Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAWA TIMUR, KOMPAS.TV Misteri hilangnya Dini Hardiyanti dan anak balitanya di Madiun, Jawa Timur, akhirnya terungkap. Keduanya diduga dibunuh oleh suami siri Dini, Dwi Bagus Martono.

Rekaman CCTV hotel memperlihatkan Dini dan anaknya masuk bersama terduga pelaku. Polisi menduga pembunuhan terjadi di hotel dan rumah pelaku. Sebelumnya, keluarga melaporkan kehilangan keduanya ke Polres Madiun Kota pada 5 Oktober setelah hilang kontak sejak 20 September.

Pelaku ditangkap tim gabungan di wilayah Jombang dan dibawa ke Mapolda Jawa Timur untuk diperiksa. Polisi masih mendalami motif pembunuhan. Keluarga korban meminta pelaku dijatuhi hukuman seberat-beratnya atau hukuman mati.

Perkembangan penanganan kasus pembunuhan ini kita bahas bersama kuasa hukum keluarga korban, Ikbal Sermaf.

#madiun #pembunuhan #dinihardi yanti #polisi #jawatimur #kompastv

Baca Juga Kasus Ibu dan Anak Tewas di Madiun! Suami Siri Ditangkap, Abu Jenazah Dibuang di Sungai | BERUT di https://www.kompas.tv/regional/698098/kasus-ibu-dan-anak-tewas-di-madiun-suami-siri-ditangkap-abu-jenazah-dibuang-di-sungai-berut

