Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Konflik antara Amerika Serikat dan Iran masih belum mencapai titik temu.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sesumbar akan ambil sikap soal akhir perang, termasuk opsi kembali melancarkan serangan militer.

Trump sempat menyinggung Operasi Epic Fury, nama operasi militer AS untuk Iran.

Di tengah ancaman serangan yang dilontarkan Trump, sejumlah delegasi dari negara Timur Tengah menggelar pertemuan tingkat tinggi di Iran pada Senin (26/10/2026) waktu setempat.

Menteri Pertahanan Arab Saudi, Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan dan Kepala Dinas Intelijen Turki akan bertemu negosiator Iran, membahas Teheran dan Washington.

Mampukah pertemuan delegasi di Teheran meredam atau mengakhiri konflik Iran dengan Amerika Serikat, atau justru jadi perang tak berujung?

Trump segera mengambil keputusan, sementara tiga negara Timur Tengah sedang mendorong perdamaian.

Kita bahas bersama Analis Senior Indo-Pacific Strategic Intelligence, Fauzia Cempaka Timur.

Baca Juga AWAS! Trump Sebut Harga BBM Bisa Naik Tiga Kali Lipat akibat Konflik dengan Iran | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/698090/awas-trump-sebut-harga-bbm-bisa-naik-tiga-kali-lipat-akibat-konflik-dengan-iran-sapa-malam

