00:00Hilangnya seorang ibu dan anak balita di Madiun, Jawa Timur akhirnya terungkap dengan fakta yang memilukan.
00:08Kedua korban tewas dibunuh oleh suami siri korban.
00:16Hotel merekam momen ketika Dini Hardianti dan anaknya masuk ke dalam hotel bersama pelaku.
00:23Rekaman lain, terduga pelaku terlihat keluar menuju mobil untuk mengambil sebuah kantong.
00:28Polisi menduga kedua korban dibunuh di hotel tersebut.
00:32Ini menjadi bukti keberadaan terakhir korban sebelum mereka dinyatakan hilang.
00:37Sebelumnya pihak keluarga telah melaporkan hilangnya kedua korban ke Polres Madiun, Kota pada 5 Oktober.
00:43Karena hilang kontak sejak 20 September, usai menemui suami siri korban.
01:01Pelaku telah ditangkap oleh tim gabungan di wilayah Jombang dan langsung dibawa ke Mapolda Jatim untuk diperiksa.
01:07Dari hasil penyelidikan Polres Madiun, Kota dan Polres Jawa Timur,
01:11kasus hilangnya korban menemukan titik terang dan mengarah pada dugaan pembunuhan
01:15yang melibatkan Dwi Bagus Martono yang merupakan suami siri korban.
01:20Polisi menduga kedua korban dibunuh di hotel.
01:24Jasad korban kemudian diduga dibawa ke rumah pelaku.
01:33Disebabkan karena terjadi pembunuhan yang dilakukan oleh suami siri dari perempuan tersebut.
01:43Semalam kita sudah amankan pelakunya dan saat ini sementara kita lakukan pengembangan.
01:49Dari hasil yang kami dapatkan memang peristiwa pembunuhannya ini cukup sadis
01:55karena pertama pelaku melakukan pembunuhan dulu terhadap istri-istrinya
02:04di sebuah kamar di hotel di Madiun.
02:09Kemudian setelah itu dia melakukan lagi terhadap anaknya.
02:14Usai menangkap pelaku pembunuhan,
02:16polisi dari Polda Jatim dan Polres Madiun Kota melakukan olah TKP di rumah pelaku
02:21di Gang Tentrem Kelurahan Winong, Madiun, Jawa Timur.
02:24Kapolres Madiun Kota bilang pelaku diduga melakukan pembunuhan di dua lokasi
02:29yakni di hotel dan di rumah.
02:32Motif pembunuhan masih didalami.
02:39Ini ada dua korban ya, yaitu ibu dan anaknya.
02:44Ini ada di dua lokasi yang berbeda.
02:48Saat ini masih dilakukan pengembangan pada laman dan juga kita saat ini melakukan olah TKP.
02:54Tujuannya adalah untuk merangkai sehingga utuh satu kejadian itu.
02:57Kita melaksanakan join investigasi bersama-sama dengan tim Polda.
03:04Saat ini masih digali ya, jadi mohon waktu saat ini masih pengembangan.
03:13Kakak Dini Hardianti yakni Rika Kartika mengaku tidak menyangka pelaku yang merupakan suami siri Dini
03:20tega membunuh adik dan keponakannya.
03:23Keluarga Dini Hardianti minta pelaku dijatuhi hukuman seberat-beratnya atau dihukum mati.
03:53Oke sayang sama kami juga, jadi gak nyangkanya dari situ.
03:58Update penanganan kasus pembunuhan keji ini saudara, kita tanyakan kepada kuasa hukum keluarga korban,
04:04Mas Iqbal Sermaf yang telah bergabung bersama kami di Kompas Petang.
04:07Selamat petang Mas Iqbal.
04:09Ya selamat petang, selamat sore.
04:12Mas Iqbal betul Anda berada di Polda Jawa Timur begitu ya untuk mengawal kasus ini.
04:18Apa yang sedang digali oleh polisi dari pelaku yang sudah ditangkap?
04:23Terima kasih. Jadi saya selaku kuasa hukum dari korban saat ini.
04:28Saya berada di Polda Jawa Timur di Ruang Gertin.
04:32Setelah saat ini pelaku masih dimintai keterangan oleh penyidik.
04:38Mintai keterangan penyidik dari beberapa rangkaian-rangkaian peristiwa
04:41yang mungkin masih ada yang mungkin kurang dari kelengkapan berita acara pemeriksaan
04:46atau peristiwa-peristiwa kronologi yang masih putus.
04:49Sehingga hari ini penyidik juga masih melakukan pendalaman terhadap pelaku.
04:53Dan juga hari ini saya mendampingi keluarga korban, yaitu ibu dari korban
04:59dan juga adik dari korban yang saat ini dimintai keterangan oleh penyidik dari unit 3
05:03Surdi Daternas Polda Jawa Timur untuk dimintai keterangan-keterangan
05:06terkait dengan peristiwa-peristiwa apa saja yang terjadi.
05:10Termaksud sebenarnya bagaimana ini korban akhirnya mengenal pelaku
05:13sampai akhirnya menikah siri?
05:17Jadi dari kronologi singkat bahwa sebenarnya antara korban dan pelaku ini
05:22sudah berkenalan mungkin sekitar 3 tahun yang lalu, mungkin sekitar di tahun 2023
05:26memang memiliki hubungan pacaran dan sebagainya.