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/698130/full-geger-ibu-dan-anak-di-madiun-dibunuh-suami-siri-kuasa-hukum-korban-angkat-bicara
Transkrip
00:00Hilangnya seorang ibu dan anak balita di Madiun, Jawa Timur akhirnya terungkap dengan fakta yang memilukan.
00:08Kedua korban tewas dibunuh oleh suami siri korban.
00:16Hotel merekam momen ketika Dini Hardianti dan anaknya masuk ke dalam hotel bersama pelaku.
00:23Rekaman lain, terduga pelaku terlihat keluar menuju mobil untuk mengambil sebuah kantong.
00:28Polisi menduga kedua korban dibunuh di hotel tersebut.
00:32Ini menjadi bukti keberadaan terakhir korban sebelum mereka dinyatakan hilang.
00:37Sebelumnya pihak keluarga telah melaporkan hilangnya kedua korban ke Polres Madiun, Kota pada 5 Oktober.
00:43Karena hilang kontak sejak 20 September, usai menemui suami siri korban.
01:01Pelaku telah ditangkap oleh tim gabungan di wilayah Jombang dan langsung dibawa ke Mapolda Jatim untuk diperiksa.
01:07Dari hasil penyelidikan Polres Madiun, Kota dan Polres Jawa Timur,
01:11kasus hilangnya korban menemukan titik terang dan mengarah pada dugaan pembunuhan
01:15yang melibatkan Dwi Bagus Martono yang merupakan suami siri korban.
01:20Polisi menduga kedua korban dibunuh di hotel.
01:24Jasad korban kemudian diduga dibawa ke rumah pelaku.
01:33Disebabkan karena terjadi pembunuhan yang dilakukan oleh suami siri dari perempuan tersebut.
01:43Semalam kita sudah amankan pelakunya dan saat ini sementara kita lakukan pengembangan.
01:49Dari hasil yang kami dapatkan memang peristiwa pembunuhannya ini cukup sadis
01:55karena pertama pelaku melakukan pembunuhan dulu terhadap istri-istrinya
02:04di sebuah kamar di hotel di Madiun.
02:09Kemudian setelah itu dia melakukan lagi terhadap anaknya.
02:14Usai menangkap pelaku pembunuhan,
02:16polisi dari Polda Jatim dan Polres Madiun Kota melakukan olah TKP di rumah pelaku
02:21di Gang Tentrem Kelurahan Winong, Madiun, Jawa Timur.
02:24Kapolres Madiun Kota bilang pelaku diduga melakukan pembunuhan di dua lokasi
02:29yakni di hotel dan di rumah.
02:32Motif pembunuhan masih didalami.
02:39Ini ada dua korban ya, yaitu ibu dan anaknya.
02:44Ini ada di dua lokasi yang berbeda.
02:48Saat ini masih dilakukan pengembangan pada laman dan juga kita saat ini melakukan olah TKP.
02:54Tujuannya adalah untuk merangkai sehingga utuh satu kejadian itu.
02:57Kita melaksanakan join investigasi bersama-sama dengan tim Polda.
03:04Saat ini masih digali ya, jadi mohon waktu saat ini masih pengembangan.
03:13Kakak Dini Hardianti yakni Rika Kartika mengaku tidak menyangka pelaku yang merupakan suami siri Dini
03:20tega membunuh adik dan keponakannya.
03:23Keluarga Dini Hardianti minta pelaku dijatuhi hukuman seberat-beratnya atau dihukum mati.
03:53Oke sayang sama kami juga, jadi gak nyangkanya dari situ.
03:58Update penanganan kasus pembunuhan keji ini saudara, kita tanyakan kepada kuasa hukum keluarga korban,
04:04Mas Iqbal Sermaf yang telah bergabung bersama kami di Kompas Petang.
04:07Selamat petang Mas Iqbal.
04:09Ya selamat petang, selamat sore.
04:12Mas Iqbal betul Anda berada di Polda Jawa Timur begitu ya untuk mengawal kasus ini.
04:18Apa yang sedang digali oleh polisi dari pelaku yang sudah ditangkap?
04:23Terima kasih. Jadi saya selaku kuasa hukum dari korban saat ini.
04:28Saya berada di Polda Jawa Timur di Ruang Gertin.
04:32Setelah saat ini pelaku masih dimintai keterangan oleh penyidik.
04:38Mintai keterangan penyidik dari beberapa rangkaian-rangkaian peristiwa
04:41yang mungkin masih ada yang mungkin kurang dari kelengkapan berita acara pemeriksaan
04:46atau peristiwa-peristiwa kronologi yang masih putus.
04:49Sehingga hari ini penyidik juga masih melakukan pendalaman terhadap pelaku.
04:53Dan juga hari ini saya mendampingi keluarga korban, yaitu ibu dari korban
04:59dan juga adik dari korban yang saat ini dimintai keterangan oleh penyidik dari unit 3
05:03Surdi Daternas Polda Jawa Timur untuk dimintai keterangan-keterangan
05:06terkait dengan peristiwa-peristiwa apa saja yang terjadi.
05:10Termaksud sebenarnya bagaimana ini korban akhirnya mengenal pelaku
05:13sampai akhirnya menikah siri?
05:17Jadi dari kronologi singkat bahwa sebenarnya antara korban dan pelaku ini
05:22sudah berkenalan mungkin sekitar 3 tahun yang lalu, mungkin sekitar di tahun 2023