#trump #iran #perang

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/698126/full-analisis-pengamat-soal-trump-segera-putuskan-sikap-terhadap-iran-perang-lagi-atau-damai
Transkrip
00:00Trump segera mengambil keputusan, sementara tiga negara Timur Tengah sedang mendorong perdamaian.
00:05Kita bahas bersama analis senior Indo-Pacific Strategy Intelligence, Fauzia Cempaka Timur.
00:10Selamat malam, Mbak Fauzia.
00:13Malam, Mat Gali.
00:14Mbak Fauzia, Trump akan segera memutuskan sikap.
00:17Jika kita melihat pernyataan Trump yang selalu sesumbar, kita melihat sebelum-sebelumnya,
00:22apakah Trump ataupun AS ini benar-benar memegang kendali perang atas Iran
00:29atau Anda melihatnya seperti apa?
00:31Saya melihatnya bahwa pertama, bahwa memang perubahan sikapnya Trump ini
00:36terus terjadi dan memang sudah dari awal Februari,
00:40dari awal maksud saya pada saat Februari 28 terjadi serangan,
00:45ini sudah memang perubahan ini sudah terlihat dari Trump.
00:48Bahkan statement yang baru saya disampaikan terkait dengan akan melakukan another little epic fury,
00:55ini muncul setelah sebelumnya menyatakan bahwa Amerika Serikat memiliki diskusi yang produktif dengan Teheran.
01:02Nah, ini sebenarnya memang perubahan ini memang sangat terus berubah begitu ya, Mas Gali.
01:06Namun yang harus kita catat adalah bahwa saat ini,
01:09Amerika Serikat ini akan menghadapi midterm election tanggal 3 November.
01:13Dan artinya, stake atau resiko yang dimiliki oleh Trump
01:18jika menyerang sebelum midterm election ini sangat besar dan akan membebani terhadap suara
01:26yang nantinya akan masuk dukungan terhadap Partai Republik tentunya.
01:31Nah, ini yang pertama.
01:32Yang kedua, dari informasi yang beredar dari laporan-laporan di media
01:36atau bahkan di analisis intelijen menyebutkan bahwa justru yang semangat artinya
01:42untuk mengeskalasi lebih lanjut dan kembali ke peperangan adalah Israel.
01:47Dan bahkan disampaikan ada beberapa persiapan yang sebenarnya
01:50sudah dilakukan oleh Israel untuk melakukan kampanye pemboman
01:55yang dilakukan selama beberapa hari yang sempat dilontarkan pada awal waktu berlalu.
02:01Namun Trump sendiri yang katanya menghentikan
02:05rencana yang dilakukan oleh Netanyahu.
02:07Kenapa agak berbeda begitu ya?
02:09Padahal keduanya nih Israel dan Amerika Serikat sama-sama mau menghadapi election atau pemilu.
02:13Bahkan Israel ini besok mas tanggal 27 ini akan menghadapi pemilu.
02:19Nah, tentu bagi domestik Israel ketika menyerang Iran
02:23ini akan meningkatkan elektabilitas justru popularitasnya Netanyahu.
02:27Sedangkan di sisi lain jika Amerika Serikat
02:30kalau justru malah menyerang Iran dan gagal
02:34atau bahkan masih justru semakin panjang perangnya
02:38malah tentu akan kontraproduktif terhadap di dalam negeri.
02:43Fauzia, tadi Anda mengatakan bahwa sejumlah laporan menyebut
02:45AS dan Israel mempersiapkan serangan singkat
02:47tapi ini muncul di tengah pemilu Israel dan juga pemilu selah AS.
02:51Jadi artinya ketika Trump akan segera memutuskan sikap
02:55apa yang Anda baca? Apakah ini hanya sesumbar seperti sebelum-sebelumnya
02:58atau hanya ancaman saja?
03:01Saya rasa memang beban yang diberikan, beban ekonomi begitu ya
03:06pertimbangan ekonomi yang dibebankan oleh Iran
03:08ini terlalu besar untuk keputusan Amerika Serikat
03:11misalnya mengeeskalasi sebelum tanggal 3 November Mas.
03:14Jadi menurut saya kemungkinannya potensinya untuk eskalasi ini
03:18masih sangat rendah.
03:19Terutama kalau membaca tanda-tanda atau indikasi intelijen lainnya
03:24adalah misalnya pertemuan yang dilakukan oleh beberapa negara
03:27Menlu begitu ya yang dilakukan beberapa negara Eropa
03:32juga negara-negara beberapa negara Timur Tengah
03:35yang dilakukan di Turki begitu yang mereka bertemu
03:37dan mereka sepakat begitu dalam hal ini
03:39bahwa eskalasi tidak akan menguntungkan semuanya.
03:43Dan ini menurut saya sebenarnya indikasi yang paling
03:45tekanan yang paling besar bagi Amerika Serikat adalah
03:48jika ekonomi semakin terbebani
03:50kalau melakukan eskalasi atau bahkan serangan yang sifatnya masif
03:55seperti Epi Fury pada tanggal 28 Februari lalu Mas.
04:00Mbak Fauzia, ini sejumlah negara Timur Tengah
04:02gelar pertemuan di Teheran menyelesaikan konflik Iran-AS
04:05Apakah dampaknya pada stabilitas Timur Tengah?
04:08Ini ada beberapa negara seperti delegasi Arab Saudi, Pakistan dan juga Turki.