05:29Sehingga mungkin pelaku dan korban ini singkatnya adalah melakukan
05:33mungkin menikah secara siri yaitu di kota Samarinda.
05:36Seperti itu, setiap 3 tahun mereka melakukan hubungan pacaran
05:42sehingga melakukan langsungkan pernikahan secara siri di kota Samarinda.
05:48Kalau sepengetahuan Anda sebagai kuasa hukum korban, profil pelaku sendiri seperti apa?
05:55Kalau sepengetahuan saya sebagai seorang kuasa hukum memang
05:58saya profil dari pelaku ini sebenarnya dia bekerja sebagai seorang mungkin
06:03bekerja di kapal ya secara, mungkin secara garis besar dia bekerja sebagai
06:07di kapal, mungkin pelayaran dan sebagainya dan mungkin pekerjaan itu tidak menentu.
06:12Seperti itu, jadi mungkin sistem kontrak dia kalau memang ada panggilan dari perusahaan
06:16mungkin pelaku ini mungkin akan bekerja di luar negeri atau di luar dari Indonesia itu
06:20seperti keterangan awal yang saya dapat dari keterangan adik korban seperti itu.
06:25Kalau kita lihat ini kan ada jeda waktu ketika terakhir keluarga menghubungi korban
06:29sehingga akhirnya melapor bahwa ada dugaan kehilang
06:34yang menyebabkan keluarga akhirnya curiga korban dan juga anaknya ini sudah hilang kontak
06:40sehingga perlu akhirnya melapor ke polisi seperti apa?
06:42Jadi mungkin awal mula mereka hanya melaporkan orang hilang karena sejak tanggal 20 itu
06:50ada komunikasi terakhir antara korban dan ibunya pada saat komunikasi terakhir
06:54dan putus komunikasi lewat Sidiopol itu memang sudah berakhir dari tanggal 20
06:59itu korban tidak pernah mengabari keluarganya, tidak pernah mengabari sehingga keluarga korban itu
07:05berlihat datang ke Madiun untuk menemui pelaku ini untuk menanyakan
07:08di mana keberadaan korban seperti itu. Jadi korban mengelak bahwa
07:14korban ini pada saat itu adalah cekcok bersama pelaku, cekcok ribut dan sebagainya
07:18sehingga korban ini pergi melarikan diri dari pelaku seperti itu.
07:23Itu jadi keterangan awal yang saya lakukan.
07:25Jadi ini juga mengonfirmasi bahwa keterangan yang disampaikan oleh keluarga korban
07:30bahwa terakhir kali korban mengontak pihak keluarga
07:34korban ini juga sedang cekcok begitu ya dengan pelaku?
07:39Mungkin lebih simpelnya adalah video call antara korban dan ibunya
07:43pada saat itu sekitar jam 9 pagi, ibu dan korban itu sempat melakukan video call
07:48sekitar jam 9 pagi lewat, itu tiba-tiba mungkin HP-nya atau panggilan telpon
07:52video call itu tiba-tiba mati dan mungkin tidak dapat dihubungi lagi seperti itu.
07:58Kemudian ini bisa dikatakan pembunuhan sadis begitu
08:01tanpa menjelaskan sedetail apa pembunuhan yang dilakukan
08:07Anda melihat dari keterangan polisi
08:09betul begitu pembunuhannya sesadis itu termaksud motifnya?
08:16Secara garis bawahi bawah, sebenarnya bahwa terkait motif dan pendalaman motif pelaku ini seperti apa
08:22melakukan satu perbuatan tindak pidana yang sangat begitu kejam
08:25dan sadis ini mungkin nanti akan dilakukan secara utuh oleh Polda Jatim
08:31dalam artian ini ada presidus bersama Bapak Kapolda
08:34dan dalam hal ini ada 4 musuh juga
08:36oke, untuk melakukan satu rangkaian ilustrasi bahwa motifnya seperti apa
08:44tetapi bahwa lebih simpelnya bahwa pelaku dan korban ini mungkin lebih simpelnya adalah
08:50percekcokan, mungkin ada cekcok secara singkat seperti itu.
08:52baik, terakhir singkat saja kapan polisi dari Polda Jatim rencana akan merilis secara lengkap kasus ini?
09:00mungkin keterangan yang saya himpun hari ini pada saat saya di Diklir Timur
09:04mungkin besok akan dilakukan presidus terkait dengan seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi di Kota Madiun
09:12tetapi sebelumnya saya mengucapkan juga kepada
09:15terima kasih setidihnya kepada Bapak Kapolda Jawa Tibur
09:19Bapak Kapolda juga, Pak Gertimu
09:22dan juga saya mengucapkan terima kasih kepada AKBP Arbaradih Jumgur
09:28dan juga tim unit 3 Jatarnas Polda Jatim
09:32atas ungkapan yang luar biasa kerja keras dari teman-teman tim
09:35sehingga pelaku bisnis ini sudah ditangkap
09:37terima kasih seperti itu
09:38baik, kita nantikan ya seperti apa penyelidikan atau penyelidikan lanjutan dari kasus ini
09:42terima kasih
09:43Kuasa Hukum Keluarga Korban, Amas Iqbal Sermah telah berbagi informasi bersama kami di Kompas Petang
09:47Salam Sehat