05:26memang memiliki hubungan pacaran dan sebagainya.
05:29Sehingga mungkin pelaku dan korban ini singkatnya adalah melakukan
05:33mungkin menikah secara siri yaitu di kota Samarinda.
05:36Seperti itu, setiap 3 tahun mereka melakukan hubungan pacaran
05:42sehingga melakukan langsungkan pernikahan secara siri di kota Samarinda.
05:48Kalau sepengetahuan Anda sebagai kuasa hukum korban, profil pelaku sendiri seperti apa?
05:55Kalau sepengetahuan saya sebagai seorang kuasa hukum memang
05:58saya profil dari pelaku ini sebenarnya dia bekerja sebagai seorang mungkin
06:03bekerja di kapal ya secara, mungkin secara garis besar dia bekerja sebagai
06:07di kapal, mungkin pelayaran dan sebagainya dan mungkin pekerjaan itu tidak menentu.
06:12Seperti itu, jadi mungkin sistem kontrak dia kalau memang ada panggilan dari perusahaan
06:16mungkin pelaku ini mungkin akan bekerja di luar negeri atau di luar dari Indonesia itu
06:20seperti keterangan awal yang saya dapat dari keterangan adik korban seperti itu.
06:25Kalau kita lihat ini kan ada jeda waktu ketika terakhir keluarga menghubungi korban
06:29sehingga akhirnya melapor bahwa ada dugaan kehilang
06:34yang menyebabkan keluarga akhirnya curiga korban dan juga anaknya ini sudah hilang kontak
06:40sehingga perlu akhirnya melapor ke polisi seperti apa?
06:42Jadi mungkin awal mula mereka hanya melaporkan orang hilang karena sejak tanggal 20 itu
06:50ada komunikasi terakhir antara korban dan ibunya pada saat komunikasi terakhir
06:54dan putus komunikasi lewat Sidiopol itu memang sudah berakhir dari tanggal 20
06:59itu korban tidak pernah mengabari keluarganya, tidak pernah mengabari sehingga keluarga korban itu
07:05berlihat datang ke Madiun untuk menemui pelaku ini untuk menanyakan
07:08di mana keberadaan korban seperti itu. Jadi korban mengelak bahwa
07:14korban ini pada saat itu adalah cekcok bersama pelaku, cekcok ribut dan sebagainya
07:18sehingga korban ini pergi melarikan diri dari pelaku seperti itu.
07:23Itu jadi keterangan awal yang saya lakukan.
07:25Jadi ini juga mengonfirmasi bahwa keterangan yang disampaikan oleh keluarga korban
07:30bahwa terakhir kali korban mengontak pihak keluarga
07:34korban ini juga sedang cekcok begitu ya dengan pelaku?
07:39Mungkin lebih simpelnya adalah video call antara korban dan ibunya
07:43pada saat itu sekitar jam 9 pagi, ibu dan korban itu sempat melakukan video call
07:48sekitar jam 9 pagi lewat, itu tiba-tiba mungkin HP-nya atau panggilan telpon
07:52video call itu tiba-tiba mati dan mungkin tidak dapat dihubungi lagi seperti itu.
07:58Kemudian ini bisa dikatakan pembunuhan sadis begitu
08:01tanpa menjelaskan sedetail apa pembunuhan yang dilakukan
08:07Anda melihat dari keterangan polisi
08:09betul begitu pembunuhannya sesadis itu termaksud motifnya?
08:16Secara garis bawahi bawah, sebenarnya bahwa terkait motif dan pendalaman motif pelaku ini seperti apa
08:22melakukan satu perbuatan tindak pidana yang sangat begitu kejam
08:25dan sadis ini mungkin nanti akan dilakukan secara utuh oleh Polda Jatim
08:31dalam artian ini ada presidus bersama Bapak Kapolda
08:34dan dalam hal ini ada 4 musuh juga
08:36oke, untuk melakukan satu rangkaian ilustrasi bahwa motifnya seperti apa
08:44tetapi bahwa lebih simpelnya bahwa pelaku dan korban ini mungkin lebih simpelnya adalah
08:50percekcokan, mungkin ada cekcok secara singkat seperti itu.
08:52baik, terakhir singkat saja kapan polisi dari Polda Jatim rencana akan merilis secara lengkap kasus ini?
09:00mungkin keterangan yang saya himpun hari ini pada saat saya di Diklir Timur
09:04mungkin besok akan dilakukan presidus terkait dengan seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi di Kota Madiun
09:12tetapi sebelumnya saya mengucapkan juga kepada
09:15terima kasih setidihnya kepada Bapak Kapolda Jawa Tibur
09:19Bapak Kapolda juga, Pak Gertimu
09:22dan juga saya mengucapkan terima kasih kepada AKBP Arbaradih Jumgur
09:28dan juga tim unit 3 Jatarnas Polda Jatim
09:32atas ungkapan yang luar biasa kerja keras dari teman-teman tim
09:35sehingga pelaku bisnis ini sudah ditangkap
09:37terima kasih seperti itu
09:38baik, kita nantikan ya seperti apa penyelidikan atau penyelidikan lanjutan dari kasus ini
09:42terima kasih
09:43Kuasa Hukum Keluarga Korban, Amas Iqbal Sermah telah berbagi informasi bersama kami di Kompas Petang
09:47Salam Sehat

Dianjurkan