04:14Iya betul. Kalau kita lihat memang yang datang ini adalah
04:18aktor keamanan begitu ya, bahkan pimpinan begitu ya
04:21pimpinan di instasi keamanannya negara-negara Pakta Mekah.
04:25Nah ini sebenarnya salah satunya adalah tentu saja
04:27bagaimana kita lihat continuity, keberlanjutan, eskalasi yang terus terjadi
04:33antara Arab Saudi dan Houthi.
04:35Begitu ya dan memang tentu ada beberapa perdebatan
04:39bahkan juga penolakan dari Iran yang dianggap memiliki kontrol
04:43terhadap pasukan Houthi.
04:46Artinya Mbak Fauzia ada ingin mengatakan bahwa
04:48negosiasi ataupun pertemuan yang dilakukan Arab Saudi di Teheran ini
04:52untuk kepentingan pribadi bukan untuk mendamaikan antara AS dan Iran ini?
04:58Bagi Iran, bagi Iran sendiri menerima delegasi dari tiga negara ini
05:03merupakan bargaining position-nya Iran begitu untuk menahan setidaknya
05:07untuk eskalasi Amerika Serikat.
05:09Namun bagi tiga negara lainnya, setidaknya buat Arab Saudi ini adalah
05:13untuk menahan atau paling tidak mengontrol bagaimana Iran tentu saja
05:18masih memiliki influence atau pengaruh terhadap Houthi.
05:21Nah sedangkan bagi dua negara lainnya Pakistan dan Turki ini berbeda lagi mas.
05:25Ini adalah bentuk solidaritas dan menunjukkan bagaimana kedua belah pihak
05:29ini baik Pakistan maupun Turki masih mendorong agar Saudi ini
05:34melalui bantuan atau negosiasi yang dibantu oleh Iran sebagai interlokutor
05:40ini bisa menjadi pihak yang mendamaikan nantinya menurunkan tensi
05:44antara Arab Saudi dan Houthi, Mas Gali.
05:47Jadi Anda melihat bahwa mereka ini, tiga negara Arab Saudi, Pakistan, Turki
05:51berupaya meredakan konflik.
05:53Namun Anda melihatnya ini hanya perantara atau memang benar-benar bisa menekan
05:57AS maupun Iran untuk tetap berdamai atau bernegosiasi?
06:02Saya rasa saat ini tentu semua negara gitu ya di luar dari Iran dan Amerika Serikat
06:08begitu ya tentu ingin kembali ke perdamaian karena tentu saja dampaknya mas
06:13memang bukan lagi terhadap Iran dan Amerika Serikat mungkin di awal
06:17terdikusi tentang bagaimana dampaknya di negara masing-masing.
06:20Namun saat ini dampak globalnya semakin besar bahkan yang dijanjikan oleh Iran
06:25artinya adalah taksik asimetris yang dilakukan ya itu untuk meningkatkan eskalasi
06:29yang sifatnya itu bukan vertikal tapi horizontal gitu ya, melebar, meluas.
06:35Ini udah nyata Mas gitu ya dari misalnya kita lihat bagaimana airport di Arab Saudi
06:39lalu bagaimana fasilitas Aramco dan bahkan kita tahu bahwa choke point
06:43yang awalnya yang terhambat ini, terblokade ini hanya di Hormuz gitu ya
06:49sekarang meluas bahkan di BAPL Mandir.
06:52Nah keduanya ini tentu akan semakin mencekik kebutuhan energi, angka juga tagihan harga-harga makanan
07:01gitu ya dan bahkan inflasi-inflasi juga akan semakin besar, tinggi gitu.
07:07Dan ini tentu bukan yang diinginkan oleh semua negara.
07:10Nah ini menurut saya adalah jika pertanyaannya apakah bisa menahan gitu ya
07:13pertanyaan saya bukan menghentikan.
07:15Jadi pertemuannya tidak akan bisa menghentikan keinginan Trump begitu ya
07:18apapun yang ingin akhirnya nanti diputuskan oleh Trump
07:21tetapi akan dapat setidaknya menghentikan, setidaknya akan memperlambat begitu.
07:26Memperlambat keputusan-keputusan yang sifatnya impulsif dari Trump.
07:32Artinya Mbak Fauzia, Trump klaim akhiri perang Iran makin dekat itu hanya sesumbar saja
07:39atau hanya karena Trump ingin menunggu sampai pemilunya berakhir?
07:44Secara praktik mungkin saya bisa bilang bahwa ini adalah keinginan Trump adalah
07:49untuk menunggu sampai midterm election selesai Mas.
07:54Jadi ini menurut saya adalah, tapi momentum sangat penting di sini.
07:57Artinya adalah bagi Israel maupun bagi Amerika Serikat
08:01untuk mengeeskalasi sebelum tanggal 3 November adalah resiko yang sangat tinggi.
08:06Dan Iran sampai saat ini sangat siap begitu ya
08:08dan mempersiapkan diri untuk apapun yang terjadi setelah tanggal 3 November tersebut.
08:13Dan tentu yang menjadi casualty atau korban sampingan
08:17negara-negara yang tadi yang juga saat ini sedang menghadir ke Teheran
08:21sebenarnya adalah untuk meyakinkan Iran bahwa untuk kembali ke meja negosiasi
08:25dibandingkan untuk mengeeskalasi lebih jauh dengan Amerika Serikat maupun Israel.
08:31Baik, terima kasih Mbak Fauzia Cempakatimur,
08:34Analis Senior Indo-Pacific Strategic Intelligence
08:36telah bergabung bersama kami di Kompas Malam.
08:39Terima kasih Mbak Fauzia.

Dianjurkan