Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto memberikan masukkan terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah daerah.

Hasto mengusulkan pemerintah melarang lahan terdampak karhutla dimanfaatkan sebagai kebun, termasuk untuk kelapa sawit. Hal itu disampaikan Hasto di Museum Sumpah Pemuda, Minggu (25/10/2026).

"Hutan-hutan yang terbakar atau oleh ulah pihak-pihak tertentu dipakai untuk pembukaan perkebunan, tidak boleh dikonversikan untuk perkebunan. Termasuk kelapa sawit," kata Hasto.

Video editor: Joshua

#hasto #karhutla #pdip

Baca Juga PDIP Sambut Ajakan PKS soal Polemik Ijazah Gibran, Hasto: Pelanggaran Etika Serius di https://www.kompas.tv/nasional/698045/pdip-sambut-ajakan-pks-soal-polemik-ijazah-gibran-hasto-pelanggaran-etika-serius



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/698065/hasto-usul-lahan-karhutla-direboisasi-jangan-jadi-perkebunan-termasuk-sawit
Transkrip
00:00Tidak boleh hutan-hutan yang terbakar atau secara sengaja dibakar untuk membuka lahan-lahan perkebunan
00:08kemudian bisa dikonversikan untuk tanaman lain.
00:13Hutan-hutan yang terbakar atau oleh pula pihak-pihak tertentu dipakai untuk pembukaan perkebunan
00:21tidak boleh dikonversikan untuk perkebunan termasuk kelapa sawit.
00:27Kami punya best practices dari pengalaman Ibu Megawati Sekarang Putri sendiri.
00:33Yang pertama itu adalah politik tata ruang termasuk moratorium hutan harus diperlakukan.
00:41Tidak boleh hutan-hutan yang terbakar atau secara sengaja dibakar untuk membuka lahan-lahan perkebunan
00:50kemudian bisa dikonversikan untuk tanaman lain.
00:54Hutan-hutan yang terbakar atau oleh pula pihak-pihak tertentu dipakai untuk pembukaan perkebunan
01:03tidak boleh dikonversikan untuk perkebunan termasuk kelapa sawit.
01:09Hutan-hutan yang terbakar tersebut harus dilakukan revoisasi kembali.
01:14Kemudian diperlukan suatu perencanaan tata ruang di kawasan hutan
01:18termasuk bagaimana upaya-upaya untuk mendorong bagaimana warga Indonesia
01:25terlibat dalam gerakan revoisasi nasional dan sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan bagi rakyat.
01:32Kemudian yang kedua adalah supremasi hukum
01:35tanpa keadilan, tanpa ketegasan, tanpa suatu sanksi yang tegas bagi mereka yang telah merusak hutan-hutan kita
01:45maka apa yang terjadi akan terus menerus dilakukan.
01:50Dan ini sudah menyentuh marwah bangsa.
01:54Bagaimana kita lihat video yang viral beberapa waktu yang lalu
01:57ketika kita menerima kritik dari negara-negara tetangga kita
02:02ini sebaiknya kita melakukan suatu introspeksi
02:05melakukan otokritik dan melakukan perubahan-perubahan kebijakan
02:10agar ke depan tidak ada lagi kebakaran hutan seperti saat ini.
02:15Kemudian yang ketiga diperlukan suatu penataan terhadap sistem pencegahan kebakaran
02:23baik dari sisi badan penanggulangan bencana
02:27kemudian diperlukan juga suatu relawan-relawan untuk menanggulangi bencana kebakaran
02:35disertai dengan modernisasi peralatan untuk mencegah kebakaran
02:40dan disitulah proses mitigasi disempurnakan.
02:44Kedepan setidak-tidaknya dalam waktu lima bulan sebelum musim kemarau
02:48harus sudah dilakukan suatu perencanaan-perencanaan yang komprehensif
02:52untuk mencegah kebakaran hutan yang telah menurunkan marwah kita
02:57sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat
03:00serta memiliki harga diri.
03:01Terima kasih.
03:24Cara baru nonton di Smart TV
03:27Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu
03:33Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu
03:37Cari Kompas TV melalui pencarian
03:40Pilih aplikasi lalu install
03:43Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV
03:48Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga

Dianjurkan