masuk
28:15kita harus jadikan mereka
28:16sebagai saudara kita
28:19itu arahan
28:21tapi juga
28:22kalau saudara
28:22yang kita sudah anggap
28:23saudara
28:23juga harus perilaku
28:25sama seperti
28:26juga menghargai
28:27saudaranya yang lain
28:29jangan
28:30nanya
28:33sendiri
28:34yang lain
28:34yang gak
28:35saya pikir itu
28:36silahkan Pak
28:38Menteri
28:39Pendustrian
28:40untuk menembakkan
28:41terkait dengan
28:42industrialisasi
28:43bahan baku
28:43saya perserakan
28:44ya terima kasih Pak
28:46Minko
28:46Assalamualaikum warahmatullahi
28:48Salam sejahtera
28:49untuk kita semua
28:50Alhamdulillah
28:51Pak Minko
28:52dan seluruh
28:54hadirin yang
28:55saya hormati
28:55saya pertama
28:57tentu
28:57adalah orang
28:59yang paling bergembira
29:00ketika ada
29:00kebijakan
29:01penambahan
29:02alokasi
29:03gas
29:03untuk industri
29:05karena kita
29:06semua tahu
29:07industri itu
29:09membutuhkan
29:10gas yang
29:10cukup besar
29:11terutama
29:13untuk beberapa
29:14subsektor
29:14industri
29:15misalkan
29:16sebagai bahan baku
29:18industri
29:20petrokimia
29:20pupuk itu
29:23sangat
29:24signifikan
29:25membutuhkan
29:27gas
29:28sebagai bahan baku
29:29yang kedua
29:31sebagai bahan bakar
29:32utama juga
29:32membutuhkan gas
29:34seperti industri
29:35kaca
29:35baja
29:37keramik
29:37dan sebagainya
29:38kita
29:40akan dorong
29:42utilisasi
29:43sektor industri itu
29:44maksimal
29:45saat ini
29:47utilisasi
29:48sektor industri
29:49itu
29:50hampir
29:5170%
29:52baru
29:53hampir
29:5370%
29:54sementara
29:56kalau kita
29:57mau
29:57meningkatkan
29:58utilisasi
29:59yang itu
30:00dampaknya pada
30:01peningkatan
30:01kontribusi
30:02industri
30:03terhadap
30:04PDB
30:05dan pertumbuhan
30:06ekonomi
30:06kita harapkan
30:08utilisasi
30:09sektor industri itu
30:10bisa mencapai
30:1080
30:11bahkan
30:1185%
30:13salah satu
30:14hal yang
30:16sangat menentukan
30:17adalah
30:18bahan baku
30:19diantaranya adalah
30:20gas
30:20sebagai bahan baku
30:21dan bahan bakar
30:23utama
30:23untuk
30:25sektor industri
30:26tertentu
30:27jadi kalau ini
30:28dikialokasikan
30:29pada sektor industri
30:30Pak Menteri
30:30saya
30:31sungguh berterima kasih
30:33pada Bapak Presiden
30:34dan Pak Menko
30:35ini
30:36bukti ada
30:37sensitivitas terhadap
30:38industri dalam negeri
30:39dan pengaruhnya
30:40sangat besar
30:41selain terhadap
30:43peningkatan
30:43PDB
30:44lapahan kerja
30:45kita juga akan
30:45lebih terjamin
30:46anak-anak
30:48juga bisa
30:48bekerja
30:49banyak orang
30:50yang akan
30:50senang
30:51dengan
30:52alokasi
30:53gas
30:54untuk
30:55sektor industri ini
30:56utilisasi
30:58kita akan
30:58dorong
30:58kapasitas industri
31:00akan membesar
31:00pendapatan
31:02nasional
31:02akan lebih besar
31:03lagi
31:03lapahan kerja
31:04akan tercipta
31:05lebih banyak lagi
31:06sekali lagi
31:06terima kasih
31:07Assalamualaikum
31:08Warahmatullahi Wabarakatuh
31:08Salam
31:09ada yang mau tanya Pak Simon
31:12saya pikir cukup ya
31:13teman-teman semua ya
31:14teman-teman media
31:15yang saya cintai
31:16terima kasih
31:18atas
31:19kehadirannya
31:20sekali lagi
31:22saya ucapkan terima kasih
31:25kedaulatan negara kita
31:27adalah sebuah
31:28sebuah hal
31:29yang
31:30harus kita
31:31junjung
31:31untuk mengorong
31:32sumber dalam kita sendiri
31:33selesai pasal 33
31:35under dasar 45
31:36terima kasih
31:37wabillahi wabillahi wabillahi wabillahi wabillahi wabillahi wabillahi wabarakatuh