Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta negara asing untuk saling menghargai.

Hal ini disampaikan Bahlil dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta pada Senin (26/10/2026).

Bahlil menyampaikan Indonesia sangat menghargai aturan, termasuk dalam ketenteuan yang ada dalam kontrak kerja apalagi terkait ekspor gas ke Singapura.

"Indonesia sangat menghargai aturan, Pemerintah Indonesia sangat menghargai aturan. Tapi saya minta, di saat bersamaan, jangan kalian minta ingin dihargai, tapi susah untuk menghargai langkah kita, intinya jangan mengolok-olok negara lain," kata Bahlil

Produser: Theo Reza

#bahlil #esdm #energi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/698122/bahlil-ke-singapura-jangan-kalian-minta-dihargai-tapi-susah-hargai-kita
Transkrip
00:00Saya ingin menjelaskan sedikit, ada negara tetangga kita yang kemarin menyampaikan tentang ekspor gas kita yang sebagian kita kurangi.
00:18Saya ingin menyampaikan bahwa total gas yang kita kirim, kita ekspor ke negara sahabat kita, saudara kita, konon katanya saudara
00:29kita, itu sebesar 409,55 mm BTOD.
00:41Oke, saya ulangi, total ekspor kita gas pipa dari dua tempat, satu adalah dari Laut Natuna, satu adalah dari Sumatera,
00:57itu totalnya sebesar 409,55 mm.
01:08Yang kemarin kita potong, itu adalah 31 mm, hanya kurang lebih sekitar 8 persen.
01:21Saya membaca berita, hanya 31 itu ternyata baru 2 persen konsumsi dari negara kita itu, negara temak sahabat kita.
01:35Jadi kalau 409 mm, katakanlah kalau itu tidak jalan, itu berarti berapa persen?
01:44Saya baca di media, itu ada sekitar 1000 mm kebutuhan mereka ya, 1000 lebih.
01:49Berarti kurang lebih sekitar 30 persen.
01:52Tetapi, atas arahan bawah presiden, Prabowo, negara kita adalah negara yang menghargai kontrak, aturan.
02:04Jadi jangan ajarin Indonesia terhadap komitmen untuk menjaga, menghargai kontrak.
02:1531 mm yang kita potong itu adalah masih di batas kontrak minimum.
02:25Saya ulangi, 31 yang kita potong sebagian, itu masih dalam batas kontrak minimum.
02:37Batas kontrak minimum kita, itu adalah sekitar 91 sampai 92.
02:44Dan kita baru sekitar 8 persen, terkecuali kita potong 10 persen.
02:50Nah, itu baru kita melanggar kontrak.
02:55Dan ini terjadi karena pertama adalah terjadi pemeliharaan, shutdown.
02:59Yang kedua adalah memang ada kebutuhan domestik.
03:04Yang berikut adalah itu baru gas via pipa.
03:14Belum gas LNG yang kita kirim.
03:18Gas LNG yang kita kirim, totalnya itu kurang lebih sekitar 146 kargo.
03:31146 kargo ini setara berapa mm, Pak Joko?
03:37Iya, berapa mm itu?
03:39140 mm?
03:42Iya, itu nanti dijelaskan teknis.
03:45Jadi, cukup besar yang kita kirim.
03:49Bapak Ibu semua, pemerintah Indonesia sangat menghargai aturan.
03:57Apalagi menteri SDM-nya.
03:58Sangat menghargai aturan sekali.
04:01Tapi saya juga minta,
04:04jangan di saat bersamaan kalian minta menghargai,
04:08susah minta dihargai.
04:11Senang mengolok-olok negara lain.
04:12Gimana itu?
04:14Jadi, disinilah asas kebersamaan kita.
04:19Jadi, kita harus equity treatment.
04:23Indonesia ini terlalu baik.
04:27Terlalu baik.
04:29Menghargai kontrak.
04:32Tapi hargai juga dong hubungan bersama antar negara.
04:35Harus sama-sama menghargai.
04:39Teman-teman semua, lambang ASEAN itu padi dan kapas.
04:44diikat.
04:46Itu artinya apa?
04:47Melambangkan kemakmuran bersama.
04:49Penghargaan bersama.
04:52Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi.
04:56Dan saya juga meminta kepada pihak-pihak lain,
04:59untuk menghargailah.
05:02Saling menghargailah.
05:06Dan jangan ajarin
05:08kami, khususnya
05:10kementerian SDM
05:12untuk tentang menghargai kontrak.
05:14Saya paham betul tentang kontrak itu.
05:16Itu satu.
05:18Yang kedua,
05:20kami juga telah melakukan rapat
05:22dengan tim Gakum
05:23dan tim internal di SDM
05:27untuk akan
05:29melakukan
05:32monitoring
05:33pemeriksaan terhadap
05:37kebun-kebun
05:38yang juga melakukan
05:42usaha pertambangan.
05:45Yang ditenggarai
05:47itu dilakukan oleh beberapa perusahaan asing.
05:53Dan ingat,
05:55sebagai mantan menteri investasi,
05:57kalau izin itu hanya dikeluarkan
06:00untuk
06:00usaha
06:02sawit,
06:04tidak boleh melakukan
06:05usaha lain,
06:06pendapatan lain di situ.
06:09Dan saya sudah mendapat
06:10laporan dari Dirjen Gakum,
06:12ada beberapa
06:15perusahaan
06:16yang
06:18sedang berpendelaman
06:20tapi berpotensi
06:21untuk melakukan
06:23kegiatan lain
06:24selain daripada izin yang dikeluarkan.
06:27yang ketiga,
06:29yang keempat ya,
06:31Bapak Ibu semua,
06:33harga yang kita berikan pun
06:36harganya sangat ekonomis,
06:39sangat kita konsisten dengan kontrak ya,
06:43harganya pun sekalipun ICP-nya naik tinggi,
06:46tapi kita kasih harga masih di bawah
06:47rata-rata
06:4920 dolar per mm.
06:51Pak Joko ya,
06:53masih di bawah 20 dolar per mm.
06:56Ini
06:56sekedar pemberitahuan.
06:58Jadi kita juga ingin
07:00dengan hati yang
07:02tulus,
07:03kita harus saling
07:04membantu,
07:06saling menghargai,
07:09jangan pakai rumus
07:10disana senang,
07:11disini senang,
07:13dimanaman hatimu senang.
07:15kebiasaan-kebiasaan lama
07:16udah harus kita
07:18berlahan-lahan
07:22ya lupakan.
07:24Kita mau yang baru lah.
07:26Bapak Ibu semua,
07:28yang berikut,
07:28apa strategi ke depan?
07:32Pemerintah Indonesia juga
07:34sudah melakukan kerjasama
07:36dengan beberapa negara
07:37untuk
07:38tembaki nuklir.
07:40Salah satu diantaranya
07:41nuklir yang akan kita tempatkan
07:43masih dalam studi,
07:44kita akan taruh di
07:45Kepri,
07:46di Batam.
07:49Untuk bagaimana mendorong
07:50ketahanan energi kita.
07:53Ini masih dalam
07:56perhitungan.
07:59Ini masih dalam perhitungan.
08:01Dan kita
08:02sampai dengan hari ini
08:04masih melakukan kajian
08:07untuk
08:12tahapan proses
08:13ekspor
08:13listrik
08:14ke negara lain.
08:16Karena kita masih
08:17butuhkan listrik banyak
08:18di negara kita,
08:19jadi mungkin
08:21belum dalam waktu dekat kali ya.
08:23Tapi semuanya
08:23akan kita kaji lagi.
08:25Kita hitung itu,
08:27kita timbak-timbak lah.
08:29Indonesia juga tahu bahwa
08:31kita mengimpor
08:35BBM RUM 90
08:36yang tadi saya sampaikan
08:37dari negara tetangga.
08:39Dan mulai besok
08:40saya akan berangkat ke
08:42beberapa negara
08:43termasuk
08:44India,
08:45China,
08:45dan beberapa negara
08:46untuk saya mendapatkan
08:47kepastian pasokan.
08:50Rakyat Indonesia
08:51tenang.
08:54Insya Allah
08:55saya memberikan jaminan
08:56atas arahan
08:57perintah
08:59Presiden Prabowo
09:01bahwa cadangan
09:03BBM kita
09:05dalam standar
09:06minimum nasional
09:07harga tidak akan
09:09naik untuk BBM subsidi.
09:12Ya,
09:13saya diperintahkan
09:14untuk mencari
09:15kontrak jangka panjang.
09:18Dan terakhir,
09:20saya senang
09:21untuk kita
09:23sama-sama
09:23menghargai.
09:26yang kita
09:27sama-sama
09:28harus menghargai
09:28apalagi
09:30sesama
09:32sodalah.
09:34Tapi kalau
09:34ada yang
09:35merasa
09:36untuk dihargai
09:37saja,
09:38sementara lain-lain
09:39tidak dihargai,
09:41maka saya pikir
09:42semua
09:42pasti
09:43ada jalannya.
09:45Seperti orang
09:45Papua bilang,
09:46jangan tulis lain,
09:48baca lain,
09:50bikin lain.
09:50Saya pikir demikian
09:52teman-teman
09:52media.
09:53Silahkan kalau ada yang
09:54mau tanya.
09:55Pak Bahlil.
09:56Pak, sebelah sini Pak,
09:57maaf Pak.
09:58Sebelah mana?
09:59Eh, bos.
10:01Dengan Rio Pak,
10:02dari Dunia Energi Pak,
10:02ada beberapa pertanyaan.
10:03Yang pertama,
10:04ke depan berarti
10:05skema pengadaan
10:06LPG,
10:07CRUD,
10:08dan BBM,
10:09berarti melalui BLU,
10:10kemudian kepertamatan,
10:11atau seperti apa
10:11mungkin bisa dijelaskan Pak.
10:13Kemudian,
10:13tadi Bapak sempat
10:14menyegung
10:14equal treatment Pak.
10:16Apakah kebijakan ini
10:17sebagai respon juga?
10:19Kalau memang ada
10:20quote-unquote,
10:21kita kan terjadi
10:22kelangkaan BBM Pak,
10:23berdua Pak,
10:23bulan terakhir Pak.
10:24Sebagai respon
10:25terhadap
10:26kelangkaan tersebut,
10:27karena kan kita tahu
10:28sumber BBM kita
10:29ataupun kita
10:30dari mana Pak,
10:31yang tadi Pak jelaskan juga.
10:32Kemudian terakhir Pak,
10:34sumber gasnya itu
10:35nanti
10:37yang
10:38dipangkas itu Pak,
10:39maaf Pak,
10:39itu dari mana saja Pak.
10:41Dan kalau memang
10:41ada tindakan hukum,
10:43nintinya ada tindakan hukum,
10:44seperti apa respon pemerintah Pak?
10:45Terima kasih Pak.
10:47pertanyaan kau banyak kali.
10:50Yang pertama,
10:51dalam per-per-107,
10:53itu nanti
10:55yang mengadakan
10:56BLU,
10:57setelah itu
10:58BLU
10:59akan
11:00melakukan
11:02B2B,
11:03B2G dengan Pertamina.
11:04Jadi Pertamina nanti
11:05akan membeli
11:05di BLU.
11:08Jadi gak ada lagi
11:09perusahaan-perusahaan lain.
11:11Gak ada lagi.
11:13Jadi negara ke negara aja
11:14udah,
11:15biar tidak ada
11:15adustan antara kita.
11:18Ya,
11:18dinda ya.
11:20Yang kedua,
11:22terkait dengan
11:23respon,
11:24gak ada respon-respon.
11:25Mau respon siapa?
11:26Saya menyampaikan ini
11:27terkait dengan
11:28bagaimana
11:29kondisi energi kita.
11:31Kalian disampaikan
11:32kelangkaan itu
11:33adalah
11:34metode
11:35supply
11:36logistiknya.
11:38dari
11:39kilang
11:40ke terminal.
11:41Jadi itu namanya
11:42bukan cadangan
11:44nasional kita
11:44yang berkurang ya.
11:46Bukan,
11:46itu harus clear dulu.
11:47Di Bali kan kemarin
11:48terjadi,
11:49karena terjadi
11:51keterlambatan
11:52daripada
11:52kapal yang
11:54tiba di sana.
11:55Tapi Alhamdulillah
11:56udah clear.
11:57Alhamdulillah udah clear.
11:59Yang ketiga,
12:01menyangkut dengan
12:02pemotongan
12:0231mm
12:03itu di daerah
12:05satu di laut,
12:08laut Natuna,
12:09yaitu dari perusahaan
12:103S dari
12:11Medco
12:12NP
12:13Gresik
12:14dan Petrocina
12:15Jabung.
12:16Dan yang kedua
12:17adalah
12:18Prime Natuna
12:19Blok A
12:21dan
12:21Medco Natuna
12:23Blok B.
12:25Jadi,
12:27dan ketiga
12:28adalah wilayah
12:28Kakap ya.
12:30Jadi,
12:31sekalipun terjadi
12:31pemotongan,
12:32tidak kita
12:33melanggaran aturan.
12:34Karena masih
12:35di dalam
12:36batas
12:37minimal ekspor.
12:39Sekali lagi
12:40saya katakan ya,
12:41tidak
12:42kita melakukan
12:43pelanggaran aturan
12:44atau pelanggaran kontrak
12:45karena kita baru
12:47melakukan
12:48minimum.
12:51Jadi,
12:52saya juga bingung ya,
12:53kenapa
12:53mungkin yang ngomong ini
12:54belum baca kontrak dulu kali ya?
12:56Kok ada
12:57kayak
12:57gimana gitu ya?
12:59Padahal
13:00itu baru 31.
13:03Bagaimana lagi
13:04kalau lebih ya?
13:04Tapi kan kita tidak
13:05ingin itu.
13:06Tapi kalau memang
13:07ya gimana-gimana ya
13:09kita bisa
13:10bicarakan
13:11baik-baik ya.
13:13Oke.
13:17Siang Pak Balina.
13:18Saya Rian Pak
13:19dari
13:20Bisnis Indonesia
13:21masih tanya
13:22soal tadi
13:22pemangkasan ekspor
13:24gas ke Singapura.
13:25Ini kan
13:2531 BBTU ya Pak.
13:27Ini tuh
13:27dalam jangka waktunya
13:28apakah
13:29pemangkasan
13:30permanen
13:30atau dalam
13:31tempo beberapa
13:32waktu tertentu Pak.
13:33Kemudian kan ini
13:34tadi dari
13:35Natuna sama Sumatera ya
13:36dan nanti pasokannya
13:37katanya dialihkan
13:37untuk pembangkit
13:38di Batam ya Pak.
13:39Nah gimana sih
13:40memang pasokan gas
13:41untuk pembangkit
13:41di Batam dan Sumatera
13:42kemudian tadi
13:43Bapak juga
13:43menyinggung soal
13:44negara yang
13:45tidak saling menghargai ya.
13:47Memang tolak hukur
13:48tidak saling menghargai itu
13:49seperti apa Pak
13:49untuk Indonesia
13:50apakah dengan
13:50nanti menurut
13:52tolak hukur Bapak
13:52Singapura
13:53sudah menghargai
13:54apakah ekspor ini
13:55bakal dilanjutkan lagi
13:56atau malah
13:57gimana sih Pak ke depannya
13:58kayak itu.
13:59Terima kasih.
14:00Saya hari ini
14:01bicara sebagai
14:01Menteri SDM ya
14:02bukan sebagai Tunggolkar.
14:04Jadi harus
14:05straight
14:05berdasarkan aturan.
14:08Yang pertama
14:09saya mau sampaikan
14:11bahwa
14:11di dalam kontrak
14:13yang ada
14:14itu ada
14:15batas minimum
14:16yang harus disupply.
14:20Oke.
14:22dari apa yang terjadi ini
14:24kita belum
14:24melewati
14:25batas minimum.
14:27Belum ada.
14:28Jadi belum ada
14:28pelanggaran disitu.
14:30Belum
14:31belum ada
14:32ketidak
14:33patuhan kita
14:34atau belum ada
14:37langkah
14:37yang tidak menghargai kontrak.
14:40Terkecuali
14:41Pak Joko
14:42sudah memotong
14:4390%
14:44atau 89%.
14:46Ini kan
14:46baru 8%.
14:48Jadi belum ada bos.
14:50jadi saya gak mau tanggapi
14:51hal yang belum ada ini.
14:52Jadi saya tidak mau
14:53berhalusinasi
14:54dengan orang lain.
14:57Jangan orang punya
14:58kegelisahan
14:59terus saya tanggapi.
15:00Gak bagus.
15:00Saya bukan ahli
15:01peramal orang ya.
15:03Satu.
15:04Yang kedua
15:05kita tahu bahwa
15:06kita sekarang
15:06kan ada beberapa
15:07sumur-sumur gas kita
15:09yang terjadi
15:10incline
15:11penurunan.
15:12Karena ada
15:13terjadi
15:14shutdown
15:15pemeliharaan.
15:16Nah karena terjadi
15:17pemeliharaan
15:18maka saya harus
15:19memprioritaskan
15:20kepentingan
15:20dalam negeri.
15:22Ada dua di situ.
15:23Satu adalah
15:24urusan
15:26PLN
15:27yang kedua
15:28urusan
15:28industri.
15:29Karena industri
15:30kita kalau tidak
15:31kita supply
15:33bagaimana
15:33bisa
15:34punya bahan baku
15:35dan berangkat
15:36meningkatkan
15:36nilai tambah
15:37fililisasinya.
15:39Yang ketiga
15:42apakah ini
15:43permanen atau tidak
15:44saya merasa
15:45belum ada
15:45perlanggaran kontrak.
15:47jadi
15:48saya pikir itu
15:48dinamis saja lah mas.
15:50Ya
15:50silahkan yang lain.
15:52Ya Reza
15:53Pak dari
15:54Nike
15:54saya tadi kan
15:54Terima kasih.

Dianjurkan